NovelToon NovelToon
Puncak Kultivasi Tertinggi

Puncak Kultivasi Tertinggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Romansa Fantasi / Spiritual / Action / Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Di dunia yang mengandalkan kekuatan sebagai hal utama, Yan Jian— seorang Tuan Muda yang terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri. Namun, di saat ia benar-benar berada pada titik terendah, ia mendapatkan kepercayaan dari Permaisuri Es, sehingga Permaisuri Es pun mengorbankan dirinya untuk menjadi Roh Bela Diri Yan Jian.

Setelah mendapatkan Roh Bela Diri Permaisuri Es dan Salju, Yan Jian pun bertekad untuk membalaskan dendamnya terhadap kedua pamannya yang telah membunuh orang tuanya. Namun, perjalanannya di dunia kultivasi tidaklah mudah. Berulang kali terjatuh dan hampir mati.

Bagaimana kisah Yan Jian untuk bertahan di kerasnya kehidupan ini? Yuk, ikuti keseruan petualangan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Kediaman Keluarga Liu penuh sesak. Di halaman depan, begitu banyak orang yang telah berkumpul, dari yang muda hingga yang tua, bahkan ada juga pria tua yang nampak usianya melebihi lima puluh tahun.

Di tengah lapangan tembok batu bata, ada arena bela diri berbentuk lingkaran. Dan dalam jarak dua puluh meter dari lapangan adalah Kediaman Keluarga Liu yang cukup megah dan besar, memiliki tiga tingkat lantai rumah dengan cat dinding berwarna putih dan beberapa bagian di cat berwarna biru.

Di depan gerbang, barisan pria masih tak terhitung jumlahnya. Terdapat dua barisan; satu barisan untuk mereka yang ingin menonton, dan satu barisan lainnya untuk mereka yang ingin mendaftar sebagai peserta sayembara atau yang mereka sebut sebagai kompetisi kecil.

Saat itu, tibalah bagi Yan Jian untuk menulis namanya di daftar pengunjung untuk menonton acara tersebut bersama Xiao Yu, yang hendak menyaksikan karena ia tak bisa ikut serta. Kompetisi kecil itu di adakan khusus untuk para pria, tanpa batasan usia.

"Siapa namamu, anak muda?" tanya seorang pria paruh baya yang bertugas mencatat daftar pengunjung.

"Xiao Yan!" jawabnya dengan tenang.

Pria itu pun mencatat nama Xiao Yan dalam daftar buku pengunjung. Namun, setelah mencatat namanya, pria paruh baya itu menatap Xiao Yan dari ujung kaki hingga ujung kepala, dengan tatapan yang menilai.

"Anak muda! Kau membawa sebilah pedang, tapi kenapa kau tidak ikut serta dalam kompetisi ini?" pria paruh baya itu bertanya kepada Xiao Yan.

Pria Muda itu terkekeh lalu menunjukan rasa hormatnya. Kedua tangan bertumpuk didepannya, dengan segaris senyuman, ia pun kemudian berbicara; "Ah, kemampuanku dalam berpedang maupun bela diri masih sangat dangkal, aku tidak mempunyai keberanian untuk hal besar seperti ini." ucap Xiao Yan, segaris senyumannya masih menggantung di bibirnya.

Pria itu pun tertawa, lalu berbicara kembali. "Aishhh! Padahal, Nona Liu Qingchen sangatlah cantik, bahkan saking cantiknya, membuat dia disebut-sebut sebagai Dewi. Kau akan menyesal jika tidak mengikutinya, Saudara kecil Xiao Yan!" ujar pria paruh baya itu.

Xiao Yan kembali menumpukkan kedua tangannya di depan, kemudian berbicara, "Terimakasih atas tawarannya, Senior." kata Xiao Yan, ramah.

Xiao Yan pun telah selesai mengisi daftar kunjungan bersama Xiao Yu. Mereka pun lekas berjalan tenang memasuki halaman depan Kediaman Keluarga Liu.

Saat itu, Shi Wang terlihat telah berada di tepi Arena Pertarungan, bersama peserta-peserta lainnya yang terlihat sangat kuat dan memiliki kemampuan tinggi.

Suasana ramai memenuhi halaman depan, dilengkapi dengan hembusan angin di sore hari yang sejuk, matahari bersinar terang, tetapi awan tebal menutupi cahayanya.

Gong!

Pukulan Gong bergaung, mengeluarkan suara dengungan yang membuat suasana ramai dan berisik itu seketika menjadi begitu hening.

"Kepala Keluarga Liu Mubai telah tiba!" seru seorang pria dengan suara yang lantang.

Dari pintu utama Kediaman Keluarga Liu, sosok laki gagah dan penuh wibawa, muncul bersama beberapa orang disisinya. Tidak jauh dari situ, ada seorang gadis berpakaian putih mengenakan topi berkerudung. Wajahnya tertutup kerudung tipis, dan sosoknya proporsional. Ia tidak terlalu kurus maupun terlalu gemuk. Di pinggangnya tergantung pedang panjang bersarung putih salju dan pedang sempit bersarung hijau. Kehadirannya yang penuh teka-teki semakin menonjol berkat pakaian putih khasnya dan topi berkerudung yang menutupi wajahnya, membuat niat dan latar belakangnya diselimuti kerahasiaan. Ia memiliki pesona yang memikat dan sosok yang anggun, menambah daya tariknya. Dia adalah Liu Qingchen, Nona Muda Keluarga Liu.

"Hm! Jian, apa kau yakin tidak ingin mendapatkan gadis itu? Dia sangat cantik!" kata Xiao Yu.

"Kak, panggil aku Xiao Yan! Jangan sampai orang-orang tahu nama asliku! Biar bagaimanapun, kita sedang dalam perjalanan menuju Kota Api." kata Yan Jian dengan nada yang rendah, hampir tak terdengar.

"A— a, aha haa! Ba— baiklah, Xiao Yan." sahut Xiao Yu, dia belum terbiasa untuk memanggil adiknya itu dengan nama samaran.

"Hm! Lagi pula, hatiku sudah terisi oleh satu sosok yang tidak akan mungkin tergantikan." ucap Yan Jian, tetapi pandangannya tertuju ke depan; memperhatikan para bangsawan Keluarga Liu yang baru saja datang.

"Hah? Siapa? Kenapa aku tidak mengetahuinya, siapa wanita itu, adik?" Xiao Yu terkejut, ia berbicara seperti itu dengan suara yang penuh dengan rasa penasaran.

Tanpa sedikitpun rasa ragu, pemuda itu menjawabnya, "Dewi Yun Xi!" jawab Xiao Yan.

Mendengarnya, membuat kedua sudut mata Xiao Yu melebar.

"Jian ...." Xiao Yu berteriak dengan suara yang lantang sembari menghentakkan sebelah kakinya di atas permukaan lantai tembok batu bata, menciptakan satu hempasan udara yang cukup kuat, "Apa kau bodoh? Dia itu peringkat ketiga daftar surgawi, kau ...."

Buru-buru Yan Jian membungkam mulut Xiao Yu menggunakan telapak tangannya.

"Kak, pelankan suaramu!" desis Yan Jian.

Namun, suara Xiao Yu yang lantang telah menggema di halaman depan Kediaman Keluarga Liu, membuat semua orang memalingkan pandangannya, semuanya mengarah kepada Xiao Yu dan juga Yan Jian.

Bahkan, Shi Wang pun memusatkan pandangannya kepada Yan Jian sembari memasang ekspresi yang sinis.

"Ternyata aku tidak salah, dia ... adalah Yan Jian, cih!" gumam Shi Wang, mendecih pelan. Ekspresi wajahnya sangat menunjukan kesan tidak enak di saat ia mengetahui bahwa bocah laki-laki itu adalah Yan Jian.

1
Suci Nurhanifah
Akhirnya sang MC menunjukan. kekuatannya 👍
APRILAH: /Determined//Hammer//Hammer/
total 1 replies
Zhao Xiang'er
Walah🤭 rupanya Yan Jian memiliki kekuatan tersembunyi 💪💪💪
APRILAH: /Grin//Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
Nanang Supriyatna
update lagi Thor semangat Thor 💪💪🔥🔥🔥🌹🌹🌹🌹
APRILAH: Siyap kak
total 1 replies
Nanik S
Mcnya tengil juga... lebih bagus cerita ini jika Mcnya tdk gampang tergoda caewk
APRILAH: wkwkwk, kalo di cerita ini mah beda sama Xiao Chen, kalo Xiao Chen dia friendly, kalo Yan Jian dibikin tengil
total 1 replies
Suci Nurhanifah
Lanjut
APRILAH: siyappp
total 1 replies
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Cerita dimulai dari derita 🐉🌀
APRILAH: /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
Nanang Supriyatna
update lagi Thor, jgn di potong begitu Tho ceritanya..🔥🔥🔥
APRILAH: siyapp kak Nanang 🙏
total 1 replies
desember
Mantap Jiwa ❤️❤️
Seru dan sangat mudah dimengerti alurnya Thor. Tapi agak lambat buat naikin kekuatannya Yan Jian. Semangat thor
APRILAH: Hehehe, terimakasih bintang lima nya kak
total 1 replies
desember
Seru Thor 💪💪 satu vote meluncur 🙏🙏
APRILAH: semoga bisa terus menghibur ya kak
total 1 replies
desember
lanjut
desember
mantap juga nyalinya Yan Jian /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
APRILAH: /Grin//Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
desember
Ayo bangkit Yan Jian 💪💪💪
desember
Muncul lagi dua hama 👊
desember
kasih paham Lang
desember
Puihhhhh!!! busuknya itu pak tua Yan Hong 👊👊 pengen banget kupatahkan lidahnya /Panic//Panic//Panic/
APRILAH: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
desember
Bagus
APRILAH: terimakasih kak
total 1 replies
desember
Seorang bocah kecil harus menanggung pahitnya kenyataan. Kasian banget Yan Jian.
Nanik S
Lanjut
APRILAH: siyap kak nanik
total 1 replies
Nanik S
Yan Jian.... tolak saja Cewek keluarga Liu yang Arogan
APRILAH: mwehehehe
total 1 replies
Wang Yuxiu
lanjutkan ketua
APRILAH: siyapp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!