NovelToon NovelToon
Gadis Manja Tuan Mafia

Gadis Manja Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cintapertama
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

​Niatnya cari pelarian, malah dapet "tuan muda" kematian.

​Alicia kabur ke Italia dan mencari pria paling tampan untuk menghina selera perjodohan ayahnya. Misinya berhasil ia menemukan Dante, pria dengan visual sempurna yang mau diajaknya bermalam bersama.

Tapi keesokan paginya, Alicia baru sadar kalau dia bukan baru saja menaklukkan pria biasa, melainkan seorang predator paling ditakuti di Eropa. Ternyata, merayu bos mafia saat mabuk adalah ide terburuk yang pernah Alicia lakukan seumur hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 22

Senyum manis Alicia tidak luntur, namun jemarinya yang memegang cangkir teh mengencang. "London adalah kota yang dingin, Don Lorenzo. Wajar jika banyak orang kehilangan ingatan di sana."

"Tapi sepertinya keponakanku tidak akan pernah lupa," balas Lorenzo dingin dengan senyum liciknya. "bahkan aku tahu Alessandro masih menyimpan 'hadiah' yang kau tinggalkan di Mayfair. Kau bisa terbang sejauh mungkin ke pelukan penguasa Mediterania saat ini, tapi kau harus tahu talinya masih ada di tangan Alessandro. Kau hanya sedang menikmati waktu luang sebelum pemilikmu yang sebenarnya datang menagih haknya."

Dante seketika berdiri. Suara kursi yang terseret di atas lantai marmer terdengar seperti ledakan di ruangan yang sunyi itu. "Lorenzo, jaga bicaramu atau aku akan merobek lidahmu sekarang juga!"

Lorenzo hanya tersenyum miring, lalu beralih menatap Dante dengan tatapan kasihan yang menghina. "Dante, kau memang penguasa. Tapi aku harus memperingatkanmu, istrimu ini bukan sekadar bunga pajangan. Dia adalah kontrak berjalan yang belum lunas."

"Oh ya, Alicia... aku hampir lupa. Alessandro titip salam. Katanya, dia sangat menyukai gaun merah yang kau pakai saat malam kau 'menjual' dirimu itu."

"Keluar!" geram Dante. Suaranya rendah namun menggetarkan kaca-kaca di ruangan itu.

Marcello segera bergerak, menyeret Lorenzo dan pengawalnya keluar dengan kasar. Kehangatan yang sempat Alicia bangun terasa lenyap, berganti dengan atmosfer yang berat dan penuh tanya.

Alicia berdiri mematung, menatap lurus ke arah laut Mediterania di balik jendela. Ia bisa merasakan tatapan Dante yang menuntut penjelasan, menusuk punggungnya.

"Alicia," suara Dante kini melembut, namun penuh selidik. "Siapa Alessandro? Dan apa maksudnya dengan 'kontrak' di London?"

Alicia memaksakan tawa kecil, sebuah tawa yang terdengar sangat palsu di telinganya sendiri. "Hanya bualan orang tua yang kalah, Dante. Kau tahu sendiri, Lorenzo ahli dalam mengadu domba. Alessandro hanyalah keponakannya yang ambisius dan tidak penting untuk kita bahas saat ini."

Alicia melangkah meninggalkan ruangan dengan kepala tegak, mempertahankan martabatnya sebagai Nyonya Vallo. Namun, Dante tidak buta. Ia memperhatikan satu detail kecil, Tangan Alicia gemetar hebat saat ia menyentuh gagang pintu.

Dante masih berdiri mematung di tengah aula, menatap pintu yang baru saja ditutup Alicia dengan tangan bergetar. Nama Alessandro dan istilah "kontrak berjalan" yang diucapkan Lorenzo terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak. Sebagai seorang Vallo, instingnya memerintahkan untuk segera memanggil tim intelijen, meretas semua data di London tiga tahun lalu serta mencari tahu kebenaran apa yang disembunyikan istrinya.

Namun, Ada rasa takut yang jarang ia rasakan, bukan takut akan musuh, melainkan takut bahwa jika ia menggali terlalu dalam, ia akan menemukan alasan yang bisa menghancurkan ilusi indahnya tentang Alicia.

Bagi Dante, Alicia yang sekarang menyandang nama belakangnya, tidur di pelukannya setiap malam, dan yang paling krusial sedang mengandung darah dagingnya, itu terasa lebih nyata untuknya, Ia lebih memilih menjadi orang buta yang bahagia daripada mengetahui kebenaran yang mungkin akan membawa Alicia pergi darinya.

Ketegangan gelap di wajah Dante baru sedikit mencair saat pintu kembali terbuka sedikit. Alicia melongokkan kepalanya, wajahnya yang tadi pucat pasi kini berubah menjadi kehijauan.

"Dante... bau pasta truffle dari dapur itu... kenapa baunya mendadak seperti kaos kaki bekas Marcello yang tidak dicuci seminggu?!" Alicia membekap mulutnya dengan punggung tangan, matanya tampak berair.

Dante menghela napas panjang. Ia memaksakan sisi gelapnya kembali ke dasar sanubari, membiarkan pola yang sangat ia kenali ini mengambil alih. "Itu koki terbaik dari Roma, Alicia. Kau sendiri yang memintanya kemarin pagi."

"Pecat dia! Bau ini membunuhku dan bayimu!" Alicia berseru pelan sebelum berlari menuju kamar mandi dengan kecepatan yang luar biasa untuk wanita hamil. "Dan panggil Bambang! Katakan padanya aku ingin es krim rasa mawar, tapi harus ada potongan cokelat putih di tengahnya! Sekarang, Dante! Sebelum aku melempar vas bunga ini ke arahmu!"

Dante berdiri sendirian di aula yang megah, menatap gorden putihnya yang melambai ditiup angin laut. Ia baru saja melihat istrinya terpojok oleh rahasia masa lalu, dan sekarang ia harus berhadapan dengan krisis es krim di jam makan siang.

Ia mengambil ponselnya, menghubungi Bambang yang sedang berjaga di dermaga. "Bambang, lupakan soal patroli keamanan. Cari es krim mawar dengan cokelat putih. Lakukan sekarang sebelum dia memerintahkan ku untuk membakar dapur ini."

Di seberang telepon, Bambang hanya bisa menghela napas panjang sembari menatap senapan runduknya. "Siap, Bos. Saya sudah menduga hari ini akan datang."

Pesta peresmian Yayasan "Kucing Cantik" adalah panggung yang Alicia siapkan untuk menghapus jejak Lorenzo selamanya. Gedung teater kuno di Amalfi telah disulap menjadi hutan tropis buatan yang elegan. Alicia berdiri di depan cermin ruang rias VIP, mengenakan gaun beludru hitam yang dirancang untuk menyamarkan perutnya namun tetap memberikan siluet yang mematikan.

"Nyonya, tim keamanan sudah di posisi. Bambang di balkon lantai dua, dan Marcello mengawasi pintu masuk," lapor seorang pengawal.

Alicia tidak menoleh. Jemarinya sibuk menekan layar ponsel.

Grup Chat: "The V-Queens"

Alicia: Girls, target sudah masuk. Lorenzo memakai jas abu-abu tua yang murahan. Maria, siapkan folder 'Paris'. Jika aku beri kode 'Gincu Merah', unggah semuanya ke grup publik asosiasi bisnis.

Donna Maria: Siap, Nyonya. Wajah tua itu akan segera menjadi sejarah.

Saat Alicia melangkah keluar menuju aula utama, percakapan mendadak berhenti. Dante berdiri di tengah ruangan, terlihat seperti raja yang sedang menunggu ratunya. Ia mengenakan dasi sutra zamrud, senada dengan perhiasan Alicia. Dante mengecup punggung tangan istrinya di depan semua orang sebuah peringatan bahwa siapa pun yang menyentuh wanita ini akan berhadapan dengan maut.

"Kau terlihat sangat berbahaya malam ini, Sayangku." bisik Dante saat Alicia menyambut lengannya.

"Ini disebut 'diplomasi gaya baru', Dante. Jangan menembak siapa pun kecuali aku yang menyuruhnya. Aku tidak mau darah mereka mengotori karpet seharga tiga unit apartemen di Sudirman ini," balas Alicia dengan senyum manis yang dipaksakan.

Di sudut ruangan, Don Lorenzo berdiri dengan segelas wiski. Begitu Alicia melewati barisannya, Lorenzo kembali membisikkan racun yang sama. "Gaun yang cantik, Alicia. Seperti malam itu di London, sebelum kau melarikan diri ke pelukan Vallo."

Langkah Alicia terhenti sepersekian detik. Ia bisa merasakan dadanya sesak, namun ia menelan ketakutannya bulat-bulat. Ia harus menghancurkan pria ini, atau ia tidak akan pernah bisa tidur tenang.

Acara dimulai. Alicia naik ke podium dengan anggun. Namun, layar besar di belakangnya tiba-tiba berkedip, menampilkan video Alicia yang sedang menangis tersedu-sedu karena ngidam mangga muda di Sisilia tempo hari. Tawa mengejek terdengar dari barisan faksi tua. Lorenzo tersenyum penuh kemenangan.

Namun, Alicia justru tertawa kecil di depan mikrofon. "Lucu sekali, bukan? Itulah indahnya menjadi seorang wanita Vallo. Kami bisa mendapatkan apa pun yang kami inginkan mulai dari mangga muda di tengah badai, hingga rahasia terdalam musuh kami yang paling kotor."

Alicia melirik Maria di barisan depan. "Kode: Gincu Merah," bisiknya.

Detik berikutnya, layar berubah. Video rengekan Alicia lenyap, digantikan foto resolusi tinggi Don Lorenzo dengan gadis muda di Paris serta dokumen pencucian uang kasino yang ia sembunyikan dari klan Vallo. Aula menjadi sunyi senyap.

"Don Lorenzo," Alicia berkata dengan nada manja namun dingin. "Aku tahu kau sangat menyukai drama. Jadi aku membawakan drama yang sebenarnya untukmu. Kau bilang aku tidak layak karena aku manja? Mungkin benar. Tapi kemanjaanku tidak merugikan klan. Sedangkan pengkhianatan mu? Itu adalah dosa yang tidak bisa dimaafkan."

Dante tersenyum miring, menatap istrinya dengan binar bangga yang tak tertutup. Ia segera memberi kode kepada Marcello dan Bambang. Lorenzo diseret keluar melalui pintu belakang tanpa ada satu pun peluru yang lepas di dalam aula, sesuai permintaan Alicia.

1
Mia Camelia
alicia cerdik sekali🥰🥰🥰
putmelyana
aku suka cerita seperti ini, next Thor ceritanya aku akan selalu menunggu cerita ini update
~SasMaya ✧
Haiii semua, bagaimana kabarnya hari ini? Author do'a kan semoga semuanya tetap sehat yah Jiwa maupun kantongnya 🤭

Oh yah,. Jangan lupa tetap stay tune yaa, besok author bakal update 3 BAB sekaligus 🔥✨

Buat yang udah setia nemenin cerita ini sampai sini, makasih banyak yaa~
Dan jangan lupa tinggalkan jejak di setiap bab 🫶
Entah itu like, vote, ataupun komentar.

Segala bentuk dukungan dari kalian semua, sangat berarti banget untuk author khusus-nya.

Itu semua bikin author makin semangat untuk update bab selanjutnya. ✨🫰🏻
Mia Camelia
dante gak mati kan🤣🤣🤣
Aquarius97 🕊️: Halo sahabat pembaca ✨ Aku baru saja merilis cerita baru berjudul CINTAKU TUAN MAFIA ❤️‍🔥 Mampir yuk siapa tahu kamu tertarik nantinya 🤗 Dukung dengan Like dan komentar yah, karena setiap dukunganmu berarti buatku. Terimakasih.
total 1 replies
putri
ceritanya seru banget alurnya berasa hidup kaya ikut bener" ada di dalam cerita ..... di bikin ketawa di bikin tegang .. tetep semangat Thor 🔥
~SasMaya ✧: Terimakasih 🥰
total 1 replies
putri
ikut tegang bacanya mudah"n Dante ga kenapa" yah Thor /Grimace/
Amila FM,IG:amilaeditslife
sumpah ini keren banget, alurnya nggak ngebosenin,kocak, actionnya dapet
~SasMaya ✧: Terimakasih 🥰
total 1 replies
Mia Camelia
alicia kocak banget, inget mangga muda teruuuss🤣🤣🤣
Mia Camelia
suster jahat, jangan sampai lolos tuh.😔
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Mia Camelia
lanjut thor👍👍👍
Mia Camelia
ehmm, mendingan pilih dante aja ah😂🥰🤣
Mita Paramita
ini pasti sih Bambang 🤣🤣🤣
Mia Camelia
seruuu banget thor🥰🥰🥰
alicia terjepit situasi absurd🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
cerita nya mantap👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!