NovelToon NovelToon
Maaf Aku Memilih Pergi

Maaf Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:290.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.

Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.

Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.

Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

   Sudah dua minggu pasca permintaan ummi Aminah yang membuat batin seorang Nafisha Rento Konathi meradang. Tak sekalipun ada upaya dari seorang Hanafi Rahmad untuk menenangkan istrinya yang mulai uring-uringan.Dia justru semakin sibuk dengan umminya, entah apa yang mereka lakukan. Bahkan hanya sekedar untuk berbicara berdua pun seperti tidak ada waktu.

   Beruntung Nafis juga memiliki kesibukan sendiri. Sudah dua hari dia berada di Jakarta. Hari ini dia baru saja launching novel terbarunya. Dia begitu bersyukur karena acara berjalan dengan lancar dan peminat novelnya masih begitu banyak.

   Nafis bergegas kembali ke hotel, karena harus segera kebandara. Hari ini juga dia akan pulang ke Pati. Karena masih ada banyak hal yang harus dia kerjakan.

  " Bu dari tadi hpnya ibu bunyi terus " Ucap Mirna saat Nafis baru kelaur dari kamar mandi.

  Nafis segera meraih ponselnya. Rupanya adik iparnya lah yang menghubungi ponselnya. Lekas dia menghubungi balik adik iparnya itu.

   " Assalamu'alaikum dek, ada apa tadi telfon. Maaf mbak sedang di kamat mandi ?"

   " Wa' alaikum salam, mbak sedang dimana kok aku kerumah beberapa hari mbak nggak ada ?"

  " Maaf dek, sudah dua hari mbak di Jakarta, hari novel mbak launching sama kemaren mbak baru saja mengisi seminar. Ada apa dek ?"

     " Mbak apa mas Hanafi hari ijin sama mbak mau pergi kemana ?" Perasaan Nafis mulai tak enak.

    " Memang mas mu kemana dek ?"

    " Mereka ke Kudus mbak, memang mas Hanafi tidak ijin sama mbak Nafis ?" Nafis sudah dapat menebak apa yang mereka lakuakn disana. Terlebih semalam ada notifikasi penarikan uang sebesar 15 juta dari kartu ATM yang di pegang suaminya.

    " Tidak dek, biarlah dek. Mbak sudah nggak mau tau dek, biarlah ummi melakukan apapun yang ummi mau. Mbak sudah capek sama sikap egoisnya ummi dek "

  " Mbak mau menyerah, please jangan mbak. Kasian Zizah sama Naufal "

   " Apa yang bisa mbak pertahankan dek, sekeras apapun usaha mbak mempertahankan rumah tangga ini akan sia-sia rasanya jika hanya mbak yang berjuang sendiri, sementara mas mu saja memilih jalan yang justru membuat hubungan ini semakin rapuh ." Nafis berucap sembari menahan sesak didadanya.

   " Maaf ya mbak, keluarga ini justru selalu menyakiti mbak Nafis." Suara Choir terdengar parau. Nafis yakin adik iparnya itu juga menahan tangis.

    " Dek kita sambung nanti dirumah ya, mbak ini sedang bersiap. Takutnya ketinggalan pesawat." Ini hanya Alasan Nafis, sebenarnya dia sudah tidak kuat berbicara lama-lama dengan adik iparnya itu.

    " Iya mbak, hati-hati dijalan ya mbak "

   " Iya dek "

    Nafis menangis sejadi-jadinya setelah sambungan telfon dengan adik iparnya terputus. " Kekacauan apa lagi yang sedang kamu buat mas ?" Lirihnya.

   Sepanjang perjalanan pulang ke Pati, Nafis lebih banyak diam. Kang Tejo yang datang menjemputnya di bandara Ahmad Yani kota Semarang tak berani menegur, dia dan seluruh karyawan di rumah Nafis tau prahara yang sedang di alami atasannya itu.

  Nafis tiba di kediamannya saat menjelang Maghrib. Hanafi sepertinya juga belum kembali. Nafis tak terkejut, karena memang biasa Hanafi akan lebih banyak bersama Umminya meskipun sudah mempunyai rumah sendiri. Dari pada pusing memikirkan pria yang tidak jelas sekarang dimana keberadaannya, Nafis memilih mandi lalu mengerjakan sholat Maghrib.

   Menjelang tengah malam terdengar suara mobil masuk ke dalam garasi rumahnya. Nafis yakin itu Hanafi, karena hanya dia dan Hanafi lah yang terbiasa mengunakan honda jazz putih miliknya. Mobil pertama yang dibelikan oleh pak Jatmiko ayahnya Nafis sebagai kado ulang tahun Nafis.

    Hanafi sepertinya terkejut melihat Nafis masih belum tidur dan kini sedang duduk manis di ruang kelaurga.

  " Assalamu'alaikum mas !" Sapa Nafis karena suaminya tak kunjung mengucap salam.

   " Wa' alaikum salam, kamu belum tidur dek ?" Nafis mengeleng.

  " Kapan kamu pulangnya ?" Hanafi ikut duduk di sebalah istrinya.

   " Tadi sebelum Maghrib, mas dari mana ?" Hanafi terlihat gugup saat Nafis bertanya.

   " Dari mengantar ummi dek."

   " Kemana ?"

   " kerumah temenya "

   " Ke Kudus kan ?" Hanafi terlihat gelagapan. Tapi, tak urung dia mengangguk.

   " Ngapain mas ?"

   " Maaf dek, ummi minta mas kenalan dengan ning Hafizah "

    " Hanya itu, bukankah kalian pernah kenalan sebelumnya ?"

   " Ummi melamar ning Hafizah dek" Dada Nafus terasa seperti di remas saja.

   " Buat kamu ?" Hanafi mengangguk.

   " Dan kamu mau ?"

   " Mas bisa apa dek ?" Nafis terkekeh

   " Kasian kamu mas !" serunya sembari menatap remeh suaminya.

   " Sudah setua ini, masih tidak bisa ambil keputusan untuk diri sendiri dan masih di bawah kendali ummimu. Aku kok kasian lihatnya " Imbuh Nafis.

   " Lalu kapan kalian akan menikah ?" Nafis masih mencoba menekan amarahnya.

  " Nggak tau, ummi belum bilang."

  " Aku mau bertanya satu hal lagi sama kamu mas, tolong jawab dengan jujur." Hanafi mengangguk.

   " Kamu ambil uang 15 juta dari rekeningku buat apa mas ?"

  " Ummi yang minta dek, buat beli perhiasan sama beberapa seserahan " Nafis menatap suaminya tak percaya.

   " Kamu pakai uang aku buat melamar maduku mas ?" Suara Nafis meninggi.

   " Habis mas mau ambil perhiasan di brangkas sandinya kamu ganti dek " Nafis semakin tak percaya di buatnya.

  " Kamu mau ambil perhiasan ku di brangkas, yang mana yang mau kamu ambil ?" Hanafi terdiam.

   " Bisa kamu mengunakan itu untuk diberikan kepada calon istri barumu, sementara tidak ada satu pun dari perhiasan itu yang di beli pakai uangmu. Kamu tau kan itu perhiasan pembiaran bapak sama kakak-kakakku ?"

   " Nggak malu kamu mau pakai itu ?" Hanafi terdiam, apa yang di ucap Nafis memanglah benar.

   " Aku nggak tau kapan kamu ambil kartu itu dari dompetku tapi, asal kamu tau mas uang itu untuk memberi gaji karyawan butik. Aku nggak mau tau saat waktunya mereka gajian uang itu harus ada. Jujur aku nggak percaya kamu seberani itu mengambil uangku mas "

   " Kita kan keluarga dek, kalau mas pakai uang itu kan nggak papa " Nafis menepuk jidatnya sendiri.

   " Astagfirullah hal adzim. Kamu waras kan mas ?" Amarah Nafis memuncak.

   " Kamu pergunakan untuk apa dulu uang itu baru bisa diangap wajar. Ini uang aku kamu pakai buat melamar maduku, terus kamu anggap wajar ?"

   " Ini gila namanya mas "

    " Tanya deh mas kesiapa aja, kalau perlu tanya deh ke ummi kamu itu. Nggak ada mas satupun perempuan yang mau di madu, itu sakit mas, demi Allah itu sangat menyakitkan " Tangis Nafis pecah kali ini.

   " Kamu memang kayaknya sudah siap buat aku mundur dari pernikahan ini mas "

   " Jangan bicara begitu dek " Hanafi berusaha meraih tubuh Nafis. Tapi Nafis dengan tegas menolak.

   " Kamu pikir aku masih sanggup hidup sama bertahan dengan pria gila sepertimu mas ?" Nafis yang biasa bertutur kata lembut sampai mengeluarkan sisi gilanya.

  " Aku mas, tolong bebaskan aku. Aku capek mas menghadapi keegoisan ummimu dan kegilaan kamu . Tolong mas, bebaskan aku dari ikatan ini ?" Ucap Nafis dengan air mata berderai.

   " Dek demi Allah jangan seperti ini. Sungguh mas pun tak mau ini semua terjadi. Mas tidak mau menyakiti kamu. Mas hanya nggak tau harus bagaimana ?"

  " Kamu bukan nggak tau mas tapi, nggak mau tau. Kamu hanya tau menuruti ummimu saja, kamu nggak pernah sekalipun bertanya apa pendapatku. Kamu juga tidak pernah berfikir jika yang kamu lakukan itu menyakiti aku istrimu mas. Kamu hanya peduli perasaan ummimu lalu, apa gunanya kamu menikahiku mas, untuk kamu perlakukan begini ?"

   " Coba mas ingat-ingat sudah berapa tahun kita menikah. Apa pernah mas sekali saja mencoba mempertahankan kehormatan dan harga diriku sebagai istrimu ?"

   " Tidak pernah bukan, kamu hanya terus memintaku maklum dengan semua sikap tidak masuk akal ummimu "

   " Bukan menyumpahi tapi, aku yakin dengan siapapun kamu menikah kalau sikapmu dan ummimu begini. Hasilnya pun akan sama, hanya kehancuran yang akan kamu nikmati mas."

   " Selama ini aku mengalah bukan berarti aku mengaminkan kegilaan kamu dan ummimu mas, aku hanya tak mau ada keributan. Tapi, kali ini aku sudah benar-benar muak sama kelakuan kalian berdua."

   " Persiapkan saja dirimu mas, tidak lama lagi pangilan dari pengadilan pasti akan segera sampai di tangganmu."

  " Dek..."

  " Sudahlah mas, aku juga sudah tak peduli kamu mau apa, mau melakukan apa. Suka-suka kamu saja. Aku udah tidak tau lagi gimana caranya menyadarkan kamu, capek aku mas. Satu yang jelas mas, Aku kecewa sama kamu " Nafis memilih beranjak, menuju kamarnya.

   Tak mau Hanafi mengangguk ketenangannya, dia memilih mengunci pintu kamarnya dari dalam. Tidak peduli suaminya ini mau tidur dimana.

  Nafis lebih memilih menenangkan diri dengan mengadu pada yang mememiliki kehidupan. Bergegas dia mengambil air wudhu, dia tumpahkan segala ya dia rasa. Karena hanya kepada sang pencipta lah Nafis merasa nyaman berkeluh kesah.

" Ya Rabb ini jalanmu, ini kehendakmu. Mantapkan hatiku untuk ihklas. Jaga diriku agar tidak marah. Jika, menang ini yang harus terjadi, hamba hanya berharap semoga akan nikmat berkali-kali lipat setelah badai ini berlalu. Hamba ikhlas jika memang hanya sampai disini perjalanan rumah tangga ini, karena sejujurnya hamba juga sudah teramat lelah."

1
Dewi Sri
Ikutan lega
Susi Lawati
sepertinya nafisha sama anak2 nya seperti adik kakak deh
WHATEA SALA
Sepertinya hafiz pernah cerita tentang para polisi yang mau meminang hafiz,waktu mereka jogging di taman,ya gak sih..?
Yuni Ngsih
Authooooor ceritramu bgs bangeeeeet yg jd peran utamanya Nfis hebat melawan suami & mertua mokondo ky gtu biar tau rasa semangat Thor ....lanjut
Mayra Zahra: terima kasih kak sudah mampir di ceritaku
total 1 replies
WHATEA SALA
Keras kepala juga ya si Nafis ini,sok kuat,padahal kalau dia cerita sama orang tua nya akan terasa ringan dan tentu ada solusi dan banyak membantu,tapi lihat semakin pontang panting kan..semua mau di pikul sendiri seolah gak punya orang tua.
𝐈𝐬𝐭𝐲
akhirnya sah juga setelah lama menunggu...
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah sesuai harapan dan semoga pas akad semoga lancar tak ada halangan... saatnya Nafis berbahagia...
Susi Lawati
saatnya kamu bahagia fish segala sesuatunya jangan di pendam sendirian sekarang ada tempat yg nyaman dan leluasa tanpa harus merasa sungkan untuk kamu berbagi suka dan duka...
nunik rahyuni
menuju halal.. langsung gaaasszz biar louncing nafisa versi saset ato farid versi saset.banyak anak banyak rejeki
Agus Munib
top
nunik rahyuni
terlalu banyak liku liku ....kisah perjalann yg kurleb sama dg sebelum2nya
.langsung menuju pelaminan tanpa banyak acara
🌷tinull💞
inti nya komunikasi harus lancar jangan dipendem sendiri 😍
semangat terus Thor 👍
Hastutik cairn Brisbane
ruwet bin mbulet...simple lebih enak...bisa buat santai...
Tarwiyah Nasa
Nafis tu keras kepala
Susi Lawati
sepertinya trauma Nafis juga belum sembuh total, harus di sembuhkan dulu itu
Lee Mba Young
Nafis kelelahan tanpa mikir dirinya, pdhl anak nya masih butuh dia lo. kl terus bgini yg ada dia cpt mati.
bnyak TKW yg sakit hati tp masih bisa mikir, oiya kl Aku kerja rodi tanpa mikirin diri sendiri yg ada mlh rugi, kesehatan menurun ya kl ttp sehat kl sakit parah gimana nasib anak nya.

pdhl para TKW itu sdh nabung uang Dr luar Negri buat rumah eh suami di rumah mlh nikah lagi akhir nya rumah di bulldozer, tp mereka tau cara agar trauma hilang. healing tipis tipis, konseling juga.
kl nafis ini pdhl psikolog tp gk bisa nolong diri sendiri alasan trauma. yg ada mlh sakit sakit an. ya krn gk mau healing tipis tipis, nilmati Alam, nikmati karya Tuhan.
𝐈𝐬𝐭𝐲
Nafis suka abai dengan kesehatan selalu kerjaan yg di pikirkan sampai lupa tubuh juga perlu istirahat..
Siti M Akil
inaroh yang tidak tahu lelaki nya punya istri 🤣🤣
Adi Sudiro
panggilan nya umi tapi kelakuan nya umami🤭🤭🤭
Mayra Zahra: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Susi Lawati
wajar sih kalau zizah kecewa Ama bapaknya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!