Kristella Duan tak menyangka jika pekerjaannya sebagai penulis novel erotis membawanya terjebak dalam pusaran obsesi mafia kejam Dominic Stralerr. Ketua klan mafia terbesar yang hanya bisa bergairah karena membaca novel yang dia buat.
Bagaimana Kristella di tekan untuk membuat cerita- cerita hanya untuknya, dan demi membangkitkan gairahnya yang telah mati. Hingga sebuah ide gila muncul yang Kristella kira bisa membuatnya lepas dari tekanan tersebut, namun justru membuatnya semakin terjerat dan tak bisa lepas.
"Bagaimana kalau kita praktekan saja secara langsung, Tuan?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mimpi
Ella berbaring di ranjang kecilnya dengan bibir yang menyunggingkan senyuman lebar. handuk yang membungkus rambutnya menandakan jika dia baru saja selesai mandi.
"Memang lebih nyaman jika di rumah sendiri," desahnya lega. Meskipun bukan ranjang empuk dengan sprei yang terbuat dari kain sutra yang lembut, Ella merasa lebih nyaman di kamar kos kecilnya. Tentu saja sebab bagaimana pun mewahnya rumah Dominic dia tetap merasa terpenjara disana.
Tak sampai lama dia berbaring matanya sudah memejam. Hari ini cukup melelahkan, sebab dia harus berusaha keluar dari dalam mobil tanpa ketahuan. Beruntung saat mereka akan memasukkan barang belanjaan mereka sempat lengah hingga Ella berhasil melarikan diri. Jika tidak, mungkin Ella akan mati selamanya terkurung dalam rumah besar Dominic.
Ella masih tak mengerti kenapa pria kejam itu masih tak mau melepaskannya, padahal jelas- jelas dia bukannya tidak bisa bergairah, tapi, karena dia tidak mau bersentuhan dengan wanita lain. Maka pantas saja dia tidak bisa 'bereaksi' sebab para wanita itu dilarang menyentuhnya sama sekali.
....
Ella melenguh pelan saat bibir Dominic menjalari lehernya. Pinggangnya melengkung saat merasa sentuhan menariknya dan tangan Dominic menelusup ke punggungnya. Merapatkan tubuh mereka hingga Ella bisa merasakan pilar kekuasaan yang mengeras menempel di bagian pahanya.
Hah ... ah ... Ella masih memejamkan matanya saat Dominic menggigit areola-nya, melahap habis bagiannya seolah bibir tebalnya ingin menelannya bulat- bulat. Namun desahan justru lolos begitu saja.
"Tuan, Dom ... ah, geli."
Semua kancing piyamanya telah terbuka bahkan kaca mata pelindungnya telah terangkat ke atas saking tak di biarkannya menghalangi jalan Dominic untuk bermain disana.
"Call me Dom, Ella!" Suara penuh tekanan dan perintah terdengar di telinga Ella.
Membuat Ella mendesah sekali lagi. "Oh, Dom!"
Ella tak berdaya, saat tangan Dominic menelusupkan dan membelai halus bagian dalam sensitif yang tersembunyi di balik celana piyamanya, menekan pelan Labia minora-nya membuat Ella melengkung merasa sebuah gelombang yang datang tak tertahankan.
"Ohhhh, Dommm!" jeritnya tertahan.
Dominic terkekeh, "Bagaimana ini, kamu lari tapi justru memimpikan aku?"
Hhhhhhahhh!
Nafas Ella terengah saat matanya terbuka lebar dengan terkejut. Saking terkejutnya dirinya Ella bahkan langsung terduduk. Matanya memindai sekitar lalu menatap piyamanya yang masih terpasang sempurna.
"Aku mimpi?" Ella mengusap wajahnya kasar, namun juga helaan nafasnya terdengar lega.
"Sialan! Bagaimana bisa aku bermimpi tentangnya... dan bercinta?" Ella menelan ludahnya kasar, kedua kakinya merapat saat merasa bagian intinya juga terasa basah, dan lembab.
"Gila! Murahan sekali dirimu, Ella!" Ella membaringkan tubuhnya kembali lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Jika ada orang lain disana mungkin orang itu bisa melihat semerah apa wajahnya sekarang.
Itu hanya mimpi, tapi dia jelas merasa basah dan lembab. Juga bagian dadanya terasa seperti berdenyut seolah benar-benar di hisap kuat.
Bagaimana bisa dia bermimpi panas seperti itu. Sepanjang karirnya menjadi penulis erotis yang selalu menciptakan adegan- adegan dewasa, baru kali ini Ella bermimpi basah dan bahkan merasa intinya begitu berdenyut dan lembab seolah benar-benar menginginkannya.
Tubuhnya bahkan masih terasa panas seolah gairah itu benar-benar masih tersisa.
"Untung hanya mimpi." Desahnya lega. Jika tidak mungkin dia akan malu setengah mati saat dia benar-benar mendesahkan nama Dominic.
...
Ella menatap cermin di kamar mandi kecilnya, bibirnya yang penuh busa mencebik kesal. Meski begitu gerakan tangannya terus memutar sikat gigi menciptakan busa semakin banyak.
"Kenapa mimpi itu terasa nyata? Tapi kalau memang nyata kenapa aku tak sadar? Apa karena aku begitu menginginkannya?" Dia terus menggerutu meski mulutnya penuh busa odol.
Setelah merasa benar-benar bersih Ella membersihkan mulutnya dengan air hingga busanya benar-benar hilang, lalu keluar dari kamar mandi.
Setelah menyelesaikan kegiatannya di kamar mandi Ella melangkah ke arah pemanggang roti dimana roti yang dia panggang sudah mencuat ke atas menandakan rotinya telah matang.
Ella duduk di kursi di depan nakas penyekat antara dapur dan kamar, mengoleskan selai cokelat lalu melahapnya.
Setelah selesai dengan sarapannya Ella melangkah ke arah meja kerjanya, membuka laptop, lalu jendela untuk membiarkan sinar matahari masuk membuat kamarnya lebih terang.
Menunggu laptopnya menyala Ella menatap ke luar jendela memperhatikan sekitar dan melihat suasana yang dia rindukan setelah hampir satu bulan tinggal di rumah besar Dominic.
Semua terlihat seperti biasa. Di luar nampak beberapa orang keluar dan bersiap untuk bekerja, juga ada penjaga dan tukang kebun yang sedang membersihkan halaman gedung kosannya. Hingga mata Ella menatap beberapa mobil mewah yang terparkir di pinggir jalan tepat di depan gerbang gedung kosnya.
Mata Ella menyipit tajam, tapi saat menyadari pandangannya nampak tak jelas Ella mengambil kaca matanya di meja. Namun saat kaca mata terpasang di matanya mobil- mobil tersebut justru telah melaju.
"Apa aku salah lihat?" Ella mengedikkan bahunya lalu duduk di kursi kerjanya.
"Baiklah sekarang waktunya mulai bekerja!" Ella merenggangkan tangannya ke atas lalu jarinya mulai bermain lincah di atas keyboard.
kan kamu yg ngawalin....
jadi ketagihan kan itu Dom..🤭
ada musuh atau emang sengaja diledakin sama Dom buat ngehapus jejak 🤔🤔
kamu malah bikin Ella jadi takut sama kamu..
bakal kangen dunks kak ....
aq dah vote kamu nih..
semoga retensi kamu bagus ya..