Sandra yang merupakan anak ke 2, ia selalu saja merasa iri dengan Kakak sambungnya Naura.
Akankah mereka akan Baikan?
Buku ke 2 dari "Naura Abyasya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Leo
( Saranku lebih baik Kakak berbicara terlebih dahulu kepada Sandra, karena sebenarnya jika Sandra segera meminta maaf maka urusan ini pasti akan segera selesai. Kasihan juga Naura yang sudah merindukan ayahnya, tetapi ia tidak bisa bertemu dengan ayahnya.)
" Baiklah kalau begitu aku akan membicarakan mengenai hal ini kepada Sandra, Dan semoga saja Ia mau bertemu dengan Naura untuk meminta maaf dalam waktu dekat."
( Obrolkan saja terlebih dahulu dengan Sandra, Dan semoga saja apa yang kita inginkan bisa segera terjadi. Jujur saja Aku juga merasa kasihan kepada Naura yang sering menangis karena tidak bisa bertemu dengan ayahnya, Iya sebenarnya sangat merindukan ayahnya dan juga khawatir kalau tidak bisa bertemu dengan ayahnya lagi setelah ini.)
" Ternyata pemikiran Naura sama denganku, kalau begitu aku akan terus berusaha agar Rangga mau mengizinkan aura untuk bertemu dengan ayah."
" Semangat kak."
Mereka pun terus saja melanjutkan obrolan itu, hingga akhirnya mereka merasa mendapatkan keputusan final. Sambungan telepon itu pun segera terputus, dan mereka memutuskan untuk beristirahat. Dan esok hari akan melaksanakan apa yang mereka rencanakan, walaupun mereka tidak yakin akan bisa melaksanakannya dengan baik.
...🐈🐈🐈...
Rangga saat ini sedang mengontrol bersama dengan Karin, tentunya mereka berdua sudah membahas mengenai masa depan kedua Putri mereka. Putri mereka saat ini memang masih berusia 1 tahun, tetapi mereka berharap kalau keduanya bisa hidup damai. Mereka pun mulai menyusun sebuah tabungan untuk masa depan kedua anaknya, Karena Mereka takut kalau usahanya tidak akan berlanjut hingga mereka tua nantinya.
" Kira-kira kita harus menyiapkan tabungan apa untuk kedua Putri kita ini mas?"
" Aku berencana menyimpan deposit bank untuk mereka berdua, dengan begitu jika memang kita jatuh nantinya mereka berdua tidak akan hidup susah. Atau setidaknya mereka masih bisa melanjutkan pendidikan mereka, walaupun bukan di universitas terkenal."
" Ternyata kau juga memiliki kekhawatiran yang sama denganku, aku juga takut anak-anak kita nantinya akan jatuh. Kita tidak pernah mengetahui bagaimana takdir kehidupan kita, dan aku hanya takut disaat putri-putri kita ini mulai dewasa kita justru jatuh dalam bisnis ini."
" Sebagai seorang pebisnis kami memang harus menggantungkan semuanya, yang namanya bisnis terkadang ramai dan juga terkadang sepi. Tidak ada yang tahu bagaimana kejadian berikutnya, apakah perusahaan masih berjalan atau tidak dengan kisah perusahaan yang tidak kita ketahui."
" Sepertinya kita bukan hanya harus menyimpan deposit saja mas, tetapi kita juga harus menyimpan hal lain untuk masa depan kedua Putri kita ini."
" Ulfa dan Umaira adalah kedua putriku, dan aku akan berusaha untuk membahagiakan mereka berdua. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kedua permata hatiku ini, siapapun itu jika ingin menyakiti keduanya maka harus melewati aku terlebih dahulu."
" Aku yakin kedua gadis kecil kita ini nantinya akan tumbuh menjadi anak-anak yang cantik, dan karena itu kita juga harus memperketat penjagaan kepada mereka berdua. Untuk saat ini saja perkembangan zaman sudah sangat mengerikan, apalagi ketika kedua Putri kita ini mulai dewasa nantinya."
" Aku berjanji dan berusaha akan selalu melindungi kedua Putri kita ini, aku juga akan melakukan segala cara agar perusahaan kita tetap berjaya agar kedua Putri kita ini tidak akan merasakan yang namanya jatuh miskin."
" Semoga saja kita akan selalu terus di atas dan Putri kita tidak akan pernah merasakan apa yang namanya miskin, Sebab aku juga tidak ingin melihat mereka menderita Mas. Aku sudah pernah hidup dalam jatuh, karena itu aku tidak ingin kedua Putri kita merasakan hal yang pernah aku rasakan dulu."
" Aku akan selalu berusaha agar kedua Putri kita ini tidak merasakan yang namanya jatuh, dengan begitu kedua Putri kita ini bisa terus saja mengangkat kepalanya di depan begitu banyak orang."
" Semoga saja Putri kita tidak akan pernah merasakan apa yang pernah kita rasakan dulu, aku takut mereka akan tidak sanggup jika harus merasakan hal tersebut."
Tentunya keduanya membincangkan tentang rencana masa depan untuk kedua Putri kembarnya, karena mereka tidak ingin kedua Putri kembarnya merasakan apa yang pernah mereka rasakan dahulu. Dan mereka hanya takut kalau kedua Putri kembarnya itu tidak akan sanggup merasakannya, mereka hanya ingin kedua Putri kembarnya itu selalu hidup bahagia. Tanpa merasakan penderitaan yang menyakitkan, dan akan selalu bahagia.
...🐖🐖🐖...
Sang surya telah menyapa, kedua pasangan kembar itu akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan Rangga. Hari ini mereka berempat sengaja untuk bertemu dengan Rangga, tentunya mereka ingin meminta izin untuk diperbolehkan bertemu dengan Abiansyah. Awalnya Kevin dan juga Prima enggan untuk berbicara dengan Rangga, tetapi dengan bujuk rayu dari kedua kekasihnya itu akhirnya mereka pun mau untuk berbicara dengan Rangga.
" Ada apa kalian berempat datang untuk menemui ku?"
" Naura juga minta izin untuk bertemu dengan ayah."
" Bukannya sebelumnya kakak tahu mengatakan kalau Sandra belum datang menemui mu untuk meminta maaf maka kau tidak diperbolehkan untuk menemui ayahmu itu."
" Tetapi saat ini Ayah sedang sakit Kak, aku takut kalau tidak akan bisa bertemu dengannya lagi."
" Kau tidak perlu merasa takut, Kakak yakin ayahmu itu pasti bisa sembuh Dan Kau pasti akan bisa bertemu dengannya sebelum ia pergi meninggalkan dunia ini."
" Tapi tetap saja aku khawatir dia akan pergi meninggalkan dunia ini terlebih dahulu sebelum bisa bertemu dengan kami berdua."
" Kalau begitu segera diskusikan kepada Leo untuk membujuk Sandra agar segera meminta maaf kepadamu, agar kalian bisa bertemu dengan ayah kalian."
" Sampai saat ini saja aku tidak mengetahui Di mana keberadaan Sandra, dia tampak sama tanya ketika bertemu denganku bukannya meminta maaf tetapi lari seperti orang ketakutan."
" Kakak tidak mau tahu dan juga tidak mau mendengar alasanmu itu Naura, yang terpenting sesuai dengan semua kesepakatan yang telah kita bangun selama ini. Dan jika kau berani menemui ayahmu tanpa izin dari kakak, maka Kakak akan memberikan hukuman kepadamu dan mungkin Kakak akan membuat kau dan Kevin putus." ucapnya yang tentu saja membuat Kevin sangat terkejut.
" Mengapa Kakak membawa hubunganku dan Kevin, aku dan Kevin tidak ada masalah Kak. Tolong jangan libatkan Kevin dalam masalah ini."
" Jika memang kau memang menyayangi Kevin, maka Kakak yakin kau tidak akan mau untuk putus dari Kevin. Jadi jangan pernah bertemu dengan ayahmu sebelum persetujuan dari kakak, setidaknya jangan pernah bertemu sebelum Sandra menemui mu untuk berminta maaf. Ketika Sandra telah menemui mu untuk meminta maaf, maka kau baru boleh bertemu dengan ayahmu itu. Jika kamu menemuinya tanpa Sandra meminta maaf dan juga persetujuan dariku, hubunganmu dengan Kevin dengan segera berakhir dan aku akan langsung menjodohkan mu dengan seorang pemuda yang menurutku memang bisa menjagamu lebih baik daripada Kevin." ucapnya dan tentunya membuat Naira menjadi penasaran dengan siapa sebenarnya sosok yang dibilang oleh Rangga.