Lusy peri muda yang tidak memiliki sihir seperti peri lainnya. Dia berkeinginan menjadi ratu peri yang melampaui ratu peri generasi sebelumnya.
Lusy di remehkan oleh kaumnya sendiri. Namun, suatu ketika dia menemukan sebuah teknik terlarang dan sebuah pedang leluhur peri yang membuatnya bisa membangkitkan kekuatan sejatinya.
Lusy bangkit menjadi peri terkuat tanpa sihir, tapi banyak orang yang masih tidak menerima sebuah kenyataan kalau Lusy adalah peri terkuat di alam Peri.
Akankah Lusy berhasil menjadi Ratu Peri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ratu Peri Part 1
Semua orang membungkuk hormat pada Ratu peri, mereka semua tidak ada yang berani mengangkat kepala sebelum Ratu peri mengangkat tangannya.
Lusy dan Fire juga melakukan hal yang sama, dia tidak ingin membuat masalah sebelum urusannya terselesaikan.
Ratu peri mengangkat tangannya, seketika semua orang langsung berani mengangkat kepalanya, tapi mereka semua tidak seramai sebelum Ratu peri datang.
"Kenapa kalian begitu tegang? Lanjutkan pesta kalian!" Ujar Ratu peri
Ratu peri tidak berniat mengganggu acara yang di buat oleh Kaisar peri, karena mau bagaimanapun dia harus menghormati Kaisar peri yang membuat acara penyambutan untuk pahlawan dadakan yang baru muncul.
Mereka semua melanjutkan acara tersebut, Kaisar peri menyambut Ratu peri agar duduk bersamanya.
Ratu peri menyambut baik keramahan Kaisar peri dan langsung duduk di sampingnya.
Sepanjang acara Ratu peri memerhatikan Lusy terus-menerus.
Lusy dan fire tahu kalau mereka sedang di awasi Ratu peri. Namun, mereka berdua seolah tidak melihatnya sama sekali, kalau Ratu peri memerhatikan mereka.
"Untuk pahlawan kita!" Kaisar peri mengangkat gelas araknya.
"Untuk Pahlawan Kita!" semua orang yang ada di sana mengangkat gelasnya, termasuk Ratu peri
Ratu peri tersenyum ke arah Lusy, senyumannya membuat Lusy begidik ngeri, pasalnya ia adalah peri terkuat di dunia peri tersebut seolah mengetahui rahasianya.
"Tuan, sepertinya anda harus menghindar darinya." Fire berbisik pada lusy.
"Aku tahu fire." Lusy sekarang memanggil Fire dengan namanya, agar tidak di curigai kalau dirinya sedang bersandiwara.
Acara berlangsung dengan sangat meriah, hingga akhirnya semua berakhir setelah sudah larut malam.
Lusy dan fire pamit undur diri untuk kembali ke kamar mereka, karena kebanyakan di antara mereka sudah mabuk, tidak ada yang menghalangi Lusy untuk kembali ke kamarnya.
Sesampainya di kamar, Lusy di kejutkan dengan seseorang yang sudah ada di sana, mereka berdua sangat terkejut dengan kehadiran Ratu peri.
"Tidak perlu terkejut seperti itu, aku hanya ingin mengobrol denganmu anak muda."
Ratu peri tersenyum pada Lusy, fire mau bergerak, tapi Lusy menahannya dan menyuruh fire keluar sebentar dari kamarnya.
Fire mengangguk patuh, dia meninggalkan Lusy berdua dengan Ratu peri di kamarnya.
"Duduklah, aku ingin mengobrol serius dengan kamu."
Suara Ratu peri seolah menghipnotis Lusy, dia dengan patuh mengambil Kursi yang ada di dalam kamar dan duduk.
Ratu peri yang tadinya berdiri, dia juga duduk di ranjang Lusy, dia bersila menghadap ratu peri.
"Jelaskan padaku, apa maksud kalian datang kekaisaran? Jawaban kamu akan menentukan aku akan membunuh kalian berdua yang telah berani membohongi orang-orang ku di sini, atau tidak!"
Ratu peri menatap tajam Lusy, dia ingin mengetahui kebenaran di balik kedatangan Lusy di Kekaisaran.
Lusy sebenarnya sudah tahu kalau Ratu peri tidak mungkin tertipu dengan sandiwaranya, karena dia selalu memantau keadaan dunia peri.
"Balas dendam dan melampaui mu!" jawab Lusy tanpa rasa takut sedikitpun.
Ratu peri mengernyitkan dahi saat mendengar jawaban Lusy, pasalnya Peri muda di depannya itu tidak memiliki rasa takut sama sekali, meski berhadapan dengan dirinya. Namun, melihat sorot mata Lusy yang terlihat sangat serius, di menyunggingkan sebuah senyum.
"Apa kamu punya dendam dengan Kekaisaran? Apa kamu tidak takut denganku?"
Ratu peri menguji tekad Lusy, dia ingin tahu, sebesar apa tekad peri di depannya itu.