BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.
"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31 Days Of Chasing Love
"Oh, gitu jadi kamu di kasih coklat sama cewek-cewek yang genit itu?" suara cempreng Varsya terdengar dari belakang, membuat Kelvin terkejut.
"Sa-sayang," ujar Kelvin, menghampiri Varsya dengan senyum.
"Apa sayang-sayang, ngak usah panggil aku sayang, panggil aja cewek-cewek ganjen tadi sayang," ketus Varsya, membuang wajahnya ke arah samping tak mau menatap wajah Velix
"Ini coklat buat Lo," ujar Velix, menghampiri Victoria dengan coklat di tangan.
"Dih, dari cewek tadi kan?" tanya Victoria, melirik coklat di tangan Velix dengan rasa penasaran.
"Hmmm, dan kebetulan gue mau berbagi dan mau berbagi sama cewek manis seperti Lo," ujar Velix dengan rayuan buaya-nya, membuat Victoria sedikit tersenyum.
"Ed, titip ini buat om Lo," ujar Almira, memberikan satu kotak entah isinya apa kepada Edgar. Edgar menerima kotak itu
"Apa isinya?" tanya Edgar, penasaran dengan isi kotak itu
"ngak usah kepo, pokoknya Lo kasih ini ke om Lo"ujar Almira
"ca,Lo pulang bareng gue "panggil Edgar sambil melirik Bianca
"gue bawa mobil"kata Bianca sambil melirik ke arah mobil nya yang terparkir di luar.
"Mobil Lo nanti ada yang urus, pokoknya Lo pulang bareng gue," ujar Edgar, tanpa memberi kesempatan Bianca untuk menolak.
"Ya udah deh kalo calon suami Paksa, gue mau-mau aja sayang," ujar Bianca dengan tersenyum lebar, menunjukkan bahwa ia tak keberatan dengan permintaan Edgar.
"Abang, aku pulang bareng Abang yah," ujar Varsya, mengandeng lengan Velix dengan manja.
"Dih, sono lo kemarin gue ajak pulang bareng, lo nolak," ujar Velix, mendorong kepala Varsya dengan main-main.
"Mau ku aduin kalo Abang di sekolah pake lo gue sama aku," ancam Varsya,
"Eh, jangan dong sayang, adek Abang yang paling lucu dan sempurna dan yang paling Abang cin tai " ujar Velix, menggelengkan kepalanya cepat.
"Nah, maksud Abang cin tai itu Abang ngatain aku tai?!" kesal Varsya, mendorong Velix
"bukan gue yang bilang Lo tai yah Lo yang bilang sendiri "ujar Velix melipat kedua tangannya di depan dada berjalan santai meninggalkan Varsya yang sedang kesal
"Dasar kembaran kadal!!"teriak Varsya
"va,Lo kalo ngomong di saring dulu Lo kembaran Velix loh berarti Lo yang kadal"ujar Almira
"sama aja kalian berdua, vaca laporan yah bang vaca ngak main main "teriak Varsya
"jangan dong va, aduh babang ini butuh duit buat belanjahin kakak ipar kamu, Abang beliin vaca pesawat deh nanti kalo udah sampai mall"panik Velix membujuk Varsya
"Sayang balik sama aku aja," ujar Velix, dengan nada manja.
"Udah sana jauh-jauh, pulang aja sama cewek ganjen tadi," ujar Varsya, mengibaskan tangannya agar Kelvin menjauh.
"Al, gue bareng lo gue numpang," ujar Victoria, meminta Almira untuk menumpangi nya pulang.
"iya seng,Lo bareng gue tapi Lo yang bawah"ujar Almira mau tak mau Victoria Harus mau
Mereka keluar dari dalam sekolah ekor mata Edgar menangkap bayangan yang sedang memperhatikan mereka dari balik tembok sekolah, dengan sengaja Edgar mengandeng tangan Bianca Erat menarik gadis itu agar lebih dekat dengan nya
"Ed, ini terlalu dekat nggak sih?" tanya Bianca mendorong Edgar pelan.
"Diam aja," ujar Edgar santai.
"Ada yang nggak beres nih," batin Victoria menatap punggung Edgar.
"Sini, gue pasangin helmnya," ujar Edgar lembut, menarik Bianca agar dekat dengannya.
Tapi matanya tetap terpaku pada bayangan tadi, bayangan wanita yang tidak diketahui siapa.
Bianca tersenyum dan membiarkan Edgar memasangkan helm ke kepalanya. " makasih calon suami"kata Bianca, suaranya teredam oleh helm yang sedang dipasangkan.
Edgar hanya tersenyum dan membalas, "sama sama" Namun, pikirannya masih terganggu oleh bayangan wanita yang tadi dilihatnya.
Siapa dia sebenarnya?
"Edgar tunggu"panggil gadis yang tak lain tak bukan adalah Winola
Edgar berbalik dan menatap Wilona tanpa rasa curiga sedikitpun, gadis itu berlari dan menarik tangan Bianca agar menjauh dari Edgar
"mama dan papa mau ketemu sama kamu siang ini setelah pulang sekolah"ujar Wilona tersenyum menggenggam tangan Edgar
"bilang Tante dan om bisa nanti malam ngak, soalnya gue ada urusan penting"tolak Edgar menarik tangan nya
"kenapa om dan Tante Ed,kan bisa nya panggil papa mama?"heran Wilona
"terserah dia dong, emang Lo siapa yang ngatur ngatur Edgar "ujar Bianca mendorong bahu Wilona kasar
"yang pantas nanya di sini gue,Lo siapa Edgar ha ?!"tanya Wilona balik
"wil, bisa ngak, ngak usah cari masalah dulu?"tanya Samudra menarik tangan Wilona
"diam Lo, gue gak butuh saran Lo"kesal Wilona menarik tangan nya yang di pegang Samudra kasar
"Ed, gue gak mau anak ini mati di sini antar dia aja biar Bianca naik mobilnya"ujar Varsya kesal
"hmm, Bianca Biar sama gue Lo temuin bokap nyokap Wilona"ujar Victoria
"yah udah gue temuin papa mama Lo"ujar Edgar pada akhirnya "gue minta maaf karena ngak jadi Antarin Lo"ujar Edgar sambil mengambil hlem dari tangan Bianca
"ngak apa apa kok,"ujar Bianca padahal dia kesal setengah mati sekarang "kalo gitu gue masuk mobil dulu yah"
Sebelum Bianca masuk mobil nya dengan cepat tangan nya menarik rambut Wilona kasar hingga gadis itu tersentak ke belakang
"BIANCA SIALAN!!"pekik Wilona