NovelToon NovelToon
My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Balas Dendam
Popularitas:934
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Bagaimana perasaan mu jika kau terpaksa harus menikah muda? Terutama dengan orang yang usianya jauh lebih tua dari mu? Inilah yang terjadi dengan Clara Adeline Ferguson. Ia adalah putri tunggal keluarga Ferguson yang terkenal kaya. Papa nya juga adalah salah satu donatur terbesar sekolah SMA Citra Kirana di kota X.

Kenapa? Scandal apa yang telah dia lakukan sehingga ia harus menikah begitu dini? Ya. Jawaban nya adalah. Clara itu sangat nakal dan juga tidak pernah mendengarkan kedua orang tuanya,ia bahkan bisa di bilang anak manja dengan perilaku buruk, tidak jarang ia membuat onar di sekolah, ia bahkan selalu mendapat nilai merah di raport nya dan terancam tidak naik ke kelas tiga karena sering bolos sekolah.

Sementara itu Zidan, adalah seorang guru laki-laki termuda di sekolah SMA Citra Kirana yang katanya adalah keponakan kepala sekolah, namun identitas Zidan ini tidak lah akurat seperti sedikit tertutup dan tidak ada yang tau tentang keluarga nya kecuali sang paman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode #22

Cuaca hari ini sudah cukup bagus, matahari sudah mulai memancarkan sinarnya, burung-burung berkicau ria di atas pohon membuat suasana villa kembali nyaman.

Clara turun dari ranjang dan menghampiri Zidan yang masih tertidur lelap.

"Emm, kok dia peduli banget ya sama gue? Tadi malam dia dengan secepat itu meluk gue dan nenangin gue? Apa gue harus bilang makasih? Ah tapi dia lagi tidur gimna caranya?" ujar Clara sambil mengamati Zidan yang sedang lelap.

Perlahan Clara membungkuk menatap wajah Zidan dari jarak dekat, sungguh memang benar-benar menakjubkan wajah laki-laki itu sangat tampan bahkan sedang tidur, ia pantas di bilang mirip dengan tokoh komik pira yang bernama Matthias.

"Ganteng banget sih, pantes aja Nola sama banyak cewek di sekolah ngidolain pak Zidan," batin Clara menyadari ketampanan suaminya.

Perlahan tangan Clara merayap memegang hidung mancung Zidan, namun tak sampai dua detik ia kembali menarik tangan nya.

"Sebaiknya gue pergi aja deh, gak boleh ganggu orang lagi tidur," kata Clara yang kemudian berjalan keluar dari kamar Zidan dengan kaki yang di jinjing khawatir kalau Zidan akan mendengar suara langkah kaki nya.

Sementara tampa sepengetahuan Clara, Zidan telah bangun sejak mendengar ia turun dari ranjang, hanya saja ia tidak ingin membuka mata dan memilih untuk tetap berpura-pura tidur.

"Apa yang dia lakukan dengan hidung ku?" ujar Zidan sambil memegang hidung nya.

Sementara itu di kamar Clara.

"No Clara no! Lo gak boleh jatuh cinta sama es batu gak boleh sama sekali, oh tunggu ini udah jam berapa?" kata Clara seketika melihat jam yang ada di dinding kamar nya.

Pukul delapan pagi.

"Astaga! Gak sekolah ini?" ucap Clara bergegas mengambil handuk dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi.

Tiga puluh menit kemudian Clara sudah siap dengan seragam sekolah dan juga tas nya, dia keluar dari kamar dan berpapasan dengan Zidan yang juga baru keluar dari kamar nya.

Namun Zidan hanya mengunakan celana panjang dan juga kaos bisa, tidak mengunakan kemeja putih atau hitam biasanya.

"Lah, pak Zidan nggak ke sekolah?" tanya Clara.

"Hari ini libur dulu, mobil tidak akan bisa lewat ada beberapa pohon tumbang di jalan dan kita tidak akan bisa kemana-mana hari ini, sebaiknya kamu segera ganti pakaian kamu saya tunggu di bawah," kata Zidan yang kemudian berjalan menuruni tangga menuju lantai bawah.

"Hah? Pohon tumbang?" kata Clara kaget.

Namun ia segera masuk kembali ke kamar nya, untuk mengantikan pakaian sekolah dengan pakaian rumahan.

"Kok perasaan gue gak enak ya? Biasanya gue seneng kalau gak sekolah, kok sekarang rasanya lebih mau sekolah aja ketimbang di villa berduaan sama es batu doang," ungkap Clara bingung.

Sepuluh menit kemudian Clara keluar dari kamar nya dan berjalan menuju ruang tengah, di mana Zidan sudah menunggu nya di sofa ruang tengah entah apa lagi yang akan di perintahkan laki-laki itu pikir Clara.

Clara duduk di depan Zidan dan mengambil cemilan yang ada di atas meja depan Sofa tersebut.

"Buat kan saya kopi," kata Zidan lagi.

"Kopi? Gimana cara bikin nya?" tanya Clara sambil mengerutkan keningnya.

"Saya tidak mau tau, kamu harus membuat kan saya kopi, bukan kah seharusnya kamu berterima kasih dengan saya karena tadi malam saya menjaga kamu sampai-sampai saya tidur di sofa," kata Zidan.

"Hah, jadi bapak gak ikhlas ya?" kata Clara menaruh kembali cemilan yang hendak ia makan.

"Masih mending saya cuma minta kopi sebagai tanda terima kasih, sekaligus membuat kamu belajar caranya mandiri dari hal-hal kecil," ungkap Zidan lagi.

"Oke saya gak takut, bakal saya buatin bapak kopi," kata Clara berdiri dari duduknya dan kemudian segera berjalan menuju dapur.

"Rasanya aku menjebak diriku sendiri," batin Zidan menatap Clara yang melengang pergi dari hadapan nya.

Sementara itu di dapur.

"Gue kerjain Lo, biar kapok, cuma gitu doang minta imbalan," batin Clara kesal dia kemudian mengambil gelas dan membubuhkan kopi yang banyak dan menaruh sesendok kecil gula.

Ia memang tidak bisa membuat secangkir kopi yang pas namun kali ini ia benar-benar sengaja melakukan nya.

Tak lama kemudian ia kembali muncul di hadapan Zidan dengan membawa secangkir kopi yang masih panas.

"Ini pak, tanda terima kasih dari saya," ucap Clara meletakkan gelas tersebut di hadapan Zidan.

Zidan melirik gelas yang mencurigakan tersebut namun dia harus mencicipi nya karena aroma dari kopi yang sangat enak membuat nya tidak sabar untuk menyeruput.

Namun saat gelas itu tiba di depan bibir nya terlihat wajah licik Clara yang tidak sabar untuk melihat Zidan meminum kopi tersebut.

Hal ini membuat Zidan curiga dan hanya merasa sedikit dengan jari nya.

Itu terasa sangat pahit di ujung lidah Zidan.

"Buat ulang, jika kau ingin memberi seseorang tanda terus kasih kau harus benar-benar tulus," ungkap Zidan lagi.

Seketika wajah Clara berubah jadi kesal, sekarang bukan dia yang mengerjai Zidan namun malah Zidan yang mengerjai dirinya.

Mau tidak mau Clara pun harus membuat ulang kopi tersebut.

"Ulang,"

"Ulang,"

"Ulang,"

Begitulah Zidan yang membuat Clara mengulang beberapa kali sampai kopi nya terasa benar-benar enak.

"Bagus, begitu baru pas," kata Zidan setelah meneguk cangkir kopi ke empat.

Sementara itu Clara yang lelah hanya bisa mengumpat dalam hati dan duduk di sofa sambil mengibas-ngibaskan rambut nya.

"Oh ya, ayo ikut saya ke suatu tempat, bahan makanan di villa sudah habis, kita tidak akan bisa makan siang jika tidak berbelanja sekarang," ungkap Zidan berdiri dari duduknya sambil memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana.

"Hah? Bisa gak sih pak biarin saya istirahat sebentar dulu, capek banget gini malah di ajak keluar lagi, katanya ada banyak pohon tumbang gak bisa kemana-mana malah ngajakin keluar," ungkap Clara mengomeli suaminya.

"Itu kan jalan ke sekolah, kita pergi ke tempat yang jalan lain," kata Zidan lagi.

"Terserah deh," jawab Clara tidak bisa melawan dirinya mau tidak mau ikut dan pasrah.

Mereka pun segera pergi meninggalkan villa, entah ke mana Zidan akan membawa Clara untuk berbelanja bahan makanan kali ini.

Bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!