Dimasa lalu..
Lelaki berbaju kokoh merah maroon itu berusaha menarik tangan perempuan yang baru saja melompat dari gedung lantai dua.tatapan pria itu tajam menatap perempuan yang berusaha melepaskan genggaman tangannya.
Pria itu seharusnya menjaga tatapannya,menjaga diri agar tidak menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.tapi ia harus melakukan ini.ini semua darurat.ia tidak bisa begitu saja membiarkan seorang wanita melompat dihadapannya begitu saja.
" Lepaskan saya lebih baik saya mati."
" Sadarlah nona bunuh diri itu perbuatan dosa,anda tidak akan diterima dibumi maupun dilangit.arwah anda akan mengantung diantaranya."
Wanita itu tetap kekeh,ia berusaha melepaskan tangan laki laki itu.keringat menetes didahi pria tampan itu.ia menatap perempuan itu terjatuh dihadapannya.adnan Al Fahri putra dari kiay Husen pemilik pondok pesantren yang sangat dihormati dikota ini.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia menatap perempuan dengan begitu dalam.dan untuk pertama kali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab24
Ayla dan Devan berangkat kekampus bersama,Devan membukakan pintu mobil untuk ayla.devan cukup romantis tapi sayangnya hal itu belum mampu mengetuk pintu hati seorang Ayla.
Ditengah perjalanan Ayla hanya terdiam lebih memilih menatap keluar jendela mobil.
Devan melirik Ayla,ia sungguh tahu kenapa Ayla menyuruhnya menikahinya dan ia juga tahu hati Ayla belum bisa melupakan Kay.
Tapi satu hal yang ia yakini perasaan itu tidak akan berlangsung selamanya.cepat atau lambat Ayla akan mencintainya.bukankah cinta, kasih Allah selalu ada didalam hubungan yang halal.
" Hmm aku tahu kamu tidak terlalu nyaman dengan ku.mungkin karna kamu belum mengenalku."
" Nama lengkap ku Devan Al Fahri aku punya satu adik perempuan namanya kanza dan aku punya empat orang tua dan aku selalu tinggal dengan bunda dan ayah.aku suka warna hijau dan makanan favorit ku soto ayam,aku suka makanan itu."
" Dan Kay sangat tidak suka makanan itu." Ucap ayla dalam hati.
" Dan Devan Al Fahri punya istri bernama Ayla Humaira Az-Zahra.istrinya suka sekali nonton Drakor sampai subuh hingga berujung dimarahi papi hazan karna gara gara nonton Drakor sampai subuh ia tidak melaksanakan sholat subuh."
Ayla menoleh kearah Devan.
" Dari mana kamu tahu tentang itu?"tanyanya Dan bahkan Kay tidak tahu aku sampai sedetail itu" ucapnya dalam hati.
" Dan Ayla sangat suka makan eksrim vanila,suka banget jajanan anak SD.bakso,cilok semuanya Ayla suka."bukanya menjawab Devan justru semakin membuat Ayla penasaran kenapa laki laki yang baru kemarin menjadi suaminya tahu banyak hal tentang dirinya.
" Apa selama ini kamu memata mataiku.dimana ada aku dan Kay disitu ada kamu.benarkah kamu memata mataiku.?"
" Hehehe tidak sayang.aku tahu semuanya dari papi."
" Apa katanya tadi sayang.tadi subuh dia berani melumat bibirku, sekarang dia sudah memanggilku sayang oh tuhan rasanya aku terjebak dipernikahan karna ulahku sendiri."ucapnya membatin
Ayla menyandarkan punggungnya kesadaran kursi mobil.
Rasanya aneh bukan Kay yang berada disampingnya,rasanya ia sangat tidak nyaman dengan Devan yang berstatus sebagai suaminya.belum lagi Devan yang dikiranya lelaki pendiam yang bisa diaturnya saat menikah ternyata semesum ini.baru satu malam pria ini telah berhasil mengambil ciuman pertamanya bagaimana jika malam malam berikutnya Devan berhasil meluncuti pakaiannya.
Oh tuhan membayangkannya saja Ayla frustasi.
Demi tuhan ia belum siap melakukan itu dengan laki laki yang belum ada dihatinya.ia akan melakukan itu atas dasar suka sama suka.
Ayla mencoba menatap laki laki yang sedang terlihat serius menyetir.mencoba mencari sisi Devan yang mungkin saja bisa membuatnya tertarik dan melupakan kay.bukanya ia memilih stuck dikay.ia juga setengah mati mencoba menerima laki laki disampingnya ini sebagai suaminya sekarang.
Devan membalas tatapan Ayla dengan senyuman.tapi entah kenapa bagi ayla senyuman laki laki disampingnya ini terlihat sangat mesum.hingga membuat Ayla mengeleng ngeri.
Mereka sampai dikampus purwacita,dan kampus ini mengingatkan Ayla pada kay.Ayla turun dari mobil Devan dengan wajah sedihnya matanya berkaca kaca karna untuk pertama kalinya ia menginjakkan kampus ini dengan suaminya dan itu bukan dengan laki laki yang dicintainya.sedangkan Devan turun dengan wajah yang sumringah,senyum selalu merekah diwajahnya tidak seperti kemarin kemarin yang terlihat lebih dingin dan pendiam.
Ayla berjalan kearah fakultas bisnis arah yang sama Yang akan didatangi devan.karna Devan memamng satu fakultas dengan kay.mereka sama sama mahasiswa bisnis.
Banyak pasang mata yang melihat pasangan baru itu.kepala mereka dipenuhi oleh tanda tanya besar.mengapa Devan yang menikah dengan Ayla.bukankah seharusnya Kay?"
Devan yang melihat tatapan tidak suka mereka kepada Ayla mengengam tangan Ayla erat.ayla sangat tidak nyaman dan berusaha melepas genggaman Devan tapi Devan tetap saja mengengam tangan itu dengan erat.
" Kamu ingin mengantar suami kamu ya keruanganya.fakultas kedokteran kan disana." Tunjuk Devan pura pura tidak mengerti padahal dia tahu sebenarnya apa tujuan Ayla berjalan difakultas bisnis.istrinya itu pasti ingin bertemu dengan Kay.
" Jangan GR.aku ingin kekantin!" Ucapnya sambil planga plongo mencari sosok laki laki yang dicarinya.
Ia juga tidak bermaksud apa apa mencari kay.ia hanya ingin tahu langsung dari mulut laki laki itu.apakah benar alasan dia tidak datang dihari pernikahannya karna rasa troumanya tidak siap menikahi ayla atau ada hal lain yang membuat Kay membatalkan pernikahannya.
" Kalau begitu aku antar kamu kekantin ya.!"
" Tidak usah.aku mau kembali keruangan ku saja." Ucapnya saat ia tidak menemukan Kay diruangannya.
Ayla melepas genggaman tangan Devan.lalu meninggalkan Devan.
" Assalamualaikum Ayla."
" waalAikum salam."
Devan menatap punggung Ayla dengan tersenyum.