NovelToon NovelToon
Di Balik Kontrak Ibu Susu

Di Balik Kontrak Ibu Susu

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Pernikahan Kilat / Ibu Pengganti / Cinta setelah menikah / Ibu susu / Pengasuh / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆JUARA YAAW PERIODE 3 2025 TEMA KREATIF "IBU SUSU"🏆

Dituduh pembunuh suaminya. Diusir dari rumah dalam keadaan hamil besar. Mengalami ketuban pecah di tengah jalan saat hujan deras. Seakan nasib buruk tidak ingin lepas dari kehidupan Shanum. Bayi yang di nanti selama ini meninggal dan mayatnya harus ditebus dari rumah sakit.

Sementara itu, Sagara kelimpungan karena kedua anak kembarnya alergi susu formula. Dia bertemu dengan Shanum yang memiliki limpahan ASI.

Terjadi kontrak kerja sama antara Shanum dan Sagara dengan tebusan biaya rumah sakit dan gaji bulanan sebesar 20 juta.

Namun, suatu malam terjadi sesuatu yang tidak mereka harapkan. Sagara mengira Shanum adalah Sonia, istrinya yang kabur setelah melahirkan. Sagara melampiaskan hasratnya yang ditahan selama setelah tahun.

"Aku akan menikahi mu walau secara siri," ucap Sagara.

Akankah Shanum bertahan dalam pernikahan yang disembunyikan itu? Apa yang akan terjadi ketika Sonia datang kembali dan membawa rahasia besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Sonia sudah tidak sabar ingin cepat pulang. Hari itu udara rumah sakit terasa begitu pengap, seolah waktu berjalan lambat hanya untuk menguji kesabarannya. Matanya berkali-kali menatap jam dinding yang jarumnya bergerak lambat, seolah menertawakan kerinduannya terhadap si kembar.

Di benaknya, Sonia sudah membayangkan bagaimana lucunya mereka. Mungkin kini sudah bisa berjalan dengan langkah gontai, tertawa renyah ketika digelitik, atau memanggil “Papa” dan “Mama” dengan suara yang belum sempurna. Hanya membayangkannya saja sudah membuat dada Sonia sesak oleh rindu.

“Mas,” panggil Sonia sambil memandang suaminya. “Besok ulang tahun anak-anak yang pertama. Aku ingin merayakannya.”

Sagara menatap istrinya. Senyum tipis muncul di bibirnya. Ada cahaya yang dulu sempat padam kini kembali di mata wanita itu.

“Boleh,” jawabnya lembut. “Kita rayakan sekeluarga di rumah saja, ya. Kasihan mereka masih kecil, rentan dengan virus dan bakteri kalau dirayakan di tempat umum.”

Sonia mengangguk. “Ya, Mas. Di rumah saja juga tidak apa-apa. Yang penting kita semua kumpul bersama.”

Suara “kita” diucapkan Sonia dengan nada penuh harap, seolah doa yang ia kirimkan agar keluarga kecilnya bisa kembali utuh.

“Dokter belum datang juga, ya?” tanya Shanum lagi sambil menatap pintu kamar.

“Katanya nanti jam satu, paling lambat jam dua,” jawab Sagara sambil memasukkan barang-barang ke dalam tas kecil.

“Yaaaah, masih lama,” keluh Sonia sambil memonyongkan bibir.

Sagara terkekeh kecil. Ada sesuatu yang hangat di dada setiap kali melihat tingkah manja istrinya itu. Sonia memang tak pernah bisa diam, bahkan di rumah sakit sekalipun, ia tetap wanita yang penuh semangat. Namun di balik keceriaannya, Sagara tahu betul, ada luka yang masih mengendap di dasar hatinya. Luka kehilangan satu tahun penuh dari hidupnya, dari momen-momen yang seharusnya ia lalui bersama anak-anak mereka.

“Mas,” panggil Sonia memecah lamunan. “Mbak Shanum itu orangnya seperti apa?” tanyanya, nada suaranya lembut tapi penuh rasa ingin tahu.

Pertanyaan itu membuat Sagara terdiam sejenak. Lalu, menatap Sonia.

“Dia wanita baik dan lembut,” jawab Sagara akhirnya. “Namun, kehidupannya tidak berjalan mulus.”

Sonia menatap suaminya penuh perhatian. “Kenapa?”

Sagara menarik napas panjang, lalu mulai menceritakan kisah yang sudah lama ia simpan dalam hatinya. Kisah yang tak pernah ia bayangkan akan menjadi bagian dari hidup mereka.

“Suaminya meninggal akibat tabrak lari. Lucunya, mertua dan iparnya malah menyalahkan Shanum atas kematian suaminya.”

Sonia menutup mulutnya spontan. “Ya Tuhan, kasihan sekali nasib Mbak Shanum.” Matanya mulai berkaca-kaca.

“Ya,” Sagara melanjutkan dengan suara pelan, hampir seperti berbisik. “Dan tidak sampai di situ. Dia diusir sama mertuanya di malam hari saat hujan deras. Padahal waktu itu dia sedang hamil besar.”

Sonia terperanjat. “Apa?! Kejam sekali mertuanya. Dia itu manusia atau bukan?!” Suaranya bergetar menahan amarah dan iba.

Sagara menatap istrinya, lalu berkata lirih, “Dia memang kasihan. Tengah malam, di bawah guyuran hujan, ketubannya pecah. Di jalan sepi, tidak ada siapa pun untuk dimintai tolong. Untung saja Dokter Anton lewat dan melihatnya. Tapi sayang, bayinya tidak tertolong.”

Hening. Ruangan itu seakan membeku.

Sonia memejamkan mata. Air matanya mengalir deras, membasahi pipi tanpa bisa ia tahan. Ia tak mengerti kenapa kisah itu menusuk begitu dalam ke hatinya, seolah rasa sakit Shanum menular kepadanya.

“Walau Dokter Anton sudah berusaha menolongnya, bayi dalam kandungan Shanum tetap tidak selamat,” lanjut Sagara lirih. “Dan dia juga tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit. Jenazah bayinya sempat ditahan di kamar mayat.”

Tangisan Sonia pecah. Bahunya bergetar hebat. Ia bukan wanita yang mudah menangis, tetapi kali ini seluruh pertahanannya runtuh. Ia menutup wajah dengan kedua tangan, menahan isak yang menyayat dada.

Sagara mendekat, duduk di sisi ranjang, lalu meraih tangan istrinya perlahan. “Sayang, sudah jangan sedih,” ucapnya lembut, meski hatinya sendiri terasa ikut remuk.

Sonia menggeleng. “Aku tidak bisa membayangkannya, Mas. Bagaimana rasanya kehilangan bayi setelah kehilangan suami. Lalu, dia sendirian tanpa siapa pun. Oh Tuhan, dia pasti sangat hancur.”

Sagara tidak menjawab. Dalam benaknya, wajah Shanum yang pucat waktu pertama kali ia lihat di rumah sakit kembali terbayang. Matanya kosong, tubuh kurus, tangan gemetar. Namun di balik semua itu, ada kekuatan luar biasa yang membuat wanita itu tetap bertahan hidup.

“Lalu, bagaimana bisa kamu mengenal dia, Mas?” tanya Sonia lirih di sela tangisnya.

“Kebetulan waktu itu aku sedang di rumah sakit yang sama,” jelas Sagara. “Dokter Anton bercerita tentang seorang wanita yang tidak bisa menebus biaya rumah sakit.”

Sagara menarik napas dalam-dalam, seolah berusaha menata kalimat yang akan ia ucapkan.

“Kebetulan Shanum memiliki ASI yang melimpah. Maka terjadi kontrak antara aku dan dia. Aku membayar biaya rumah sakit, dan Shanum menyusui anak-anak kita.”

Sonia menatap suaminya. Pandangannya redup tapi lembut. “Beruntung ada dia yang menjadi ibu bagi anak-anak kita?”

Sagara mengangguk pelan. “Ya. Dia merawat mereka dengan sepenuh hati, Sonia. Mungkin tanpa dia, si kembar tidak akan tumbuh sekuat sekarang.”

Air mata Sonia kembali menetes, kali ini bukan karena iba semata, tapi karena rasa haru yang membuncah. Ada sesuatu dalam kisah itu yang terasa begitu takdir.

“Mungkin ini takdir Tuhan,” kata Sonia pelan sambil mengusap air mata dengan tisu. “Kita dipertemukan dengan Shanum karena alasan yang belum kita pahami.”

“Ya,” jawab Sagara lirih. “Tuhan selalu punya cara untuk mempertemukan hati yang terluka agar bisa saling menyembuhkan.”

Sonia menatap wajah suaminya lama sekali. Dalam diam itu, ia merasakan sesuatu yang rumit di dadanya. Antara terima kasih dan rasa takut, antara cinta dan bayangan kehilangan.

Sagara berdiri, merapikan selimut di kaki istrinya. “Kamu istirahat dulu, ya. Nanti kalau sudah ada dokter ngontrol, kita pulang.”

“Mas ....” panggil Sonia lirih. “Kalau nanti aku pulang, aku ingin berterima kasih langsung pada Mbak Shanum dan memberinya hadiah.”

Sagara tersenyum kecil, namun sorot matanya terlihat sendu. “Dia akan senang mendengarnya, Sayang.”

***

1
Sandisalbiah
lagian Shanum itu ibu kandung Abyasa, jelas dia punya hak penuh atas anknya mengingat Aby masih balita dan itu gak bisa di tuntun perwaliannya atau gak asuhnya apalagi kondisi Sahnum yg mendukung dgn segala finansialnya.. Elia kan cuma nenek dan dia pun gak punya pekerjaan harusnya pengadilan udah bisa jadikan itu semua sebagai pertimbangan utk menentukan hak asuh.. aneh..
Sandisalbiah
karakter Shanum itu baik dan lemah lembut tp terlalu lemah, seakan gak punya niat buat belah diri ... jelas Elia dan Alana yg berbuat buruk padanya tp di tetap diem seakan semua fitnah yg mereka sebarkan itu kebenaran yg dia Terima dgn kediamannya itu.. hah.. gemes juga jadinya
Sandisalbiah
hadehh.. gerah banget setiap baca bab yg ada dua anomali gak jelas ini.. buruk sifat, akhlak, prilaku.. lengkap semua keburukan di borong.. mana awet lagi gak langsung di eliminasi dr cerita..
Sandisalbiah
dasar maruk.. keadilan buat Alvin atau sekedar niat buat memuaskan ego anda.. nyonya Eli..
Sandisalbiah
ibu dan adik almarhum Alvin juga banyak dosa pd Shanum tp mereka tetap hidup dan semakin sombong dgn mulut beracun mereka itu.. apa gak ada tuh azab buat dua perempuan demit itu
Sandisalbiah
Sonia ingin melepaskan Sagara buat Shanum sebagai bentuk kasih sayang terakhir utk org² yg dia cintai.. suami dan juga saudara kembarnya... Shanum yg pertama mengalah utk kebahagiaan Sonia dan kini Sonia ingin menyerahkan kebahagiaan utk Shanum dlm detik terakhir hidupnya
Sandisalbiah
dua org polisi tdk sanggup menahan satu perempuan yg tangannya sudah terborgol...? itu Soraya yg sring banget atau polisinya lemah.. ampun deh
Sandisalbiah
manusia kalau hatinya di penuhi rasa iri dan dengki maka dia tdk akan pernah mensyukuri apa yg dia punya, apa yg ada di sekelilingnya tp hatinya akan tetap di penuhi ambisi utk memiliki dan mengalahkan yg lain sampai meng halalkan segala cara
Sandisalbiah
dan korbannya adalah ayah kandung Abyasa.. suami Shanum... kudu di hukum yg berat itu perempuan sundal
Sandisalbiah
Soraya.. ih.. pengen banget itu betina segera mendekam di hotel prodio
Sandisalbiah
jelas Soraya jd tersangka utama... dan semoga kasusnya segera terungkap
Sandisalbiah
Soraya ini hatinya penuh dgn kelicikan dan culas... jgn bilang kalau dia lah dalang di balik hilangnya Sonia paska melahirkan... krn dia sepertinya juga terobsesi pd Sagara
Sandisalbiah
setidaknya Shanum memiliki Abyasa..
Sandisalbiah
keputusan Sagara dgn menikah lagi emang salah, dan gak ada perempuan yg mau di madu seperti yg nyonya Kartika katakan itu benar tp pembelaan mereka yg terkesan berlebihan utk seseorang yg jelas² meninggalkan suami dan menelantarkan anaknya sendiri.. itu aneh...
Sandisalbiah
dan biasanya setelah saling terbuka dan membuka hati itu anomali lama bakal muncul menghancurkan semuanya... sosok Sonia yg lama menghilang bakal kembali dan ujungnya Shanum kembali menjadi sosok terbuang dgn luka hati dan laranya
Sandisalbiah
bab ini juga ada typo Thor... tertulis " ada tawa dr tiga laki² " kan si kembar cewek cowok ya..
Sandisalbiah
Shanum harus tetap menempati kamar pengasuh dan bila minat Sagara akan mendatanginya dgn alasan agar dia tdk di cap sebagai wanita penghilang dan menanggung malu, terus kalau sampai Shanum hamil emang gak bakalan jd bulan²an mulut org.. mikir gak itu laki yg punya nafsu besar tp gak punya hati
Sandisalbiah
takdir Shanum yg selalu di genangi lautan air mata.. miris banget, dia tetap akan jd yg tersisi
Sandisalbiah
kenapa ank kembar Sagara justru mirip dgn Shanum dan almarhum suaminya, jgn bilang mereka di tukar pas Shanum melahirkan krn dia yg dlm kondisi tdk sadar...
Ufiyyyy
asli ini aneh bru bgun dr koma stlh 1 thn tp dlm htungan hari udh baik2 aja dan bsok udh dprbolhkan pulang..... koma lm gtu itu pngruh ke kondisi medis lain g mgkin bimsalabim htungn hri bolh pulang....
🌸 Sunshine 🌸: perasaan aku buat alur cerita itu, Sonia dipindahkan ke rumah sakit di kota, lanjut menjalani pengobatan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!