NovelToon NovelToon
Legenda Dari Masa Depan

Legenda Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Time Travel / Mata Batin / Fantasi Wanita / Peramal / Konflik etika
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: R. Seftia

Dua saudari terjatuh ke sumur tua—terbangun di hutan belantara, menjadi buruan para pemburu; berusaha bertahan hidup ditengah intrik istana dan konflik asmara.

(Jika berkenan, follow Author di ig&tiktok untuk dapat melihat ilustrasi karakter dan berbagai cerita Author yang lain)
ig = @refinawriters
tiktok = @refinawriters

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengantin Berbaju Merah itu Ternyata...

Dilarang oleh Guru Bai Yun untuk menggunakan kemampuannya untuk mencari keberadaan Shu Hua... awalnya Li Hua setuju dan patuh dengan perintah itu. Tetapi, Li Hua tetap tidak bisa mengabaikan adik kandungnya—satu-satunya keluarga yang ia miliki di dunia asing ini. Dan karena itulah, Li Hua tanpa sepengetahuan dari Guru Bai Yun berusaha untuk menemukan keberadaan Shu Hua.

Dengan susah payah akhirnya Li Hua berhasil menemukan keberadaan Shu Hua. Saat itu Li Hua melihat bagaimana Shu Hua diperebutkan oleh Hao Lin dan juga Yu Xuan.

"Syukurlah Shu Hua baik-baik saja."

Sudah merasa jauh lebih tenang saat tahu jika sang adik—Shu Hua dalam kondisi yang baik-baik saja, Li Hua ingin mengakhiri menggunakan kekuatan penglihatannya, tetapi tiba-tiba saja Li Hua mendapatkan penglihatan tambahan yang menguras banyak energinya.

Sebuah penglihatan yang sebelumnya pernah Li Hua lihat; dua orang yang berjalan di jalanan Istana Kekaisaran. Sepasang pengantin dengan baju merah.

Sebelumnya, Li Hua tidak bisa melihat siapa dua orang itu, tetapi kali ini Li Hua dengan sangat jelas melihat siapa pengantin itu!

___

Shu Hua merasa tidak suka saat dirinya diperebutkan oleh Hao Lin dan juga Yu Xuan. Shu Hua bukan barang, dan dia tidak terima saat diperlakukan seperti barang. Karena itulah, Shu Hua melepaskan tangannya dari genggaman Hao Lin dan juga Yu Xuan.

"Bisakah kalian berdua berhenti memperebutkan aku seperti barang? Aku ini manusia! Bukan barang!" seru Shu Hua.

"Dan kamu..." Shu Hua berbalik menujuk kepada Hao Lin.

"Yu Xuan benar. Hanya karena seorang Pangeran Mahkota dan punya kuasa di tanganmu, bukan berarti kamu bisa sembarangan menculikku! Itu tidak benar. Dan jika memang kamu hanya ingin bicara, bukankah menculik itu bukan cara yang bagus? Jika ingin bicara, kamu bisa minta dengan baik-baik. Bukannya malah menculikku." Shu Hua menatap sinis kepada Hao Lin.

"Mudah bagimu untuk bicara seperti itu. Memangnya jika aku minta baik-baik untuk bertemu denganmu dan berbicara serius, kamu mau?" tanya Hao Lin.

"Sebelumnya saja saat kita bertemu di pasar tanpa sengaja kamu tidak ingin terlibat apapun denganku. Jadi, hanya ini cara yang aku punya agar bisa bicara denganmu. Dengan membawamu secara paksa ke Istana Kekaisaran," tambah Hao Lin.

Shu Hua menghela napas berat. "Sebenarnya hal penting apa yang ingin kamu bicarakan denganku? Kenapa sampai melakukan semua ini? Sekarang kurasa adalah waktu yang tepat untuk mulai bicara."

"Jika kamu memang sudah siap untuk bicara, baiklah. Aku akan membawa kamu ke tempat yang lebih nyaman untuk bicara," kata Hao Lin.

Hao Lin ingin mengawal Shu Hua ke tempat yang lebih nyaman, tetapi Shu Hua menolak. Shu Hua tidak ingin pergi ke mana pun lagi. Dia hanya ingin berbicara di tempat mereka berdiri saat itu.

"Tidak. Aku tidak ingin bicara di tempat lain. Jika ingin bicara... bicara di sini saja," kata Shu Hua.

Hao Lin terdiam tanpa bicara untuk beberapa saat.

"Sebenarnya bukan aku yang ingin bicara denganmu," ungkap Hao Lin.

"Jika bukan kamu... lalu, siapa?" tanya Shu Hua.

Tiba-tiba saja hening.

"Apa jangan-jangan yang ingin bertemu dan berbicara dengan Shu Hua itu... Kaisar?" Yu Xuan menebak, dan tebakan itu benar!

Hao Lin sengaja membawa Shu Hua ke dalam Istana Kekaisaran secara diam-diam atas perintah langsung dari Kaisar Tian Huan. ​

"Benar. Yang ingin bertemu dengan Shu Hua, dan yang ingin bicara dengannya itu bukan aku... tapi, Kaisar." Hao Lin akhirnya mengaku jika memang benar Kaisar adalah orang dibalik penculikan Shu Hua.

"Kenapa Kaisar memintamu untuk menculikku dan bukannya meminta baik-baik?" tanya Shu Hua.

"Memangnya kamu akan mau menemui Kaisar? Aku yakin kamu akan menolak. Kamu berbeda dari orang-orang biasa pada umumnya. Kamu terlalu pemberani dan tidak takut dengan apapun. Bahkan kamu tidak peduli dengan status orang lain yang jauh lebih tinggi darimu. Kamu memandang status semua orang itu sama. Dan mungkin di duniamu memang seperti itu... tapi di sini... tidak begitu," ucap Hao Lin.

"Dan sekarang, jika memang kamu tidak keberatan, aku akan mengantar kamu untuk bertemu dengan Kaisar. Dan untuk teman kamu ini, tolong suruh dia menunggu dulu. Dia tidak boleh ikut menemui Kaisar!" tekan Hao Lin.

"Baiklah," jawab Shu Hua setuju.

"Yu Xuan, kamu tunggu saja di sini. Aku akan pergi menemui Kaisar, dan itu tidak akan lama. Setelah aku bertemu dengannya, aku akan kembali bersama denganmu." Shu Hua meminta kepada Yu Xuan untuk menunggu, dan Yu Xuan pun patuh. Dia setuju untuk menunggu disaat Shu Hua pergi bersama dengan Hao Lin dan pengawalnya untuk bertemu dengan Kaisar.

___

Hao Lin membawa Shu Hua ke dalam ruangan kerja Kaisar, dan untuk pertama kalinya Shu Hua bertemu langsung dengan Kaisar Tian Huan.

Sama persis seperti yang dikabarkan, Kaisar Tian Huan tampak tidak sehat. Dia tampaknya sangat menderita karena penyakit kulitnya yang kian memburuk tiap harinya. Namun, walaupun tampak sakit, auranya sebagai seorang Kaisar Agung masih terasa sangat kuat dan tidak berkurang sedikitpun. Dan aura itu langsung membuat seseorang dengan sendirinya memberi hormat dan tunduk di hadapannya.

"Apakah kamu wanita dari langit yang bernama Shu Hua?" Kaisar Tian Huan bertanya dengan suara lemah lembut kepada Shu Hua.

"Memang benar namaku adalah Shu Hua, tetapi aku bukan datang dari langit. Asalku memang bukan dari tempat ini, tetapi nuansanya sama... hanya saja jauh lebih maju dibandingkan sekarang. Singkatnya... masa depan," jawab Shu Hua.

"Masa depan?"

"Iya, benar. Masa depan."

"Jadi, kamu tahu apa yang akan terjadi di masa depan? Apakah kamu bisa melihat bagaimana dengan kelanjutan hidupku?" tanya Kaisar Tian Huan—terdengar putus asa.

"Tidak bisa!" Shu Hua dengan tegas menjawab jika ia tidak bisa memberitahu apa yang akan terjadi di masa depan.

"Aku tidak bisa memberitahu apa yang akan terjadi di masa depan. Hal itu melanggar ketentuan dan takdir yang ada. Kedatanganku kemari bukan untuk mengubah susunan takdir yang telah ada, tapi hanya untuk membantu menyelesaikan hal-hal kecil yang tidak mendapatkan perhatian khusus dari pemerintahan Kekaisaran," jelas Shu Hua.

Tiba-tiba kembali hening. Jawaban Shu Hua begitu tegas dan juga berani saat menolak permintaan Kaisar Tian Huan.

"Baiklah. Jika memang kamu tidak ingin memberitahu apapun tentang masa depanku dan juga Dinasti Tianzhu. Tapi, boleh aku bertanya sesuatu?" Kaisar Tian Huan kembali bicara. Kali ini tampaknya dia ingin bertanya sesuatu kepada Shu Hua.

"Silahkan."

"Bukankah kamu punya kakak perempuan?"

"Iya. Aku punya."

"Dia sangat berbakat dalam membuat obat. Dan aku berhutang maaf kepadamu dan juga kakakmu atas apa yang dilakukan oleh Ratu. Dia tidak tahu jika obat yang dibuat kakakmu benar-benar sangat ampuh. Dan saat ini aku kehabisan obat. Bisakah kamu membawanya ke Istana?" tanya Kaisar Tian Huan.

"Maaf. Jika itu yang Kaisar minta, aku terpaksa harus menolak!" tegas Shu Hua.

"Kenapa?"

"Istana Kekaisaran adalah tempat yang berbahaya. Jauh lebih berbahaya dibandingkan di luaran sana. Dan aku tidak bisa membiarkan kakakku ada di tempat yang berbahaya!"

"Tempat ini tidak akan berbahaya lagi bagi kalian," kata Kaisar Tian Huan.

"Bagaimana aku bisa percaya hal itu?"

"Kamu harus percaya kepadaku! Aku Kaisar Tian Huan... Penguasa Dinasti Tianzhu, dengan ini aku melamar kakakmu untuk menikah dengan Putra Mahkota—Hao Lin! Dia akan menjadi Putri Mahkota—calon Ratu Dinasti Tianzhu berikutnya!" ucap Kaisar Tian Huan.

-Bersambung-​

1
Chen Nadari
mampir Thor
SecretS
Up lagi kak, besok aja langsung double 5 eps 😄😄😄 sekarang istirahat yang cukup aja kak, tapi cerita kakak Sungguh seru loh, oh ya Aku penasaran apa Li Hua sama Shu Hua itu anak dari orang penting kok sampek diburu terus 🙏😄😄
SecretS
Lanjut kak 😆😆😆, shu hua bakal tau ngak kalau kakak Li Hua nya pingsan, Tolong up lagi kak 🙏🙏🙏
Sungguh penasaran pasti shu hua bakal ngecincang Hao Lin dan Xiao Yan bakal kena nih 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!