NovelToon NovelToon
Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

(SEASON 2)

Dengan Inti Emas Iblis di Dantian-nya, Shen Yuan kini meninggalkan benua kelahirannya. Ia melangkah menembus Gerbang Lintas Benua menuju jantung peradaban Sembilan Cakrawala, siap membawa badai darah mematikan bagi para dewa palsu yang pernah merenggut segalanya darinya. Perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arena Seribu Darah

Pusat Kota Gerbang Langit tidak dipenuhi oleh istana-istana indah, melainkan didominasi oleh sebuah bangunan gelanggang raksasa yang terbuat dari Batu Karang Darah. Bangunan itu melingkar menyerupai kawah gunung berapi, dilindungi oleh puluhan lapis Susunan Aksara Pertahanan yang memancarkan pendaran merah redup ke angkasa.

Itulah Balai Pemburu Bayaran Pusat, yang di bagian bawah tanahnya menyembunyikan pusat pembantaian resmi terbesar di benua ini: Arena Seribu Darah.

Shen Yuan berdiri di depan gerbang perunggu gelanggang tersebut. Bau anyir darah segar, keringat, dan arak murahan menyeruak keluar dari dalam, mengalahkan aroma kemenyan dari distrik perdagangan di sekitarnya. Sorak-sorai ribuan orang yang meneriakkan kutukan dan taruhan menggema hingga ke jalanan.

Ia menekan ujung caping bambunya dan melangkah masuk.

Bagian dalam bangunan itu menyerupai sebuah kota kecil tersendiri. Ratusan meja pendaftaran berjejer, dilayani oleh para penjaga yang memancarkan hawa murni Puncak Ranah Pembukaan Nadi.

Shen Yuan berjalan menuju salah satu meja yang terlihat sepi. Di balik jeruji besi meja itu, duduk seorang pria paruh baya yang sedang menghitung tumpukan Batu Roh Tingkat Menengah dengan mata bosan.

"Pendaftaran untuk Arena Seribu Darah," ucap Shen Yuan datar.

Pria itu menghentikan hitungannya, melirik Shen Yuan dari atas ke bawah. Melihat jubah kusam dan caping bambu yang menutupi wajahnya, pria itu mendengus pelan.

"Pengelana miskin yang ingin mencari jalan pintas untuk kaya, ya?" cibir pria itu. Ia melempar sebuah plakat kayu kosong ke atas meja. "Teteskan darahmu ke plakat itu. Sebutkan nama dan ranah kultivasimu. Jika kau mati di dalam sana, plakat itu akan hancur dan namamu akan dicoret dari daftar kehidupan."

Shen Yuan tidak memedulikan ejekan tersebut. Ia menggigit ujung jarinya dan meneteskan setetes darah fana (bukan intisari darah iblisnya) ke atas plakat kayu itu.

"Mo Yuan. Ranah Pembentukan Inti Emas Tahap Awal," jawabnya dengan tenang.

Pria penjaga meja itu sedikit mengangkat alisnya. "Inti Emas Tahap Awal? Cukup lumayan untuk bertahan hidup selama beberapa babak. Tapi jangan bermimpi terlalu tinggi, Nak. Syarat untuk mendapatkan Plakat Emas Abadi adalah memenangkan seratus pertarungan hidup-mati secara berturut-turut. Di Arena Seribu Darah, tidak ada aturan. Kau bisa dipasangkan dengan siluman purba, pembunuh bayaran tingkat Inti Emas Menengah, atau bahkan makhluk gila yang sengaja diturunkan dari Wilayah Inti untuk bersenang-senang."

Penjaga itu mengambil plakat yang telah menyerap darah Shen Yuan. Sebaris aksara bercahaya merah muncul di permukaannya: Petarung No. 9942 - Mo Yuan.

"Masuk ke lorong sebelah kiri. Giliranmu akan tiba dalam setengah batang dupa. Semoga langit memberkatimu, meskipun langit jarang melihat ke dalam lubang ini," ucap pria itu sambil kembali menghitung Batu Roh-nya.

Shen Yuan mengambil plakat tersebut dan berjalan menyusuri lorong yang ditunjuk.

Semakin dalam ia berjalan, suara sorak-sorai semakin memekakkan telinga. Ia tiba di sebuah ruang tunggu yang menyerupai sel tahanan. Puluhan petarung dengan wajah beringas, tubuh dipenuhi bekas luka, dan senjata terhunus sedang duduk menunggu giliran. Hawa murni dari Ranah Inti Emas Tahap Awal hingga Menengah memenuhi ruangan itu, saling berbenturan dalam ketegangan yang mencekik.

Beberapa petarung melirik Shen Yuan, namun melihat tubuhnya yang tidak terlalu besar dan jubahnya yang lusuh, mereka segera mengalihkan pandangan dengan tatapan meremehkan. Di mata mereka, pemuda ini hanyalah "tumbal kematian" yang akan mati di babak pertama.

Tenggg! Tenggg! Tenggg!

Suara gong berbunyi tiga kali. Dari ujung lorong, seorang penjaga arena masuk sambil membawa gulungan perkamen.

"Petarung No. 9942, Mo Yuan! Giliranmu!" teriak penjaga itu.

Shen Yuan bangkit berdiri. Ia melangkah melewati para petarung lain yang tersenyum sinis, lalu berjalan menembus gerbang besi raksasa yang terbuka perlahan.

Cahaya menyilaukan dari puluhan kristal penerang raksasa langsung menghantam wajahnya. Shen Yuan melangkah ke atas pasir berdarah. Arena itu berbentuk lingkaran dengan garis tengah mencapai lima ratus tombak, dikelilingi oleh dinding batu obsidian setinggi dua puluh tombak. Di balik dinding tembus pandang yang terbentuk dari susunan aksara pertahanan, puluhan ribu penonton berteriak dengan liar.

"Hancurkan dia!"

"Cabut kepalanya!"

Dari atas panggung gantung yang berada di tengah arena, seorang penyeru arena dengan suara yang diperkuat oleh hawa murni berteriak melalui terompet giok.

"Hadirin sekalian! Mari kita sambut daging segar hari ini! Seorang pendatang baru yang belum memiliki riwayat pertarungan... Mo Yuan!"

Sorakan ejekan terdengar dari tribun penonton. Tidak ada yang bertaruh untuk nama yang tidak dikenal.

"Dan lawannya!" lanjut penyeru arena, suaranya meninggi. "Adalah sosok mengerikan yang telah memenangkan sepuluh pertarungan berturut-turut! Sang penghancur tulang dari Pegunungan Tembaga... Kuang Shan, si Banteng Tembaga!"

Gerbang besi di seberang arena terbuka dengan suara berderit kasar.

Seorang pria raksasa dengan tinggi nyaris mencapai tiga tombak melangkah keluar. Kulitnya berwarna merah tembaga pekat, otot-ototnya menonjol seperti bongkahan batu karang. Ia tidak mengenakan baju zirah, hanya celana kulit binatang. Di kedua tangannya, ia memegang sepasang palu godam raksasa yang masing-masing seberat sepuluh ribu kati!

Hawa murni dari Ranah Pembentukan Inti Emas Tahap Awal meledak dari tubuhnya, membawa tekanan unsur tanah yang luar biasa berat. Setiap langkah Kuang Shan membuat pasir di arena bergetar.

"Hahaha! Daging segar!" Kuang Shan tertawa menggelegar, menatap Shen Yuan yang terlihat sangat kecil di hadapannya. "Bocah, jika kau berlutut dan menggonggong sekarang, aku berjanji hanya akan meremukkan kaki dan tanganmu, dan membiarkan kepalamu utuh!"

Para penonton bersorak semakin gila.

"Bunuh dia, Banteng!"

"Hancurkan tubuhnya dalam satu pukulan!"

Shen Yuan berdiri diam di tengah arena. Ia bahkan tidak melepaskan caping bambunya. Tangan kanannya dengan santai merogoh ke dalam lengan jubahnya, sama sekali tidak berniat mencabut Pecahan Gigi Naga di punggungnya.

"Apakah anjing di benua ini hanya diajari cara menggonggong?" suara Shen Yuan mengalun datar, menembus sorak-sorai penonton.

Wajah Kuang Shan seketika memerah karena murka. "Bocah sombong! Aku akan menjadikanmu lumpur darah!"

"Jurus Palu Penghancur Bumi!"

Kuang Shan melompat ke udara, memusatkan seluruh hawa murni Inti Emas elemen tanahnya ke dalam sepasang palu godamnya. Udara di arena menjadi sangat berat. Palu raksasa itu memancarkan cahaya kuning pekat, turun bagaikan sepasang bintang jatuh yang siap menghantam Shen Yuan menjadi ketiadaan.

Ribuan penonton menahan napas, bersiap melihat tubuh pemuda itu hancur meledak.

Namun, di bawah bayang-bayang palu maut tersebut, Shen Yuan hanya perlahan mengangkat tangan kanannya.

Di dalam Dantian-nya, Inti Emas Iblis yang berwarna hitam pekat dan berurat merah darah berdenyut satu kali. Hawa murni yang luar biasa padat dan mutlak mengalir ke lengan kanannya. Kulitnya memancarkan kilau emas gelap yang menakutkan.

"Pecah."

Shen Yuan melontarkan satu pukulan lurus ke atas, tanpa menggunakan jurus apa pun, hanya mengandalkan Tapak Penghancur Nadi yang dipadukan dengan kekuatan fisik Kesempurnaan Fana dan hawa murni Inti Emas Iblis.

Bummmmm!

Bentrokan yang menghancurkan nalar terjadi!

Bukan tubuh Shen Yuan yang hancur. Kepalan tangan pemuda berjubah abu-abu itu menghantam kedua palu godam baja raksasa milik Kuang Shan.

Kraaanggg!

Suara logam yang patah dan remuk terdengar sangat jelas. Sepasang palu godam seberat puluhan ribu kati itu hancur berkeping-keping layaknya kaca yang dihantam godam dewa! Serpihan baja beterbangan ke segala arah, menghantam susunan aksara pelindung arena hingga beriak keras.

Namun, pukulan Shen Yuan tidak berhenti di sana.

Hawa murni merah kehitaman dari Tapak Penghancur Nadi menembus serpihan palu, melesat lurus menghantam dada Kuang Shan yang masih melayang di udara.

"T-Tida—"

Blaaarrr!

Dada Kuang Shan, yang dilindungi oleh kulit setebal tembaga dan hawa murni Inti Emas, amblas ke dalam seolah terbuat dari tanah liat basah. Hawa murni iblis meledak di dalam tubuhnya, meremukkan jantung, paru-paru, dan menghancurkan Inti Emasnya dalam sekejap mata!

Tubuh raksasa si Banteng Tembaga terhempas ke belakang sejauh puluhan tombak, menabrak dinding batu obsidian arena dengan kekuatan yang menciptakan kawah kecil, sebelum akhirnya jatuh tak bernyawa ke atas pasir.

Satu pukulan.

Hanya satu pukulan dari bawah ke atas, tanpa senjata, tanpa keringat. Sang sosok buas dengan sepuluh kemenangan berturut-turut tewas seketika!

Keheningan mutlak menyapu seluruh Arena Seribu Darah. Puluhan ribu penonton membeku. Penyeru arena di atas panggung gantung menjatuhkan terompet gioknya. Para petarung di ruang tunggu yang melihat melalui celah jeruji besi merasa kaki mereka lemas.

Di tengah arena yang sunyi, Shen Yuan perlahan menurunkan tangannya. Ia mengibaskan sisa debu baja dari lengan bajunya, lalu menoleh ke arah panggung penyeru arena.

Mata hitamnya yang dingin menembus kegelapan dari balik tirai capingnya.

"Singkirkan sampah ini," ucap Shen Yuan, suaranya memantul di dinding arena. "Dan kirimkan sembilan puluh sembilan mangsa berikutnya."

1
black swan
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!