NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Inara Khadeeja Prameswari menikah dengan Mahesa Dirgantara. Mereka menikah sudah satu tahun, pernikahan perjodohan yang di lakukan dua keluarga. Saat itu Mahesa berstatus duda. Sedangkan Inara baru saja lulus kuliah.

Selama pernikahan, tak pernah ada percekcokan apapun. Dua tahun pernikahan mereka terasa dingin. Tak ada panggilan sayang atau apapun yang romantis dari Mahesa. Inara tahu jika dalam hati suaminya masih ada mantan istri yang pergi entah kemana. Clarissa

Inara berusaha menjadi istri yang baik walau tak pernah di anggap oleh suaminya. Dia berharap dengan kesabaran dan ketulusannya, akan membuat Mahesa jatuh cinta padanya. Melihatnya sebagai seorang wanita, sebagai istrinya. Bukan sebagai teman satu rumah. Bahkan Mahesa tak segan bersikap kasar padanya. Seolah Inara tak ada artinya untuk Mahesa.

Namun, akhirnya Inara menyerah setelah Clarissa kembali dengan cerita sedih dan penyakitnya. Pakah setelah ini Mahesa akan menyesal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inara 3

Lantai ruang kerja itu terasa seolah amblas di bawah kaki Inara. Pengakuan Mahesa tentang "utang" ayahnya menjadi pukulan yang jauh lebih mematikan daripada perselingkuhan mana pun. Namun, sebelum Inara sempat memproses kehancurannya, ponsel di atas meja kembali bergetar.

Namun kenapa dia tak pernah tahu akan masalah itu? Sejak kapan ayahnya berhutang? Berapa jumlahnya? Dia hanya tahu sebelum ayahnya meninggal, mereka mengalami kebangkrutan yang tiba-tiba. Kemudian ibunya sakit. Dan semua itu terjadi dua bulan sebelum pernikahanya dengan Mahesa.

Sehingga pada akhirnya dia menerima perjodohan ini karena melihat kondisi Keluarganya. Sehingga selama ini dia selalu bergantung kepada Mahesa masalah pengobatan ibunya yang mahal. Kanapa ayahnya tak menceritakan semuanya kepada dia. Namun belum sempat dia mencerna ucapan Mahesa dengan benar.

Sebuah panggilan video dari Ibu Mahesa.

Mahesa memberi isyarat tajam dengan matanya perintah bisu untuk "berakting". Dia menekan tombol jawab dan dalam sekejap, wajah pria dingin itu berubah menjadi putra idaman yang penuh senyum.

"Mahesa, Inara! Kalian sudah terima kode reservasi honeymoonnya?" suara Ibu Mahesa terdengar sangat antusias dari seberang layar.

"Mama sudah pesan Presidential Suite paling romantis. Tidak ada alasan kerja, tidak ada alasan capek. Mama mau kalian menginap di sana akhir pekan ini juga!"

Mahesa merangkul bahu Inara, jemarinya mencengkeram kulit bahu istrinya dengan tekanan yang menyakitkan.

"Tentu, Ma. Kami akan pergi. Inara bahkan sudah tidak sabar, kan sayang?"

Inara hanya bisa mengangguk kaku, memaksakan sebuah senyum yang lebih mirip ringisan kesakitan.

Di balik senyuman kaku yang terpaksa diukir Inara di depan layar ponsel, napasnya terasa mencekik. Cengkeraman tangan Mahesa di bahunya seolah menjadi rantai besi yang mengunci sisa-sisa napasnya.

"Bagus kalau begitu. Mama tunggu kabar baiknya ya, Inara sayang. Jaga kesehatanmu," ucap Mama Karina penuh harap sebelum akhirnya sambungan video itu terputus.

Begitu layar ponsel menggelap, Mahesa langsung menghempaskan tangannya dari bahu Inara. Kehangatan palsu di wajah pria itu menguap, digantikan oleh tatapan jijik yang sama.

"Kau dengar itu? Akhir pekan ini kita harus pergi. Siapkan barang-barangmu, dan pastikan kau tidak merusak suasana di depan Mama," perintah Mahesa dingin.

Inara tidak menjawab. Dia melirik ke arah pintu yang sedikit terbuka. Di sana, Clarissa masih berdiri, pura-pura menatap layar ponselnya namun sudut bibirnya terangkat, membentuk senyum kemenangan yang tipis. Dia telah mendengar segalanya, bahwa Inara hanyalah sebuah transaksi, istri pajangan yang dibeli untuk melunasi utang keluarga.

"Kenapa diam? Keluar dari ruanganku. Aku harus melanjutkan pekerjaan dengan Clarissa," usir Mahesa tanpa beban.

Inara melangkah mundur. Lututnya gemetar, namun dia memaksakan kakinya untuk bergerak keluar dari ruangan neraka itu. Saat melewati Clarissa, wanita itu berbisik sangat pelan, hampir tak terdengar namun begitu tajam.

"Kasihan sekali... Jadi selama ini kamu cuma pengganti sementara? Nyonya Mahesa yang asli akan segera kembali! Jadi segera entah dari kehidupan Mahesa!"

Inara tidak menoleh. Dia berjalan lurus menuju toilet lantai teratas yang sepi, mengunci pintunya dari dalam, dan ambruk di lantai marmer yang dingin. Di sanalah, pertahanannya runtuh total. Dia membekap mulutnya sendiri agar suara tangisnya tidak lolos.

Pikiran Inara berputar hebat. Otaknya dipaksa mencerna potongan-potongan teka-teki masa lalunya yang mengerikan.

Ayah melunasi utang dengan menjualku?

Pengobatan Ibu yang selama ini dibayar Mahesa. Apakah itu juga bagian dari cicilan kontrak?

Dua bulan sebelum pernikahan, ayahnya meninggal secara mendadak setelah perusahaan mereka dinyatakan bangkrut. Di saat yang sama, ibunya terserang stroke parah dan membutuhkan perawatan intensif dengan biaya ratusan juta setiap bulannya. Sebelumnya dua keluarga memang sepakat untuk perjodohan. Namun, dia tak mengira kalau ada hutang piutang di dalamnya. Dia hanya berusaha menjadi anak yang penurut dan memang tak punya pilihan. Karena saat itu keluarganya bangkrut. ibunya bahkan sampai saat ini tak bisa bicara sepatah katapun.

Inara menatap jemarinya yang gemetar. Selama satu tahun ini, dia bertahan dicaci, diabaikan, dan diperlakukan seperti pajangan karena dia merasa memiliki "hutang budi" pada Mahesa yang membiayai rumah sakit ibunya. Dia mengira jika Mahesa pada akhirnya akan mencintainya. Karena dia juga bahkan masih mau membayar tagihan rumah sakit. Di tambah dengan dua mertua yang sangat baik.

Malam harinya di rumah, atmosfer berubah menjadi perang dingin yang menyesakkan. Mahesa pulang larut malam, dan aroma parfum yang menempel di jasnya bukan lagi aroma maskulin yang biasa dia pakai. Melainkan aroma manis bunga jasmine, parfum milik Clarissa.

Mahesa berjalan melewati Inara yang sedang duduk di ruang tengah tanpa sepatah kata pun. Namun sebelum pria itu menaiki tangga, Inara bersuara, suaranya serak namun terdengar sangat dalam.

"Berapa?"

Mahesa menghentikan langkahnya, menoleh dengan kening berkerut.

"Apa?"

"Berapa jumlah hutang ayahku kepadamu dan keluargamu?" Inara berdiri, menatap langsung ke manik mata suaminya.

"Katakan nominalnya, Mas. Berapa harga diri yang sudah kau beli dariku?"

Mahesa terkekeh sinis, menyandarkan tubuhnya di pegangan tangga.

"Kenapa? Kau mau membayarnya? Jangan mimpi, Inara. Gaji kinerjamu yang 'luar biasa' di kantorku itu bahkan tidak akan cukup untuk membayar bunga utang ayahmu dalam waktu sepuluh tahun. Belum lagi biaya rumah sakit ibumu yang setara dengan harga mobil mewah setiap semesternya."

Pernyataan itu seperti tamparan fisik yang membuat wajah Inara memucat.

"Jadi, nikmati saja posisimu," lanjut Mahesa, melangkah mendekat dengan senyum meremehkan.

"Tinggal di rumah mewah ini, pakai baju bagus, dan turuti kemauan ibuku. Tugasmu akhir pekan ini hanya satu, buat ibuku senang di Presidential Suite itu. Kalau perlu, beraktinglah seolah kau sedang memohon anak dariku. Setelah itu, aku akan memastikan ibumu tetap mendapatkan obat terbaiknya."

"Mbak Clarissa sudah kembali. Mantan istrimu sudah kembali, Mas! Bukankah kamu ingin kembali padanya. Dia juga sudah kamu panggil, kenapa kamu tak melepaskan aku?"

Mahesa semakin mendekatkan wajahnya. Dia bahkan sedikit membungkuk, mensejajarkan dirinya dengan Inara yang lebih pendek darinya.

Aroma parfum jasmine milik Clarissa yang menguar dari pakaian Mahesa semakin menusuk indra penciuman Inara, memicu rasa mual yang hebat di ulu hatinya.

"Melepaskanmu?" Mahesa mendengus remeh, seolah mendengar lelucon paling konyol. Da semakin mendekat, menunduk untuk mengunci tatapan matanya yang sedingin es langsung ke manik mata Inara.

"Kau pikir aku bertahan dalam pernikahan konyol ini karena aku menginginkanmu? Jangan berhalusinasi, Inara. Kalau bukan karena ancaman Mama yang akan mencoret namaku dari daftar ahli waris keluarga Dirgantara jika aku menceraikanmu. Aku sudah membuangmu ke jalanan sejak hari pertama pernikahan kita!"

Kata-kata itu meluncur tanpa beban, meremukkan sisa-sisa harapan kecil yang sempat Inara pupuk selama setahun ini.

"Lagipula, Clarissa jauh lebih berkelas dari yang kau bayangkan," lanjut Mahesa, menyunggingkan senyum sinis yang begitu menyakitkan.

"Dia tahu posisinya. Dia tahu bahwa saat ini aku sedang terikat kontrak tebusan dengan keluargamu. Dia bersedia menunggu sampai aku berhasil mengambil alih seluruh aset Mama, baru setelah itu aku akan mendepakmu. Jadi, sebelum hari itu tiba, jalani saja peranmu sebagai pembantu VIP di rumah ini."

"Apa kamu tak bisa melihat aku sebagai istrimu sekali saja, Mas?" tanya Inara menatap dalam manik Mahesa dengan jarak yang sangat dekat. beberapa detik tatapan mereka begitu dalam.

1
Muft Smoker
sambutan yg bagus bukan mahesaa ,, Selamat buat kehancuran mu mahesaaa ,, Dan menempuh hidup baruuuu bersama Clarissa yg katanya mencintai ada apa ya ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
sunaryati jarum
Lega rasanya lihat Mahesa dikuliti kebobrokan akhlaknya, dan yang membongkar ayah kandungnya sendiri.Bravo, selamat.jadi Lelaki Kismin,Mahesa.Emak masih menanti bagaimana kehidupan kamu setelah semua fasilitas yang kau nikmati selama ini,dicabut.
Ambu Rinddiany Thea
hayuuu guys kita numpeng ngerayaiiin kehancuran nya s mahesa 🤭🫣
Ririn Susanti
M A M P U S
Hary Nengsih
itu blum ada penderitaan inara selama ini dh nyakitin segalanya ,,jangn sampe balikan ma inara
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸नीता💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Akhirnya Mahesa jatuh ke dalam dasar jurang, selamat menikmati akibat keegoanmu n kejahatanmu terhadap Inara. Begitu kamu sadar...berlianmu telah hilang, pergi jauh darimu dan tidak bisa kamu raih lagi....
nely_48
waduuuh mahesa beneran d usir oleh bpak n ibu nya ❓ hancur sampe jd bubuk kopi itu mh s mahesa, hanya demi sang mantan istri durjana nya
Arin
Satu kata untuk mu Mahesa..... Sokor.... sekarang saatnya menikmati jerih payahmu membahagiakan selingkuhan mu itu😁😁😁Ambilah dia yang kau anggap sempurna melebihi Inara. Tak taunya kembali hanya demi hartamu, tapi setelah tau kau tidak punya apa-apa lagi..... sebentar lagi dia juga pergi lagi.....
Rieya Yanie
nikmatilah hasil tipu daya bersama wanita pujaanmu mahesa
hasana
ketawa karena mahesa mulai menderita boleh kali yaaa 🤭🤭🤭
Yam_zhie: astaga 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ma Em
Syukur Alhamdulillah Inara sdh bebas dari Mahesa dan sekarang Inara sdh pergi , jgn sampai Mahesa bisa bertemu Inara lagi biarkan Mahesa dgn perempuan idaman nya dan paling Mahesa cintai sekarang Mahesa sdh miskin apakah Clarisa mau bersama Mahesa .
Dew666
🩵🩵🩵
Mundri Astuti
hmmmmmm ....apa loe cari" Inara lagi...
sana bawa tuh cewek benalu...
Rahma
Alhamdulillah akhirnya keadilan buat Inara dtg jg, silahkan nikmati hasil dr kelakuanmu mahesa
Oma Gavin
Alhamdulillah mahesa kere dan pastinya clarisa ngga mau lagi dan cari mangsa baru kaya .eskipun sdh tua om" gendut ngga masalah yg penting ada duitnya
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
silahkan pertanggungjawabkan semua bersama clarissa ya mahesaa
nely_48
Gavin kau bantu lindungi inara ya, sampe keadaan inara tenang n pulih dr trauma nya
Muft Smoker
waaaah ada apa niih ,,
kak ayoo donk ,,
dtggu pake. bangeet kelanjutan ny ,,
pengen liat muka ungu mahesa krn kenyataan tak sesuai ekspetasii ny ,, Dan muka ijooo Clarissa krn semua tdk sesuai keinginan ny 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Dew666
🩵🩵🩵
sunaryati jarum
Harus sabar melihat kejutan untuk Mahesa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!