NovelToon NovelToon
Ainomaru

Ainomaru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Berbaikan
Popularitas:888
Nilai: 5
Nama Author: Jauhadi

"Arina Andrews!" Panggil seorang guru saat Arin hendak berlalu.

Arin lalu berbalik dan mendapati jika orang yang memanggil dirinya adalah sang guru. Orang yang membuat dirinya merasa hidup. Namun Arin terkejut saat mengetahui gurunya hendak menikah. Baginya Ibu Sarah adalah ibu baginya.

"Ibu guru tidak akan melupakan sayakan ?" Tanya Arin...

Ibu Sarah hanya terdiam, dia lalu mengelus kepala anak muridnya itu..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Bab 22

"Arina bangun, kita bisa ketinggalan pesawat kalau kamu tidur terus." Ujar Rania pada Arina. Arina hanya mengeluh lalu kembali tidur. Nyawanya belum terkumpul semua.

Hingga, satu jam kemudian Arina baru bangun. Rania hanya bisa pasrah saja, dia juga tidak mungkin meninggalkan temannya begitu saja.

"Jangan cemberut begitu, aku bilang jam tujuh berangkat karena kamu yang biasanya molor. Jam sepuluh kok Ran." Ujar Arina pada Rania. Padahal hari ini yang molor adalah Arina bukan Rania. Tapi ternyata Rania masih memakai topinya, dan berdandan. Dia tahu Arina pasti mengatakan jam keberangkatan lebih awal agar dirinya tidak molor. Dia hanya membalas Arina saja, agar remaja itu terjaga, dan merasakan kemoloran Rania dengan mata terbuka.

Rania selesai dengan semua persiapan nya, dia akhirnya pergi bersama Arina lagi. Arina benar-benar tidak menyangka dengan ke moloran Rania. Rasanya ingin dia gendong Rania pergi, dan langsung ke bandara. Tapi waktu masih panjang. Mereka masih harus pergi ke toko-toko di Moskow, Rusia. Mereka akan membawakan oleh-oleh untuk mereka yang ada di Indonesia.

Arina, dan Rania sudah menaruh semua oleh-oleh ke tas masing-masing, tak lupa oleh-oleh untuk anak-anak panti asuhan juga.

Arina, mendapatkan telepon dari pengawalnya, sang kakak datang untuk menjemput mereka di bandara dengan menggunakan pesawat pribadi.

Arina lalu menggandeng tangan Rania. Keduanya berjalan menuju taksi yang sudah di pesan. Rania, dan Arina hanya diam saja di sepanjang perjalanan. Mereka berdua memilih diam di kendaraan umum, dari pada harus mengganggu supir.

Tak lama kemudian mereka sampai di bandara, tampak Tion, kakak mereka sudah ada di bandara menunggu mereka berdua. Mereka berdua merasa bingung, kenapa Tion sampai repot-repot menjemput mereka berdua?

Setelah membayar taksi, mereka pun menemui Tion. Tion senang dua adiknya bahagia liburan bersama, dia sendiri juga menjaga Alexa di kantor polisi. Tion tidak banyak aktifitas akhir-akhir ini, sehingga dia bisa menjemput kedua adiknya.

"Kak Tion, kenapa menjemput kami?" Tanya Rania pada kakak sahabatnya itu.

"Kakak hanya ingin memastikan kalian aman." Balas Tion tanpa menjelaskan satupun perkara yang membuat dia sampai ke negeri beruang ini.

"Baiklah." Balas Rania pada Tion. Dia langsung saja menggandeng sahabatnya Arina.

Mereka memasuki pesawat pribadi keluarga Andrews. Pesawat itu pun terbang menuju Indonesia.

Di Indonesia, Thomas Andrews tampak cemas, sebab beberapa hari terakhir, musuh bisnisnya merencanakan penculikan Arina. Untungnya Arina sedang berada di Rusia, sehingga musuh bisnis Thomas Andrews hanya bisa menyalami kehampaan. Thomas Andrews segera menyuruh Tion untuk menjemput kedua putrinya.

Tion langsung saja pergi ke bandara, dan menjemput mereka berdua dengan pesawat pribadi. Sesampainya di Rusia, Arina, dan Rania tampak bahagia, dan aman-aman saja.

Thomas Andrews merasa heran, mengapa penculik selalu mengicar Arina, saat Arina baru masuk ke keluarga Andrews, dia nyaris di culik, untungnya Tion lagi-lagi menggagalkan penculikan tersebut.

Kali ini, orang yang sama ingin menculik Arina lagi. Tapi kali ini Thomas Andrews mencari ke setiap celah, dia tidak ingin kecolongan lagi. Pelaku yang ingin menculik Arina harus di tangkap.

Diam-diam ternyata ada yang membantu mereka membereskan penculik, Thomas Andrews tidak tahu saja jika Antonio Sean yang menyukai putrinya, dan sudah tobat, kini berusaha melindungi Arina, dengan mengerahkan anak buahnya. Orangnya bisa saja masih ada di penjara, tapi anak buahnya yang sudah berhenti mengedarkan nar**ba pun kini beralih ke bisnis properti, dan barang antik, serta perhiasan.

Antonio Sean sendiri sebenarnya cukup kaya, meski masih kalah dengan Thomas Andrews, tapi koneksinya tidak kalah dari keluarga Andrews. Anak buah Antonio Sean di tugaskan untuk melindungi Arina apapun yang terjadi, Antonio Sean berharap, tiga tahun lagi ketika dia bebas, dia bisa mengejar cintanya pada Arina. Dia ingin bebas secara jujur. Agar Tion Andrews juga merestuinya, bagaimanapun juga dia tahu, sulit untuk mendapatkan restu, walaupun dia sudah berubah.

"Tuan, ada yang diam -diam membantu kita." Ujar salah satu pengawal Arina, pada Thomas Andrews.

"Aku tahu itu, tapi sulit untuk menemukan siapa yang membantu kita, kita cari saja pelaku yang ingin menculik putriku, itu lebih mudah ketimbang mencari siapa yang membantu kita diam-diam." Balas Thomas Andrews pada anak buahnya.

Mereka lalu melanjutkan pencarian soal siapa orang yang ingin menculik Arina Andrews. Ternyata tidak lain tidak bukan adalah lawan bisnis Thomas Andrews. Thomas Andrews pun segera menangkap orang tersebut, dan menyerahkannya ke kepolisian. Tion akan mengurus mereka begitu sampai di Indonesia.

Di pesawat, Tion mendapati Arina, dan Rania tidur. Dia tidak ingin mengganggu ke duanya. Tion tahu, pasti kedua sahabat itu lelah berkeliling dari tadi kemarin. Mereka berdua memang selalu bersemangat dalam hak apapun.

Tion pun mengambil selimut, dan menyelimuti Arina Andrews, dan Rania Putri. Dua orang itu masih tidur dengan lelap. Hingga beberapa waktu kemudian pesawat mendarat dengan selamat sampai ke tujuan.

Tion tanpa harus membangunkan Rania Putri, dan Arina Andrews pun mendapati keduanya sudah bangun.

Arina bangun di susul dengan Rania putri. Mereka berdua menguap bersamaan.

"Sudah sampai?" Tanya Rania pada Tion.

Tion hanya menganggukkan kepalanya saja, dia lalu membantu membawa barang bawaan Arina, dan Rania. Arina yang masih mengantuk lalu mengatakan pada kakaknya untuk pergi ke rumahnya saja. Dia tidak ingin pulang ke kediaman Thomas Andrews sementara waktu. Dia sangat lelah sekali rasanya.

Tion pun setuju, dia lalu membawa adiknya, dan sahabat adiknya pergi ke rumah Arina Andrews.

Sampai di rumah Arina Andrews, Tion pun berpamitan untuk pergi ke kantor polisi lagi. Padahal dia baru sampai, jet lag mungkin tidak mempengaruhinya?

Arina mengecup tangan Tion Andrews, dan melambaikan tangan ketika mobil kakaknyaenjauh dari rumahnya.

Ya Arina Andrews memang memiliki rumah sendiri, dia hanya lebih sering di rumah ayahnya sebab ada Sarah di sana. Sekarang dia melihat rumahnya yang rasanya lebih leluasa dari pada di rumah Thomas Andrews, hanya ada beberapa pelayan di rumah Arina, berbeda dengan rumah ayahnya yang di penuhi pelayan.

Arina pergi ke lantai dua, dia suka sekali berada di balkon. Sementara Rania sangat malas naik turun tangga, dia memutuskan untuk tidur di kamar lantai dasar.

Arina merebahkan dirinya di kasur king size miliknya, dia lalu memutuskan untuk tidur saja. Dia memiliki kemampuan dreams walker jadi dia ingin masuk ke mimpi seseorang saat ini. Orang itu pernah di temui Arina, dan Arina lumayan tertarik dengan orang tersebut. Asalkan ada sentuhan pertama pada orang tersebut, Arina dapat masuk ke dalam mimpi orang itu.

Tampak lorong dengan beberapa lampu yang menyala, di jeruji besi tampak seorang pria tengah duduk sambil menatap ke arah luar. Pria itu adalah seorang tahanan yang berperilaku baik, dan sudah tobat.

"Arina Andrews, senang melihatmu di sini. Bagaimana kamu tahu aku di penjara?" Tanya Antonio Sean pada Arina Andrews.

Arina terkejut, pria itu ada di penjara, pria yang mendapatkan sentuhan pertama di taman hiburan. Pria yang naik roller coaster di belakang Arina, dan Rania.

"Bagaimana kamu bisa ada di sini?" Tanya Arina pada sang pria yang tak kalah bingungnya di kunjungi oleh Arina.

1
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎ˢ⍣⃟ₛ🦁
sukses selalu
𝑫𝒆𝒘'𝒂⁹⁹
sukses uha
↳。˚ 🖇️')auh∆di♪♪⁠┌┘⁠♪: makasih kak wawa
total 1 replies
Raja
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!