Pagi ini dia akad nikah dengan perempuan pilihannya. Padahal dua minggu lalu dia berjanji akan melamarku. Laki-laki mana lagi yang bisa dipercaya?
Dekat sejak SMA, bahkan Kyara selalu mendukung Bagaskara untuk mencapai cita-citanya. Mulai dari beli sepatu, memberi uang untuk ongkos seleksi, Kyara selalu ada. Namun, sekarang gadis cantik itu membuktikan jika kamu memulai hubungan dengan pasanganmu dari nol, maka kamu akan mendapat pengkhianatan.
Ikuti perjalanan cinta Kyara Athiya hingga mendapat pengganti Bagaskara dengan cinta yang tulus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTEMU
Sebagai seorang selebgram cantik, tentu sangat mudah bagi Lovy untuk mencari pengganti sang atlet, Bagaskara. Belum genap satu bulan pasca bercerai, Lovy sudah punya gandengan dan tertangkap kamera sedang berada di bandara. Diduga keduanya akan bertolak ke Australia.
Begitu pengantar berita tentang Lovy dan pacar barunya. Berita ini muncul di pemberitaan akun gosip pagi ini. "Doakan saja, doakan ya," ucap Lovy saat dihadang oleh pencari berita. Fia bergandengan dengan sang kekasih, menerobos kumpulan para reporter. Wajah cantiknya tampak mengulas senyum berulang.
"Mbak, Bagas ada hubungi Mbak gak?" tanya salah satu pegawai toko Justin, sembari cek koleksi perhiasan mengajak Kya bicara soal mantan.
"Masih pagi, Ter. Kenapa bahas mantan sih?" tanya Kya ikut cek koleksi perhiasan untuk toko online. Teresa menunjukkan berita Lovy yang baru saja ia buka. Kya hanya mengerutkan dahi.
"Gak ada hubungannya sama aku juga!"
"Iya sih, cuma gak langsung. Terlihat banget Lovy tuh berusaha move on dari Bagas, ya siapa tahu Bagas mau menjalin kembali sama Mbak Kya, kemudian saling pamer keromantisan," ujar Teresa dengan pemikiran uniknya. Kya spontan tertawa. Mungkin banyak yang mengira setelah perceraian Bagas-Lovy, maka kemungkinan Bagas dan Kya akan balikan.
"Mantan ya mantan saja, Ter."
"Yakin Mbak gak mau kembali?" Kya menggeleng.
"Sudah pernah menyakiti ngapain harus kembali, kayak gak ada cowok lain." Teresa langsung bertepuk tangan, setuju sekali dengan pemikiran
Kyara. Move on jalur ilfeel memang paling cepat, ditambah Kyara berkali-kali menegaskan dia tidak ada hubungan apa-apa dengan Bagas, kalau sampai jadian kembali, bisa saja netizen menganggap konfirmasi Kya dulu hanya gimmick, untuk menutupi fair di antara Bagas dan Kya yang sebenarnya.
Berita Lovy juga sampai ke Davina adik Bagas. Semenjak sang kakak di rumah, Davina kasihan dengan sang kakak. Baru berapa tahun menikmati ketenaran, harus kembali ke titik awal, gara-gara betina sok cantik seperti Lovy.
"Dia tuh sebenarnya cinta atau enggak sih sama Mas Bagas? Bukannya dia yang ngebet menikah sama Mas?"
"Siapa?" tanya Bagas yang baru saja berhenti main lompat tali.
"Lovy lah siapa lagi." Bagas tertawa melihat respon sang adik, tampak tak suka pada mantan kakak iparnya itu.
"Mungkin awalnya cinta, tapi setelah menjalani pernikahan dengan suami seorang atlet, yang tidak bisa stand by 24 jam di sampingnya, dan tidak bisa bolak-balik Indonesia sewaktu-waktu, dia jadi gak cinta."
Davina tertawa, mempertanyakan cinta yang diinginkan Lovy seperti apa. Namanya suami sedang kerja ya tentu gak bisa stand by 24 jam dengannya, kalau mau cari 24 jam harus stay ya menikah saja sama pengangguran. Nanti kalau Bagas bisa, dianggap mokondo. Memang kalau sudah terlahir princess sangat tidak cocok menikah dengan seorang perintis seperti Bagas.
"Jujur, Mas. Mas sendiri pernah cinta sama dia gak?"
"Enggak!"
"Sumpah?" Bagas mengangguk.
"Awalnya tertarik, dilihat dari look memang lebih cantik dan sexi dibanding dengan Kya, tapi saat malam pertama," Bagas menjeda, tak seharusnya dia membuka aib sang mantan. Mau bagaimana pun Bagas harus bijak meski tak bersama dia lagi. Apalagi soal urusan ranjang, toh Bagas juga sudah meniduri Lovy. Tak dipungkiri Bagas juga merasakan kenikmatan kebutuhan biologisnya terpenuhi.
"Gak perawan?" tebak Davina, dan Bagas hanya diam saja. "Sudah bisa ditebak sih, Mas. Dia sebelum menikah saja pakaiannya begitu, di highlight IG saja ada videonya berjoget saat party di klub, bahkan ada bagian saat dia merokok juga."
"Ibu tahu?" Bagas memang tahu, dan tidak pernah membahasnya dengan keluarga, mengingat itu masa lalu Lovy sebelum bersama Bagas. Apalagi anak metropolitan, uang ada, circlenya juga setipe, jelas gak bisa mengelak.
"Tahu."
"Kamu kasih tahu?" Davina mengangguk.
"Ibu menangis setelah proses lamaran dulu, Mas. Beliau takut karena strata sosial kita berbeda, ibu khawatir Mas diinjak olehnya. Beliau pun menyuruhku mencari tahu sosok Lovy setelah malam itu, dan seketika menangis. Beliau membandingkan dengan Mbak Kyara."
"Jelas jauh lah, Vin! Kya memang bukan anak konglo tapi sikap dan sifatnya menunjukkan kalau dia gadis yang berasal dari keluarga baik."
"Menyesal?"
"Sangat. Mas punya niatan salah, hasilnya pun mengecewakan, melepas berlian demi batu kerikil."
"Mbak Kya memang sebaik itu."
"Mana sekarang tambah cantik lagi."
"Iya kah?" tanya Bagas penasaran, dia sudah lama tidak melihat Kyara, di sosmed pun aksesnya diblokir semua.
"Dia kan kerja di toko emas mewah, Mas. Makin kelihatan dewasa. Mas gak mau bertamu ke rumahnya?"
Bagas mendadak diam, sebenarnya sejak cerai ia ingin sekali menemui Kya. Kalau bisa malah berteman lagi, meski untuk kembali gak mungkin karena Kya bukan tipe perempuan yang gampang luluh setelah disakiti.
Serasa mendapat dukungan dari Davina, Bagas pun memberanikan diri mengunjungi rumah Kyara menjelang maghrib, kata ART nya tidak ada orang di rumah, masih kerja semua. Sedangkan Kyara sebentar lagi biasanya sudah datang, alhasil Bagas meminta izin untuk menunggu Kyara.
Alam seolah mendukung Bagas, baru saja ia disuguhkan teh hangat oleh ART, mobil Kyara masuk ke pelataran rumah. Bagas tersenyum, merasa bangga, sang mantan ternyata bisa hidup bahagia tanpa dirinya.
"Hai Kya, apa kabar?" sapa Bagas dengan senyumnya saat Kya masuk, tampak kaget tapi Kya hanya mengangguk tersenyum tanpa membalas uluran tangan Bagas.
"Silahkan duduk, Gas."
Hati Bagas serasa ditusuk benda tajam tembus ke ulu hati, selama ini Kya selalu panggil sayang, tapi kini hanya sapaan nama layaknya teman.
"Aku cuma mau ketemu kamu aja, sudah lama, dan minta maaf atas semua yang terjadi," Bagas menatap Kya dengan seksama. Benar kata Davina, dia semakin cantik dan terlihat dewasa.
"Oh masalah itu, udah aku maafkan kok. Cuma ya gitu, aku gak mau berhubungan dengan kamu lagi. Mungkin ini terakhir kalinya kamu bisa masuk ke rumah. Boleh kan, memaafkan tapi tak mau berjumpa lagi."
Bagas mengangguk, beginilah gadis yang ia cintai sejak dulu, punya prinsip sekali. Sangat menjaga harga dirinya. "Iya, aku paham Kya."
"Ada lagi yang mau kamu sampaikan?" tanya Kya seolah menunjukkan bahwa waktu berkunjung sudah habis untuk Bagas, dan tidak ada kesempatan lagi untuk ke mari.
"Sebenarnya banyak yang mau aku sampaikan, tapi aku sadar diri, bahwa masa kita sudah berakhir sejak pengkhianatan itu. Aku ingin kita memulai berteman lagi, tanpa ada blokir dan bisa mengobrol dengan santai."
"Kalau saja kamu mengakhiri dengan gentle, mungkin aku bisa menganggap kamu sebagai teman. Lagian mantan istri kamu terlalu kekanak-kanakan, selalu senggol aku yang sudah gak pernah berkomunikasi dengan kamu. Jadi lebih baik, kalau kita sudah putus, tak perlu punya niatan untuk menyambung kembali."