NovelToon NovelToon
WHEN NPC Fallin Love

WHEN NPC Fallin Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Menjadi NPC
Popularitas:551
Nilai: 5
Nama Author: Sapiluv Mprits

_


When npc fallin love?

Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?

Ah, pasti seru!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inisiatif

Kedua driver grab itupun mengangguk.

" Oooh, kita kira neng sama aa' remaja yang lagi pacaran, makanya kita nawarin.. hehe.."

Wait? Galih dan ayya saling melirik, awkward banget! ayya ga suka!

" Yakali, pak.. temenan aja enggak." Ucap ayya mendahului Galih.

Galih yang mendengarnya pun mengernyit, menatal ayya heran.

" Oke kalau begitu masing-masing ya neng." Ucap pak driver memastikan.

Ayya pun mengacungkan jempol sebelum akhirnya motor mereka mulai melaju.

Pun dengan galih yang sudah berboncengan dengan drivernya di belakang driver ayya.

Perjalanan hanya 8 menit, ayya langsung turun di depan rumahnya begitu juga dengan galih yang berhenti depan rumah eyangnya.

" Makasih neng, tip nya kebanyakan.." Ucap bapak driver.

Ayya pun terkekeh. " Bagi dua buat bapak yang di belakang itu." Tunjuknya pada driver depan galih.

" Oh siap, siap neng! Hatur nuhun, neng geliss.."

Ayya mengangguk dan langsung berlalu pergi ke pintu rumahnya.

Galih yang melihatnya pun menjadi sedikit kesal.

" Tadi sudah dibayar semua sama neng gelis a'.." Ucap driver nya.

Hah? Galih merasa harga dirinya sebagai lelaki diinjak, harusnya dia yang inisiatif bayarin.

Bahkan tak lama kemudian telfon dari mas-mas mekanik yang bertugas membenahi motornya mengatakan jika ayya sudah membayarkan tagihannya.

" Sial! Tuh anak kenapa sok inisiatif sih?" Geram Galih.

Ia geram bukan tak suka, tapi ia merasa tak pantas untuk diperlakukan seperti itu oleh ayya, harusnya ayya sama acuhnya dengan dirinya.

" Aku belum sempat minta maaf pas dulu ngebut boncengin dia, sekarang dia malah begini.."

Ah, masa bodoh jam sudah semakin pagi sehingga secepatnya Galih harus tidur agar besoknya tak menganggu latihan.

_

Latihan yang cukup asik, dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore.

Usai latihan Louis bergegas pergi dari studio Galih, mereka bertiga pun menoleh dan bertanya.

" Mau kemana lu?"

Louis tersenyum lebar. " Nyari ayya di luar."

" Woylah, ga takut diusir lagi sama dia?" Kekeh roy.

" Ga bakal sih, kalo gue doang.."

" Gue ikut lah.." Sahut willy.

Louis sontak menggeleng. " Ga usah lah bang, mulut kau rame nanti."

" Emang kenapa sih? tuh ayya emang sifatnya ngambekan apa gimana? bad mood mulu, masa kita harus ngertiin mood dia terus?" Tanya willy heran.

Roy pun tergelak. " Biasalah cewe."

" Ya tapi kebangetan anj, kita cuma sekali ganggu dia udah ngusir jir.."

Louis sontak tak terima. " Sekali apaan bang? semingguan kita latihan di luar dan baru sekali dia marah, bang willy emang nyawit."

" Apa-apaan bawa mbg?!" protes roy berdiri.

Ah pusing! Louis menepuk kening melihat kelakuan abang-abangnya yang absurd semua, kecuali Galih.

Galih pun berdiri dan berlalu keluar mendahului Louis.

Mereka bertiga pun serempak keluar studio untuk mengikuti Galih saat itu juga.

" Mau ngapain disini bang?" Tanya willy setelah mereka berhenti di teras taman samping.

Melihat ke balkon kamar yang sudah ada gadis remaja tengah duduk santai sembari membaca buku novelnya.

" Panggil ayya kesini, ajak dia makan-makan biar ga kesepian disana.." Ucap Galih membuat willy dan dua temannya itu terkejut.

" Buat apa bang? emang ayya mau disuruh kesini?" tanya Louis.

Galih menggedik. " Coba aja dulu, gue juga mau balas budi ke dia karna semalem udah panggil mekanik buat benerin motor gue."

Wah?! Roy menganga kagum.

" Bisa-bisanya motor lo mogok pas bonceng cewe? Wah kalo gue sih malu ya, terus gimana semalem? kagak jadi pulang bareng dong?" Tanya roy penasaran.

Galih menoleh, senyumnya kecut.

" Dia inisiatif pesenin dua ojol, mana pake dibayarin pula. ga punya harga diri gue sebagai cowok!"

Hahahaa, melihat Galih frustasi dengan kegagalannya sebagai cowok jangan membuat Louis, roy, dan willy tertawa.

Tawa mereka jelas membuat ayya reflek menoleh ke bawah.

" Aishhhh, mereka lagi, kenapa sih selalu aja ada mereka berempat akhir-akhir iniii?"

Ayya menutup bukunya kemudian menoleh lagi pada mereka yang masih tertawa. Ah ayya hendak menyudahi membaca disini, namun tak akan ia biarkan mereka asik tertawa hingga akhirnya ayya berseru.

" Excuse me sir?!!!"

Sret!! Louis dan ketiga abangnya itu serempak mendongak pada ayya yang sudah berdiri berkacak pinggang di samping pagar pembatas.

" Weh, ayya udah notis kita di sini rupanya.." Ucap willy melambaikan tangan pada ayya.

Ayya pun mendesis malas.

" Siapa yang ga notis dengan tawa kalian yang menggelegar itu? Dikondisikan tawanya ya kakak kakak semua."

" Ups! Kekencengan suara kita ya ayy?" Tanya roy.

" Ya jelas lah, kalian tuh cowok jadi ibarat tulisan tuh CAPSLOCK semua isinya."

" Ppftttt..."

Keempat cowok itu serempak menahan tawa, tahan tawa berlangsung satu menit hingga akhirnya pecah dan kembali tergelak bersama.

Aish. shibal!

Ayya sudah angkat tangan dan hendak masuk ke kamarnya, namun Louis berseru memanggilnya.

" Ayya tunggu!"

Begitu ayya menoleh, Louis langsung berlari mendekat di bawah balkonnya.

" Apaan?" Tanya ayya.

" Bang leo pengen ngajak lo kesini.."

What?!!!

Galih terkerjap kaget, pun dengan roy dan willy yang langsung menertawakan kekagetannya sekarang.

" Malah nyebut nama gue, anying. Ga bisakah dia bilang kalo ikut join aja gitu?" Gerutu galih tak terima.

Roy pun merangkulnya. " Biar to the point aja bro, ga usah gengsi.."

" Gue gak gengsi jir, cuma.."

" Cuma apa? Cuma ego lu lebih gede daripada perasaan lo kan? Basi tau ga, jadi cowo kalo ga mau kesentil harga dirinya ya inisiatif lah.." Ucap willy.

" Tumben lo pinter?" Cibir roy.

Willy pun tersenyum penuh kesombongan.

" Gini-gini mantan gue banyak yang gamon bro.." Ujarnya petantang-petenteng.

Kembali ke Louis, ia datang menghampiri ketiga abangnya itu dengan ekspresi yang sama ketika ditolak ayya waktu itu.

" Kenapa? ditolak lagi?" Tanya roy.

" Kagak mau si ayya?" Tanya willy.

Louis mengangguk. " Malu katanya.."

" What? Malu sama siapa jir? Padahal marah-marah ke kita aja dia ga malu."

Galih pun bernapas lega, kemudian melangkah mendekati Louis, menepuk pundaknya dan berucap.

" Kuncinya biar ayya mau, jangan sebut nama gue.. Kenapa lo sebut nama gue? Lumpiaaaa????" Protes Galih gemas.

Louis yang awalnya tertunduk lesu menjadi tersenyum lebar, dan akhirnya tergelak menertawakan Galih.

" Hahaha.. Sorry bang, ga espek ayya bakal se alergi itu denger nama lu."

" Sialan, ga alergi ya anj.." Protes Galih.

" Tapi benci.. Jiahahaha.." Willy dan roy terpingkal.

Galih pun menatap mereka muak, namun ia memilih diam hingga dalam sekali jitakan di kening membuat mereka terdiam saat itu juga.

Hiks.. Sakit bang!' Batin Louis menangis.

_

Malam harinya-

Ayya sangat senang karena sejak petang tadi ke-5 sepupunya dari surabay datang mampir.

Di ruang tengah mereka kini berkumpul, bercanda ria sampai membuat seisi rumah menjadi riuh karena ulah mereka.

Sepupu dengan kisaran umur yang tak jauh beda membuat mereka sangat dekat.

Sudah bisa ditebak jika itu saudara dari ibu, hihihi.

Ayya bersama Ghea dan Priscilla kini tengah menyiapkan beberapa snack di iland dapur.

Dapur yang terbuka langsung dengan living area membuat mereka masih terhubung dalam satu obrolan.

" Udah belum? awas rusak ya eskrimnya.." Seru Beni.

" Yeu.. Makanya sini bantuin! Tinggal hap doang dilarang protes!" Cibir Priscilla.

Ayya dan ghea serempak tertawa, kemudian membawa beberapa nampan berisikan jajanan surabaya di bawa menuju coffe table tengah mereka.

Namun begitu ayya kembali membawa sisanya, kelima saudaranya itu tengah menyambut seorang tamu yang baru saja datang.

Sela, bunda ayya itu masuk sari luar dengan diikuti Galih di sampingnya.

Ayya yang masih di dapur itu mendelik kaget melihat kehadiran Galih di tengah-tengah saudaranya.

" Ayyaaaa.!!!! Cepet dateng, dicariin sama temenmu..!" Seru mereka dari sana.

Mereka serempak menoleh ke dapur dimana ayya masih berdiam diri di pojokan sana.

" Ngapain diem doang jir, sini ada tetanggamu dateng.." Panggil Randy.

Ayya pun merengut saat sang bunda datang dan menyuruhnya cepat menemui Galih.

" Ah malesnyaa, ngapain malem-malem dia kesini siih...???"

1
Firamissyu
coba aja dibaca, pasti seru!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!