Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....
CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.
Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.
Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.
suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 3
Malam hari.
Di meja makan rumah mewah keluarga Brandon Tan.
Terlihat semua keluarga besar Tan sedang berkumpul untuk menikmati makan malam.
Tak ada yang bersuara dari bibir orang-orang yang ada di situ.
Brandon tan memiliki 3 anak, anak pertama bernama Arlon tan, putra mahkota mereka, sudah menikah dan memiliki 2 anak.
yang kedua Shopia tan Istri dari Bastian, dan memiliki satu anak .
yang ketiga adalah Haedar Tan, putra ketiga keluarga Tan dan sudah menikah juga dan memiliki satu anak yang masih berusia satu tahun.
Marisa Tan nama Istri dari Brandon Tan, dulunya dia adalah seorang artis terkenal yang bernama Marisa Irawan.
Wataknya tak jauh dengan suaminya, dia sangat sombong dan Arogan.
Hanya Haedar tan yang selalu terlihat baik pada Bastian.
Haedar orangnya pendiam, dia tak banyak bicara, jika ada yang menyudutkan Bastian, Haedar lebih memilih diam dan pergi.
Brando tan tak mengizinkan para anaknya keluarga dari rumah itu, walaupun mereka semua sudah berkeluarga .
Brandon mengancam mereka, tidak akan memberikan warisan se sen pun jika salah satu dari mereka keluarga dari rumah nya.
Rumah Brandon Tan memang sangat besar bak istana, fasilitas di sana sangat lengkap, segala kebutuhan mereka terpenuhi di dalam rumah itu.
Tapi bagi Bastian rumah itu adalah sebuah penjara yang berlapis emas.
Bastian melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah besar itu dengan tubuh yang lelah.
Bastian melewati ruang makan di mana semua orang berkumpul di meja makan.
Bastian melewati mereka tanpa menyapa mereka, saat ini perasaannya sedang tidak enak.
Bastian ingin langsung ke kamar dan beristirahat.
Tapi baru saja ia melewati mereka suara ibu mertuanya sudah menegurnya.
" Mau kemana kamu, waktunya makan malam, duduklah " kata Marisa dengan suara yang sedikit keras.
Bastian menghentikan langkahnya .
" Aku tidak lapar " kata Bastian tanpa menoleh ke arah mereka.
Bastian tahu, dia akan jadi bulan-bulan oleh keluarga istrinya karena hasil rapat tadi siang.
" Bastian duduk !!"
Suara Brandon menggema di ruangan itu.
sejenak suasana hening, Bastian masih berdiri di tempatnya.
Vallen menatap sendu Daddynya, matanya terus menatap ke arah punggung Daddynya.
Suara mertuanya terdengar keras di telinganya.
" Jangan berani kamu mengabaikan kami " kata Brandon tegas.
Semua orang yang ada di situ tak ada yang berani bersuara.
" Duduk di tempatmu "
" Kalau bukan karena saya, kamu masih akan mengurus perusahaan kecilmu itu, dan namamu tidak akan bisa berdiri di jajaran pengusaha ternama "
Bastian mengangkat pandangan.
Perusahaan kecil?
Perusahaan milik ayahnya memang hanya memiliki ratusan karyawan.
Memang tidak sebesar perusahaan keluarga Tan yang memiliki ribuan karyawan dan cabang di mana-mana bahkan diluar negeri.
Namun seperti biasa...
Mereka selalu merendahkan keluarganya.
" Bastian seharusnya kamu bersyukur bisa berada di antara kita " Kata Arlon tiba-tiba.
" Apa kamu marah karena hasil rapat tadi siang ".
" Apa kamu marah karena aku menggunakan proposalmu atas namaku " kata Arlon lagi.
" Sudahlah, itu hal kecil yang harus kamu lakukan untuk keluarga kita " kata Arlon.
Bastian membalikkan badannya dan menatap Arlon tajam.
Hal kecil????
Ucapan itu membuat sesak dadanya.
" Duduklah dan makanlah, banyak orang yang ingin berada di posisimu, kamu harus bersyukur " kata Marisa .
Bastian menghela nafas berat,
Seolah dirinya memang pria yang harus bersyukur karena telah diterima keluarga mereka.
"Kenapa diam? apa kamu nggak dengar kata mamamu," kata Brandon.
Bastian masih berdiri di tempatnya , ia menatap satu persatu keluarga istrinya.
Lantas ia tersenyum pahit dan langsung berbalik dan melangkah pergi ke kamarnya, ia tak menghiraukan teriakan papa mertuanya.
Ia tak ingin mengatakan apapun pada mereka, tak ingin berdebat dengan mereka, karena ia tahu seberapa banyak ia berkata, mereka tetap tidak akan mendengarkannya.
*******
Bastian berdiri di balkon kamar.
Angin malam berhembus pelan.
Di tangannya terdapat sebuah foto lama.
Foto dirinya bersama kedua orang tuanya.
Saat itu mereka berdiri di depan kantor pusat perusahaan keluarga Pradana.
Sederhana.
Namun penuh kebanggaan.
Ayahnya pernah berkata,
" Nak, seorang lelaki boleh kehilangan uang."
" Boleh kehilangan jabatan."
" Boleh kehilangan segalanya."
" Tapi jangan pernah kehilangan harga dirimu."
Bastian menatap langit.
Lalu tertawa pelan.
Ironis.
Karena saat ini justru harga dirinya yang perlahan hilang sedikit demi sedikit.
Bukan oleh orang asing.
Melainkan oleh keluarga yang setiap hari ia sebut sebagai keluarga sendiri.
Dan yang paling menyakitkan...
Adalah orang yang pernah ia cintai sepenuh hati dan berjanji akan selalu berada di sisinya, kini entah di mana ia berada.
Shopia istrinya, orang yang seharusnya memeluknya saat-saat di mana ia ingin menangkan hatinya, di mana saat ia terpuruk, ia ingin istrinya berada di sisinya memberikan kekuatan untuk dirinya.
Tapi saat ini malah istrinya berlibur dan bersenang-senang di luar sana.
Dada Bastian terasa sesak, kepala Bastian menengadah keatas untuk mencegah air matanya agar tidak turun, sambil tangannya menggenggam foto itu erat.
Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun...
Sebuah pertanyaan muncul dalam benaknya.
Apakah semua ini masih layak dipertahankan?
Ataukah sudah saatnya ia berhenti menjadi sebuah bayangan yang samar.
Dan malam itu...
Ia ingin menjadi dirinya sendiri, ia tak ingin jadi bayangan atau boneka lagi.
Bastian melangkah ke dalam kamarnya, ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya dan memejamkan matanya
tok...tok...tok...
Bastian membuka matanya kembali saat mendengar pintu kamarnya di ketuk pelan.
Bastian melangkah ke arah pintu dan membuka pintu itu.
Bibir Bastian tersenyum lebar saat melihat bidadari kecilnya berdiri di depan pintunya dengan membawa boneka kelinci bertelinga panjang dan selimut yang di seret dari kamarnya.
" Vallen boleh tidur dengan Daddy, di kamar Vallen banyak nyamuk, vallen tidak bisa tidur, karena nyamuknya nakal " kata Vallen dengan kepala terangkat ke atas.
Bastian terkekeh pelan dan langsung mengambil tubuh ,putrinya.
" Tentu saja boleh " kata Bastian sambil menggendong tubuh mungil putrinya.
Di atas tempat tidur keduanya berbaring bersama, Vallen menatap sendu wajah Daddy.
" Daddy pasti capek ya, harus kerja setiap hari "
Vallen mengusap lembut wajah Daddynya.
" Hari ini Vallen mau memberi Daddy kekuatan, agar Daddy terus semangat " Kata Vallen.
Bastian tersenyum tipis.
Lantas Vallen memeluk Daddy dan menepuk nepuk punggung Daddynya.
" Daddy adalah jagoannya Vallen, Daddy tidak boleh lemah, Daddy harus menjadi kuat, karena Daddy adalah pahlawannya Vallen "
Bastian tahu apa yang di maksud Vallen, Bastian tahu vallen pasti mengerti dengan apa yang terjadi tadi.
Karena itulah yang dilakukan Vallen jika setiap kali orang-orang rumah ini meremehkannya.
Vallen adalah anak yang sangat cerdas, ia bisa membaca situasi yang ada di sekitar kita, ini tidak ki pertama ia melihat Daddy di perlakuan seperti itu.
Dan inilah yang dilakukan putrinya untuk menyemangatinya, membuat dirinya kuat dan bertahan di istana emas yang berjeruji tajam.
Bastian begitu terharu, Bastian mencium kepala putrinya yang ada di dadanya.
" Terimakasih sayang...."
tak lama keduanya terlelap dengan mimpi mereka masing-masing-masing.
######
jadi semakin penasaran nichh...
Gimana posis si bocah kodok gemblung... 🥰🥰🥰
akan kah Visi Misinya akan lanCar jaya & berhasil tertama membongkar kebusukan Shofia bersama selingkuhannya yang ternyata masih teman Bastian.. 😡😡😡
Semoga Ghani bantu Si Bocah kodok Gemblung dengabfotalitas agar segera selesai tuch urusan dan Ghina bisa hidup bahagia bersama Bastian juga princes kecilnya.. 💙💛💙😘😘😘
🥰🥰
Terima kasih Upnya Kak Mia..
apa yang sebenarnya Zayn pikirkan dengan situasi seperti yang di alami Ghina serta tujuan intinya terhadap Bastian maupun keluarga Tan..
soga semua akan terungkap dengan berjalannya waktu dn Bastian bebas dari belenggu keluarga Tan lebih dari istri laknatnya..😡😡😡
cepat up lg ya thor biar g darting kbnyakan pikiran
dengan nempunyai istri jalang, mertua dan klrga istri yg Diktator. merasa plg hrbat, padahal yg bekerja mati2 an Bastian. mwreka hanya ti ggal mengambil hasil pemikirn dan kerja keras ny 😔😔😔