NovelToon NovelToon
SISTEM PILIHAN ANGKA

SISTEM PILIHAN ANGKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Angka bukan sembarangan Angka, Angka yang di pilih semuanya menunjukkan hadiah besar kecilnya yang di dapat.

Tapi jika kamu beruntung, kau akan mendapatkan hadiah besar.

Dan itulah yang di alami oleh Alneo setelah ia mendapatkan penyiksanya oleh ayah jika ia tidak mendapat uang.

Bukan hanya itu, yang membuatnya murka adalah Adik perempuan ingin di jual ayahnya pada rentenir untuk membayar hutang, saat ia mencoba menghalangi, ia malah mendapatkan pukulan berat oleh ayahnya hingga pingsan.

Dan saat itulah, ia mendapatkan sebuah sistem misterius yang mengubah hidupnya.

Ia memenjarakan ayahnya karena sang ayah agar tidak menganggu kehidupan mereka lagi.

Dengan sistem pilihan angka, ia bagaikan menemukan jetpot di hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Setelah Alneo selesai mandi dan berpakaian rapi, ia segera mengambil satu unit ponsel pintar baru dari atas kasurnya.

Ponsel itu terasa sangat ringan dan kuat, dengan bodi belakang berwarna gradasi biru-perak yang elegan.

Ia memasukkannya ke dalam saku jaket, lalu melangkah keluar kamar membawa ponsel dan laptopnya di dalam tas.

Di ruang tamu, Riani sudah menunggu. Gadis itu sudah rapi. Ia sedang menyandarkan tubuhnya ke dinding, tampak cemas sambil sesekali melirik jam di pergelangan tangannya.

"Kak Alneo lama banget, ih! Riani takut gerbangnya keburu ditutup," gerutu Riani begitu melihat kakaknya keluar.

Alneo terkekeh, berjalan mendekat sambil merapikan kerah jaketnya. "Tenang saja, kita enggak akan telat. Lagian, Kakak punya kejutan buat kamu."

Riani langsung mendongak, matanya berbinar penasaran. "Kejutan apa? Jangan bilang Kakak cuma mau nepuk pundak Riani terus bilang 'semangat', ya?"

"Sembarangan kamu," Alneo mencibir jenaka.

 Ia membuka tasnya lalu mengeluarkan ponsel pintar dan 8 buah laptop lalu menyodorkannya ke hadapan sang adik. "Nih. Sesuai janji Kakak tadi."

Riani tertegun. Matanya melebar menatap ponsel dan laptop dari Alneo.

Bukannya langsung mengambil, ia justru melangkah mundur setapak dengan wajah pucat.

"Kak... Kakak dapat dari mana ponsel sebagus ini dan laptop yang sangat banyak ini? Ini... ini kan ponsel keluaran terbaru yang harganya belasan juta! Kakak enggak... enggak mencuri, kan. Dan laptop pengeluaran terbaru, mana banyak banget lagi?!" suara Riani gemetar.

Alneo langsung menepuk jidatnya sendiri. "Aduh, efek samping punya barang terlalu mewah dalam semalam," batinnya geli.

"Hei, dengar Kakak. Kakakmu ini bukan pencuri. Ini adalah bonus kerja keras Kakak. Bonus dri AI barang spek tinggi ini, pokoknya apa pun itu kamu jangan banyak tanya dan terima saja apa yang kakak berikan, dan semua ini legal, oke," kata Alneo dengan jelas.

Alneo terpaksa berbohong sedikit. Lagipula, tidak mungkin ia jujur dan bilang, "Hei Dek, Kakak punya Sistem melayang yang ada di kepala kakak yang bisa memunculkan barang dari layar hologram seperti sihir." Riani pasti malah mengira otaknya sudah geser.

Riani menatap mata Alneo lekat-lekat. "Benaran, Kak? Ini... buat Riani?"

"Iya, Riani sayang. Ini seratus persen milikmu. Sini, Kakak ajarkan cara menyalakannya," Alneo meraih jari jemari Riani, menuntunnya untuk menyentuh tombol daya di sisi ponsel.

Seketika, layar ponsel itu menyala dengan transisi cahaya yang sangat halus, menampilkan layar yang sangat modern namun anehnya sangat mudah dipahami.

"Wah... Cepat banget responsnya, Kak! Enggak kayak ponsel temen Riani yang suka nge-lag," kata Riani takjub, ibu jarinya mulai mengusap layar dengan ragu-ragu.

[Deteksi: Pengguna sekunder telah terdaftar. Mengaktifkan mode perlindungan radiasi untuk anak di bawah umur.]

Alneo tersenyum tipis. Sistemnya ternyata bekerja dengan sangat cerdas bahkan perlindungan untuk anak di bawah umur.

"Sudah, kagumnya disimpan buat nanti di sekolah. Sekarang ayo berangkat biar cepat, nanti kamu terlambat," kata Alneo sambil berdiri dan mengacak rambut Riani.

"Siap, Kapten! Terima kasih banyak, Kak Alneo! Kakak adalah kakak terbaik di dunia!" seru Riani riang, memeluk pinggang Alneo sekilas sebelum menyambar tas sekolahnya yang ada di kursi.

Riani membawa satu buah laptop dan satu buah ponsel, sisanya ia simpan di bawah bantal sofa, biar robot yang menyimpannya nanti.

Alneo tersenyum hangat melihat binar kebahagiaan adiknya yang sudah lama hilang.

Sambil melangkah keluar rumah dan mengunci pintu, ia berbisik dalam hati, "Sistem, terima kasih."

[Sama-sama, Tuan. Ini barulah permulaan dari perubahan hidup Anda.]

1
Ambu Rinddiany Thea
duuuh ikut degdegan, ka less berasa nonton depan mata ini teh 🤭
less22: anggap aja beneran lihat🤣🤣🤣
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
bakal seru lagi kalo pas d restoran ada manusia oleng lagi yg ngehina s alneo 🤣biiih seru lah
irena
lanjut thor
Wega Luna
bisa nyewa ruko buat food court beli tas 30 juta GK bisa 🤣🤣🤣🤣🤣, dasarnya si Roni itu pelit 🤭🤭🤭🤭,,takut duitnya habis diporotin ,
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
sekarang ambu yg balik ketawa paling keras ya roni Hahahahahaha, tuh di food court mba d bawah ,🤣🤣🤣🤣
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
alneooo tunggu ambuu ikut 🤭
Ambu Rinddiany Thea: hooh ih bt kan 😤😩
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
makan tuh jabatan supervisor Kevin,🤣🤣🤣
Wega Luna
adiknya ini terlalu kepo , jadi GK suka aku 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
Ambu Rinddiany Thea: /Shhh//Shhh/
total 3 replies
irena
lanjut thor..
irena
banyakin upnya thor.. tak kasih vote nanti
Ambu Rinddiany Thea
gasss pooool ka lessss . makanan nya kan belum d makan masa udh pulng aja itu mana mahal2 iih sayang kaan😩
Ambu Rinddiany Thea
lanjuuut ka leeeessss
Ambu Rinddiany Thea
borong riani borong , awas bawain ambu ya steak nya 😆
Ambu Rinddiany Thea: bialin haratis ini ath ka leesss 😆😆 mumpung ada yg bayalin 🤭
total 2 replies
Night Watcher
heleh Less... kebanyakan cerita yg digarap, jd upnya irit bin pelit wal sakndulittt...🤭🤭
Ambu Rinddiany Thea
hadeeeeeh dasar hama
Ambu Rinddiany Thea
beliin buat ambu juga alneo 1 aja ya , ada ga ukuran jumbo 😩🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Grievance/
total 2 replies
irena
iya.. setelah dilunasi peringatkan untuk tidak meminjamkannya lagi.. krn setelah itu sudah bukan urusannya alneo klo ternyata dikasih pinjam lagi.. alneo harus tegas
irena
lanjut thor
less22: siapppp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!