NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Kusuma kembali bergabung dengan Sanjaya dan yang lainnya. Tadi dia pergi menerima telpon dari istrinya. Di saat itulah ia tidak sengaja mendengar pembicaraan Arumi dan Anita.

" Pak, saya izin duluan"

" Mau kemana pak Kades"

" Ada kerjaan sedikit di kantor"

" Baiklah "

Setelah berpamitan dengan pak kades dan Anita pun pergi meninggalkan tempat acara. Sedangkan Kusuma dan Sanjaya melanjutkan obrolan mereka.

" Sanjaya, saya boleh tanya sesuatu diluar pekerjaan"

" Boleh tuan"

" Anak muda yang bernama Arumi itu kerja di kebun teh"

" Iya tuan, dia salah satu pekerja yang paling rajin. Kenapa tuan?"

" Tidak apa-apa, bagaimana kehidupannya"

" Kehidupannya tidak baik-baik saja tuan" jawab istri Sanjaya.

" Maksud ibuk nggak baik-baik bagaimana"

" Arumi itu tulang punggung keluarganya tuan. Tapi orang tua dan saudaranya tidak pernah memperlakukan dia dengan baik. Bahkan Arumi tidak pernah mencicipi uang hasil kerjanya"

" Kenapa dia yang menjadi tulang punggung, ayahnya kemana?"

" Ayahnya tidak bisa bekerja lagi setelah mengalami kecelakaan. Makanya Arumi lha sekarang yang jadi tulang punggung keluarganya"

" Apa dia punya saudara "

" Punya tuan, perempuan yang sama pak kades tadi kan kakaknya Arumi"

" Itu kakaknya bekerja "

" Kakaknya baru bekerja. Selama ini uang gaji Arumi habis untuk membiayai kebutuhan dan juga gaya hidup kakaknya "

" Buk, jangan ngomong sembarangan "

" Ibuk ngomong apa adanya kok Pak. Semua orang juga sudah tau bagaimana sifatnya Anita itu"

" Maafkan istri saya tuan "

" Nggak apa-apa Sanjaya"

Sekarang Kusuma sedikit banyaknya sudah tau bagaimana kehidupan Arumi. Apalagi tadi ia sempat mendengar perdebatan Arumi dengan saudaranya. Sepertinya apa yang dikatakan istri Sanjaya ada benarnya.

" Apa tuan mau menginap?"

" Ya, rencananya saya mau menginap di hotel "

" Jarak hotel dari sini kan jauh tuan. Bagaimana kalau tuan menginap di rumah saya "

" Nanti merepotkan Anda, lagipula saya bawa pasukan. Saya cari tempat penginapan yang dekat saja "

" Di kampung sebelah ada tempat menginap yang cukup bagus. Nanti saya antarkan ke sana"

" Baiklah, sekarang saja. Sekalian saya mau keliling melihat kebun sayur disini"

" Baik tuan"

Sanjaya berpamitan dengan istrinya. Ia akan membawa tuan Kusuma untuk melihat-lihat kebun sayur dan juga buah yang ada di kebun petani.

Kusuma meninggalkan amplop untuk Arumi, Rani dan juga ibuk-ibuk yang lainnya. Amplop itu rasa terima kasih Kusuma untuk para pekerjanya, karena sudah bekerja dengan baik.

Setelah suami dan tuan Kusuma pergi, buk mandor menemui Arumi, Rani dan juga ibuk-ibuk yang lainnya.

" Tadi sebelum pergi, tuan Kusuma menitipkan amplop ini untuk kalian "

Semua orang sangat senang mendengar ucapan buk mandor. Mereka tau isi amplop yang dibawa buk mandor. Alhamdulillah mereka dapat rezeki tambahan.

Buk mandor membagikan satu-satu amplop itu pada Arumi dan juga yang lainnya.

" Terima kasih Buk" ucap Arumi dan Rani.

Arumi dan Rani tidak tau berapa jumlah uang yang ada di amplop itu. Nanti mereka akan membukanya.

" Lauknya banyak berlebih, jadi kalian bisa bawa pulang semua makanan yang tersisa. Bagi sama rata"

" Baik Buk, terima kasih"

Ibuk-ibuk senang karena mereka bisa membawa pulang lauknya. Anak dan suami mereka bisa makan enak nanti. Jarang-jarang mereka bisa makan rendang dan juga daging ayam.

" Rum, kamu ambil bihun goreng nggak?"

" Ambil Ran "

Arumi dan Rani mengambil secukupnya. Walaupun mereka diperbolehkan mengambil sebanyak-banyaknya, tapi mereka tidak boleh Maruk.

" Yang mau buah juga boleh ambil, dibelakang banyak" kata buk mandor.

Ibuk-ibuk itu membawa buah semangka dan juga melon. Begitu juga dengan Arumi dan Rani, mereka mengambil masing-masing satu buah. Walaupun buah yang tersisa ada banyak, mereka nggak mau mengambil banyak.

" Berat banget bawaan kita nanti Rum"

" Beratnya karena semangka sama melon"

" Iya, apa kita pinjam gerobaknya buk mandor dulu"

" Nanti kita coba pinjam. Emang kita udah boleh pulang"

" Nggak tau juga Rum, ayo kita tanya"

Arumi dan Rani menemui buk mandor.

" Buk"

" Iya Ran"

" Kita udah boleh pulang"

" Sudah, semua kerjaan sudah beres kan?"

" Sudah Buk"

" Ya udah, kalian boleh pulang"

" Kita pinjam gerobak boleh nggak Buk. Soalnya susah karena bawa melon sama semangka"

" Boleh, ambil di belakang"

" Makasih Buk"

Rani mengambil gerobak dibelakang rumah buk mandor.

" Rum"

" Iya Buk"

" Ini ada sedikit rezeki dari pak Kusuma untuk kamu dan Rani" kata buk mandor sambil memberikan amplop pada Arumi.

" Sampaikan rasa terima kasih kita untuk pak Kusuma, Buk"

" Iya nanti ibuk sampaikan. Uangnya kamu simpan, jangan sampai ketahuan ibuk kamu"

" Baik Buk. Ibuk-ibuk yang lain juga dapat kan Buk"

" Dapat, semua pekerja dapat"

" Alhamdulillah, semoga rezeki pak Kusuma tambah banyak"

" Aamiin "

Setelah memasukkan semua barang-barang yang akan mereka bawa. Arumi dan Rani memutuskan untuk pulang ke rumah. Nanti mereka akan mampir dulu ke kebun kol. Karena kol untuk buat adonan bakwan sudah habis.

" Mau beli berapa banyak Ran?"

" Lima kilo dulu Rum. Nanti kalau habis kita beli lagi"

" Lima kilo juga sudah banyak itu Ran"

" Iya Rum, untuk stok jualan kita"

" Uang modalnya udah kamu tambah?"

" Sudah, nanti modalnya kita kembangkan lagi"

" Semoga jualan kita juga bisa cepat berkembang ya Ran"

" Semoga Rum"

Arumi dan Rani bergantian mendorong gerobaknya. Mereka berdua berhenti saat tiba di perkebunan sayur milik salah satu warga di kampung itu.

" Gerobaknya kita bawa masuk atau tinggalkan diluar aja "

" Bawa masuk aja Rum"

Arumi mendorong gerobaknya masuk ke dalam perkebunan sayur.

" Permisi Buk"

" Neng Rumi sama neng Rani, ada apa Neng?"

" Kolnya masih ada nggak Buk "

" Ada Neng, kebetulan ibuk baru selesai panen "

" Kita mau beli lima kilo Buk "

" Mari duduk dulu Neng "

Suasana di pondok buk Minah sangat sejuk. Pemandangan dari pondok juga sangat indah. Hamparan sayur kol dan juga kembang kol terpampang luas di depan mata.

" Kembang kol berapa sekilonya Buk"

" Tujuh ribu Neng"

" Aku mau kembang kol juga Buk"

" Mau berapa kilo neng Rani "

" Dua kilo aja Buk"

" Kol lima kilo, kembang kol dua kilo"

" Iya Buk"

Buk Minah menimbang kol yang sudah di panen tadi. Dia menimbang sebanyak permintaan Rani. Buk Minah memberi kol dan juga kembang kol lebih untuk Rani.

Selesai di timbang, kol sama kembang kol di masukkan ke dalam kantong plastik. Buk Minah memberi double kantong plastiknya.

" Semua kol dan kembang kol ini mau dibawa kemana Buk?"

" Ke kota Neng. Alhamdulillah sudah ada pelanggan tetap yang ngambil sayuran ibuk"

" Alhamdulillah Buk"

" Iya Neng, ini semua berkat tuan Kusuma. Para petani di sini tidak susah untuk menjual hasil panen mereka"

Arumi dan Rani ikut senang mendengar ucapan buk Minah. Ternyata jasa tuan Kusuma sangat besar untuk warga suka makmur. Pantas saja beliau sangat dihormati.

To be continued.

Jangan lupa kasih dukungannya teman-teman, supaya Feby semangat nulisnya.

Happy reading guys 🤗 🤗

1
Harniati Rifqy
Lanjut lagi
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!