NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:270.4k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Demi menikahi Lavanya, Aditya tega memberikan obat anti-ovulasi kepada Kemuning, agar tidak pernah bisa punya anak. Aditya juga memanipulasi hasil tes kesuburan Kemuning.

Namun, takdir berkata lain ketika kecelakaan menimpa Kemuning. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau ada zat berbahaya di dalam rahimnya.

Dengan bantuan Arkatama, Kemuning menyusun pembalasan kepada Aditya dan Lavanya. Membuat mereka merasakan pembalasan yang tak disangka-sangka.

Niat ingin menguasai harta milik Kemuning, yang Aditya dapatkan malah gigit jari.

Akankah rahim Kemuning bisa subur kembali?

Novel ini misi dari editor, jika ada kesamaan dengan author lain, berarti kita sedang sama-sama mengerjakan tugas misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Setelah membeli rumah baru, Kemuning sibuk pindahan dan belanja beberapa barang yang diperlukan. 

“Loh, Mbak Kemuning?!” Artasatya terkejut ketika melihat Kemuning sedang memberi arahan kepada pengirim barang yang menurunkan sofa dari truk kontainer.

“Eh, Arya. Sedang apa di sini?” tanya Kemuning yang tidak kalah terkejutnya.

“Aku tinggal di rumah ini,” jawab Aryasatya sambil menunjuk rumah besar dan halamannya luas, yang ada di samping rumah baru Kemuning.

Mata Kemuning terbelalak karena baru tahu. Sebelumnya Arkatama tidak pernah memberi tahu hal itu.

“Sekarang Mbak tinggal di rumah ini,” ucap Kemuning menunjuk rumahnya.

“Wah, kita jadi tetanggaan, dong!” Aryasatya tersenyum lebar.

“Iya.” Kemuning mengangguk.

“Pantas saja Kak Arka sekarang kelihatan ceria dan suka ngomel-ngomel jika aku berantakin rumah,” batin Aryasatya tersenyum tengil.

Kemuning mengadakan acara syukuran di rumah baru, dengan mengundang para tetangga. Ada juga beberapa kerabat jauhnya yang datang.

“Waduh, ternyata Mbak Kemuning ... janda, toh!” ucap seorang wanita paruh baya.

“Mbak Kemuning cantik begini masih bisa diselingkuhi. Apalagi aku yang wajah pas-pasan begini, enggak glowing,” kata wanita yang lebih muda, dengan lirih.

“Perselingkuhan itu bukan karena kita tidak cantik atau tidak menarik. Tapi, karena pasangan kita saja yang tidak setia dan adanya pelakor tidak punya nurani,“ balas Kemuning.

Beberapa wanita membenarkan. Karena banyak pria yang setia pada istrinya yang memiliki wajah biasa saja, tidak glowing atau bermake-up.

Sejak bertetanggaan dengan Arkatama, Kemuning jadi sering bertemu dengannya. Sehari saja bisa bertemu beberapa kali. Entah itu pagi-pagi ketika menyapu halaman atau saat pulang kerja.

Sore itu, Kemuning mendatangi rumah Arkatama dengan membawa satu mangkok sayur garang asem. Kebetulan dia memasak cukup banyak.

“Mbak Kemuning ... ada apa?” tanya Arkatama tersenyum lebar ketika membuka pintu.

“Ini aku masak banyak, Mas,” jawab Kemuning sambil menyodorkan mangkuknya.

“Asyik, kita makan enak lagi malam ini!” seru Aryasatya yang muncul di belakang Arkatama. “Mbak sering-sering kirim makanan, ya! Aku bosan sama masakan Kak Arya yang sekarang suka 'asin' rasanya.”

“Apaan, sih, kamu!" Arkatama melotot pada adiknya.

“Ya, itu ... karena Kakak ingin kawin!” balas Aryasatya yang langsung kabur sambil membawa mangkuk berisi sayur olahan dari daging ayam itu.

Kemuning tertawa kecil melihat kelakukan Aryasatya. Pemuda itu memang ceria orangnya.

Sejak saat itu, Kemuning jadi sering berbagi menu makan malam dengan tetangga samping rumahnya. Dia tidak merasa terbebani. Justru merasa senang karena mereka menyukai masakannya.

Suatu sore, Kemuning duduk di kursi teras depan rumah. Tangannya memegang secangkir teh hangat yang sejak tadi tidak diminumnya. Pandangannya kosong, menatap langit sore yang dihiasi oleh lembayung.

“Mbak, ini ada martabak,” kata Arkatama datang membawa sebuah kresek.

“Wah, terima kasih, Mas," balas Kemuning dengan mata berbinar karena itu martabak spesial kesukaannya.

Keduanya pun duduk sambil ngobrol ngalor-kidul. Sebelumnya Kemuning sudah menduga kalau Arkatama merupakan murid berprestasi. Namun, yang tidak dia sangka, pria itu masuk sekolah diusia lima tahun. Selain itu, saat SD sampai SMA ikut kelas akselerasi, jadi cepat lulus sekolah.

“Ayahku seorang dosen, sangat suka menekan pentingnya pendidikan dan ilmu pengetahuan. Jadi, mau enggak mau hari-hariku diisi dengan banyak belajar dan membaca,” kata Arkatama lirih, lalu menghela napas.

Kemuning merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh pria itu. Ketika bercerita, pancaran matanya meredup dan nada bicaranya tidak seceria sebelumnya.

“Kalau aku punya cita-cita jadi dokter, karena ingin bisa menyembuhkan kakek yang sakit jantung. Tapi, gagal saat ujian masuk universitas. Jadinya, aku kuliah ambil jurusan keperawatan. Tapi, sekarang malah jadi tukang jualan daging ayam,” kata Kemuning diiringi tawa kecil.

“Itu karena basic keluarga kamu kan pedagang. Eh, juragan,” balas Arkatama, tertawa kecil.

“Ayah Mas ... seorang dosen. Lalu, ibu Mas ... seorang pebisnis kuliner. Lalu, kenapa Mas jadi pengacara?” canda Kemuning, sebenarnya ada rasa penasaran juga.

Arkatama menatap lekat Kemuning. Hal itu malah membuat jantung sang wanita berdebar-debar.

“Karena aku ingin membantu orang-orang tak bersalah mendapatkan keadilan,” balas Arkatama dengan suara lembut, tetapi tegas.

“Pantas saja Mas Arka begitu gigih ketika menjadi pengacara aku kemarin,” batin Kemuning.

“Selain itu ... aku ingin orang-orang yang dianggap lemah dan tidak bisa apa-apa, berubah menjadi lebih kuat dan percaya diri demi hidupnya di kemudian hari. Aku suka orang yang bisa bangkit setelah hal buruk menimpanya di masa lalu. Ya, seperti Mbak Kemuning,” lanjut Arkatama.

Kemuning diam berpikir. Dia baru sadar, sekarang bisa merasakan perubahan dirinya. Perubahan dalam dirinya tidak terjadi dalam semalam. Ia tidak tiba-tiba menjadi kuat, namun selama proses panjang yang ia lalui. Di tengah semua kekacauan itu, ada satu sosok yang tanpa disadari ikut mengisi ruang kosong dalam hatinya, yaitu Arkatama.

Pria itu tidak pernah datang dengan janji manis. Tidak pernah menawarkan harapan kosong. Ia selalu ada setiap kali Kemuning hampir goyah dan lemah. Arkatama selalu berdiri di sisinya, memberikan penjelasan dengan sabar, mendengarkan tanpa menghakimi, dan membantu tanpa pernah membuatnya merasa kecil.

“Mas Arka…” suaranya pelan, nyaris seperti bisikan.

Arkatama yang sedang merapikan dokumen menoleh. “Iya, Mbak?”

Kemuning terdiam sejenak, seperti sedang menyusun kata-kata yang sulit diucapkan. “Terima kasih. Kalau waktu itu aku enggak ketemu Mas, mungkin aku enggak akan mendapatkan keadilan. Dan mereka pastinya bahagia dengan merebut apa yang seharusnya menjadi milikku.”

Arkatama tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Kemuning dengan tenang, memberi ruang agar wanita itu melanjutkan.

“Orang-orang juga akan menyalahkan aku dan menghina aku, karena aku mandul.”

Suara Kemuning tidak lagi bergetar seperti dulu. Justru itulah yang membuatnya terasa lebih menyakitkan, karena luka itu masih ada, hanya saja sudah dipendam lebih dalam.

Arkatama menghela napas pelan, lalu duduk di kursi seberangnya. “Mbak Kemuning yang menyelamatkan diri Mbak sendiri,” ucapnya pelan. “Aku cuma bantu sedikit.”

Kemuning tersenyum tipis. Senyum yang tidak sepenuhnya bahagia, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa ia mengerti.

“Mas selalu bilang begitu,” katanya. “Padahal yang paling banyak bantu aku ya Mas.”

Arkatama tidak membalas. Ia hanya mengalihkan pandangan sejenak, seolah berusaha menjaga sesuatu agar tidak keluar terlalu jauh.

Ada sesuatu yang tumbuh di antara mereka. Perasaan itu tumbuh diam-diam, di sela percakapan sederhana, dalam perhatian kecil yang sering terlewatkan. Dan Arkatama menyadari itu.

Pria itu melihat bagaimana cara Kemuning mulai menatapnya lebih lama dari biasanya. Bagaimana suaranya terdengar sedikit berbeda saat memanggil namanya. Bagaimana kehadirannya mulai berarti lebih dari sekadar seorang pengacara. Namun, ia memilih diam. Bukan karena tidak berani, tetapi karena ia tahu hati Kemuning baru saja sembuh dari luka yang dalam. Ia tidak ingin menjadi alasan bagi luka baru.

“Eh, sudah mulai gelap. Saking asiknya bicara sama Mbak, jadi lupa waktu,“ kata Arkatama sambil berdiri.

“Punya teman yang bisa diajak ngomong nyambung itu memang menyenangkan,” balas Kemuning yang juga ikut berdiri.

Kemuning menggenggam ujung bajunya. Ada dorongan kecil dalam hatinya untuk mengatakan lebih. Untuk menahan pria itu lebih lama, namun ia tidak melakukannya.

“Mbak Kemuning,” panggil Arkatama.

“Iya?”

“Kalau suatu hari nanti Mbak butuh teman, maka aku akan selalu ada.”

Kemuning terdiam. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. Ia mengangguk pelan, “Iya, Mas.”

Arkatama tersenyum, lalu pergi ke rumahnya. Sementara Kemuning, masih berdiri di teras.

Setelah sekian lama, ini untuk pertama kalinya sejak semua ini terjadi, Kemuning tidak merasa kosong. Di dalam hatinya yang dulu penuh luka dan dendam, kini mulai tumbuh sesuatu yang lain.

“Sadar Kemuning! Ingat siapa dirimu dan siapa Mas Arka,” batin Kemuning menatap pria itu memasuki rumahnya.

***

Karya ini merupakan misi dari editor. Biasanya, dipilih salah satu yang retensinya paling tinggi dan performanya paling bagus. Jika, tidak terpilih, maka karyanya harus dihapus. Kalau kalian suka dengan versi cerita yang aku buat, jangan lupa kasih like, ya, tiap bab nya. Untuk perhatiannya aku ucapkan terima kasih.

1
Sri Supriatin
Gemes banget punya laki ky gitu
Sri Supriatin
Habis bc Muara Hati Azalea aq mampir nich thor salam sehat... 👍👍🙏🙏
Dew666
💃💃💃💃
Retno Harningsih
up
Kar Genjreng
orang niat baik akan di tujukan jalan benar tetapi niat jahat akan di tunjukan jalan terjal Bahkan tidak baik baik saja ,,
Kar Genjreng
nikmat mana lagi yang kau dustakan Adi dan Bu ratih makanya ucapan adalah doa dan mulutmu adalah harimaumu,,,, sekarang merasakan di tolak sana sini di jualan oleh orang yang menjadi penjilat ketika Lo sukses semua nempel seperti cicak begitu Lo terpuruk semua ngabur enak kan,,,menjadi penghianat terhadap wanita yang sudah menolong kalian,,,
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
jangan sampai si Tamara menggoda Arka..
Nancy Nurwezia
makin penasaran, apa yang sedang diobrolkan oleh mereka berdua..
Aidil Kenzie Zie
apa si Mantan ingin balikan ya jadi harus buat drama seperti kisah Kemuning
Aidil Kenzie Zie
Arka nanti jujur y sama Kemuning kalo kliennya si Mantan 🤭🤭
Sun Rise
ok
Ma Em
Alhamdulillah Thor semoga apa yg diharapkan akan tercapai dan jadi juara , wah sdh mau habis ceritanya padahal seru Thor senang banget pada rumah tangga Kemuning dgn Arkatama yg selalu bahagia apalagi setelah lahir Ziya , semoga Tamara tdk jadi duri di pernikahan Arkatama dgn Kemuning .🤲🤲🤲🤲🤲
🌸 Sunshine 🌸: Aamiin 🤲
total 1 replies
Ita rahmawati
tamarakah yg manggil 🤦
Fa Yun
semangat thor 🙏
ken darsihk
Apa yng sedang mereka bicara kan ds rencana kan Tamara Raisa
ken darsihk
Duhhh apa ini awal kehancuran nya Arkatama ke 2 x nya
ken darsihk
Laluuu , ingat Arkatama kamu sudah punya Ziya dan Kemuning
Dwi Setyaningrum
amin semoga karya ini dpt juara thor..semangat berkarya terus ya..💪
🌸 Sunshine 🌸: 🤲🤲🤲🤲🤲
total 1 replies
Mundri Astuti
Raisa juga bukannya pengacaranya si Tamara dulu waktu kamu cerai arka, ni romannya ada yg janggal، knapa ga pakai Raisa lagi coba si Tamara, mending kamu ga terima arka, soalnya gampang kasihan walau dah pernah tersakiti olehnya
Ita rahmawati
cari gara² nih arkatama kalo Nerima Tamara jd cliennya 🤦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!