NovelToon NovelToon
Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: khotimah04

hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.

yuk mulai baca biar gak penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. bayangan orang misterius

Alvaro diam di depan ruangan ICU menatap kedepan dimana dua manusia yang begitu berharga baginya sedang berjuang hidup dan mati,

Bayu dinyatakan kritis begitu pula dengan delisa mereka sama-sama kritis,Bayu ternyata meminum racun yang amat bahaya kalau saja tidak tepat waktu ditangani oleh dokter mungkin nyawanya sudah melayang.

delisa sendiri juga kehilangan banyak darah karena luka yang berada di pergelangan tangannya sangat dalam mengenai urat nadinya,

Teman-teman yang lain juga sama mereka hanya diam menyaksikan kedua saudara itu hampir meregang nyawa,bunga sudah ditenangkan oleh tere,Anya,Mira, Ririn dan Finna.

Kejadian malam ini sungguh membuat siapapun trauma,Alvaro menatap tangan dan bajunya yang masih ada bercak darah delisa seperti pukulan telak untuk dirinya sendiri.

tak tak tak

suara langkah kaki yang begitu keras saling bersautan datang kearah mereka,mereka semua menoleh kearah sumber suara ternyata yang datang kedua orang tua delisa dan Alvaro,kecuali Alvaro yang hanya diam memandang ke arah pintu ICU

" Alvaro gimana kondisi delisa dan Bayu " ucap wanita setengah baya yang masih sangat cantik siapa lagi kalau bukan mama Rania yang sudah berlinang air mata,

" mereka sama-sama kritis ma " ucap lirih Alvaro menunduk perlahan tapi pasti air mata yang tadinya berhenti seakan muncul kembali mengalir deras membawa luka yang amat dalam pada Alvaro,

" Alvaro gagal melindungi istri Al mah, Alvaro gagal menjadi kakak yang baik buat Bayu mah " ucap Alvaro dengan suara bergetar hebat,mama Rania hanya menangis dipeluk.an papa Gerland dan mama Laili pun sama juga hanya menangis di pelukan papa Alvin,

" kamu enggak gagal nak,kamu tidak boleh merasa bersalah ini semua sudah takdir jadi kita sebagai manusia harus bertawakal serta memohon keampunan kepada pemilik nyawa,dan berdoa untuk keselamatan delisa serta Bayu " ucap papa Gerland yang sebenarnya sama-sama hancur melihat kedua anaknya terbaring lemah dengan banyaknya alat yang terpasang ditubuh mereka,

Alvaro mendongak menatap mamanya ia butuh sandaran saat ini,mama Laili yang tau maksud Alvaro segera melepaskan pelukannya dan berjalan pelan kearah putra tunggalnya dia duduk disamping Alvaro membawa tubuh Alvaro ke pelukannya,

Alvaro tidak bisa membendung air matanya ia terisak lirih dalam pelukan sang mama,

" mah istri Al akan baik-baik saja kan dia enggak akan ninggalin Al sendirian kan mah " ucap Alvaro masih dengan suara bergetar hebat diiringi tangisan yang menyayat hati,

" Al anak baik mama kamu tenang nya istri kamu wanita kuat pasti dia bisa bertahan kamu harus banyak doa ya sayang " ucap mama Laili mengusap punggung lebar putranya,ini pertama kali Alvaro takut,Alvaro sosok yang tenang menghadapi masalah tapi setelah dihadapan kan dengan istrinya yang terbaring lemah didalam sana membuat runtuh pertahanan nya,

di lain sisi Bunga juga sudah menangis lagi dia takut kehilangan sosok berarti di hidupnya Bayu tidak hanya sekedar singgah tapi juga lelaki yang amat dia cintai,Bayu sosok lelaki dingin tapi perhatikan,Bayu adalah hidupnya selain keluarga,

Melisa datang dengan terburu-buru melangkah dengan sorot mata khawatir, Melisa mungkin cuek kepada Bayu tapi di hatinya Bayu adek yang selalu ia sayangi,

" Tante om bagaimana kondisi Bayu " ucap Melisa yang sudah berada diantara mereka semua

" Mel Bayu kritis " ucap papa Gerland menatap Melisa

" om,enggak Bayu " ucap Melisa menangis menatap pintu ICU

paman dan bibi masih berada di luar negeri dan tidak langsung bisa pulang karena urusan bisnis.

" kamu tenang ya Mel Bayu pasti baik-baik saja " ucap mama Rania mengelus rambut Melisa

" kenapa semua ini harus terjadi pada adik ku om Tante kenapa, andai aku bisa mencegah Bayu datang ke pesta yang enggak penting itu mungkin dia akan baik-baik saja " ucap Melisa marah

" Melisa kamu tidak boleh seperti itu ini semua sudah takdir" ucap papa Alvin yang sejak tadi hanya diam

" takdir macam apa om, delisa sialan itu udah membawa sial di hidup Bayu " teriak Melisa tanpa rasa bersalah

" CUKUP MELISA, ini semua tidak ada kaitannya dengan delisa " ucap Alvaro dengan nada geram

" hahahaha tidak ada kaitannya andai Bayu enggak datang pasti dia masih sehat dan enggak akan terbaring tidak berdaya di sana " ucap Melisa dengan nada kesal karena Alvaro tetap membela delisa

" sudah jangan bertengkar dan saling menyalahkan ini semua tidak ada yang salah kita semua juga lagi menyelidiki kenapa ada racun di minuman Bayu dan kamu Melisa setidaknya kamu tidak menyalahkan delisa semua ini bukan kesalahannya " ucap papa Alvin menengahi perdebatan Alvaro dan Melisa,

Melisa menghentakkan kakinya lalu berlalu pergi entah kemana dia benar-benar kesal pada semuanya yang terus saja membela delisa,

Alvaro mengusap wajahnya kasar sangat kesal atas tuduhan Melisa pada delisa jelas istrinya tidak tau apa-apa dan dengan angkuhnya wanita gila itu menuduhnya begitu saja.

Roy diam tapi menyapu setiap sudut tempat mereka sekarang seperti ada seseorang yang mengawasi mereka, dan Yap ada bayang orang menggunakan baju serba hitam di pojok kiri dekat ruang suster dan segera pergi saat keberadaan nya merasa terancam,

" siapa dia " guman Roy didengar Afnan Bian dan juga gara

" lihat apa Lo " ucap lirih bian,Afnan dan gara menoleh kearah Roy pandang tapi tak melihat apapun.

" orang dia mengawasi kita " ucap Roy dengan nada sangat pelan agar yang lain tidak mendengar pembicaraan mereka,

" perlu gue kejar " ucap Afnan sama berbicara pelan

" enggak usah, gue hubungi orang yang menjaga diluar kalian harus bisa berlagak biasa saja jangan sampai mereka yang ada disini curiga gue enggak mau menambah masalah " ucap Roy pelan,ia merogoh ponselnya yang berada di balik jas dan mengetik pesan untuk para bawahannya,

" oke Lo tenang aja kita enggak akan bilang siapapun dulu termasuk Alvaro,untuk sementara kita selidiki masalah ini,gue punya firasat kalau masalah ini berdampak besar bagi keluarga mereka " ucap Afnan,Bian dan gara menyetujui ucapan Afnan.

" untuk sementara kalian semua bisa pulang nanti kalau ada perkembangan tentang mereka pasti kabari, kalian pasti sangat lelah dan orang tua kalian pasti khawatir lebih baik kalian pulang dulu " ucap papa Alvin pada teman-teman Alvaro,Bayu dan delisa

" iya om kita juga berencana untuk pamit,semoga delisa dan Bayu segera melewati masa kritisnya " ucap Riko mewakili teman-temannya

" terimakasih atas doanya " ucap papa Gerland tersenyum kecil menatap mereka

Satu persatu mulai pamitan pulang menyalami kedua orang tua delisa dan Alvaro,bunga sebenarnya tidak ingin pergi atas bujuk rayu mama Rania akhirnya dia ikut bersama teman-teman untuk pulang.

1
Khotimah04
💪💪💪
Khotimah04
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!