Novel Ketigabelas💛
Kirana adalah seorang ibu tunggal dengan satu orang anak perempuan yang masih SMP. Suatu hari, Sienna, putri dari Kirana, bersama dengan teman-temannya dan didampingi oleh sang ibu, datang ke sebuah konser boy group asal Korea Selatan, Stray Kids.
Tanpa sengaja Kirana bertemu dengan Hyunjin, center dari grup idola tersebut dan secara ajaib mereka saling jatuh cinta. Segala kerumitan terjadi setelahnya. Namun bukannya membuat hubungan mereka berakhir, hubungan Kirana dan Hyunjin malah terjalin lebih kuat.
Bagaimana kisahnya? Apakah akhir bahagia akan Kirana dan Hyunjin dapatkan?
Unofficial Soundtrack: Always Love (D4vd ft. Hyunjin)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23: Sore Hari
Sore harinya, Hyunjin melakukan pekerjaannya lagi. Tapi bukan Kirana namanya jika ia merengek karena ditinggal sendiri di kamar hotel. Ia memutuskan untuk berjalan-jalan sore di jantung kota Paris, di sekitaran menara Eiffel.
Kirana memakai setelan kasualnya, lengkap dengan topi, kacamata hitam, dan juga sepatu kets. Ia berjalan-jalan menikmati senja sambil memotret hal-hal indah yang ditemuinya.
Kemudian tak lupa ia datang ke sebuah restoran. Kirana duduk di area outdoor yang dekat dengan jalan kota, dan memesan secangkir teh dan juga kudapan.
Ia sibuk melihat-lihat hasil jepretannya sambil menunggu pesanannya datang, saat tiba-tiba teleponnya berdering, membuat senyumnya merekah lebar. Ia pun mengusap tanda hijau di ponselnya dan mendekatkan ponsel itu ke telinganya.
"Annyeong haseo," sapa Kirana iseng memggunakan sedikit bahasa Korea yang ia ketahui.
Lalu Hyunjin membalasnya dengan bahasa Korea yang cukup panjang.
"Apa artinya?" tanya Kirana kembali ke mode bahasa Inggris seperti biasa.
Terdengar tawa renyah dari Hyunjin. "Aku kira kau paham dengan bahasaku."
"Hanya itu yang aku tahu. Sienna lebih mahir, bahkan dia ikut ekskul bahasa Korea di sekolahnya sejak ia menyukai Stray Kids."
"Benarkah? Dia benar-benar Stay sejati," puji Hyunjin.
"Apa aku belajar bahasa Korea juga, ya?" ucap Kirana lebih seperti bergumam.
"Itu akan lebih baik, sebetulnya. Kau tahu selama ini bahasa Inggrisku tak terlalu baik. Jadi sebenarnya aku diam-diam belajar bahasa Inggris lagi. Untuk pekerjaanku, juga agar bisa lebih berinteraksi denganmu. Aku juga terpikir untuk mempelajari bahasa Indonesia."
Selama ini bahasa Inggris Hyunjin memang kadang masih agak sedikit terbata-bata. Tapi ia bisa dikatakan cukup mahir. "Tidak perlu memaksakan belajar bahasa Indonesia. Aku tidak mau kau merasa kesulitan. Lagipula bahasa Inggrismu sudah sangat baik, Babe," puji Kirana.
"Dan bahasa Inggrismu jauh lebih expert," puji Hyunjin balik.
"Itu karena aku sudah menggunakan bahasa Inggris sejak aku sekolah, karena dulu aku selalu berada di sekolah bilingual. Kami harus mahir berbicara bahasa Inggris. Bahkan dulu aku dan Oscar berbicara dalam bahasa Inggris di awal-awal menikah."
Sontak Kirana tersadar, untuk apa juga ia menyinggung mantan suaminya itu? Seketika ia menyesal.
"Oscar? Mengapa kau membawanya dalam percakapan kita?" ujar Hyunjin tidak suka.
"Maaf. Aku tidak bermaksud apapun. Hanya saja dulu kami teman di sekolah yang sama. Itu saja," ujar Kirana mengklarifikasi.
"Jadi sekarang kau ingin membicarakan tentang mantan suamimu itu? Baiklah kalau begitu ceritakan tentang awal kalian bertemu," tantang Hyunjin.
"Tapi sepertinya itu tidak penting," ujar Kirana tidak enak. Ia tahu Hyunjin tak bersungguh-sungguh ingin tahu tentang itu. Ia hanya...cemburu, Kirana rasa. Dan sikap Hyunjin yang berubah ketus setelah Kirana membawa nama Oscar ke dalam percakapan mereka, terasa sangat manis bagi Kirana.
Ternyata Hyunjin bisa cemburu padanya juga, Kirana tak menyangka.
"Ceritakan saja. Aku ingin tahu lebih banyak tentangmu," paksa Hyunjin dengan nada yang sedikit dingin. "Aku ingin tahu mengapa kau menyukainya dulu."
"Tapi... Hey, kau ada di mana? Apa di sana aman? Tidak ada yang mendengarmu mengobrol denganku? Lalu kenapa kau tidak bekerja? Apa pemotretannya sudah selesai?" Kirana khawatir ada orang yang mungkin mendengarnya.
"Kau tenang saja. Aku berada di ruang ganti pribadi. Aku hanya sendirian di sini, menunggu pemotretannya dimulai kembali karena ada sedikit kendala tadi. Sekarang, jangan mengubah topik pembicaraan. Ceritakan tentang Oscar."
Usaha Kirana gagal. Ia pun mau tak mau menceritakan sedikit awal pertemuannya dengan Oscar hingga mereka menikah di usia yang sangat muda.