NovelToon NovelToon
Hidup Santai Di Bukit Kultivasi

Hidup Santai Di Bukit Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: MishiSukki

Musim semi tiba, tapi Xiao An hanya mengeluh. Di dunia kultivator perkasa, ia malah dapat "Sistem" penipu yang memberinya perkamen dan pensil arang—bukan ramuan OP! "Sistem scam!" gerutunya. Ia tak tahu, "sampah" ini akan mengubah takdir keluarga Lin yang bobrok dan kekaisaran di ambang kehancuran. Dia cuma ingin sarapan enak, tapi alam semesta punya rencana yang jauh lebih "artistik" dan... menguntungkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MishiSukki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Peta Harta Karun dan Air Mata Kakek

Saat Xiao An membuka pintu pondoknya, ia sangat kagum. Sebuah pemandangan pagi menakjubkan terhampar di hadapannya: hamparan kebun yang menghijau dengan subur. Tanaman-tanaman yang baru ia tanam kini telah tumbuh dengan sangat cepat, jauh melampaui ekspektasinya.

Xiao An melangkah masuk ke kebun dengan mata berbinar. Ia berjongkok, memeriksa beberapa tanaman satu per satu dengan teliti.

Batang jagung yang baru sehari dua hari ia tanam kini sudah setinggi betis, daun-daunnya lebar dan hijau tua, tegak berdiri seolah memamerkan pertumbuhannya yang pesat.Pucuk-pucuk ubi jalar merambat dengan cepat, sulur-sulur kecilnya sudah mulai menjalar di permukaan tanah, menunjukkan tanda-tanda vitalitas yang luar biasa.

Tanaman tomat yang biasanya lambat kini telah mengeluarkan beberapa kuncup bunga kecil, menjanjikan buah-buah merah yang lezat dalam waktu singkat.Rumpun bawang tumbuh kokoh dengan daun-daunnya yang runcing dan hijau terang, membentuk gerumbul padat di tanah.

Bahkan tunas cabai yang dikenal rewel, kini tampak bersemangat, mengeluarkan daun-daun kecil yang segar, siap untuk menghasilkan pedasnya di kemudian hari.Tanaman sayur lainnya pun demikian.

Setiap tanaman memancarkan aura kehidupan yang kuat, seolah kebun itu telah diberkati oleh sesuatu yang luar biasa. Xiao An tidak bisa menahan senyumnya. Ini lebih dari sekadar pertumbuhan tanaman biasa; ini adalah keajaiban untuk swasembada pangan. Pekiknya.

Di rumah bobrok keluarga Lin, di bawah remang cahaya pagi, pasangan kakek dan cucu itu tidak tidur sama sekali semalaman. Mereka berdua duduk berhadapan, dengan seluruh gulungan perkamen catatan Xiao An terhampar di antara mereka, mata mereka terpaku pada setiap tulisan dan sketsa.

Keheningan dipecahkan hanya oleh decitan kertas saat mereka membalik lembar demi lembar, dan napas tertahan dari keduanya.

Kakek Zhou, dengan janggut putihnya yang bergoyang saat ia mencondongkan tubuh lebih dekat, akhirnya tidak bisa menahan keterkejutannya. Matanya membelalak, jari keriputnya menelusuri diagram rumit tentang jalur meridian dan titik-titik kekuatan.

INI

"Demi surga!" serunya, suaranya dipenuhi kekaguman yang nyaris menyerupai ketakutan.

"Ini seperti kultivasi yang bukan dari dunia kita!"

Lin Cheng, yang sama terpukaunya, mendongak.

"Maksud Kakek... dari mana asalnya?" tanyanya, suaranya hampir berbisik.

Kakek Zhou menggelengkan kepalanya pelan, pandangannya masih terpaku pada perkamen.

"Entah," jawabnya, suaranya terdengar jauh.

"Ini sangat dalam, Cheng'er. Jauh melampaui teknik kultivasi mana pun yang pernah kakek pelajari atau dengar selama hidup kakek. Konsep tentang Muscle Refining, Organ Forging, Nerve Awakening... ini semua adalah fondasi yang belum pernah terjamah oleh sekte-sekte besar sekalipun. Ini seolah... pemahaman dari alam yang berbeda."

Dia menatap Lin Cheng dengan mata berbinar-binar, sebuah api baru menyala di kedalaman mata tuanya.

"Jika kita bisa memahami dan mempraktikkan ini, masa depan keluarga Lin... bahkan seluruh Desa Mushan ini... bisa berubah sepenuhnya."

Sebuah harapan besar yang dulunya hanya mimpi, kini terasa begitu nyata di hadapan mereka, tercetak dalam coretan tinta di atas perkamen sederhana.

Kakek Zhou menatap Lin Cheng, matanya berkerut dalam.

"Tapi, Cheng'er, apakah Xiao An mengizinkannya? Ini bukan sembarang catatan. Ini adalah sesuatu yang bisa mengubah dunia kultivasi."

Lin Cheng tersenyum tipis, mengingat kejadian di pondok Xiao An.

"Kakek tidak perlu khawatir soal itu," jawab Lin Cheng santai.

"Xiao An bilang kertas ini hanyalah coretan sampah, hasil dari hobinya mengusir jenuh. Dia bahkan bilang, kalau aku menginginkan, aku bebas untuk membawanya pulang, untuk digunakan sebagai alas wajan di rumah, atau untuk membungkus roti bekal mencari herbal."

Kakek Zhou menggelengkan kepala, takjub dengan betapa santainya Xiao An menganggap harta karun pengetahuan ini. Lamat-lamat dia merasakan pusing dan sebelum pingsan dia berkata.

"Anak itu... dia benar-benar unik. Tapi syukurlah, Lin Cheng, syukurlah."

Setelah sarapan sederhana, Kakek Zhou tidak membuang waktu. Ia membawa Lin Cheng ke halaman belakang, di bawah naungan pohon tua. Dengan gulungan perkamen Xiao An terhampar di tanah di antara mereka, Kakek Zhou mulai membimbing Lin Cheng berkultivasi sesuai dengan panduan Skin Tempering yang ditulis Xiao An.

"Ingatlah titik-titik ini, Lin Cheng," Kakek Zhou menunjuk diagram jalur Qi di perkamen.

"Qi harus mengalir melalui jalur ini, membersihkan dan menguatkan setiap pori-pori kulit."

Lin Cheng mengangguk, memejamkan mata, dan mulai bermeditasi. Ia mengedarkan Qi internalnya, mengikuti instruksi yang dijelaskan dengan begitu detail oleh Xiao An. Yang mengejutkan, dan membuat Kakek Zhou tersenyum tipis, adalah kelancarannya.

Bahkan untuk beberapa putaran sirkulasi, tidak ada penolakan atau ketidakseimbangan dalam hal kuantitas dan jalur energi seperti yang sering terjadi pada teknik kultivasi biasa.

Qi mengalir mulus, seolah tubuh Lin Cheng memang diciptakan untuk menerima sirkulasi yang lebih lengkap ini. Kulitnya terasa hangat, sedikit kesemutan, namun tanpa rasa sakit atau tertekan. Ini adalah bukti pertama bahwa teori Xiao An, yang dianggapnya hanya 'coretan sampah', mungkin adalah sebuah terobosan luar biasa.

Kakek Zhou menatap cucunya yang sedang bermeditasi, air mata perlahan menitik dari sudut matanya yang keriput. Bukan air mata kesedihan, melainkan keharuan yang mendalam. Tahun lalu, dia sendiri yang telah mematahkan impian Lin Cheng untuk masuk ke Akademi Kekaisaran Tianlong, sebuah impian yang begitu berharga bagi sang cucu. Hanya karena Lin Cheng adalah satu-satunya garis keturunan yang tersisa dari keluarga Lin.

Tanggung jawab menjaga Kuil Mukui telah diwariskan dari generasi demi generasi, sebuah beban yang berat namun suci. Kakek tahu bahwa keluarga mereka jauh lebih tua dari yang diketahui banyak orang. Bahkan jika buku silsilah mereka yang dicuri itu ditemukan kembali, akan terbukti bahwa garis keturunan keluarga Lin jauh lebih tua dari Kaisar Pendiri Kekaisaran Tianlong sendiri.

Sebuah warisan dan takdir yang mengikat Lin Cheng pada bukit ini, namun kini, dengan panduan kultivasi dari Xiao An, masa depan yang lebih cerah seolah membentang di hadapan mereka, di luar dugaan siapa pun.

Kakek Zhou menatap gulungan perkamen di tangannya, lalu beralih menatap Lin Cheng yang masih dalam posisi meditasi. Sebuah senyum tulus merekah di wajahnya yang keriput. Hatinya dipenuhi rasa syukur yang meluap-luap atas kedermahan Xiao An.

Anak itu, yang datang entah dari mana, telah memberikan sesuatu yang tak ternilai bagi keluarga Lin yang bobrok. Sebuah peta menuju kekuatan, sebuah kunci untuk membuka potensi yang selama ini terkunci.

Harapan Kakek Zhou kini makin kuat, membara seperti bara api yang siap menyala kembali. Harapan untuk mengembalikan kejayaan keluarga Lin, untuk melihat Kuil Mukui berdiri tegak dan megah lagi, dan untuk cucunya, Lin Cheng, mencapai puncak kultivasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Kakek Zhou terus meneliti catatan Xiao An, matanya berbinar penuh konsentrasi. Tangannya yang keriput menelusuri tulisan itu, dan mulutnya tanpa henti menghafalkan frasa demi frasa. Terutama satu kalimat yang terus diulang-ulang di benaknya, sebuah deskripsi tentang puncak Skin Tempering yang begitu menakjubkan:

"Membuat kulit berkilau seperti silika, berkilau jernih, sangat kuat dan elastis."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!