NovelToon NovelToon
Lembayung Di Batas Timur

Lembayung Di Batas Timur

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara / Menikahi tentara
Popularitas:220.2k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Bermula dari benang kusut hubungan sang sahabat, seorang mahasiswi cantik nan manja yang merupakan calon guru itu justru terlibat cekcok dan saling sumpah serapah dengan kekasih sahabatnya yang sekaligus seorang perwira militer negri.

Alih-alih menjauh, kejadian tak mengenakan itu justru menjadi awal dari serentetan pertemuan yang menyatukan mereka pada sebuah takdir untuk saling mencinta di tengah rollercoaster nya perjalanan karir keduanya.

Siapa sangka justru pertemuannya dengan Panji membawa Ivy selangkah lebih dekat dengan cita-citanya yang sebenarnya....
Apakah ia akan membersamai Panji, mengukir lembayung di batas timur, ataukah mengejar mimpinya menjadi seorang model sukses di negri Paris?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Berlari dan mengejar

Dan bibirnya merengut saat tak lagi menemukan nyala serta getaran di ponsel, Panji menyerah.

Cih, segitu doang usahanya! Hardik Ivy kesal, lantas ia beranjak dari beranda yang malamnya tak lagi indah menurutnya kemudian memilih bersiap tidur saja.

Ivy masih memegang sapu, sementara Imel sedang menyiapkan sarapan bersama, "aaaa, itu minyaknya panas nyipratin tangan gue, Mel! Kenapa sih kalo goreng ikan mesti loncat-loncat begini minyaknya?!"

*Duh lah*! Gege mengusap-usap tangannya serta wajahnya menjauh tak mau dekat-dekat dengan kompor.

Mendengar keributan itu Ivy tertawa dan ikut menyerbu gawang dapur, lihatlah Gege yang menjerit-jerit.

"Udah gue bilang, pake jaket Ge, pake kacamata punya Bumi coba, kacamata lab yang kemaren dipake buat bikin proker." usul Ivy.

"Idih, lebay Vy...lebay..." jawab Imel yang juga hanya modal nekat saja memberanikan diri membalikan ikan dengan jarak yang jauh dan memasang kuda-kuda bersiap melompat jika terlihat tak bersahabat.

Alih-alih meninggalkan, Ivy justru melakukan itu, mengambil jaket miliknya, syal dan----

"Kacamata mana Bum, gue pinjem." ia telah merecoki para lelaki yang sudah sibuk sejak pagi, tidak semua sebab Nanda dan Gabriel....bunyi suara mesin motor yang kasar dan memekakan telinga datang bersama tawa, "nah kan begini jadi ngga terlalu berat. Berat sama dijinjing ringan diangkut motor." Tawa Gabriel menurunkan jerigen isi air.

Ivy meraih kacamata lab di samping Arsa lalu memakainya, "Vy, ya Allah....baru berapa hari disini, nyebut Vy..."

Arsa tertawa, "Vy, buat apa?"

"Balikin ikan goreng di wajan." Jawabnya segera melengos kembali ke dalam macam orang mau tawuran.

"Astaga..." Made dan Tami ikut tertawa, "si Ivy, ada-ada baee neng."

Raudhah yang melihat Ivy ikut tertawa, "Ivy ya Allah..."

"Awas, pemadam kelaparan datang!" ujar Ivy berlagak seperti pahlawan berjaket, menghampiri Imel di depan kompor.

Hahahaha! Gege dan Imel tertawa, Gege bahkan sudah memotret Ivy dengan sudip dari Imel, lalu berusaha membalikan ikan di wajan, "lengket..."

Setidaknya minyak yang melompat-lompat tidak serta merta menggoreng kulit Ivy karena terhalau jaketnya, begitupun mata dan kulit wajah yang sebelumnya telah Ivy lapisi kain syal.

"Nih, gaya Miss kampus kalo balikin ikan." Tawa Gege memancing Ivy untuk membuat gestur metal di jarinya bergaya di depan kamera Gege.

"Saravv dasar."

Raudhah turut melihat, "kenapa ngga ditepungin sih, biar ngga terlalu chaos begitu?"

"Telat ngasih info, nih ikan udah berenang di minyak sama si comel nih.." Gege sewot. Imel terkekeh, "lupa, Ra."

/

Sempat berpapasan dengan beberapa warga seperti mama Yani dan mama Halwa, mereka berpisah di persimpangan jalan.

Namun dari arah belakang, Gabriel menyusul Ivy dan Tami dengan topi yang telah menutupi kepalanya, "Vy, Mi..." sebal sekali, wajahnya itu...

"Ngapain Lo, mau ikut?! Katanya resiko nyawa?" Ivy tersenyum meledek.

"Yang hafal medan cuma gue sama Arsa, Arsa lagi ke bale dusun buat penyuluhan bareng yang lain."

Akhirnya ketiganya jalan bersama menuju SD Tunas 12.

"Selalu semenyengat ini,"

"Weekend nanti, coba jalan jalan eksplore lah, Gab...ke pantai kek bukit kek, pulau komodo? Masa iya kita KKN di kota wisata tapi kagak kemana-mana." ajak Tami disetujui Gabriel, "hayuk lah, gas.... Ajak siapa buat guide...explore tanpa arah berasa kaya ngabisin waktu sama duit, minimal yang tau area."

"Ema, mama?" absen Ivy tapi kemudian Tami menggeleng, "jangan yang tua Vy, bang Panji aja."

Cocok! Gabriel menunjuk Tami.

Ivy melotot horor, "bang Panji? Kenapa harus bang Panji?"

"Lah, kenapa?! Cocok lah, bang Panji masih muda, tau lah dia yang cocok buat di datengin, mana pula dia tentara berasa di kawal engga tuh?!"

Ivy menggeleng, "tentara sibuk lah. Bukan kerjaannya ngawal anak KKN main."

Gabriel mengetuk kepala Ivy, "tentara juga manusia, weekend libur non..."

"Gas!" Tami mengangguk, "Arsa ada nomor bang Panji tuh, suruh Arsa yang ajak nanti."

Ivy nampak ingin sewot, tapi----arghhh! Kedua cowok itu sudah ketuk palu saja.

Ivy sudah sampai di kelas, ada anak kelas 5 SD lah yang menjadi sasarannya hari ini, kelas kemarin dimana bocah bernama Silas berada. Bocah lelaki yang dilihatnya tanpa alas kaki, dengan seragam merah putih kusam tanpa logo SD di saku seragamnya.

Entahlah, sejak pertama ia melihat Silas, ia sangat tertarik pada bocah yang menjabarkan biodata Thomas Alva Edison, meski tak begitu lengkap dan terkesan hanya sedang menjawab pertanyaan guru saja.

Tidak berdiri di depan kelas, yang seolah meninggalkan kesan berjarak tapi Ivy justru, "dorong meja dan bangku ke belakang, kita belajar dengan melantai hari ini!"

Kelas itu cukup bisa diajak kerjasama, karena nyatanya bukan hanya Silas saja, ada beberapa anak yang menurut Ivy memiliki potensi besar, seperti...

Riska, bocah perempuan berkerudung meski seragamnya pendek yang kini justru fasih memperkenalkan namanya menggunakan bahasa inggris. Hingga mendapatkan applaus dari Tami dan Gabriel, lalu Tiwa, bocah perempuan yang rambutnya dikepang itu menunjukan betapa ia tau dengan beberapa cerita rakyat Nusantara sekalipun bukan dari daerah timur, seperti Sangkuriang, Malin Kundang dan yeah banyak.

Terakhir bocah lelaki bernama Josephine, awalnya Ivy merasa bicaranya terlalu baku, tapi lihatlah ia yang justru pintar bersyair.

Panji merasa jengkel, gadis itu membuatnya resah tapi begitu jutek dan sombong.

"Lo jual gue beli!" Setelah dirasa tidur cukup, siang ini ia membawa motornya ke dusun Tanjung komodo, untuk alasan? Nanti ia cari sendiri alasannya.

1 jam setengah, ia tempuh sembari membawa cemilan, oke ia akan berpura-pura mengunjungi ema Waro dengan membawa batangan tembakau. Panji menghentikan laju sepeda motornya untuk menepi ke warung sebentar dan membeli dua bungkus rokok kretek.

Semakin dekat, semakin menggebu. Pertama-tama ia memang akan mengunjungi ema Waro demi memberikan dua bungkus kretek favorit lelaki paruh baya itu, yang terkadang dengan baiknya selalu membekali Panji juga tentara lanal bahan makanan.

Tak lama, hanya mampir saja, "buru-buru sekali?"

"Iya. Sedang ada urusan. Neka rabo, ema--ende..."

Panji kembali naik ke atas motornya dan menggilas jalanan setelah pamit. Hanya perlu berbelok saja akhirnya.

Bangunan rumah dengan spanduk KKN sudah ada di hadapan. Dari matanya ia melihat ada beberapa orang di luar dengan paralon dan alat bahan yang berserakan, lalu sebagian lain mengisi dalam ruangan dan beranda.

Bunyi motornya tentu saja membuat sebagian lain langsung menyadari, bahkan----

Ivy, gadis itu menghentikan sejenak kegiatannya yang tengah mengetik sesuatu di laptop dengan rambut yang ditempeli banyak jepitan, wajahnya ditempeli bedak dingin.

"Bang,"

"Hey, udah mulai?" basa basi Panji tak melirik Ivy, tapi dari ekor matanya ia mengawasi.

"Ah iya bang, ini langsung mulai lah biar sesuai jadwal."

"Lagi ada urusan bang, atau mampir?"

Ivy, wajahnya itu tak dapat dijabarkan bagaimana reaksinya, tapi ia diam seolah tak peduli. Padahal Imel sudah berseru, "eh ada bang Panji!"

"Ah, nih ada sedikit barusan saya beli buat ema Waro sekalian mampir buat yang disini."

"Wah, apa nih bang?! Waduh repot-repot makasih lah!" Macam kawanan mo nyet yang dapet pisang, anak-anak itu langsung merebut bawaan Panji dari Arsa.

Alis Ivy naik sebelah, mencoba tak peduli dan fokus pada prokernya, *abaikan---abaikan*...

Raudhah keluar dari dalam, "Vy, Gab, logistik...ada bahan yang mesti dibeli nih, kurang. Mel, uang..."

Gabriel masih mengunyah heboh, sementara Ivy sudah beranjak menghampiri Raudhah di gawang pintu, masih dengan bedak dinginnya macam muka setan.

"Apa yang kurang, elah males lah panas Ra...mesti ke jalanan." Gab....Lo aja lah, ini mesti muterin kabupaten biar tau dimana tokonya."

Kesempatan sekali, Panji masuk! "barang apa, barangkali saya bisa bantu?"

"Kebetulan bang! Noh, bang Panji kayanya tau Vy, tempat tempat dimana bisa dapetin barangnya."

"Boleh, mumpung saya sedang senggang."

"Hah?" Ivy membeliak, Raudhah tertawa, "ngga usah syok gitu, muka putih mana melotot udah persis hantu kamu, Vy."

Gege ikut tertawa, "Vy, gassss titip minuman seger lah Vy, sama pembalut!"

Ivy memandang Panji yang menyunggingkan senyum jenakanya.

"Di reject?" Panji berkacak pinggang menatap gadis dengan wajah yang tertutupi bedak dingin putih itu, menyisakan beliakan mata bening nan bulat serta bibir tipis yang melengkung jutek, "lagi sibuk." Jawabnya sekenanya.

"Aaahhh---" Panji mengangguk-angguk tersenyum tengil seolah tak percaya.

"Ngapa ihh..."

.

.

.

.

1
susi_ambarsari
krn bkn sembarang vitamin see yg djual di apotik y njiii .. vitamin see adl semacam endorfin yg klo "gk liat" barang sebentar aja efek sampingny bs bikin gila 🤣
Hanum Setia
👍👍👍👍👍
Liulinuha 24
siapa dina???
Ney Maniez
hajarrrr nji😂😂😂
Ney Maniez
NNT terjerat hatimu wkwkwk
3@$2.
gass lah bang.. jangan malu² in Abi Ray Nji, habis nanti kmu di roasting ma persepupuanmu 🤣🤣🤣
3@$2.
pemadam kelaparan konon 🤣🤣🤣

cocok sudah masuk keluarga Ananta, cewek x gokil somplak semua 🤭🤭
3@$2.
Ivy istighfar Vi..jar Arsha 🤣🤣
mau balik ikan aja heboh x minta ampun 😂😂
3@$2.
perempuan selalu benar itu memang apa adanya.
dasar kamu Ivi... ngarep kan kamu sebenarnya ..pake sok²an jual mahal 🤣🤣
Attaya Zahro
🤣🤣🤣 sibuk ngarep Bang Nji telp lagi 🤣🤣
Moms Rafi-alhusaini 🌺
bang Panji udah mulai tertarik sama Ivy yaa🤭🤭
Attaya Zahro
Berasa astronot goreng ikan ya Vy 🤣🤣🤣
Attaya Zahro
Ada aja gebrakannya 🤣🤣
Attaya Zahro
🤣🤣🤣 dikira dah stress kamu Vy 🤣🤣
Attaya Zahro
🤣🤣🤣 tadi gayanya ogah²an,sekarang ngarep 🤣🤣
merry yuliana
jd inget abi ray sm.umi eyidl 🤣
Miko Celsy exs mika saja
hantu cantik buat panji😂😂
Ita Rcwt
asyik jiwa playboy abi ray keluar nih dr bang ji lo jual gw beli..💪
Miko Celsy exs mika saja
wih wih vy lh mode jinak jinak merpati🤭🤭🤭
Miko Celsy exs mika saja
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 basi basi nji
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!