Seorang wanita cantik memiliki jabatan CEO di Perusahaan Berlian milik Papahnya. Rania Queenzhi yang ceria memiliki ketertarikan dengan asisten juga merangkap sekaligus sekretarisnya, seorang pria tampan.
Boris William, Sekretaris sekaligus Asisten yang mengabdi di Perusahaan, karena membalas budi akan hidupnya. Diam-diam juga memiliki ketertarikan dengan Atasannya di Perusahaan. Tapi, dirinya masih mempertimbangkan segala hal yang membuatnya tidak percaya diri.
"Aku menjodohkan putriku denganmu, Boris. Tapi, aku tidak memaksa dan membuatmu terburu-buru. Santai dan belajarlah semua hal mengenai Perusahaan. Cari tahu sedikit demi sedikit dari Rania. Dia tahu sepenuhnya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anjarthvk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 : Jalan-Jalan Bersama
...Selamat membaca semuanya.....
Mereka semua telah naik beberapa wahana, sedangkan Noah terkadang dititipkan kepada penjaga wahana sebentar. Anak laki-laki tersebut juga sering merengek ingin mengajak mereka berkeliling ke kebun binatang.
Mereka duduk di salah satu bangku yang tersedia di tempat tersebut. Wajah pucat Justin dan Victor membuat yang lain menertawai keduanya.
"Begitu saja sudah seperti mau mati saja kau, Justin," ejek Lily memijat pelan leher belakang Justin. Victor melirik melihat Justin yang berada di sampingnya sambil mendengus kesal.
"Om Justin sama Om Viktor takut," Noah ikut mengejek kedua Omnya tersebut malah disambut gelak tawa Lily.
Dua sejoli yang diam lalu terkekeh karena melihat drama mereka. "Nona ingin jalan-jalan?" Boris memandang Rania, wanita tersebut mengangguk. Dia kembali menatap sahabat-sahabatnya. "Aku keliling bentar ya."
"Iya tahu, kalian sedang berbunga-bunga. Aku sih memang ditakdirkan jadi obat nyamuk," sindirnya merasa miris dengan hidupnya yang dihimpit dua sejoli yang sedang jatuh cinta.
"Tante Rania, Noah ikut yaa!" Rania mengangguk sambil mengelus kepala anak laki-laki tersebut.
"Boleh, tapi izin dulu sama Mama ya.." Noah mengangguk antusias, lalu menoleh ke arah Mamanya.
"Mama, Noah mau ikut Tante Rania sama Om Boris." Lily mengelus kepala anaknya lembut dan mengangguk singkat, dia menatap dua orang dewasa itu.
"Titip Noah ya Ris, Ran." Rania dan Boris mengangguk singkat mendapat amanah tersebut.
"Yeeey jalan-jalan sama Om Boris Tante Rania!" Seru Noah langsung meminta digendong lagi oleh Boris, pria itu sigap menggendong Noah yang aktif.
...ΩΩΩΩΩΩ...
Boris menggendong Noah berjalan beriringan bersama Rania yang berada di samping. Keduanya melihat binatang, Noah sudah berlarian mendekat ke kandang Panda. Dari kejauhan bintang tersebut terlihat sangat menggemaskan.
"Om lihat! Panda!" Seru Noah sangat antusias. Rania tersenyum lebar mendekat dan ikut melihat panda tersebut.
"Pandanya lucu mirip kamu Noah." Anak tersebut hanya tertawa kecil melihat binatang itu sedang memakan sebuah bambu.
Bibir Noah mengerucut menoleh ke arah Rania, "Tante, Noah lapar." Rania mengelus kepala Noah meraih tubuhnya dan menggandeng anak tersebut.
"Ayo cari makanan yang enak!" Seru Rania sambil menatap Boris. "Om Boris yang traktir." Boris terkekeh memandangi Rania yang menaikkan kedua alisnya sambil tersenyum lebar.
"Ayo!"
Tidak lama kemudian, mereka berjalan mencari penjual makanan. Tapi, mata kecil Noah berbinar saat melihat boneka panda yang sangat lucu.
"Om Boris, Noah mau itu!" Noah menunjuk sebuah boneka panda di salah satu toko. Rania juga menatap Boris dengan bibir cemberut.
"Aku juga mau boneka."
Boris terkekeh pelan, "rasanya sedang bersama dua bayi, " mendengar perkataan Boris Rania mendengus kesal.
Noah mengguncangkan lengan tangan Boris, "Om belikan buat Tante Rania juga ya!" raut wajah Rania berubah tersenyum lebar mengecup pipi Noah.
"Noah pintar sekali, terima kasih baby.." anak tersebut sibuk memandangi boneka panda itu sampai mendapatkannya.
Akhirnya Boris membelikan boneka panda untuk Noah dan boneka kucing untuk Rania. Keduanya tersenyum bahagia memegang bonekanya masing-masing. Dari belakang Boris hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Noah dan Rania yang membuat perasaannya semakin bahagia.
Puas berkeliling, mereka kembali berkumpul dengan yang lain. Noah langsung berhambur ke pelukan Lily dan Justin untuk memamerkan boneka pandanya.
"Bayi yang itu juga dapat boneka?" Victor melihat Rania yang memegang boneka kucing.
"Apa kau? Pengen juga? Beli dong!" Jawab Rania memancing emosi Victor yang sudah pasti terpancing.
Boris meraih pergelangan tangan Rania, wanita tersebut menatapnya bingung, "Nona, lelah tidak?" Rania menggeleng sambil tersenyum.
"Om Justin tadi aku dicium sama Tante Rania! Tante Cantik!" Pamernya pada Justin membuat mereka melihat ke arah Rania.
"Maaf ya, soalnya Noah menggemaskan jadi tidak kuat buat dianggurin." Kekehan kecil Lily menjawab bahwa itu bukanlah masalah besar.
"Tadi Om cium Mamamu," Justin tidak mau kalah dengan Noah, semua memandang ke arah Lily yang hanya menghembuskan napas panjang.
"Bohong dia" Lily mengklarifikasi, Noah menatap marah ke arah Justin.
"Jangan cium cium Mamaku! Om Justin tampan tapi pelit! Noah tidak suka! Om Boris lebih tampan tidak pelit." Pengakuan Noah secara tidak langsung lebih menyetujui Lily dengan Boris.
Semua terdiam, Boris menatap Rania sambil menggenggam tangan wanita tersebut lebih erat.
"Namanya juga anak kecil, tidak perlu serius." Victor bersuara memecahkan keheningan yang baru saja tercipta sesaat.
"Lebih baik pilih Om Victor saja, Noah. Om lebih kaya dan tampan!" Noah menoleh ke arah Victor dan mendekati pria dewasa itu, lalu menganggukkan kepala.
"Om pintar, benar juga. Om kan punya banyak uang!" Victor tertawa renyah sambil meledek Justin dan Boris, membawa tubuh kecil Noah ke pangkuannya.
"Kalian-" Belum selesai Boris bertanya, Lily mengangguk. Justin terkejut dan wajahnya berubah memerah menahan rasa malunya.
"Kami juga pernah kok." Rania ikut pamer, Boris membulatkan matanya, "dua kali." lanjutnya semakin membuat mereka terkejut bukan main. Victor yang ternyata mendengar ikut terkejut.
Boris mendapat tatapan dari sahabat-sahabatnya, dia hanya bisa memberikan kekehan hambar dan memandangi Rania dengan salah tingkah. Berakhir membuang muka ke arah lain.
...Bersambung.....
Terima kasih sudah mau mampir di cerita aku, jangan lupa like dan komen ya. Tiap hari aku update kok..
•> Kali ini aku cuma mau minta ke kamu, follow aku dong. Masa dari dulu harus aku duluan yang say hai, berkabar juga harus aku dulu. Mana ngga difollback, sok ngartis banget kamu ini! Dih..