NovelToon NovelToon
Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Minaaida

Setelah lima tahun menikah, miliarder Axel Stone yakin bahwa istrinya, Olivia Stone, tidak mencintainya. Olivia juga yakin bahwa suaminya masih mencintai mantannya dan pernikahan mereka hanyalah pernikahan demi kepentingan semata. Axel menyerahkan surat gugatan cerai kepadanya, tetapi segera menyesali keputusan impulsifnya itu. Dalam upaya putus asa untuk memenangkan hatinya kembali, Axel menunda proses perceraian tersebut. Olivia, yang sudah muak dengan pertemuan-pertemuan suaminya dengan mantannya, memutuskan untuk tetap melanjutkan proses perceraian.

Apa yang akan dilakukan Axel ketika ia menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya? Akankah Olivia membuatnya membayar atas pengkhianatannya atau justru jatuh cinta padanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.20 Pulang Ke Rumah Orang Tua

"Olivia, jadi kamu mau tinggal di rumah ini atau apa? Maukah kamu menunggu sampai papa dan mama aku pulang dari makan siang?" pinta Alex.

Aku sebenarnya belum memikirkan apa yang akan kulakukan setelah pernikahanku berakhir. Namun satu hal yang pasti, aku tidak mungkin lagi tinggal satu atap yang sama dengannya. Semua itu hanya akan mengingatkanku tentang kegagalan pernikahanku.

Aku juga tidak sanggup menghadapi orangtuanya. Aku tidak ingin ada orang lain lagi yang mencoba membuatku memikirkan kembali keputusanku.

"Aku akan kembali ke rumah orangtuaku." ucapku, nyaris seperti bergumam. Aku tahu, semua ini adalah keputusan yang salah namun

Aku tidak punya pilihan lain untuk saat ini.

Alex tertegun sejenak, menatapku dengan tatapan tidak percaya, "Apa kamu yakin mau kembali ke rumah orang tuamu?" tanya Alex, suaranya penuh kekhawatiran.

Alex tahu betul bagaimana hubunganku dengan kedua orangtuaku. Dia juga tahu bahwa mereka tidak akan menerima kabar perceraian kami dengan lapang dada.

Aku hanya mengangguk singkat. "Ya, aku yakin sekali." jawabku.

Setelah itu, aku berjalan pergi meninggalkan Alex menuju ke kamarku. Meskipun semua ini adalah keputusanku sendiri untuk mengakhiri pernikahan ini, namun tetap saja, rasanya seperti mimpi buruk yang menyakitkan.

Aku bukan lagi wanita yang menikah. Aku bukan lagi istri seorang jutawan. Setelah lima tahun terikat dalam pernikahan palsu, aku sekarang wanita single.

Aku berharap segalanya bisa berbeda. Aku harap perceraian ini tidak pernah ada.

Yah, semua ini memang harus dilakukan demi kesehatan mental ku. Aku sudah tidak percaya Alex lagi. Lagi pula, mantannya sudah kembali ke kota ini dan seperti sudah tak ada lagi yang bisa aku lakukan.

Berdiri di depan kaca dan memandangi pantulan diriku sendiri, aku membiarkan air mata yang sejak tadi kutahan, mengalir jatuh melewati kedua pipiku. Hanya kepada cermin aku bisa jujur dan menampilkan sisi lemahku.

Perasaanku bercampur aduk, aku marah dan sedih, namun sedikit lega. Aku berulang kali menarik nafas untuk menenangkan diri sebelum membasuh wajahku di wastafel.

Setelah diam beberapa saat, aku keluar dari kamar mandi dan mulai mengemasi barang-barangku ke dalam koper. Alexander duduk di atas tempat tidur, menatapku dengan perasaan campur aduk, sedih dan menyesal.

Aku menghindari kontak mata dengan Alex, karena aku tidak ingin melihat luka di matanya.

Hanya beberapa menit saja aku sudah selesai mengemasi barang-barangku. Aku hanya membawa beberapa helai baju saja, dan meninggalkan semua kenangan tentang pernikahan kami.

Aku tidak ingin mengingat lagi semua kenangan itu, baik dulu atau pun nanti di masa depan.

"Olivia, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Alex, saat aku baru selesai menutup resleting koperku, memecahkan kesunyian yang canggung di antara kami.

Aku ragu, kemudian menoleh padanya sejenak sebelum akhirnya aku mengangguk juga. "Apa itu?" tanyaku dengan sopan.

Alex menelan ludah sebelum melanjutkan perkataannya. Aku menatapnya dengan penuh tanda tanya. "Apakah kamu masih mencintaiku..?" tanya Alex, suaranya nyaris seperti berbisik.

Tentu saja, aku masih mencintainya. Aku selalu mencintainya dan tidak akan mudah bagiku untuk berhenti mencintainya.

Aku menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaannya. "Aku tidak tahu Alex, mungkin dulu iya, tapi untuk saat ini, aku tidak yakin, terlebih setelah aku tahu kamu mencintai orang lain."

Aku tidak bisa berkata jujur padanya tentang isi hatiku. Pernikahan ini telah berakhir dan tidak ada gunanya lagi mengatakan hal itu. Semua itu akan lebih mudah bagi kami untuk saling melepaskan diri.

Kekecewaan jelas sekali terpancar di wajah Alex. Dia menganggukkan kepalanya.

"Baiklah, namun satu hal yang harus kamu tahu sebelum kamu pergi," dia berkata dengan suara pecah, "Aku selalu mencintaimu dan akan selalu mencintaimu. Dan mengenai Claudia, dia hanya seorang teman. Aku hanya pergi keluar untuk bertemu dengannya, dan mengenai aku memberinya sebuah kalung, itu hanya untuk mengetahui bagaimana reaksi mu?"

Penjelasan Alex membuatku sedikit lega, namun semua itu sudah terlambat. Semua itu tidak akan mengubah apapun yang sudah terjadi di antara kami. Aku perlu move on dari hidupku.

"Alex, aku masih peduli padamu, sangat peduli." Aku berjalan mendekatinya dan meraih tangannya. "Tapi kita justru lebih baik tanpa satu sama lain. Dan sekarang aku harus pergi."

"Aku harap kita menemukan jalan kita masing-masing." Alex bangun dari tempat tidur dan memelukku, dia juga memberi kecupan di keningku.

Aku mendorong dan segera meraih koperku yang sudah terkunci rapat.

Alex membantuku menarik koper sampai ke garasi. "Jangan ragu untuk menghubungiku jika kamu membutuhkan sesuatu," saat aku sudah duduk di kursi kemudi, aku hanya mengangguk.

Dia masih berdiri di sana saat aku sudah menyalakan mobil. Saat aku sudah melaju meninggalkan rumah, aku masih melihat Alex berdiri di sana melalui kaca spion. Air mataku jatuh menetes di pipiku saat aku menyadari pernikahanku sudah berakhir. Semuanya terjadi begitu cepat.

Aku mengusap air mataku yang jatuh dengan punggung tanganku dan fokus menyetir mobil. Aku harus mempersiapkan diri untuk bertemu dengan kedua orangtuaku.

***

"Olivia, apa yang terjadi? Mengapa kamu kesini dengan membawa koper?" ibuku segera bangkit dari sofa begitu dia melihatku berjalan memasuki pintu.

Aku menarik napas panjang sebelum menjawab pertanyaan ibuku.

"Mom, Alex dan aku akhirnya resmi bercerai beberapa menit lalu. Jadi, aku kembali ke rumah." Jawabanku yang enteng membuat dia marah luar biasa.

"OLIVIA!" bentaknya, dia memegangi kepalanya.

Aku sudah menduga tentang reaksinya, jadi aku sama sekali tidak terkejut. Aku hanya berdiri diam di sana, menunggu dia tentang menceramahi ku karena aku telah menghancurkan pernikahanku.

"Kamu harus kembali ke sana. Kamu harus memperbaiki pernikahanmu. Kamu tidak bisa tinggal di sini." Bentak ibuku, dia benar-benar marah, namun aku hanya terkekeh garing.

"Semuanya sudah berakhir dan tidak ada yang bisa kau lakukan untuk memperbaiki semua itu." jawabku sambil berlalu hendak berjalan menuju ke kamarku namun ibuku langsung mencegat ku.

"Tidak bisa! Kamu jangan membuat malu keluarga. Apa yang akan blog - blog dan juga orang - orang katakan tentang kegagalan pernikahanmu?" Mata ibuku berkilat penuh tekad, tapi aku tidak akan membiarkannya mencampuri keputusan untukku lagi.

Aku dengan lembut menarik tanganku dan mundur beberapa langkah. "Mom, orang-orang dan juga blog - blogs itu hanya membicarakan tentang aku, bukan kamu, jadi kamu jangan khawatir. Aku sudah siap dengan semua itu dan berhentilah untuk mencemaskan pernikahanku karena semua sudah berakhir. Dan tak ada yang bisa kamu lakukan dengan semua itu."

Ibuku berdiri di sana dengan mulut terbuka, tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut ku.

Saat aku mulai menaiki anak tangga, pintu terbuka dari luar dan ayahku masuk ke ruang tamu.

"Apa yang terjadi di sini?"

1
Mariani Ajja
ini lakinya yg goblok nih
Mariani Ajja
lanjut Thor...
olyv
lanjut
Nessa
lanjut thor 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Nessa
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!