Kensington Valerio (22th) adalah seorang "Raja Pesta" yang sinis terhadap cinta, namun terobsesi mengoleksi ribuan novel romansa.
Baginya, cinta hanyalah delusi dengan alur membosankan yang selalu bisa ia tebak ending-nya.
Di tengah kejenuhannya akan kepalsuan dunia, hadir Audrey Hepburn (19th)—mahasiswi hukum tingkat satu yang kaku, ambisius, dan membawa prinsip kesucian yang keras kepala.
Audrey bukan sekadar junior di fakultasnya, ia adalah variabel acak yang mengacaukan prediksi Kensington.
Saat rahasia pengkhianatan mulai mengikis pertahanan Audrey, Kensington justru merasa tertantang untuk menuliskan naskah hidupnya sendiri.
Apakah Audrey akan berakhir menjadi sekadar koleksi di rak bukunya, ataukah ia adalah satu-satunya wanita yang mampu memberikan Kensington sebuah akhir yang tak terduga?
Di arena balap liar dan koridor kampus yang dingin, Kensington mulai mempertanyakan: apakah cintanya juga akan menjadi klise, atau sebuah tragedi yang tak terlukiskan ?
🦋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#10
Asap rokok mengepul dari sela-sela jemari Kensington, terbang tertiup angin balkon yang dingin. Matanya menatap lurus ke arah taman kampus, namun pikirannya tertinggal pada getaran amarah di suara Audrey beberapa saat lalu.
Gadis itu benar-benar menganggapnya monster. Menjijikkan, katanya.
Kensington tersenyum sinis, namun kali ini senyum itu bukan untuk menghina orang lain, melainkan untuk menertawakan dirinya sendiri.
Sejujurnya, dia bisa saja membantah rumor tentang gadis Fakultas Seni itu dalam satu kalimat.
Dia bisa saja mengatakan bahwa dia menghabiskan sisa malamnya dengan meringkuk di ranjang sempit asrama, menghirup aroma sampo stroberi murah dari rambut Audrey, dan mendengarkan ritme napas gadis itu yang perlahan berubah saat dia terbangun.
Tapi dia tidak melakukannya. Kenapa? Karena dia ingin melihat sejauh mana Audrey bisa menebaknya. Dan ternyata, Audrey sama seperti yang lain—dia percaya pada kebisingan dunia daripada instingnya sendiri.
Namun, ada satu hal yang membedakan Audrey dari ratusan wanita yang pernah mengelilingi Kensington.
Audrey Hepburn adalah variabel yang tidak bisa ia masukkan ke dalam rumus mana pun.
Semuanya dimulai saat permainan Truth or Dare gila itu.
Di tengah kepulan asap dan bau alkohol di penthouse-nya, Audrey duduk seperti sebuah anomali. Dan saat bibirnya mengucapkan kata itu—perawan—Kensington merasa seperti baru saja mendengar sebuah pengakuan paling eksotis di abad ke-21.
Di Los Angeles, di Universitas ini, kejujuran seperti itu adalah kelangkaan yang hampir mustahil. Sejak saat itu, Audrey menjadi objek penelitian yang paling menarik bagi Kensington.
Rumor tentang dirinya yang meniduri banyak gadis? Itu adalah lelucon favoritnya.
Kensington membiarkan rumor itu hidup, memberi makan ego publik yang ingin melihatnya sebagai "si brengsek yang sempurna". Faktanya, dia hanya berani mencium dan memeluk beberapa gadis di sekitarnya. Dia tidak pernah membiarkan sembarang wanita masuk ke ruang paling pribadinya.
Kecuali Bianca.
Bianca adalah luka yang sudah mengering namun meninggalkan bekas yang aneh.
Sahabat karibnya Saat SMA sangat mencintai Bianca, namun Bianca justru mencintai Kensington. Tragedi bunuh diri itu menyisakan sebuah surat konyol yang hingga kini masih Kensington simpan di laci terdalamnya.
“Kuharap kaulah orang yang meniduri Bianca pertama kali. Jangan sampai dia mengenal pria jahat di luar sana.”
Pesan terakhir yang bodoh. Pesan yang membuat Kensington merasa terikat pada tanggung jawab yang tidak pernah ia minta.
Itulah sebabnya ia membiarkan Bianca mendekat, membiarkan gadis itu menciumnya di depan umum, namun ia tidak pernah melangkah lebih jauh. Ia menjaga Bianca bukan karena cinta, tapi karena sebuah wasiat dari orang mati.
Kensington kini berusia dua puluh dua tahun, berada di tahun kedua hukum. Dia sengaja memperlambat studinya. Dia terlalu mencintai atmosfer kampus ini—tempat di mana dia bisa menjadi siapa saja tanpa harus memegang kendali perusahaan keluarga Valerio sepenuhnya.
Dia memiliki kembaran, Lexington Valerio. Berbeda dengannya, Lexington adalah definisi "anak teladan" yang bergerak cepat.
Di usia yang sama, Lexington sudah menjadi dosen muda di Fakultas Teknik Mesin di universitas yang sama.
Perbedaan mereka seperti siang dan malam; yang satu memperbaiki mesin yang rusak, yang satu lagi menikmati kerusakan jiwanya sendiri.
Mommy-nya, Kimberly, dan Daddy-nya, Felix, memberikan kebebasan mutlak padanya.
Mereka membiarkannya berpesta dan mabuk, asal satu syarat terpenuhi: jangan membawa wanita ke tempat tidur secara sembarangan. Keluarga Valerio menjunjung tinggi martabat, bahkan jika itu harus ditutupi oleh tabir kenakalan pura-pura.
Opa Logan dan Oma Vivian mungkin sering mengelus dada mendengar berita tentangnya, tapi mereka tahu, Kensington tidak pernah benar-benar "nakal" seperti yang diberitakan.
Kensington mematikan rokoknya. Ingatannya kembali ke malam tadi di asrama.
Sejujurnya, keputusannya untuk menyelinap ke kamar 302 karena Dia ingin mendapatkan sesuatu yang lebih. Saat balapan sore itu, kehadiran Audrey di garis finish memberinya suntikan adrenalin yang lebih besar daripada mesin Lamborghini-nya.
Dia ingin mendengar ucapan selamat sekali lagi—sebuah ucapan yang tulus, bukan karena dia seorang Valerio.
Namun, saat ia masuk ke kamar itu, ia justru disuguhi pemandangan Marco dan Vivian yang sedang "berpesta" tanpa malu.
Kensington hanya bisa mendengus. Ia terangsang? Tentu saja. Dia pria normal dengan hormon yang sehat. Melihat sahabatnya sendiri sedang memompa gairah di depannya tentu memicu naluri dasarnya.
Dan di sana, di ranjang sebelah, Audrey tertidur nyenyak. Kensington bertanya-tanya, bagaimana mungkin gadis ini bisa tidur sepulas itu di tengah kebisingan yang bisa membangkitkan orang mati?
Kensington naik ke ranjang Audrey. Ia berbaring di sana, mengamati profil wajah Audrey dari samping. Cantik. Sangat cantik. Tapi itu cantik yang berbeda—cantik yang murni dan keras kepala.
Ia mulai bereksperimen. Ia menyentuh perut Audrey melalui kaos kebesarannya, mengelusnya perlahan. Tidak ada reaksi. Audrey tetap diam. Kensington tersenyum; dia tahu Audrey sudah bangun. Dia bisa merasakan perubahan pada tarikan napas gadis itu, getaran kecil di kelopak matanya yang tertutup rapat.
Dia sedang berpura-pura tidur, batin Kensington.
Saat dia akhirnya berbalik dan menatapku dengan mata yang menganga karena terkejut, aku bersumpah, detik itu dia terlihat luar biasa cantik.
Ada keinginan liar yang muncul untuk segera menarik tengkuknya dan membungkam bibir yang terbuka itu dengan ciumanku. Aku ingin merasakannya, ingin membuktikan apakah dia senyata yang terlihat.
Namun, aku menahannya. Terlalu cepat, pikirnya. Jika aku memakannya sekarang, cerita ini akan berakhir seperti novel-novel murah yang kubaca. Aku ingin cerita yang tidak bisa kuprediksi ending-nya.
Kensington menyentuh bibirnya sendiri, seolah masih merasakan sisa amarah Audrey yang membekas di sana.
Audrey mengira dia adalah penjahat yang baru saja berpindah dari satu ranjang ke ranjang lain. Biarkan saja. Biarkan kesalahpahaman ini menjadi bensin yang membakar hubungan mereka.
Kensington sangat ingin tahu: jika dia terus menjadi "si brengsek" ini, apakah Audrey akan tetap pada pendiriannya yang suci? Ataukah gadis itu akan hancur dan jatuh ke dalam pelukannya, membuktikan bahwa "kebenaran" yang Audrey agungkan hanyalah sebuah kerapuhan yang menunggu untuk dipatahkan?
"Audrey Hepburn," gumam Kensington sambil menatap langit yang mulai menggelap. "Mari kita lihat, apakah kau bisa menuliskan ending yang tidak bisa kutebak."
Satu hal yang pasti, pagi ini saat Audrey menatapnya dengan api kemarahan di matanya, Kensington menyadari bahwa dia tidak sedang menghadapi seorang mahasiswi baru yang polos.
Dia sedang menghadapi satu-satunya wanita yang mungkin bisa membuatnya berhenti membaca novel, dan mulai menjalani kisahnya sendiri.
terimakasih berkali² double up.
besuk lagi up nya kak,,,
kesehatannya di jaga
semangat 💪
nunggu kejutan dari kakak cantik 💪
dari pemilihan kata kata bagus, mudah di pahami. Alur kata tidak melibet.
Padahal novel e bagus banget tapii kenapa peminat bacanya sedikit ya
Aku doain ya kak,, semoga novel e bisa banyak yang baca, bisa masuk rank
insha Allah setiap baca, aku kasih kopii. biar nulisnya tambah semangat, dan nggak ngantuk 🤭