NovelToon NovelToon
Sistem Harem Ku Aktiv

Sistem Harem Ku Aktiv

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Bad Boy
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Karensi

Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

​Berita mengenai pengambilalihan saham terbesar di perusahaan properti milik keluarga Dion oleh seorang mahasiswa biasa langsung menjadi konsumsi publik yang sangat masif. Pagi ini, wajah tampan gue terpampang jelas di layar televisi nasional dan berbagai media sosial sebagai pengusaha muda misterius paling berpengaruh abad ini. Kejadian kemarin beneran memicu gempa tektonik di dunia bisnis, dan efeknya langsung merembet ke kehidupan kampus gue dengan sangat dahsyat.

​Begitu taksi mewah yang gue tumpangi berhenti tepat di depan gerbang utama kampus, gue bisa melihat kerumunan mahasiswa sudah berkumpul riuh. Namun, yang paling menarik perhatian gue adalah keberadaan tiga sosok wanita cantik yang sudah berdiri berjejer tepat di jalur masuk utama gedung rektorat. Di sana ada Bella dengan gaya anggunnya, Bu Diana yang terlihat berwibawa dengan pakaian dosen formalnya, dan Clara yang berdiri imut memegang tali tasnya erat-erat.

​Ketiganya kompak menatap ke arah taksi gue dengan ekspresi wajah yang sangat campur aduk: syok, tidak percaya, kagum, sekaligus memancarkan aura kecemburuan yang sangat pekat. Mereka beneran sengaja menunggu kedatangan gue sepagi ini untuk menuntut penjelasan mutlak atas berita heboh yang mengguncang jagat raya tersebut.

​Gue turun dari mobil dengan langkah kaki yang sangat tenang dan penuh kharisma seorang pria sejati, merapikan kerah kemeja putih kasual gue yang sedikit tertekuk. Fisik Level Dua membuat postur tubuh gue kelihatan sangat tegap sempurna di bawah terpaan sinar matahari pagi, menarik seluruh pasang mata warga kampus untuk menatap ke arah gue penuh pemujaan.

​Bella menjadi orang pertama yang melangkah maju dengan cepat menghampiri posisi gue berdiri, kedua tangan indahnya langsung bergelayut manja di lengan kanan gue seolah ingin menegaskan kepemilikannya di depan semua orang.

​"Raka! Jadi ini urusan bisnis penting yang kamu maksud kemarin pagi? Kenapa kamu tidak cerita sama aku kalau kamu sekarang sudah jadi bos besar pemilik saham perusahaan properti itu? Aku kaget banget waktu lihat muka tampan kamu masuk berita utama televisi semalam," cecar Bella dengan nada suara yang manja namun penuh dengan tuntutan penjelasan yang sangat serius.

​Belum sempat gue menjawab ucapan Bella, Bu Diana melangkah mendekat dengan anggun sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Sebagai seorang dosen sekaligus wanita matang yang cerdas, dia menatap gue dengan pandangan mata yang sangat tajam, mencoba menyelidiki rahasia besar yang gue sembunyikan.

​"Iya, Raka. Ibu juga sangat terkejut melihat berita itu. Bagaimana bisa seorang mahasiswa bimbingan Ibu mendadak menguasai aset ratusan miliar milik keluarga Dion dalam waktu satu malam? Kamu berutang penjelasan yang sangat detail kepada Ibu di ruangan dosen setelah ini," ucap Bu Diana dengan nada suara bariton wanita dewasa yang sangat seksi namun penuh penekanan wibawa yang kuat.

​Clara tidak mau ketinggalan, dia ikut bergeser mendekat ke sisi kiri gue, menatap wajah gue dengan sepasang mata bulatnya yang berkaca-kaca menahan rasa cemburu dan minder yang amat sangat besar setelah melihat Raka dikelilingi wanita-wanita hebat kelas atas.

​"Kak Raka... jadi Kakak beneran orang kaya raya yang hebat ya? Saya... saya merasa semakin jauh dari Kakak kalau Kakak sudah jadi pengusaha sukses seperti di berita itu," bisik Clara dengan suara yang sangat pelan dan bergetar, meremas ujung bajunya sendiri karena merasa tidak pantas bersanding di dekat gue.

​Melihat ketiga target harem gue berkumpul bersama dalam satu waktu dengan atmosfer kecemburuan yang sangat tinggi begini, layar hologram biru transparan milik sistem mendadak muncul berkedip cepat tepat di depan pandangan mata gue dengan suara bunyi alarm darurat yang sangat nyaring di dalam kepala gue.

​"Misi Darurat Harem Aktif! Jinakkan dan tenangkan emosi serta rasa cemburu dari ketiga target (Bella, Bu Diana, dan Clara) secara bersamaan di depan umum menggunakan Keahlian Manipulasi Pikiran Level Dua dan Aura Intimidasi Raja Level Satu. Buat mereka bertiga menerima posisi satu sama lain tanpa ada penurunan poin kasih sayang sedikit pun. Hadiah Penyelesaian: Pembukaan Fitur Ruang Obrolan Rahasia Harem Sistem, Tambahan Saldo Tiga Ratus Juta Rupiah, dan Poin Sistem bertambah Empat Ratus Poin. Hukuman Jika Gagal: Seluruh poin kasih sayang ketiga target akan drop jatuh bebas ke angka nol dan kerajaan harem Tuan Rumah akan hancur lebur seketika."

​Gue tersenyum sangat dingin membaca perintah misi darurat dari sistem kali ini. Hukuman gagalnya beneran sangat mengerikan, tapi ini adalah ujian sejati bagi seorang raja harem untuk menunjukkan dominasi mutlaknya dalam mengendalikan emosi para wanitanya secara bersamaan.

​Gue mengaktifkan Aura Intimidasi Raja Level Satu secara halus dikombinasikan dengan Keahlian Manipulasi Pikiran Level Dua untuk memancarkan aura kharisma pelindung yang sangat menenangkan namun dominan ke sekitar tubuh gue. Atmosfer panas di antara ketiga wanita cantik itu mendadak menjadi agak rileks dalam sekejap mata.

​Gue merangkul pinggang ramping Bella dengan tangan kanan gue, lalu tangan kiri gue bergerak lembut mengusap rambut pendek Clara dengan penuh kasih sayang, sementara sepasang mata tajam gue menatap lurus langsung ke dalam manik mata Bu Diana dengan tatapan penuh wibawa pria dewasa.

​"Kalian bertiga dengerin gue baik-baik dulu ya. Alasan kenapa gue merahasiakan semua ini, itu murni karena proses pengalihan saham kemarin beneran melibatkan transaksi rahasia tingkat tinggi yang sangat rawan intervensi musuh kalau sampai bocor duluan. Gue melakukan semua ini bukan karena gue mau sombong atau melupakan kalian, tapi justru karena gue ingin membangun fondasi masa depan yang sangat kokoh dan aman untuk melindungi kalian bertiga dari ancaman orang-orang jahat seperti Dion atau mantan manajer mesum kemarin," ucap gue menjelaskan skenario kepahlawanan finansial dengan nada suara yang sangat tenang, berat, dan penuh dengan keyakinan mutlak seorang pria sejati.

​Gue sengaja mengaitkan kesuksesan bisnis gue dengan keselamatan dan kebahagiaan mereka bertiga agar mereka merasa dihargai dan menjadi bagian terpenting dalam hidup gue, sekaligus meluluhkan ego kecemburuan mereka secara perlahan.

​"Bagi gue, kesuksesan harta ratusan miliar ini sama sekali tidak ada artinya kalau gue tidak bisa berbagi kebahagiaan dan memberikan perlindungan terbaik untuk wanita-wanita berharga yang ada di depan gue saat ini. Bella, Bu Diana, dan Clara, kalian bertiga punya tempat yang sangat istimewa dan tidak tergantikan di dalam hati gue, jadi tolong jangan pernah merasa cemburu atau saling merendahkan satu sama lain karena kalian adalah masa depan gue," lanjut gue memberikan kalimat pamungkas yang beneran sangat manis namun mengikat kuat mental mereka.

​Efek manipulasi pikiran tingkat tinggi berpadu dengan ketulusan kharisma gue beneran bekerja sangat sempurna tanpa cela melunakkan seluruh dinding pertahanan emosi mereka. Kemarahan Bella seketika mencair digantikan oleh rasa bangga yang luar biasa besar karena menjadi wanita utama di samping seorang pahlawan finansial.

​"Ya ampun Raka, maafkan aku ya karena sudah berpikiran negatif dan menuntut kamu macam-macam pagi ini. Aku murni cuma kaget dan terlalu takut kehilangan kamu setelah kamu jadi sepopuler ini," ucap Bella dengan sangat tulus sambil menyandarkan kepalanya yang cantik di dada bidang gue penuh kepasrahan cinta.

​Bu Diana yang tadinya bersikap tegas sebagai dosen langsung tersenyum tipis, rona merah muda muncul di kedua pipi matangnya yang anggun saat dia menyadari kedewasaan berpikir gue yang jauh melampaui usianya. "Kamu beneran pria yang luar biasa, Raka. Ibu bangga sekali dengan pencapaian kamu, dan Ibu akan selalu mendukung semua langkah bisnis kamu ke depan."

​Clara yang tadinya minder langsung mendongak menatap gue dengan mata yang berbinar-binar penuh harapan baru, rasa hangat dan aman kembali menjalar ke dalam dadanya setelah mendengar ucapan gue tadi. "Makasih banyak ya Kak Raka karena tidak pernah menganggap saya sebagai beban. Saya janji akan selalu setia berada di samping Kakak."

​Layar hologram keemasan milik sistem langsung muncul terang benderang di depan mata gue memberikan pengumuman kemenangan besar yang sangat indah pagi ini.

​"Misi Darurat Harem Selesai Sempurna! Ketiga target berhasil ditenangkan sepenuhnya tanpa ada penurunan poin kasih sayang sedikit pun. Poin kasih sayang Bella stabil di angka Sembilan Puluh Lima Persen, Bu Diana meningkat menjadi Delapan Puluh Delapan Persen, dan Clara melonjak mantap menembus angka Sembilan Puluh Empat Persen. Hadiah Tambahan: Fitur Ruang Obrolan Rahasia Harem Sistem Aktif, Tambahan Saldo Tiga Ratus Juta Rupiah sukses dicairkan, dan Poin Sistem bertambah Empat Ratus Poin. Total Poin Sistem saat ini adalah Dua Ribu Delapan Ratus Poin!"

​Gue tersenyum sangat puas membaca notifikasi kemenangan mutlak tersebut di dalam hati. Langkah penjinakan konflik harem luar ruangan ini beneran berjalan sangat sukses besar mengokohkan fondasi kerajaan harem gue di bawah satu kendali kharisma dewa yang gue miliki.

1
ayrhte
mokondoonya/Smile/
Karensi: Terimakasih sudah membaca kak🥰.pantau terus perjalanan kisah ini ya kak🥰🥰🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!