Ketika Aisyah terjebak di Shanghai sebagai seorang imigran gelap, ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah karena dua bersaudara dari keluarga Lin.
Lin Zhao memberinya rasa aman dan cinta yang tak pernah ia duga.
Sementara Lin Chou justru memberinya ancaman, kebencian, dan luka.
Namun siapa sangka, di balik semua kebencian itu tersimpan rahasia masa lalu yang mampu menghancurkan segalanya.
Tentang cinta yang tertinggal.
Tentang janji yang gagal ditepati.
Dan tentang seorang perempuan... yang memilih pergi setelah diam-diam menyelamatkan keluarga yang telah menyakitinya.
Di antara dua negara, dua budaya, dan dua hati yang dipertemukan takdir.
apakah cinta cukup kuat untuk melawan luka masa lalu?
Atau justru penyesalan akan datang... saat semuanya sudah terlambat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 26
Wang Xuan kembali menatap layar ponselnya. Anak buahnya mengirimkan video Aisyah sedang menangis sendiri ditaman belakang hal itu membuat hati Wang Xuan kembali merasakan dilema.
"Aisyah."
"Maafkan aku. Aku hanya ingin membuat mereka merasakan apa yang aku rasakan. Aku tidak pernah ingin menyakiti hatimu."
Wang Xuan kembali terlihat rapuh. Dia yang selalu pintar menyembunyikan perasaannya kini seperti luluh melihat kesedihan Aisyah.
Tidak seharusnya gadis itu menderita karenanya.
Tidak seharusnya dia menggunakannya untuk membalas sakit hatinya pada Lin Chou.
Dan tidak seharusnya Wang Xuan membuat Aisyah merasa bersalah atas apa yang tidak pernah dia lakukan.
"Maafkan aku Aisyah maaf.." pekiknya dalam hati.
"Sebentar lagi.. sedikit lagi semua selesai dan aku akan menebus semuanya. Aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan termasuk kebebasanmu."
Untuk pertama kalinya Wang Xuan menitikkan airmata.
"Alesya maafkan aku karena aku telah membuat orang yang paling kamu sayangi menderita. Tapi aku akan menebusnya itu janjiku."
Wang Xuan pun segera menghapus airmatanya dan kemudian kembali ke sikap aslinya.
"Tetap awasi Aisyah apapun yang dia lakukan laporkan. Dia adalah sesuatu yang paling penting untuk aku." Wang Xuan kembali memberikan perintah pada anak buahnya untuk tetap mengawasi Aisyah..
****
Di satu sisi Lin Zhao masih terus mencari informasi tentang kebenaran video yang dikirimkan kepada kakaknya itu.
Hatinya masih percaya itu bukan Aisyah tapi kenyataan menamparnya dalam video itu nampak wajah Aisyah..
"Aisyah maafkan aku. Untuk sementara aku belum bisa mengambil keputusan. Aku tak ingin menyakitimu tapi aku juga tidak mengerti tentang rencanamu yang sebenarnya."
Keraguan dalam hati Lin Zhao semakin membuatnya tertekan. Dia ingin lepas dari semuanya. Dia ingin seperti dulu bercanda dengan Aisyah dan kini karena adanya video itu justru menciptakan jarak diantara mereka.
Aisyah tidak lagi menunggu Lin Zhao. Setiap selesai memasak dan membersihkan rumah Aisyah selalu masuk kedalam kamarnya dan tak pernah keluar lagi. Aisyah tidak ingin membuat Lin Zhao semakin tidak nyaman jika melihatnya. Aisyah cukup tahu diri dia masih harus mempersiapkan diri untuk sepenuhnya kaluar dari kehidupan laki-laki yang mulai dia cintai itu.
Aisyah pun duduk dan melamun dia mengingat salah satu pesan yang dulu pernah Alesya kirimkan.
""Aisyah.. Jika suatu saat nanti kamu bisa ke Shanghai jangan pernah jatuh cinta seperti aku.."
Aisyah mengingat betul pesan itu. Namun belum juga Aisyah mendapatkan jawaban atas ucapan itu justru kakaknya pulang dalam peti mati. Itu cukup membuat Aisyah terpukul.
Namun kini justru dia jatuh cinta pada Lin Zhao. Laki-laki yang tidak mungkin bisa dia miliki. Banyak perbedaan diantara mereka. Dari agama,budaya,bahasa dan juga negara mereka berbeda.
"Kak Alesya maafkan aku. Jika saja aku ingat pesan Kakak lebih awal mungkin aku tidak akan jatuh cinta seperti sekarang. Dan kini aku tidak tahu harus bagaimana."
Aisyah pun menangis melepaskan semua yang dirasakan. Dan kini dia hanya ingin bisa cepat kembali ke Indonesia dan meluapkan semuanya..
Di luar kamar Lin Zhao pun selalu menatap pintu kamar Aisyah yang tak kunjung terbuka dari pagi tadi. Dia khawatir tapi dia masih belum siap untuk berbicara dengan Aisyah.
"Aisyah apa kamu baik-baik saja didalam sana. Kenapa kamu gak keluar?kenapa kamu tidak makan?"
Pikiran Lin Zhao pun mulai kacau dia juga bingung jalan mana yang harus dia pilih.
Apakah dia harus percaya pada Aisyah atau pada kenyataan yang kini nampak didepan matanya.
"Cari tahu terus kebenaran tentang video itu. Apakah itu benar Aisyah atau hanya perbuat seseorang yang ingin menghancurkan hubungan kami." Lin Zhao kembali mengirim pesan pada orang kepercayaannya dia tak ingin salah langkah..
****
Disisi berbeda..
Lin Chou masih duduk didepan ruang rawat putrinya. Diapun semakin putus asa dengan kondisi Xioyi yang semakin kritis.
"Ya Tuhan bantu aku menemukan pendonor yang cocok untuk putriku. Jika benar ada apapun yang dia minta aku pasti akan kabulkan. Dan berapapun biayanya aku pasti akan keluarkan. Asalkan putriku selamat."
"Bahkan jika harus menukar nyawaku dengan kesembuhan Xioyi aku akan berikan."
Lin Chou semakin putus asa,namun dia juga terus berusaha untuk mencari pendonor yang cocok untuk Xioyi..
"Dokter.. bagaimana dengan kondisi Xioyi apakah dia baik-baik saja?" Lin Chou telihat panik ketika melihat beberapa Dokter berlari masuk kedalam ruangan Xioyi.
"Tuan Lin tenanglah. Kami akan melakukan sebaik mungkin. Nanti akan saya jelaskan." Dokter yang menangani Xioyi pun masuk kedalam ruangan dan kemudian memberikan tindakan karena kondisi Xioyi semakin kritis.
Sementara tubuh Lin Chou pun merosot untuk pertama kalinya dia ketakutan.
Lin Chou takut dunianya akan runtuh jika terjadi sesuatu dengan Xioyi.
Lin Chou takut jika mimpi buruknya akan menjadi kenyataan..
Dunianya terasa runtuh, tubuhnya pun jatuh terhuyung dia hampir saja terjatuh.
Lin Chou benar-benar merasakan ketakutan yang sangat besar.
"Xioyi.. Bertahan sayang. Apapun akan Papa lakukan untuk menyelamatkanmu. Papa mohon bertahanlah kita belum bertemu dengan Mama."
Ucapan itu hanya sebagai penghibur hatinya. Lin Chou masih berharap untuk bisa membawa Xioyi pada Alesya namun yang tak pernah Lin Chou tahu jika Alesya tidak akan pernah bisa dia temukan lagi.
Dokter yang menangani Xioyi pun kian panik,kondisi gadis kecil itu kian memburuk membuat semua orang merasa khawatir.
"Gadis kecil bertahanlah. Tante tahu kamu anak yang kuat dan Tante yakin akan ada seseorang yang datang untuk menyelamatkan kamu." Dokter itupun memberikan semangat pada Xioyi,walaupun gadis kecil itu kini koma namun mereka menyakini bahwa Xioyi bisa mendengarnya.
"Kasihan Papa kamu dia sangat khawatir." imbuh Dokter itu. Dan perlahan kondisi Xioyi sedikit membaik..
*****
Wang Xuan pun mulai ikut mencari pendonor untuk Xioyi. Diapun sudah melakukan pemeriksaan namun hasilnya tidak cocok.
"Xioyi.. Kamu harus bertahan sayang. Kamu belum bertemu dengan kelurga dari Mama kamu. Mereka juga belum mengetahui tentang kamu." Wang Xuan yang berada tak jauh dari tempat Lin Chou berada pun ikut sedih melihat kondisi Xioyi yang semakin kritis.
Kini Wang Xuan tidak memikirkan apapun lagi. Dia hanya tidak ingin melihat anak dari wanita yang dia cintai sedang tidak baik-baik saja. Hatinya ikut terluka karena tidak bisa menyelamatkan Xioyi.
Karena gadis kecil itu yang membuat Wang Xuan masih menahan diri untuk tidak melenyapkan Lin Chou.
Terlebih lagi Wang Xuan sangat menyayangi Xioyi melebihi apapun.
"Xioyi.. Kamu harus bertahan kamu anak yang kuat dan hebat. Om pasti akan selalu berdoa agar kamu selalu baik-baik saja."
Wang Xuan pun tidak ingin menyesal dan terlambat menyelamatkan Xioyi sama seperti dia dulu terlambat menyelamatkan seseorang. Wang Xuan juga mencoba untuk mencari seorang pendonor dari Indonesia dan berharap akan ada satu orang yang cocok dengan Xioyi.
"Xioyi kamu akan baik-baik saja. Om akan melakukan segala cara untuk menyelamatkan kamu."