NovelToon NovelToon
Darah Naga Dan Cahaya Bulan

Darah Naga Dan Cahaya Bulan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Kutukan / Fantasi Timur / Fantasi Wanita / Demon Slayer / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:54
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Novel ini menceritakan kisah Putri Mahkota Lyra ael Alar dari Kerajaan Elara, seorang penyihir Moon Magic (Sihir Bulan) yang kuat namun terikat oleh sebuah misteri kuno. Di tengah ancaman perang dari Kerajaan Utara Drakonia, Lyra dipaksa menjadi alat politik melalui pernikahan damai. Ironisnya, ia menemukan bahwa kutukan keluarga kuno menyatakan ia ditakdirkan untuk menghancurkan kerajaannya sendiri pada ulang tahun ke-25, kecuali ia menikah dengan "Darah Naga" yang murni.
​Calon suaminya adalah Pangeran Kaelen Varrus, Pangeran Perang Drakonia, seorang Shadow Wyrm (Naga Bayangan) yang dingin, sinis, dan tertutup, yang percaya bahwa emosi adalah kelemahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Sumpah di Perpustakaan Terlarang

​Tiga hari terasa seperti tiga detik saat maut sedang mengejarmu. Di Solaria, persiapan menyambut kedatangan rombongan Obsidiana dilakukan dengan kemegahan yang terasa palsu. Karpet merah digelar, lampu-lampu kristal dibersihkan, dan aroma melati memenuhi koridor istana—upaya sia-sia untuk menutupi bau ketakutan yang menyengat.

Aethel merasa seperti hewan kurban yang sedang didandani. Ada rasa terasing yang mendalam saat ia melihat para pelayan sibuk menyiapkan gaun pengantinnya, sementara ia sendiri merasa jiwanya sedang dipersiapkan untuk pemakaman.

​Malam sebelum kedatangan Valerius, Aethel menyelinap keluar dari kamarnya. Ia tidak menuju balkon untuk melihat bintang, melainkan turun ke ruang bawah tanah, menuju Perpustakaan Terlarang yang pintunya disegel dengan sihir darah.

​Dengan sayatan kecil di ibu jarinya, ia menempelkan darahnya ke segel perak di pintu. Pintu itu berderit terbuka, mengeluarkan bau apek kertas tua dan energi sihir yang statis.

​"Aku harus menemukan sesuatu," bisiknya pada kegelapan.

​Ia mencari catatan tentang Valerius Nightshade. Jika ia harus menyerahkan hidupnya pada pria itu, ia tidak akan melakukannya dalam buta. Setelah berjam-jam mencari, ia menemukan sebuah kronik perang tua. Di sana, terdapat gambaran kasar tentang Valerius: Sang Naga Bayangan, Penghancur Benteng Timur, Pangeran Tanpa Senyum.

​Aethela merasakan ketakutan yang dibalut dengan keberanian yang nekat. Ia membaca tentang bagaimana Valerius menghancurkan pasukan pemberontak hanya dengan satu kepakan sayap. Namun, ada satu catatan kaki yang menarik perhatiannya: Sihir bayangannya adalah haus yang tak pernah terpuaskan; ia mencari cahaya untuk meredam kegelapan di dalam darahnya.

​"Jadi, itu sebabnya kau menginginkanku," gumam Aethela. "Bukan sebagai istri, tapi sebagai penawar racunmu."

​Tiba-tiba, lilin di atas mejanya berkedip hebat. Aethela merasakan kehadiran sesuatu yang dingin—seperti embusan napas dari kutub utara. Ia menoleh, tapi ruangan itu kosong. Namun, sihir bulannya mulai bergejolak di bawah kulitnya, menciptakan pendaran perak redup di ujung jari-jarinya.

​Aethela menyadari bahwa kutukannya bereaksi terhadap pikiran tentang Valerius. Apakah ini tanda bahwa mereka ditakdirkan untuk saling menghancurkan? Ia mengepalkan tangan, berusaha menekan sihirnya kembali ke dalam.

​"Aku bersumpah," ucapnya dengan suara gemetar namun tegas di tengah kesunyian perpustakaan, "jika kau mencoba memadamkan cahayaku untuk menyelamatkan dirimu sendiri, Valerius Nightshade, aku akan memastikan kegelapanmu ikut terbakar bersamaku."

​Perspektif: Valerius Nightshade

​Di perbatasan Solaria, perkemahan pasukan Naga terlihat seperti noda hitam di atas padang rumput yang hijau. Valerius berdiri di depan tendanya, menatap ke arah ibu kota Solaria yang bersinar di kejauhan.

​Valerius merasakan Gelisah yang tidak biasa. Seharusnya ini hanyalah misi penjemputan biasa. Namun, semakin dekat ia dengan Solaria, semakin "berisik" insting naganya. Ada tarikan magnetis yang sangat kuat, sebuah resonansi sihir yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

​Ia menyentuh dadanya, tepat di atas jantungnya yang biasanya berdetak lambat dan dingin. Malam ini, jantung itu berdenyut kencang.

​"Valen, kau tidak tidur?" Darius mendekat, membawa laporan cuaca.

​"Sesuatu sedang memanggilku, Darius," jawab Valerius, suaranya parau. "Sesuatu di kota itu. Rasanya seperti... bulan yang jatuh ke bumi."

​Ia merasa terancam. Sebagai seorang prajurit, apa pun yang tidak bisa ia kendalikan adalah ancaman. Dan ia merasa bahwa Putri Aethela Vespera—wanita yang bahkan belum ia temui—mulai memiliki kendali atas kenyamanan emosionalnya.

​"Mungkin itu hanya rasa lapar akan sihirnya," sahut Darius mencoba bercanda, meski matanya menunjukkan kekhawatiran.

​Valerius tidak menyahut. Ia menutup matanya dan membayangkan pertemuan esok hari. Ia sudah menyiapkan topeng kedinginannya. Ia akan bersikap angkuh, menuntut, dan tak tersentuh. Ia akan menunjukkan pada Solaria bahwa meski ia membutuhkan putri mereka, ia tidak akan pernah menghargai putri itu lebih dari sekadar alat.

​Namun, dalam kegelapan di balik kelopak matanya, ia melihat bayangan cahaya perak yang menyilaukan.

​"Besok," bisik Valerius pada angin malam. "Besok, permainan ini dimulai."

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!