NovelToon NovelToon
Ruang Ajaib Di Istana: Ratu Penguasa

Ruang Ajaib Di Istana: Ratu Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Evelyn Carter tewas dalam kecelakaan mobil di abad ke-21. Namun saat membuka mata, ia tidak berada di rumah sakit, melainkan di sebuah istana kuno.

Ia kini hidup dalam tubuh Ratu Evelyn Lancaster, ratu muda yang terkenal lemah dan sedang menunggu kematian karena racun dari para selir. Di istana, semua orang sudah bersiap menyambut kematiannya.

Selir kesayangan raja ingin merebut tahta ratu. Para menteri diam-diam mengatur kekuasaan baru. Tapi mereka tidak tahu satu hal... Ratu yang bangun hari itu, bukan lagi wanita yang sama. Di dalam tubuh itu hidup jiwa wanita modern yang cerdas dan tidak mudah diinjak.

Selain itu, Ratu memiliki Ruang Ajaib. Tempat rahasia yang menyimpan obat, pengetahuan, dan teknologi masa depan.

Kini, orang-orang yang menunggunya mati akan segera sadar. Ratu yang mereka anggap lemah… justru akan menjadi penguasa sejati di istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 14.

Malam semakin larut, namun Alexander belum pergi. Ia berdiri di dekat meja, memperhatikan Evelyn yang sejak tadi diam menatap peta wilayah barat.

“Apa yang sebenarnya mengganggumu?” tanya Alexander akhirnya setelah lama mereka saling terdiam.

Evelyn mengangkat kepala perlahan. “Aku merasa… ada sesuatu yang tidak cocok.”

“Dengan?”

“Ruang Ajaib itu.”

Hening sesaat.

Ini pertama kalinya Evelyn membicarakan tempat itu secara langsung pada seseorang. Meskipun tidak sepenuhnya jujur, Alexander menyipitkan mata tipis. Namun anehnya, pria itu tidak terlihat terkejut.

“Kau sering mengatakan hal aneh,” katanya tenang.

Evelyn berjalan mendekati jendela, angin malam menyentuh wajahnya pelan. “Aku selalu mengira... tempat itu muncul karena aku datang dari masa depan.”

Sekali lagi, Alexander mengernyit.

Masa depan? Batin pria itu, namun tidak mengatakan secara langsung.

“Dan sekarang?”

Evelyn menatap langit gelap. “Sekarang aku merasa, aku justru dibawa ke sini karena tempat itu.”

Sunyi.

Tatapan Alexander perlahan berubah lebih serius. “Jika itu rahasiamu, seberapa berbahaya rahasia itu?”

Evelyn tersenyum kecil, “Aku belum tahu.”

Hening menggantung di antara mereka.

Evelyn masih berdiri di dekat jendela, sementara Alexander memperhatikannya tanpa mengalihkan pandangan sedikit pun. Cahaya bulan masuk samar ke dalam kamar, membuat suasana terasa jauh lebih tenang dibanding biasanya.

“Aku belum tahu.”

Jawaban Evelyn tadi masih tertinggal di udara.

Alexander akhirnya berjalan mendekat perlahan hingga berdiri tepat di belakang wanita itu. Tidak terlalu dekat, namun cukup membuat Evelyn bisa merasakan kehangatan tubuh pria tersebut.

“Kalau rahasia itu memang berbahaya,” suara Alexander rendah dan tenang, “Kau tidak harus menanggung semuanya sendirian.”

Evelyn menunduk samar, kalimat sederhana itu justru terasa paling sulit ia hadapi. Karena sejak datang ke dunia ini, ia selalu berpikir harus bertahan sendirian.

“Aku sudah terbiasa sendiri,” ucapnya pelan.

Alexander tersenyum tipis. “Aku juga.”

Tatapan Evelyn sedikit berubah. Untuk sesaat, ia melihat sesuatu di mata raja itu. Bukan wibawa seorang penguasa, melainkan kelelahan seorang pria yang terlalu lama memikul banyak hal sendirian.

“Namun sekarang…” Alexander mengangkat tangan perlahan lalu menyentuh ujung jemari Evelyn, “…aku mulai terbiasa ada seseorang di sisiku.”

Jantung Evelyn berdetak pelan, tangannya refleks menegang sedikit saat Alexander menggenggam jemarinya lebih erat. Genggaman sang raja tidak memaksa, hanya menenangkan.

Tatapan mereka bertemu di pantulan jendela. Dan entah sejak kapan, jarak di antara mereka perlahan menghilang.

“Apa kau takut padaku sekarang?” tanya Alexander lirih.

Evelyn menggeleng kecil. “Tidak.”

“Bagus.”

Alexander membalik tubuh Evelyn perlahan menghadap dirinya. Tatapan pria itu turun ke wajah sang ratu, seolah sedang menghafalnya dengan perlahan.

“Kau tahu apa yang paling berbahaya sekarang?” gumamnya rendah.

“Apa?”

“Aku mulai terlalu menyukaimu.”

Napas Evelyn tertahan sepersekian detik, Alexander tersenyum samar melihat reaksinya. Lalu jemari pria itu naik perlahan, menyentuh pipi Evelyn dengan sangat hati-hati.

Tidak ada lagi jarak formal antara raja dan ratu malam itu, hanya dua orang yang perlahan saling membuka diri.

“Aku belum pernah melihatmu seperti ini sebelumnya,” bisik Evelyn pelan.

“Hanya kau yang bisa membuatku seperti ini.”

Tatapan Alexander begitu tenang, namun justru itu yang membuat Evelyn sulit berpaling. Dan saat pria itu mendekat perlahan, Evelyn tidak mundur kali ini.

Ciuman pertama mereka malam itu terasa pelan, dan sangat lembut. Seolah Alexander sengaja memberi waktu pada Evelyn untuk menolaknya, tapi wanita itu justru menggenggam pelan pakaian raja di depan dadanya.

Alexander langsung menyadari, bahwa Evelyn akhirnya mulai membuka dirinya untuknya. Tangannya berpindah melingkari pinggang Evelyn perlahan, menarik tubuh wanita itu lebih dekat ke dalam pelukannya.

Suasana kamar berubah semakin hangat, awalnya tidak tergesa-gesa. Hanya sentuhan-sentuhan lembut yang perlahan membuat dinding di antara mereka runtuh sedikit demi sedikit.

Alexander mencium kening Evelyn lama sebelum menempelkan dahinya pada wanita itu.

“Aku akan berhenti kalau kau tidak mau,” bisiknya pelan.

Evelyn menatap mata pria itu beberapa detik, lalu ia yang lebih dulu mendekatkan bibirnya. Alexander tampak sedikit terkejut, namun sesaat kemudian pria itu tertawa pelan sebelum kembali menciumnya lebih dalam.

Malam terasa berjalan lambat setelah itu.

Gaun Evelyn terlepas perlahan di bawah jemari hati-hati sang raja. Alexander memperlakukan wanita itu seolah sesuatu yang sangat berharga, bukan sekadar ratu yang harus ia miliki.

Dan untuk pertama kalinya sejak datang ke dunia ini, Evelyn merasa benar-benar diinginkan. Bukan karena status ratu pemilik asli tubuhnya, bukan pula karena kekuasaan. Melainkan... karena dirinya sendiri.

Di bawah cahaya bulan yang samar, malam itu akhirnya menjadi malam pertama mereka yang sesungguhnya. Bukan sekadar kewajiban kerajaan, namun karena mereka sama-sama menginginkannya.

1
Miss Typo
Raja dan Ratu bikin perasaan campur aduk, harusnya formal aja eh romantis bgt lagi 🤣
Tiara Bella
so sweet bngt ya raja Alexander sm ratu Evelyn.....😍
Rita
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
😅😅😅😅😅
Rita
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
😅😂😂😂😂😂
Rita
wah siap2 evelyn ngambek😅😂😂
Rita
waahhhh👍👍👍👍
Nyonya Gunawan
Kirain alex beneran koma..😄😄
Tpi bgus jg sich biar di lihat kala ma wili
Rita
ceritanya bagus,seru,tegang g betele2
Rita
berani macam2 tunggu pembalasan ku😅😂pov evelyn
Rita
bangun̈in singa betina
Rita
ikut panik
Rita
waspada yg bs dilakukan plus bersiap
Rita
peka
Rita
waspada
Rita
tuh 🔥🔥🔥🔥
Rita
saling terbuka 👍👍👍👍apa yg dirasakan apa yg dipikirkan
Rita
wajar Eve
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!