Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Hutan Prasasti Pedang dan Keputusasaan Mo Fan
Langkah terakhir Lin Tian di atas tangga tulang naga membawanya menembus lapisan penghalang spasial yang tebal. Begitu ia menginjakkan kaki di lantai ketiga, suara lolongan angin yang tajam layaknya pedang langsung menyambutnya.
Lantai ketiga Pagoda Sembilan Lapis ini adalah sebuah dataran luas yang permukaannya terbuat dari obsidian hitam mengkilap. Tidak ada langit maupun awan, hanya ruang hampa berwarna kelabu di atas sana. Di sekujur dataran tersebut, tertancap ribuan prasasti batu raksasa berbentuk pedang yang tingginya mencapai belasan meter.
Setiap prasasti memancarkan aura Niat Pedang yang berbeda-beda; ada yang sedingin es, ada yang membara bak api, ada yang membawa hawa kematian pekat. Udara di tempat ini terus-menerus teriris oleh Niat Pedang liar, meninggalkan riak-riak distorsi spasial yang mematikan.
[Ding!]
[Memasuki Dimensi Ujian: Hutan Prasasti Pedang Pembelah Langit.]
[Hukum Lantai: Untuk membuka portal ke lantai selanjutnya, seorang praktisi harus duduk di bawah salah satu prasasti dan bermeditasi hingga mendapatkan pengakuan dari Niat Pedang Kuno di dalamnya. Kegagalan akan mengakibatkan jiwa dan tubuh dicincang oleh badai pedang.]
"Meditasi dan memohon pengakuan dari pedang mati?" Lin Tian mendengus geli. Matanya yang hitam legam menyapu ribuan prasasti tersebut dengan pandangan meremehkan. "Pedang sejati tidak menunduk pada pedang lain. Ia menghancurkan dan menelannya."
Namun, sebelum Lin Tian melangkah lebih jauh, indra spiritualnya yang setara dengan kultivator Inti Emas menangkap fluktuasi Qi manusia di ujung lain Hutan Prasasti.
Di sana, di bawah sebuah prasasti berwarna giok biru yang memancarkan aura angin, duduk bersila beberapa sosok yang sangat ia kenal. Mereka adalah Mo Fan, Murid Inti Nomor Satu Sekte Awan Azure, bersama tiga murid elit yang tersisa. Wajah mereka pucat pasi, tubuh mereka bergetar hebat menahan tekanan Niat Pedang dari prasasti tersebut. Mereka tampaknya berhasil mencapai lantai tiga melalui rute portal lain di lantai pertama.
Saat Lin Tian melangkah mendekat dengan santai, suara langkah kakinya yang menggema di lantai obsidian memecah konsentrasi mereka.
Mo Fan membuka matanya. Ketika ia melihat sosok berjubah putih yang berjalan tanpa perlindungan Qi sedikit pun di tengah badai Niat Pedang, pupilnya menyusut tajam. Rasa takut yang ia rasakan di lantai pertama kembali menjalar ke tenggorokannya, namun kali ini segera digantikan oleh kilatan kebencian dan keputusasaan.
"Lin Tian..." desis Mo Fan, memuntahkan seteguk darah karena konsentrasinya terganggu.
Tiga murid elit lainnya membuka mata dan langsung merangkak mundur ketakutan. Mereka telah melihat bagaimana Lin Tian menendang mati rahib Tahap 8 dalam satu serangan. Bagi mereka, Lin Tian adalah iblis berwujud manusia.
"Kakak Senior Mo, d-dia ada di sini! Apa yang harus kita lakukan?!" bisik salah satu murid dengan gigi bergemeretak.
Mo Fan menggertakkan giginya. Ia perlahan berdiri, mengabaikan luka di meridiannya. Tangannya merogoh lengan jubahnya dan mengeluarkan sebuah token kayu berwarna hitam pekat yang memancarkan aura keji—sama sekali berbeda dengan aura Sekte Awan Azure yang lurus.
"Jangan takut!" geram Mo Fan. Ia menatap Lin Tian dengan senyum yang dipaksakan. "Lin Tian, kau mungkin monster, tapi Pemimpin Sekte sudah menduga bahwa kau memiliki rahasia besar yang berbahaya. Beliau memberikanku 'Token Pengendali Jiwa' ini sebelum kita berangkat!"
Lin Tian menghentikan langkahnya tepat sepuluh meter di depan Mo Fan. Ia memiringkan kepalanya sedikit, ekspresinya sedatar permukaan danau beku. "Token Pengendali Jiwa? Menarik. Jadi Pemimpin Sekte yang agung menitipkan kalung anjing padamu untuk mengikatku?"
"Tutup mulutmu!" teriak Mo Fan, membakar esensi darahnya dan menyuntikkannya ke dalam token tersebut. "Token ini terhubung dengan formasi sekte dan mampu memanipulasi susunan energi di reruntuhan! Aku akan menggunakan energi dari Hutan Prasasti ini untuk mencincangmu menjadi kabut darah! Matilah demi Pemimpin Sekte!"
WUUUSSS!
Mo Fan meremukkan token itu. Seketika, ratusan prasasti pedang di sekitar mereka bergetar hebat. Niat Pedang liar yang tadinya menyebar kini terkumpul dan membentuk badai tornado pedang raksasa yang mengunci koordinat Lin Tian. Ribuan bilah cahaya pedang melesat turun dari udara, siap mengubah Lin Tian menjadi serpihan debu.
Melihat badai pedang mematikan itu menelan Lin Tian, Mo Fan tertawa histeris. "Hahaha! Kau lihat?! Sehebat apa pun kau, kau tidak bisa melawan kekuatan susunan kuno yang diaktifkan oleh benda pusaka Pemimpin Sekte!"
Namun, tawa Mo Fan mendadak tercekik di tenggorokannya.
Di tengah badai pedang yang menderu, sebuah suara tenang dan dingin bergema, mengalahkan suara pusaran angin.
"Hanya ini?"
BOOOOOM!
Badai pedang yang seharusnya mencincang Lin Tian itu tiba-tiba berhenti berputar. Ribuan bilah pedang cahaya itu membeku di udara, seolah-olah mereka baru saja bertemu dengan raja lalim yang memaksa mereka bersujud.
Di pusat badai, Lin Tian berdiri tanpa goresan sedikit pun. Ia bahkan tidak mengaktifkan Tubuh Logam Kaisar Emas-nya. Ia hanya memejamkan mata, dan di dahinya, sebuah proyeksi ilusi dari Tunas Niat Pedang berwarna perak bersinar menyilaukan.
"Sistem," suara Lin Tian bergaung. "Ubah seluruh Niat Pedang di lantai ini menjadi nutrisi. Telan sampai ke akar-akarnya."
[Ding! Menerima perintah Inang.]
[Mengaktifkan Mode Penggilingan Dao Tingkat Maksimal!]
[Target: 9.999 Prasasti Pedang Kuno.]
Seketika, sebuah pusaran emas raksasa yang ukurannya menutupi seluruh langit obsidian meledak dari punggung Lin Tian. Kekuatan isapnya bukan menarik benda fisik, melainkan langsung menyedot Hukum Dao dan Niat Pedang dari prasasti-prasasti tersebut.
KRAK... KRAAAAK!
Pemandangan yang membuat Mo Fan kencing di celana terjadi. Prasasti-prasasti batu raksasa yang telah berdiri tak tergoyahkan selama puluhan ribu tahun mulai retak. Energi spiritual pedang di dalamnya tersedot keluar layaknya pita cahaya berwarna-warni, ditelan habis-habisan oleh pusaran sistem Lin Tian.
Satu per satu, prasasti kuno itu hancur menjadi debu abu-abu.
Ratusan prasasti... ribuan prasasti... hancur menjadi pasir di bawah kaki Lin Tian.
Seluruh Niat Pedang Kuno itu disaring, dimurnikan dari ampasnya, dan dimasukkan langsung ke dalam Tunas Niat Pedang di Lautan Kesadaran Lin Tian. Tunas perak itu tumbuh memanjang, membentuk siluet sebilah pedang utuh yang memancarkan kengerian absolut. Kemampuan penetrasinya menembus batas baru.
Dalam waktu kurang dari sepuluh tarikan napas, Hutan Prasasti Pedang Pembelah Langit yang legendaris... telah rata dengan tanah. Tidak ada satu pun batu yang tersisa berdiri.
Keheningan mutlak kembali menyelimuti lantai ketiga.
Lin Tian perlahan membuka matanya. Sepasang pupil hitamnya kini memiliki kilatan pedang perak yang seolah bisa memotong jiwa siapa pun yang menatapnya.
Ia melangkah maju, menghampiri Mo Fan yang kini jatuh terduduk di lantai obsidian. Pedang kebanggaan Mo Fan tergeletak di sampingnya, pria itu sudah benar-benar kehilangan keinginan untuk melawan.
"Token yang bagus," ucap Lin Tian datar, menginjak sisa-sisa abu token kayu milik Mo Fan hingga hancur. "Tapi sayangnya, Pemimpin Sekte yang kau sembah seperti dewa itu bahkan tidak tahu monster macam apa yang ia undang masuk ke dalam sektenya."
"T-tolong... ampuni aku..." Mo Fan merintih, air mata dan ingus bercampur di wajahnya yang tampan. "Aku hanya mengikuti perintah! Pemimpin Sekte... dia berencana memanen rahasiamu saat kau mencapai Pembentukan Pondasi Tahap Akhir... Aku bisa bersaksi untukmu! Aku bisa membantumu melawannya!"
Lin Tian menatap Mo Fan dengan pandangan jijik.
"Aku sudah tahu rencananya sejak hari pertama ia memberiku gelar Murid Inti," jawab Lin Tian dingin. "Dan aku tidak butuh saksi maupun bantuan dari anjing pengecut sepertimu."
Lin Tian mengangkat tangannya. Ia tidak menggunakan belati. Ia hanya menjentikkan jarinya pelan ke udara.
Sring!
Satu untai Niat Pedang perak yang sangat padat melesat keluar.
ZRASSH!
Kepala Mo Fan, beserta kepala ketiga murid elit Awan Azure di belakangnya, terpisah dari leher mereka dalam satu garis lurus yang sangat rapi. Keempat mayat itu ambruk bersamaan, genangan darah mereka menodai lantai obsidian yang dingin.
"Sistem, ekstraksi."
[Ding! Mengekstrak fondasi 4 target Pembentukan Pondasi...]
[Memperoleh: 15 Tetes Qi Cair Murni.]
[Membuang memori sampah dan teknik sekte tingkat rendah.]
Lin Tian mengumpulkan cincin penyimpanan mereka tanpa banyak ekspresi. Membunuh Murid Inti Nomor Satu sektenya sendiri tidak menimbulkan riak emosi apa pun di hatinya. Bagi Lin Tian, siapa pun yang menghalangi jalannya menuju puncak Dao, baik itu musuh luar atau "saudara seperguruan", nasibnya hanya satu: dihancurkan.
Tepat saat Lin Tian selesai membereskan harta jarahannya, ruang di tengah dataran obsidian bergetar. Sebuah portal raksasa berwarna merah menyala yang memancarkan gelombang panas yang tidak masuk akal terbuka.
Lantai ketiga telah diselesaikan.
"Hawa panas ini... Api Spiritual Bumi Kelas Surga ada di lantai selanjutnya," mata Lin Tian berbinar penuh antisipasi. Dengan Akar Spiritual Kayu-Api miliknya, menelan api sekelas surga akan memicu evolusi fisik dan kultivasi yang sangat gila.