NovelToon NovelToon
SERIBU JARUM EMAS

SERIBU JARUM EMAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Di dunia persilatan yang luas, pedang dan tombak dianggap sebagai raja senjata.

Namun, bagi Mo Fei, benda terkecillah yang paling mematikan.

Tidak menggunakan golok raksasa, tidak mengandalkan kekuatan otot. Senjatanya hanyalah jarum-jarum emas seukuran biji padi.

Siapa pun yang ditandanya... pasti mati sebelum sempat berkedip.

Dikenal sebagai Pengamat Malam, ia datang tanpa suara, pergi tanpa jejak, hanya meninggalkan kilatan cahaya emas dan mayat yang tertancap jarum di titik vital.

"Pedang hanya bisa memotong daging. Tapi jarumku... bisa menusuk jiwa."

Ketika ia ditugaskan melindungi putri cantik yang keras kepala dan terjerat dalam intrik istana, Mo Fei harus menghadapi sekte jahat dan pendekar-pendekar legendaris.

Bisakah seribu jarum emas ini mengubah takdir dunia?

Siap-siap terpukau dengan aksi bela diri tercepat dan paling elegan yang pernah ada! .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: WUJUD IBLIS DAN KEKUATAN YANG TAK TERDUGA

AKKKKKKK!!!

Suara raungan mengerikan bergema membelah angkasa, membuat seluruh wilayah di puncak gunung itu berguncang hebat seolah-olah bumi mau terbelah menjadi dua bagian. Saat suara itu lenyap, pemandangan di hadapan mata Mo Fei dan Bai Yue sudah berubah drastis sepenuhnya. Di tempat yang tadinya berdiri sosok lelaki tua yang masih memiliki wujud manusia, kini tampaklah makhluk raksasa setinggi hampir enam meter, bertubuh besar dan kokoh dengan kulit berwarna kelam mengkilap yang terlihat sekeras batu gunung. Dari punggungnya menjulang puluhan duri tajam yang memancarkan asap hitam pekat dan bau yang sangat menyengat serta mematikan. Matanya yang tadinya hanya merah menyala, kini berubah menjadi merah darah menyala terang bagaikan bara api yang tak pernah padam, menatap ke bawah dengan pandangan yang begitu dingin, ganas, dan penuh niat membunuh yang tak terbendung lagi.

Kakek Tian Lao sudah lenyap. Yang tersisa hanyalah makhluk mengerikan yang benar-benar sudah kehilangan seluruh sifat kemanusiaan dan perasaannya. Ia kini menjadi perwujudan murni dari kekuatan gelap dan ambisi yang tak terbatas.

"HAHAHAHA! LIHATLAH BAIK-BAIK! INILAH WUJUDKU YANG SESUNGGUHNYA! INILAH KEKUATAN YANG KAU CARI SELAMA INI, DAN KINI AKU SUDAH MERAIHNYA SEUTUHNYA!" seru makhluk raksasa itu dengan suara berat dan parau yang bergema dari seluruh tubuhnya, bukan hanya dari mulutnya semata. "Karena aku sudah membuang jauh-jauh segala rasa sayang, rasa iba, dan hati nurani yang lemah itu, tubuhku pun berubah menjadi sempurna dan tak ada lagi kelemahan sedikitpun! Sekarang... Kalian berdua hanyalah serangga kecil di hadapanku! Bersiaplah untuk hancur seketika!"

Tekanan udara yang dipancarkan dari tubuhnya begitu berat dan menyesakkan hingga membuat napas Mo Fei dan Bai Yue terasa sangat sulit ditarik seolah dada mereka dihimpit oleh batu raksasa yang sangat besar. Kedua kaki mereka terasa berat bagaikan tertanam di dalam tanah, sulit sekali untuk digerakkan. Bahkan tenaga dalam yang mengalir di sekujur tubuh mereka pun terasa tersendat-sendat seakan-akan ada kekuatan tak terlihat yang menahannya agar tidak bisa keluar sepenuhnya.

"Jahanam... Tekanannya benar-benar di luar akal sehat," bisik Mo Fei sambil menggertakkan gigi kuat-kuat, keringat dingin membasahi seluruh wajah dan tubuhnya. Ia menoleh sebentar ke arah Bai Yue yang berdiri di sampingnya, melihat gadis itu tampak sangat kesulitan menahan tekanan mengerikan itu. "Bai Yue! Kau baik-baik saja kan? Kalau tidak sanggup bertahan, mundurlah dan selamatkan dirimu selagi masih sempat! Aku akan menahannya di sini!"

Mendengar perkataan itu, Bai Yue segera mengangkat wajahnya dan menatap tajam ke arah Mo Fei. Meski napasnya tersengal-sengal dan wajahnya tampak sangat pucat karena luka yang dideritanya, tatapan matanya tetap teguh dan penuh tekad yang membaja.

"Kau bicara apa sih, Mo Fei?! Aku sudah katakan sejak awal... Aku tidak akan pergi ke mana-mana dan tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian menghadapi bahaya sebesar ini!" seru Bai Yue dengan suara yang bergetar namun tegas. Ia mengangkat kembali kipas peraknya tinggi-tinggi di hadapan dadanya, energi biru pucat mulai kembali mengalir perlahan namun pasti dari dalam tubuhnya. "Ingat apa yang pernah kita bicarakan dulu? Kita akan menghadapi segala hal bersama-sama, baik itu kemenangan maupun kematian! Selama aku masih bisa berdiri dan bernapas, aku akan terus bertarung di sampingmu sampai akhir hayatku! Jangan pernah menyuruhku pergi lagi, karena itu sama saja menghina persahabatan dan kepercayaan yang sudah kita bangun bersama!"

Mendengar ucapan itu, hati Mo Fei terasa tersentuh dan terisi rasa hangat yang begitu dalam meski sedang berada di situasi yang sangat berbahaya dan mencekam. Ia mengangguk perlahan, tatapan matanya yang tadinya dipenuhi rasa cemas dan ragu kini berubah menjadi penuh keyakinan dan semangat yang menyala terang.

"Baiklah kalau begitu," ucapnya pelan namun tegas. "Kalau begitu mari kita tunjukkan padanya... Bahwa gabungan hati dan kekuatan kita tidak akan pernah kalah oleh ambisi gila dan kekuatan yang keliru seperti miliknya!"

"Benar sekali!" jawab Bai Yue tegas.

WUUUSSSHHH!!!

Secara bersamaan, energi kedua remaja itu kembali meledak keluar, kali ini menyatu dan saling menguatkan satu sama lain. Cahaya emas milik Mo Fei bercampur dengan cahaya biru milik Bai Yue membentuk lingkaran pelangi yang begitu indah namun juga mengerikan kekuatannya. Tekanan yang sempat menekan tubuh mereka perlahan mulai terdorong mundur, seolah ada kekuatan tak terlihat yang mendobrak batasan yang dibuat oleh makhluk raksasa itu.

Melihat pemandangan yang terjadi di hadapannya, Raksasa Iblis itu tampak mulai merasa terganggu dan marah besar.

"Dasar makhluk bodoh! Masih berani melawan dan berusaha bertahan padahal nasib kematian kalian sudah di depan mata!" serunya dengan suara menggelegar. "Kalau kalian memang begitu menginginkan kematian yang cepat, aku akan segera mengabulkan permohonan kalian itu sekarang juga!"

Dengan satu ayunan tangannya yang besar dan kuat, gelombang tenaga hitam yang lebar dan dahsyat langsung meluncur melintasi udara, menyapu segala benda yang ada di jalurnya. Semak belukar, batu besar, dan bahkan bagian dinding Istana Kematian yang kokoh pun hancur lebur dan berhamburan menjadi debu dalam sekejap mata. Serangan itu sangat cepat dan meluas hingga hampir tidak ada celah untuk menghindar.

"BERLAKU LENGKUNG PELINDUNG GANDA!" seru Mo Fei dengan suara keras dan lantang.

Tanpa perlu diberitahu lebih lanjut, Bai Yue langsung mengerti apa yang harus dilakukannya. Ia segera memutar tubuhnya dengan cepat sambil mengibaskan kipas peraknya berulang kali ke segala arah.

TRANGGG! TRANGGG!

Lapisan es tebal dan kuat terbentuk dengan cepat mengelilingi tubuh mereka berdua, sementara di bagian dalamnya, ribuan jarum emas berputar dengan kecepatan tinggi membentuk jaring pertahanan kedua yang tak bisa ditembus. Kedua lapisan pelindung itu menyatu sempurna menjadi satu pertahanan raksasa yang begitu kokoh dan padat.

DORRRRRRRR!!!!

Gelombang tenaga hitam itu menabrak langsung ke pusat pertahanan mereka. Suara benturan yang sangat keras terdengar, membuat gendang telinga rasanya mau pecah mendengarnya. Seluruh permukaan lapisan pelindung itu bergetar hebat, retakan-retakan halus mulai terlihat menyebar ke mana-mana, namun untungnya masih mampu bertahan dan tidak hancur sepenuhnya. Meski begitu, dampak tenaga serangan itu tetap membuat kedua tubuh mereka terlempar mundur puluhan meter jauhnya sebelum akhirnya jatuh dan berguling di atas tanah yang keras dan penuh batu tajam.

"AKH!"

Keluhan kesakitan terdengar serentak dari mulut mereka berdua. Mulut Mo Fei dan Bai Yue sama-sama mengeluarkan darah merah segar yang menandakan organ dalam tubuh mereka sudah terluka cukup parah. Tubuh mereka terasa sangat lemah dan nyaris tak sanggup untuk digerakkan lagi, rasanya seolah seluruh tulang di badan mereka sudah hancur dan hancur lebur.

Raksasa Iblis itu perlahan berjalan mendekat, langkah kakinya yang besar membuat tanah di bawahnya berguncang setiap kali menginjakkan kaki. Ia tersenyum lebar dengan menampakkan deretan gigi tajam dan panjangnya yang berkilauan menyeramkan, tampak sangat puas melihat keadaan kedua lawannya yang sudah jatuh dan hampir tak berdaya.

"Lihatlah kalian... Akhirnya merasakan sendiri betapa kecil dan lemahnya kekuatan manusiawi kalian itu," ejeknya dengan nada suara yang sangat menyakitkan hati dan meremehkan. "Dulu aku juga sama persis sepertimu, Mo Fei. Aku berpikir bahwa dengan belajar keras, memiliki hati yang baik, dan membela kebenaran, segalanya akan menjadi indah dan sempurna. Tapi lama-kelamaan aku sadar bahwa itu semua hanyalah kebohongan belaka dan khayalan kosong belaka. Di dunia ini yang benar adalah yang kuat, dan yang kuat adalah yang berkuasa. Segala aturan, keadilan, dan kebaikan hanyalah buatan orang-orang lemah yang tidak mampu melawan dan ingin mengikat orang kuat agar tidak berkembang sepenuhnya."

Ia berhenti tepat di hadapan mereka, lalu membungkukkan badannya rapat hingga wajahnya yang mengerikan berada tepat di depan wajah Mo Fei yang sedang berusaha bangkit kembali dengan susah payah.

"Dulu aku juga punya hati, punya keluarga, punya murid yang kusayangi, dan punya impian yang indah. Tapi apa balasan yang kuterima? Pengkhianatan, rasa sakit, penderitaan, dan hampir kematian yang mengenaskan hanya karena orang lain merasa iri dan takut akan kemampuanku. Saat itulah mataku terbuka lebar dan aku sadar... Selama aku masih punya hati dan rasa perikemanusiaan, selama itulah aku akan terus menjadi sasaran serangan, diinjak-injak, dan disakiti oleh orang lain. Karena itulah aku membuang semuanya, menghapus seluruh ingatan buruk dan perasaan lemah itu dari dalam diriku, hingga akhirnya aku mencapai tingkatan ini di mana tidak ada seorangpun yang berani menghina atau menyakitiku lagi."

"Kau... kau salah besar," balas Mo Fei dengan suara yang lemah namun matanya tetap menatap tajam lurus ke arah mata merah makhluk di depannya itu. "Yang membuatmu menderita dan hampir mati bukanlah karena kau punya hati dan rasa sayang... Tapi karena kau sendiri yang salah jalan, salah menilai, dan salah menggunakan kemampuan yang kau miliki. Orang yang benar-benar kuat tidak akan pernah merasa terancam atau iri pada orang lain, dan tidak akan merasa tersakiti hanya karena pendapat orang lain. Hanya orang yang hatinya sudah rusak dan batinnya gelap sepertimulah yang melihat segala hal baik sebagai kelemahan dan musuh yang harus dimusnahkan."

"DIAMLAH!" bentak Raksasa Iblis itu marah besar karena perkataan Mo Fei benar-benar menyentuh inti masalah di lubuk hatinya yang terdalam. "Kau masih muda dan belum tahu apa arti kehidupan yang sebenarnya! Jangan mencoba mengajari gurumu sendiri soal hidup dan mati! Sekarang matilah kau dan bawa kebodohanmu ke dalam kubur selamanya!"

Ia mengangkat tangannya yang besar dan penuh kuku tajam tinggi ke udara, bersiap untuk menebas dan membelah tubuh Mo Fei menjadi dua bagian sekaligus. Angin maut yang sedingin es menyambar wajah pemuda itu, memberitahukan bahwa kematiannya sudah sangat dekat dan tak bisa dihindari lagi.

Namun tepat saat cahaya kuku tajam itu menyambar ke bawah...

BYURRRR!!!

Sesosok tubuh kecil tiba-tiba melompat dan menghadang tepat di depan Mo Fei!

Itu Bai Yue!

Meski tubuhnya penuh luka, darah menetes dari seluruh bagian tubuhnya, dan napasnya hampir habis, gadis itu tetap berdiri tegak di sana, membentangkan kedua tangannya lebar-lebar seolah hendak menutupi dan melindungi tubuh Mo Fei di belakangnya dengan nyawanya sendiri. Kipas peraknya yang sudah retak dan rusak berat dipegang erat di tangannya yang gemetar namun tak mau melepaskannya sedikitpun.

"Jangan kau sentuh dia!" seru Bai Yue dengan suara parau namun tegas dan berani. "Selama aku masih bernapas, aku tidak akan membiarkanmu menyakiti rambut rontoknya saja! Kalau kau mau membunuhnya, kau harus melewati mayatku terlebih dahulu!"

Pemandangan itu membuat Raksasa Iblis itu tertegun sejenak, matanya menatap penuh rasa bingung sekaligus takjub melihat gadis muda yang seharusnya sudah tidak sanggup berdiri, namun masih memiliki keberanian dan semangat setinggi langit untuk menghadapi kematian demi orang lain. Di saat yang sama, hati dan ingatan masa lalu yang sudah lama ia buang jauh-jauh seakan tergerak dan terguncang hebat melihat pengorbanan tulus yang ditunjukkan di hadapannya saat ini.

Dan di belakang tubuh Bai Yue, Mo Fei menatap punggung gadis itu dengan mata yang berlinangan air mata namun matanya perlahan mulai berubah kembali bersinar terang, kali ini cahayanya jauh lebih kuat, lebih murni, dan lebih menyilaukan daripada yang pernah ia keluarkan sebelumnya.

Perasaan terharu, rasa berhutang nyawa, rasa takut kehilangan, dan rasa cinta yang tulus semuanya berkumpul, menyatu, dan berubah menjadi sumber tenaga baru yang begitu dahsyat dan tak terbatas di dalam dadanya!

"BAI YUE!!" teriak Mo Fei sekuat tenaga.

WIBBBBBBBBBBB!!!!

Ledakan energi keemasan yang luar biasa besar meledak dari tubuh Mo Fei, mendorong segala sesuatu di sekitarnya menjauh, bahkan Raksasa Iblis yang begitu kuat dan besar itu pun terdorong mundur beberapa langkah karena kaget dan terpukul oleh gelombang tenaga yang begitu hebat itu.

"Cukup sudah rasa sakit dan penderitaan yang kalian berdua berikan padaku dan orang-orang yang kusayangi!" seru Mo Fei, suaranya terdengar berat dan berwibawa seolah suara dewa yang turun ke bumi. Tubuhnya perlahan melayang naik ke udara, diikuti oleh ribuan jarum emas yang berputar mengelilinginya membentuk lingkaran besar yang tak tersentuh. "Kau bilang rasa sayang dan pengorbanan adalah kelemahan? Lihat dan rasakan sendiri sekarang... Inilah bukti bahwa rasa sayang dan kesetiaan adalah sumber kekuatan terbesar yang tak akan pernah kalah oleh kekuatan jahat dan ambisi semata!"

"APA YANG TERJADI?! DARIMANA ASAL TENAGA INI?!" seru Raksasa Iblis itu mulai merasa panik dan tidak tenang karena tenaga yang dirasakannya itu semakin lama semakin besar dan semakin mendesak dirinya hingga membuatnya sulit bernapas.

"Kau tidak akan pernah mengerti dan tidak akan pernah paham, karena hatimu sudah lama mati dan gelap gulita!" balas Mo Fei tegas. "Sekarang terima serangan terakhirku! Semua kesalahan dan dosamu hari ini akan diakhiri di sini juga!"

"JURUS UTAMA: SERIBU JARUM KEHIDUPAN YANG MEMBASMI KEMATIAN!!"

1
anggita
Mo Fei...👌 ikut ng👍like aja, ☝iklan. moga novelnya lancar.
putra ilham: ​"Amin! Terima kasih banyak atas dukungannya dan sudah kasih 'like'. Doa seperti ini sangat berarti buat saya sebagai penulis. Stay tuned terus ya!"
total 1 replies
Fwyz
ih apalah nih judul ngerii amatt, btw ceritanya epick sih, thc thor
putra ilham: ​"Hehe, judulnya memang sengaja dibuat bikin penasaran. Makasih ya sudah bilang epik! Tunggu saja bab-bab selanjutnya, bakal lebih seru lagi!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!