NovelToon NovelToon
Raja Cahaya Yang Mencintai Ratu Kegelapan

Raja Cahaya Yang Mencintai Ratu Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis
Popularitas:761
Nilai: 5
Nama Author: leona athena

menceritakan seorang raja kehidupan yang tertarik dengan sang ratu kematian yang dia baca di sebuah buku legenda sang ratu kematian yang sangat cantik dan dingin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leona athena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 1: buku tua dan legenda sang ratu

Sinar matahari sore menyinari Kingdom of Serenity dengan hangat. Di sebuah alun-alun desa yang asri, di mana rumput hijau terhampar luas dan bunga-bunga berwarna-warni bermekaran indah, suasana terasa begitu tenang dan damai. Tidak ada perang, tidak ada ketakutan, hanya tawa dan kebahagiaan yang mengudara.

Raja Xavier duduk santai di atas sebuah bangku kayu besar yang dikelilingi oleh puluhan anak kecil. Ia tidak mengenakan mahkota emas atau jubah berat hari ini. Hanya mengenakan pakaian sederhana berwarna putih bersih, membuatnya terlihat begitu ramah dan dekat dengan rakyatnya.

Anak-anak itu duduk melingkar di kakinya, mata mereka berbinar penuh antusiasme menanti cerita.

"Baginda! Ceritakan tentang pahlawan lagi!" seru seorang anak laki-laki.

"Atau tentang naga yang baik hati!" tambah yang lain.

Xavier tertawa lembut, suaranya yang dalam dan menenangkan membuat semua anak terdiam. "Baiklah, hari ini kita akan mendengar kisah yang berbeda. Kisah tentang..."

Belum sempat Xavier melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki kecil yang berlari terburu-buru melewati rerumputan.

Tap! Tap! Tap!

Seorang gadis kecil dengan pita merah di rambutnya berlari menghampiri, memeluk sebuah benda besar di dadanya. Ia berhenti tepat di hadapan Xavier, napasnya terengah-engah namun wajahnya berseri-seri.

"Paman Raja! Paman Raja! Lihat apa yang aku temukan di perpustakaan tua!" seru anak itu dengan suara nyaringnya.

Dengan susah payah, gadis kecil itu mengangkat dan menyerahkan sebuah buku tebal yang sangat tua kepada Xavier. Kulit buku itu berwarna hitam pekat, terbuat dari semacam kulit yang keras, dengan ukiran-ukiran aneh yang memancarkan aura misterius. Tidak ada debu sedikit pun di atasnya, seolah buku itu selalu terjaga.

"Aku mau dengar cerita tentang dia! Tentang Ratu Elara!" pinta gadis itu dengan mata berbinar. "Tolong ceritakan, Paman!"

Xavier mengerutkan keningnya pelan. Ia menerima buku berat itu dengan kedua tangannya.

Ratu Elara?

Nama itu terdengar asing di telinganya. Sebagai Raja Kehidupan yang mengetahui hampir seluruh sejarah alam semesta, ia merasa aneh karena baru pertama kali ini mendengar nama tersebut. Rasa penasaran mulai muncul, bercampur dengan rasa ingin tahu yang besar.

"Ratu Elara...?" gumam Xavier pelan, jari-jarinya menyentuh permukaan buku hitam itu yang terasa dingin meski di bawah terik matahari. "Siapa dia, anak baik? Apakah dia seorang pahlawan juga?"

Semua anak-anak serentak menggelengkan kepala dengan cepat, wajah mereka terlihat sedikit takut namun juga penasaran.

"Bukan! Dia bukan pahlawan!" seru seorang anak laki-laki. "Dia Ratu Kegelapan! Orang-orang bilang dia tinggal di tempat yang sangat gelap, di mana matahari tidak pernah bersinar!"

"Dia cantik tapi menyeramkan!" tambah anak yang lain berbisik. "Matanya hitam pekat seperti malam tanpa bintang. Katanya, siapa pun yang menatap matanya akan lupa cara bernapas!"

Xavier semakin tertarik. Ia membuka halaman pertama buku tua itu. Kertasnya berwarna kekuningan, namun tulisannya masih sangat jelas dan tajam. Gambar-gambar di dalamnya menggambarkan sebuah kerajaan yang megah namun suram, dengan istana yang menjulang tinggi di tengah kabut hitam.

"Jadi... ini adalah legenda tentang dia ya..." bisik Xavier, matanya mulai membaca tulisan di sana. Suasana di sekitarnya seolah ikut berubah menjadi lebih hening dan misterius.

Anak-anak kembali duduk rapat, menunggu sang Raja mulai membacakan cerita.

Xavier menarik napas panjang, lalu mulai membacakan dengan suara yang rendah dan dramatis, menyesuaikan dengan isi buku di tangannya.

"Dengarkan baik-baik, anak-anak... Di ujung dunia, di balik tembok awan hitam yang tak tembus pandang, terdapat sebuah tempat bernama Obsidian Empire. Kerajaan yang dibangun dari batu hitam dan bayangan abadi..."

Xavier berhenti sejenak, matanya membaca baris demi baris yang baru ia lihat untuk pertama kalinya.

"Dan di sana, memerintahlah sosok yang dikenal sebagai Ratu Elara. Penguasa Kematian, Ibu dari Segala Bayangan."

Suasana menjadi hening total. Hanya suara angin yang berdesir lembut.

"Buku ini mengatakan..." lanjut Xavier, suaranya terdengar takjub sekaligus kagum. "...bahwa Ratu Elara adalah sosok yang paling cantik di seluruh alam semesta, namun juga yang paling dingin. Kulitnya seputih salju abadi, rambutnya hitam seperti tinta, dan matanya... oh, matanya..."

Xavier menunjuk sebuah ilustrasi di buku itu. Gambar seorang wanita duduk di singgasana tinggi, wajahnya tertutup bayangan, namun auranya begitu memancarkan kekuasaan mutlak.

"...matanya adalah gerbang menuju ketenangan abadi. Legenda mengatakan, dia tidak membutuhkan pedang untuk berperang. Hanya dengan satu kedipan mata, dia bisa membuat musuhnya lenyap menjadi debu. Dia tidak membenci siapa pun, dia juga tidak mencintai siapa pun. Dia hanyalah... hukum alam. Dia adalah akhir dari segalanya."

Seorang anak kecil bertanya dengan suara gemetar, "Apakah dia jahat, Baginda? Apakah dia memakan anak kecil?"

Xavier tersenyum tipis, namun tatapannya jauh, seolah jiwanya sudah terbawa oleh cerita di dalam buku itu. Ada perasaan aneh yang muncul di dadanya. Bukan rasa takut, melainkan rasa... rindu? Atau rasa tertarik yang kuat?

"Tidak, sayangku..." jawab Xavier pelan. "Dia tidak jahat. Dia hanya... berbeda. Dia hidup dalam kesendirian selama ribuan tahun. Tidak ada yang berani mendekatinya, tidak ada yang berani menyapanya. Semua orang takut, semua orang lari menjauh."

Xavier membalik halaman buku itu perlahan, matanya tak lepas dari tulisan-tulisan kuno itu.

"Buku ini bilang, jantung Ratu Elara terbuat dari kristal hitam yang paling keras. Tidak ada yang bisa menghancurkannya, dan tidak ada yang bisa mencairkannya. Dia tidak tahu apa itu cinta, dia tidak tahu apa itu kasih sayang. Baginya, dunia ini hanyalah tempat singgah sebelum semua makhluk kembali ke dalam kegelapan."

Xavier terdiam.

Pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa begitu tertarik pada sebuah misteri. Ratu Elara... Wanita yang memegang kendali atas kematian. Wanita yang dingin dan sendirian.

"Jadi..." gumam Xavier dalam hati, "...begitu rupanya. Ada seorang Ratu yang menguasai apa yang menjadi lawan dari kekuatanku."

Ia menutup buku itu perlahan, menimbulkan suara buk yang berat.

Anak-anak menatapnya menanti kelanjutan cerita.

Xavier tersenyum, namun senyum itu kali ini terlihat berbeda. Ada percikan tekad dan keinginan yang kuat di dalam matanya yang berwarna emas.

"Ceritanya sangat panjang, anak-anak. Dan sangat misterius..." ucap Xavier, suaranya lembut namun tegas. "Tapi Paman janji... suatu hari nanti, Paman akan mencari tahu kebenarannya. Paman akan pergi melihat langsung kerajaan itu, dan Paman akan bertemu langsung dengan Ratu Elara."

"Kenapa, Baginda?! Nanti ditangkap lho!" teriak anak-anak panik.

Xavier tertawa renyah, lalu mengelus kepala gadis kecil yang membawakan buku itu tadi.

"Karena... Paman ingin tahu. Apakah benar hatinya sedingin itu? Atau mungkin... dia hanya menunggu seseorang yang cukup berani untuk datang dan menyapanya."

Mata Xavier menatap jauh ke arah cakrawala, ke arah di mana langit mulai berubah warna menjadi ungu kemerahan menuju malam.

"Ratu Elara..." bisiknya pelan, merasakan nama itu terasa begitu pas di lidahnya. "Tunggu aku. Aku akan datang."

Dan di saat itu pula, di tempat yang sangat jauh, di dalam istana yang gelap gulita, Ratu Elara yang sedang duduk termenung tiba-tiba membuka matanya yang hitam pekat.

"Hmm..." desisnya pelan, merasa ada getaran aneh di alam semesta. "Ada yang menyebut namaku...?"

 

Bersambung....

1
𝐀⃝🥀Weny
akhirnya diterima juga😊
𝐀⃝🥀Weny
pembukaan ceritanya sangat bagus dan bikin penasaran😊
leona: hihihihi/Hey/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!