NovelToon NovelToon
Yang Hilang Tanpa Pergi

Yang Hilang Tanpa Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Single Mom
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Green_Rose

Merlin percaya bahwa cinta cukup untuk membuat seseorang tetap tinggal disisinya. Sampai suatu hari, ia menyadari bahwa, cinta tidak selalu kalah oleh cinta pada orang ketiga. Melainkan, ia kalah oleh tanggung jawab.

Reyno tidak pernah benar-benar pergi dari sisinya. Dia masih pulang. Masih memanggil nama Merlin seperti biasa.

Tapi perlahan, kehadirannya berubah. Perhatiannya terbagi. Waktunya bukan lagi milik satu hati. Dan tanpa disadari, Merlin mulai kehilangan seseorang yang masih ada di sisinya.

Di antara kewajiban dan perasaan,
siapa yang seharusnya dipilih?
Dan ketika semuanya sudah terlambat,
apakah cinta masih punya tempat untuk kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green_Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yhtp *23

"Maaf," bisiknya pelan.

Lalu ia pergi. Pintu apartemen tertutup rapat dengan bunyi klik yang terdengar begitu berat.

Dan bersamaan dengan bunyi itu, air mata Merlin akhirnya jatuh. Satu tetes. Dua tetes. Lalu semakin banyak, mengalir deras membasahi pipi pucatnya.

Wanita itu perlahan meluruhkan tubuhnya. Duduk di lantai dapur yang dingin sambil memeluk dirinya sendiri erat-erat. Dadanya terasa sakit sekali, jauh lebih sakit daripada rasa pusing atau mual yang ia rasakan tadi.

"Aku hamil, Rey ..." bisiknya lirih di tengah isak tangis yang ditahan. Suaranya tenggelam dalam keheningan rumah itu. "Aku hamil ... dan kamu bahkan gak tau. Bahkan gak sempat untuk mendengarkan soal kabar bahagia itu, Rey."

Tangannya perlahan bergerak naik, menyentuh perutnya sendiri yang masih datar, masih belum terlihat apa-apa. Usapannya lembut, penuh kasih sayang, namun dibalut rasa sakit yang mendalam.

Di dalam sana, ada kehidupan kecil yang sedang tumbuh perlahan. Ada janin mungil, buah hati mereka, bukti cinta yang dulu pernah ada. Dan hari ini, ayah dari anak itu memilih pergi lagi. Memilih mendahulukan orang lain di atas keluarganya sendiri.

Sementara itu, di apartemen Yara yang tidak terlalu jauh letaknya, Reyno datang dengan napas sedikit memburu. Ia berlari kecil dari parkiran, tangannya sedikit gemetar karena cemas. Begitu pintu terbuka sedikit saja dari dalam, Yara langsung menyambar lengan Reyno dan menariknya masuk, lalu memeluk tubuh pria itu dengan sangat erat sambil menangis tersedu-sedu.

"Kak Rey, aku takut ... aku takut banget." Tubuh gadis itu gemetar hebat di dalam pelukan Reyno.

"Hey ... hey ... tenang ya. Aku udah di sini. Aku udah dateng," Reyno mencoba menenangkan. Tangannya mengusap punggung gadis itu berulang kali, berusaha memberi rasa aman untuk si gadis. "Ada apa hm? Kenapa panik banget?"

Yara terus menangis, wajahnya dibenamkan ke dada bidang milik Reyno, tangannya mencengkeram kain baju itu kuat seolah takut dilepas.

"Aku mimpi buruk lagi. Aku mimpi kak Lucas ninggalin aku .... Aku mimpi aku sendirian banget di dunia ini, nggak ada siapa-siapa." isaknya parau. "Pas bangun aku sesak, aku jatuh, aku pikir aku bakal mati sendirian di sini."

Reyno menghela napas panjang. Rasa lelah kembali menjalar ke seluruh tubuhnya. Namun ia tetap bertahan di sana, tetap mengusap kepala gadis itu dengan sabar.

"Cuma mimpi, Yara. Itu cuma mimpi buruk. Nggak bakal kejadian beneran," ucapnya lembut.

"Tapi rasanya nyata. Rasanya sakit banget. Aku takut ditinggal sendiri, Kak ... aku takut banget ditinggal." Suara Yara pecah lagi.

Dan lagi-lagi, rasa bersalah Reyno terhadap Lucas kembali muncul, kembali menyesakkan dadanya. Ia merasa berkewajiban besar untuk menjaga gadis ini, untuk memastikan Yara tidak terluka sedikit pun.

Ia tidak sadar, sama sekali tidak sadar, bahwa semakin ia mencoba menyelamatkan Yara dari rasa kesepian, semakin ia meninggalkan seseorang yang sedang menunggu dan kesepian di rumahnya sendiri.

Siang harinya, setelah menangis sampai lelah dan setelah rasa mualnya sedikit mereda, Merlin akhirnya bangkit dan bersiap-siap pergi. Ia berjalan pelan keluar apartemen, menuju klinik kecil yang terletak tak jauh dari gedung tempat mereka tinggal.

Tubuhnya masih terasa lemas, kakinya masih goyah, namun ia tahu ia harus pergi. Ia ingin memastikan bahwa kehidupan kecil di dalam dirinya baik-baik saja. Ia ingin memastikan bahwa anaknya aman, meski dunia di luar sana sedang terasa begitu menyakitkan.

Di ruang periksa, dokter wanita paruh baya itu tersenyum hangat setelah menyelesaikan pemeriksaan USG sederhana. Ia memutar layar monitor ke arah Merlin.

"Selamat ya, Bu Merlin. Alhamdulillah kandungannya sehat. Tidak ada masalah apa-apa," ucap dokter itu ramah.

Kalimat sederhana itu membuat mata Merlin langsung memerah kembali. Rasa haru, rasa syukur, dan rasa bahagia bercampur jadi satu di tengah segala rasa sakit yang sedang hatinya derita.

"Usianya baru sekitar lima minggu. Masih sangat muda, makanya Ibu sering merasa mual, pusing, dan cepat lelah. Itu wajar, reaksi tubuh," jelas dokter itu lagi sambil mencetak selembar kertas berisi hasil gambar USG.

Merlin menerima kertas kecil itu dengan tangan gemetar. Ia menatap gambar hitam putih itu lekat-lekat, jantungnya berdegup kencang tak karuan. Masih belum terlihat jelas bentuknya. Hanya ada titik kecil yang samar di dalam lingkaran hitam itu.

Namun entah kenapa, hanya dengan melihat titik kecil itu saja, Merlin langsung jatuh cinta. Jatuh cinta pada makhluk kecil yang sedang ia kandung.

"Itu bayi saya?" Merlin bertanya lirih, hampir tak terdengar, karena saat ini, bibirnya sedang sedikit bergetar.

"Iya, itu calon buah hati Ibu dan suami. Sehat kok, Bu," jawab dokter itu tersenyum makin lebar.

Air mata Merlin hampir jatuh lagi. Namun kali ini, air mata itu bukan karena sedih atau kecewa. Kali ini air mata itu jatuh karena rasa haru yang luar biasa, karena rasa bahagia yang sederhana namun begitu dalam.

Di luar ruangan klinik, Merlin duduk sendirian di bangku taman kecil cukup lama. Angin siang yang hangat bertiup menerpa wajahnya. Tangannya menggenggam kertas hasil USG itu sangat erat, seolah itu adalah harta paling berharga yang ia miliki saat ini.

Ia ingin sekali membagikan kebahagiaan ini. Ingin menelepon Reyno sekarang juga. Ingin mendengar suara pria itu kaget, lalu bahagia, lalu memintanya pulang. Ingin membayangkan wajah Reyno yang bersinar gembira.

Namun saat ia membuka layar ponselnya, berniat menekan nama suaminya, apa yang muncul di beranda media sosialnya justru membuat darahnya serasa berhenti mengalir.

Ia melihat unggahan terbaru dari akun Yara. Sebuah foto story yang baru saja diunggah beberapa menit yang lalu.

Foto itu menampakkan segelas kopi hangat di atas meja kafe. Dan di sisi kanan foto itu, terlihat jelas tangan seseorang yang sedang memegang gelas itu. Tangan besar dengan jam tangan kulit coklat. Jam tangan yang sangat dikenal oleh Merlin. Jam tangan yang ia berikan sendiri untuk ulang tahun pernikahan mereka yang pertama.

Di bawah foto itu, tertulis sebuah kalimat pendek. «Makasih udah selalu ada di saat aku butuh. Makasih Kak Rey.»

Dada Merlin langsung terasa kosong dan hampa. Sakit yang luar biasa. Untuk pertama kalinya hari itu, di tengah rasa bahagia karena mengetahui anaknya sehat, ia benar-benar merasa dirinya kalah.

Kalah bukan karena Reyno mencintai Yara dengan rasa cinta seorang kekasih. Bukan.

Tapi karena perlahan, detik demi detik, hari demi hari. Yara menjadi orang yang selalu didahulukan. Menjadi orang yang kebutuhannya selalu diutamakan. Menjadi orang yang keberadaannya selalu dicari dan dijaga. Sementara dirinya, ia hanya istri yang ditinggalkan di rumah, yang menyimpan kabar bahagia sendirian, dan yang selalu menunggu seseorang yang selalunya datang terlambat.

1
Himna Mohamad
👍👍👍👍👍
Moms Shinbi
lanjut thor
Himna Mohamad
gass kk
Green_Rose: yuhu... esok yah. insyaallah
total 1 replies
rh
lanjut thor
Green_Rose: oke siap. tapi esok yah. insyaallah
total 1 replies
Moms Shinbi
keren thor
Gricelda Pereira
oiiiiiiiii lanjuuuut dong thoor
Moms Shinbi
gasss thor
Green_Rose: yuhu, esok ya esok. insyaallah
total 1 replies
rh
lanjut thor
Green_Rose: Oke, siap.

makasih banyak udah mau mampir
total 1 replies
Wayan Sucani
Nyesek
Green_Rose: makasih banyak. 😭😭😭😭😭 terharu aku tuh
total 1 replies
rh
lanjut thor
Green_Rose: siap laksakana
total 1 replies
Moms Shinbi
cepat pergi merlin buat ray menyesal tpi jngn mo kenbali padanya.
Green_Rose: hiks hiks hiks.
total 1 replies
Moms Shinbi
astaga dadaku rasanya sesak bnget pasti saki jdi marlin
🥹🥹
Green_Rose: huhuhu... banget. merlin cukup sabar yah. kalo aku, mmm entahlah
total 1 replies
Moms Shinbi
ayo lnjtut thor buat rey nyesel
Green_Rose: siap. entar kita bikin dia jungkir balik ngejar
total 1 replies
Alia Chans
keren😍
Green_Rose: yuhu🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Himna Mohamad
merlin tinggalin aja laki2 seperti itu
Green_Rose: iy ih... udah aku katakan gitu sama Merlin. eh... tu anak kekeh sih
total 1 replies
Himna Mohamad
notif yg ditunggu2
Green_Rose: Ya allah. makasih banyak udah mau mampir. 😭 pen nangis rasanya saat dapat komen di karya aku. aku pemula
total 1 replies
Moms Shinbi
pergi saja tingglin suamimu biar dia sadar
Green_Rose: Ya Allah makasih banyak buat komen pertama yang datang ke karya aku. makasih udah mau mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!