NovelToon NovelToon
Sembilan Phoenix Agung : Jalan Kultivasi Terlarang

Sembilan Phoenix Agung : Jalan Kultivasi Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Lin Chen, seorang pemuda yang dianggap sampah karena memiliki Meridian Spiritual rusak, secara tidak sengaja menyentuh Phoenix bayi yang sedang bereinkarnasi. Pertemuan itu justru memberinya warisan terlarang tertinggi — "Sembilan Ikatan Phoenix Abadi".

Teknik kultivasi ini mengharuskan ia menikahi dan melakukan kultivasi ganda dengan Sembilan Phoenix Agung. Semakin banyak Phoenix yang ia taklukkan, semakin kuat ia. Namun, teknik ini dianggap melanggar tatanan langit, sehingga seluruh dunia kultivasi ingin membunuhnya.

"Dunia bilang aku terlarang? Baiklah… aku akan menikahi semua Phoenix dan membakar langit ini hingga hangus!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 : Sekte Tengkorak Perak Kembali

Mereka datang pada hari ketiga.

Sesuai perkiraan Lin Chen, jumlah mereka jauh lebih banyak dibanding sebelumnya.

Jika sebelumnya hanya tiga orang, kali ini ada tujuh kultivator yang bergerak bersama.

Di barisan paling depan berjalan seorang pria tua bertubuh kurus dengan jubah hitam berhias pola perak yang rumit. Rambut putihnya diikat rapi ke belakang, sementara aura yang dipancarkannya sama sekali tidak disembunyikan.

Kultivator Tahap Pembentukan Inti Puncak.

Kehadirannya saja sudah cukup untuk membuat udara di sekitarnya terasa lebih berat.

Tatapan matanya tenang dan tajam.

Mata seorang pria yang terbiasa menilai segala sesuatu berdasarkan keuntungan dan kerugian.

Untungnya, Lin Chen dan Huo Ling'er telah mengetahui kedatangan mereka jauh sebelum kelompok itu tiba.

Berkat titik pengamatan yang ditemukan Huo Ling'er serta perkembangan indera spiritual Lin Chen, mereka berhasil mendeteksi keberadaan musuh hampir dua puluh menit lebih awal.

Dari balik tebing, keduanya mengamati kelompok tersebut bergerak mendekat.

"Seberapa kuat yang paling berbahaya?"

Huo Ling'er bertanya tanpa mengalihkan pandangannya.

"Yang berada di depan." Lin Chen menjawab sambil mengamati aura lawan. "Pembentukan Inti Puncak."

Huo Ling'er menghela napas pelan. "Lalu sisanya?"

"Pembentukan Inti Awal hingga Menengah."

Keheningan sesaat muncul.

Keduanya melakukan perhitungan yang sama. Dan hasilnya tidak terlalu menyenangkan.

"Kita tidak bisa melawan mereka secara langsung." Huo Ling'er mengucapkan kesimpulan itu terlebih dahulu.

Bukan karena takut.

Melainkan karena realistis.

Cadangan energinya memang sudah pulih sebagian, tetapi belum cukup untuk menghadapi seorang kultivator Pembentukan Inti Puncak dalam pertarungan terbuka.

Sementara Lin Chen masih berada di Tingkat Keempat Kebangkitan Roh.

Meski kualitas energinya luar biasa, perbedaan tingkat kultivasi tetap tidak bisa diabaikan.

"Benar." Lin Chen mengangguk. "Tapi kita tidak harus melawan mereka di tempat ini."

Tatapan Huo Ling'er beralih kepadanya.

Lin Chen menunjuk ke arah barat. "Ada jalur sempit di sisi tebing."

"Hanya cukup untuk satu atau dua orang bergerak berdampingan."

"Mereka tidak bisa memanfaatkan jumlah mereka di sana."

Huo Ling'er segera mempertimbangkan usulan itu. "Ke mana jalur itu menuju?"

"Sebuah lembah kecil."

"Ada formasi batu alami dan beberapa jalur keluar."

"Setidaknya lebih baik daripada bertahan di sini."

Huo Ling'er berpikir beberapa saat. "Kalau mereka mengepung semua jalur keluar?"

Lin Chen tersenyum tipis. "Setidaknya kita bertarung dari posisi yang lebih menguntungkan."

Jawaban itu cukup baginya.

"Pergi."

Tanpa membuang waktu, keduanya segera bergerak.

Pertempuran dimulai tidak lama setelah mereka mencapai jalur sempit tersebut.

Dan hasilnya jauh berbeda dari yang dibayangkan para anggota Sekte Tengkorak Perak.

Medan yang sempit membuat keunggulan jumlah mereka hampir tidak berguna.

Mereka tidak bisa menyerang bersama-sama.

Mereka terpaksa maju bergantian.

Huo Ling'er menjadi orang pertama yang menyambut mereka.

Api biru keputihan meledak dari kedua tangannya.

Gerakannya cepat.

Tegas.

Dan tanpa keraguan sedikit pun.

Ia menyerang layaknya badai api yang tidak memberi kesempatan lawan bernapas.

Setiap serangan diarahkan untuk memaksa lawan mundur.

Api yang dilepaskannya bukan hanya melukai, tetapi juga menutup jalur gerak musuh.

Dalam waktu singkat, beberapa kultivator Sekte Tengkorak Perak terpaksa mengubah posisi mereka berkali-kali.

Sementara itu, Lin Chen bertarung dengan cara yang berbeda.

Ia tidak seagresif Huo Ling'er.

Ia lebih tenang.

Lebih sabar.

Api Phoenix yang ia gunakan bukan sekadar senjata.

Melainkan alat untuk mengendalikan medan pertempuran.

Beberapa titik di jalur sempit sengaja ia bakar untuk memaksa lawan bergerak ke arah tertentu.

Setiap kali seorang musuh menghindari api miliknya, mereka tanpa sadar masuk ke jangkauan serangan Huo Ling'er.

Tanpa perlu berdiskusi sebelumnya, keduanya mulai membentuk kerja sama yang mengejutkan.

Seolah mereka telah bertarung bersama selama bertahun-tahun.

Musuh yang mencoba menghindari Huo Ling'er akan terjebak oleh Lin Chen.

Musuh yang menghindari Lin Chen akan disambut oleh api Huo Ling'er.

Perlahan, tekanan mulai berbalik.

Namun situasi berubah ketika Tetua Sekte Tengkorak Perak akhirnya turun tangan.

Aura Pembentukan Inti Puncak meledak keluar.

Tekanan spiritual yang kuat langsung menyapu seluruh area.

Lin Chen merasakan tubuhnya terdorong mundur beberapa langkah.

Lapisan Api Phoenix yang melindungi tubuhnya bergetar hebat.

Tangannya bahkan sempat mati rasa akibat benturan energi tersebut.

Perbedaan tingkat kultivasi itu terlalu besar.

Tetapi sebelum tetua tersebut sempat melanjutkan serangannya, Huo Ling'er sudah bergerak.

Api biru keputihan meledak dari kedua tangannya.

Serangan itu mengarah langsung ke sisi tubuh sang tetua.

Pria tua itu tidak punya pilihan selain mengalihkan sebagian perhatiannya.

Dan itulah kesempatan yang ditunggu Lin Chen.

Ia mengumpulkan seluruh energi Phoenix yang tersisa.

Memadatkannya.

Mengompresnya hingga menjadi bola api kecil seukuran kepalan tangan.

Ukuran yang kecil.

Namun mengandung seluruh kekuatan yang masih bisa ia keluarkan.

Dengan satu gerakan tegas, ia melepaskannya.

Tetua Sekte Tengkorak Perak segera membentuk pertahanan.

Ledakan pun terjadi.

Tidak besar.

Namun cukup untuk mengguncang seluruh jalur sempit itu.

Lapisan pertahanan sang tetua retak.

Jubah hitamnya hangus di bagian lengan.

Tubuhnya terdorong mundur dua langkah penuh.

Dan untuk pertama kalinya sejak tiba di sana, ekspresi pria tua itu berubah.

Bukan lagi meremehkan.

Melainkan waspada.

Ia menatap Lin Chen dan Huo Ling'er bergantian.

Tatapannya semakin serius.

Jelas ia mulai memahami bahwa keduanya jauh lebih berbahaya daripada yang diperkirakan.

Keheningan singkat menyelimuti medan pertempuran.

Kemudian sang tetua berkata,

"Mundur."

Beberapa muridnya terkejut.

"Tetua, tapi..."

"Mundur."

Nada suaranya tidak memberi ruang untuk membantah.

"Kita tidak datang dengan persiapan yang cukup."

Tatapannya kembali tertuju pada Lin Chen dan Huo Ling'er.

"Pertempuran ini tidak bisa diselesaikan hari ini."

Mendengar itu, para anggota Sekte Tengkorak Perak akhirnya mundur.

Satu per satu mereka menghilang ke dalam hutan.

Tidak lama kemudian, hanya keheningan yang tersisa.

Lin Chen mengembuskan napas panjang.

Tubuhnya terasa lelah.

Cadangan energinya hampir habis.

Huo Ling'er juga tidak berada dalam kondisi yang jauh lebih baik.

Namun mereka berhasil bertahan.

Untuk saat ini.

Lin Chen memandang ke arah hutan tempat musuh menghilang.

Ia tahu satu hal dengan pasti.

Sekte Tengkorak Perak mungkin mundur hari ini.

Tetapi mereka belum menyerah.

1
Green Boy
ayo lanjut lagi thor🙏🙏
Daryus Effendi
bosan bacanya terlalu lambat alzrnya.bertele tele
Hadi Hadi
up up 👍
Hadi Hadi
up up 😍😍
Anonymous
lanjut thor seru ceritanya🙏
Si Suka Baca
Vote meluncur
Ihwan12
mantap lanjut lagi thor💪💪👍👍
Xiao Lin—Gold Author
satu mawar 🌹
Xiao Lin—Gold Author
niceeeee👍👍👍
Xiao Lin—Gold Author
Mantap👍👍👍
Xiao Lin—Gold Author
Suyin mungkin udah ketagihan sama pedang ajaib Wei Hao🤔/Sly//Doge/
Celestial Quill: /Facepalm/
total 1 replies
Xiao Lin—Gold Author
Mantap👍
Shu Qing
Luar biasa
Fatih Al
awal yang bagus👍👍
Green Boy
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!