NovelToon NovelToon
Kembalinya Permaisuri Yang Terlupakan

Kembalinya Permaisuri Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Dokter Genius
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: prasetiyoandi

Aura Mahendra mengira kejutan kehamilannya akan menjadi kado terindah bagi suaminya, Adrian.

Namun, malam ulang tahun pernikahan mereka justru menjadi neraka saat ia memergoki Adrian berselingkuh dengan adik tirinya, Sisca.

Tidak hanya dikhianati, Aura dibuang dan diburu hingga mobilnya terjun ke jurang dalam upaya pembunuhan berencana yang keji.

​Takdir berkata lain. Aura diselamatkan oleh Arlan Syailendra, pria paling berkuasa di Kota A yang memiliki rahasia masa lalu bersamanya.

Lima tahun dalam persembunyian, Aura bertransformasi total. Ia meninggalkan identitas lamanya yang lemah dan lahir kembali sebagai Dr. Alana, jenius medis legendaris dan pemimpin organisasi misterius The Sovereign.

​Kini, ia kembali ke Kota A tidak sendirian, melainkan bersama sepasang anak kembar jenius, Lukas dan Luna. Kehadirannya sebagai Dr. Alana mengguncang jagat bisnis dan medis. Di balik gaun merah yang anggun dan tatapan sedingin es, Alana mulai mempreteli satu per satu kekuasaan Adrian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon prasetiyoandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: PELARIAN DI TENGAH SAMUDRA

​Langit fajar yang seharusnya membawa harapan kini tampak seperti kanvas yang terbakar. Asap hitam membubung tinggi dari sisa-sisa fasilitas The Sanctuary, sementara suara gemuruh ledakan bawah laut masih terasa menggetarkan permukaan air, menciptakan gelombang kejut yang membuat sekoci taktis mereka terombang-ambing hebat.

Pulau itu, yang selama bertahun-tahun menjadi benteng kebanggaan Arlan Syailendra, kini perlahan-lahan tenggelam ke dasar laut bersama dengan jasad Leo dan puluhan prajurit The Ouroboros.

​Di dalam sekoci baja tertutup yang menyerupai kapal selam mini, suasana terasa begitu menyesakkan.

Cahaya darurat berwarna merah berkedip-kedip, menerangi wajah-wajah yang dipenuhi debu, darah, dan trauma. Alana duduk bersandar di dinding logam yang dingin, memeluk Lukas dan Luna dengan tangan yang masih gemetar. Di depannya, Arlan tergeletak dengan napas pendek. Paha kanannya yang tertembak telah dibebat secara kasar dengan kain sisa rompi taktis, namun darah masih merembes keluar, membasahi lantai sekoci.

​"Mummy... Paman Arlan tidak akan mati, kan?" Luna berbisik, suaranya sangat kecil, hampir tenggelam oleh suara mesin sekoci yang menderu.

​Alana menatap Luna, mencoba memaksakan sebuah senyuman yang tidak sampai ke matanya. "Tidak, Sayang. Paman Arlan sangat kuat. Mummy akan mengobatinya. Sekarang, tutup matamu dan cobalah untuk istirahat. Lukas, jaga adikmu."

​Lukas mengangguk patuh. Wajah bocah itu tampak sangat dewasa untuk usianya; ia tidak menangis, melainkan menatap panel instrumen sekoci dengan pandangan menganalisis. Ia tahu situasi mereka sedang kritis.

​Alana segera merangkak menuju Arlan. Ia mengeluarkan tas medis kecil yang sempat ia sambar sebelum melompat ke sekoci. Dengan tangan yang kini stabil karena dorongan adrenalin, ia mulai membedah kain pembebat Arlan. Luka tembak itu cukup dalam, peluru kaliber 9mm masih bersarang di otot pahanya, sangat dekat dengan arteri femoralis.

​"Kau harus... membiarkanku... tetap sadar," gumam Arlan, ia meringis saat Alana menyentuh pinggiran lukanya.

​"Diamlah, Arlan. Kau kehilangan banyak darah," Alana mendesis. Ia mengambil botol kecil berisi cairan anestesi lokal dan menyuntikkannya di sekitar luka.

"Aku harus mengeluarkan pelurunya sekarang. Ini akan terasa sakit meskipun sudah dianestesi."

​Arlan mencengkeram pegangan besi di dinding sekoci, urat-urat di lehernya menonjol. Alana menggunakan forcep steril untuk mencari proyektil di dalam daging Arlan.

Setiap gerakan Alana diikuti oleh rintihan tertahan dari Arlan, namun tak ada waktu untuk kelembutan. Setelah beberapa detik yang terasa seperti berjam-jam, suara klanting logam yang jatuh ke baki plastik terdengar. Peluru itu berhasil dikeluarkan.

​Alana segera menjahit luka tersebut dengan gerakan cepat dan efisien.

Di tengah tindakannya, ia merasa suhu tubuhnya kembali meningkat—efek sisa dari Formula Teratai yang masih bergejolak di darahnya. Matanya sempat berpendar perak sesaat, memberinya ketajaman penglihatan yang luar biasa untuk melihat serat-serat jaringan otot Arlan yang rusak. Tanpa sadar, saat tangannya menyentuh luka Arlan, proses pembekuan darah Arlan terjadi lebih cepat dari biasanya.

​"Selesai," bisik Alana. Ia mengoleskan salep antibiotik dan membalutnya dengan rapi.

​Arlan mengembuskan napas panjang, kepalanya terkulai di lantai sekoci. "Terima kasih, Dokter. Sepertinya aku berhutang nyawa lagi padamu."

​"Simpan terima kasihmu. Kita belum selamat," sahut Alana. Ia bangkit dan bergerak menuju kokpit kecil di depan, di mana Lukas sedang mengamati layar radar.

​"Lukas, bagaimana status kita?"

​"Sistem penyamaran akustik aktif, Mummy. Kita berada di kedalaman sepuluh meter. Tapi ada masalah," Lukas menunjuk ke sebuah titik merah yang berkedip di pojok layar.

"Ada satu kapal selam musuh yang tidak ikut hancur saat ledakan pulau. Mereka sedang menyisir area ini dengan sonar pasif. Jika kita menggunakan mesin utama dengan kecepatan penuh, mereka akan menangkap tanda panas kita."

​Alana menatap layar itu dengan ngeri. Di tengah samudra luas ini, mereka seperti tikus yang bersembunyi di dalam kaleng baja sementara hiu kelaparan berputar-putar di atas mereka.

​"Berapa lama kita bisa bertahan dengan oksigen darurat ini?" tanya Arlan yang kini sudah bisa duduk bersandar, meskipun wajahnya masih sangat pucat.

​"Hanya enam jam jika ada empat orang di dalam sini," jawab Lukas cepat. "Dan kita butuh setidaknya sepuluh jam untuk mencapai titik pertemuan dengan kapal kargo yang dijanjikan Paman Leo sebelum dia... sebelum dia pergi."

​Nama Leo membuat suasana di sekoci kembali hening dan berat. Pengkhianatan Leo adalah luka yang lebih dalam daripada peluru bagi Alana. Ia teringat bagaimana Leo menggendong Lukas saat bayi, bagaimana Leo melatihnya menembak, dan bagaimana di detik terakhir, pria itu memilih mati sebagai perisai bagi keluarganya.

​"Dia melakukan apa yang harus dia lakukan," Arlan memecah keheningan, suaranya terdengar mengerti akan isi pikiran Alana. "Leo tidak pernah benar-benar berkhianat pada jiwanya. Dia hanya seorang ayah yang terpojok."

​Alana mengepalkan tangannya. "Ouroboros harus membayar untuk ini. Mereka menghancurkan setiap orang yang kusayangi. Dulu Adrian, sekarang Leo."

​"Mereka mengejar Formula Teratai, Alana. Selama kau membawanya, kau adalah target bergerak," Arlan menatap saku taktis Alana di mana botol perak itu berada. "Mungkin... kita harus mempertimbangkan untuk membuangnya ke palung laut terdalam."

​"Tidak," Alana menoleh dengan tajam. "Jika aku membuangnya, pengorbanan Kakek dan Leo akan sia-sia. Formula ini adalah kunci untuk menghancurkan Ouroboros dari dalam. Lukas menemukan kode bahwa formula ini bisa dimodifikasi menjadi virus genetik yang hanya menyerang DNA tertentu—DNA para petinggi Ouroboros yang sudah menggunakan versi awal formula ini untuk memperpanjang usia mereka."

​Arlan terkejut. "Kau berencana melakukan genosida medis terhadap mereka?"

​"Aku menyebutnya pembersihan," jawab Alana dingin.

​Tiba-tiba, sekoci bergetar hebat. Suara dentuman logam yang menghantam air terdengar dari atas.

BUM! BUM! BUM!

​"Bom kedalaman!" teriak Lukas. "Mereka tidak mencari kita lagi, mereka mencoba meledakkan area ini secara acak!"

​"Matikan semua mesin! Protokol senyap total!" perintah Arlan.

​Lukas segera menekan tombol darurat. Suara dengung mesin sekoci mati seketika. Lampu merah padam, menyisakan kegelapan total kecuali cahaya kecil dari layar monitor yang diredupkan. Di dalam kegelapan itu, hanya suara detak jantung dan napas mereka yang terdengar.

​Alana memeluk Luna lebih erat. Ia bisa merasakan tubuh mungil putrinya gemetar ketakutan. Di atas mereka, ledakan demi ledakan terus terjadi, mengirimkan gelombang tekanan yang membuat dinding sekoci mengerit kencang, seolah-olah siap hancur di bawah tekanan air laut.

​Dalam keheningan yang mencekam itu, Alana merasa Formula Teratai di sakunya kembali berdenyut. Kali ini, denyutannya terasa lebih hangat, menyebar ke seluruh tubuhnya dan memberikan ketenangan yang aneh. Ia menutup matanya, dan secara mental, ia merasa bisa "melihat" melalui dinding baja sekoci.

Ia bisa merasakan getaran di air, posisi kapal selam musuh, dan arah arus laut.

​Apakah ini kemampuan lain dari formula itu? Kesadaran sensorik yang ditingkatkan?

​"Mereka menjauh," bisik Alana tiba-tiba.

​"Mummy?" Lukas menoleh dengan bingung. "Radarku tidak menunjukkan apa-apa karena kita mematikan sensor aktif."

​"Percayalah pada Mummy. Mereka bergerak ke arah timur laut, menjauhi posisi kita," kata Alana dengan kepastian yang mutlak.

​Sepuluh menit berlalu, dan benar saja, suara ledakan tidak lagi terdengar. Arlan menatap Alana dengan pandangan bertanya-tanya, namun ia memutuskan untuk tidak bertanya sekarang. Kekuatan Alana semakin tidak terduga, dan di satu sisi, itu adalah harapan satu-satunya bagi mereka.

​"Lukas, nyalakan motor listrik cadangan. Bergerak perlahan ke arah koordinat pertemuan," perintah Arlan. "Kita punya waktu lima jam untuk menghilang dari radar mereka."

​Sekoci taktis itu kembali bergerak perlahan, membelah kegelapan dasar samudra. Di balik jendela tebal, dunia bawah laut yang sunyi menjadi saksi pelarian keluarga yang paling dicari di dunia. Alana menatap ke depan, ke arah kegelapan yang tak berujung. Ia tahu bahwa meskipun mereka berhasil mencapai kapal kargo, kehidupan mereka di Kota A telah berakhir selamanya.

​Mereka sekarang adalah hantu. Dan seperti hantu, mereka akan menghantui setiap langkah The Ouroboros sampai organisasi itu runtuh dan berubah menjadi debu.

​"Arlan," panggil Alana lirih saat Arlan hampir terlelap karena kelelahan.

​"Ya?"

​"Terima kasih telah bersamaku di dalam kaleng besi ini."

​Arlan meraih tangan Alana, menggenggamnya dengan sisa tenaganya. "Aku sudah mengatakannya, Alana. Sampai napas terakhir. Kita adalah satu tim sekarang."

​Di tengah samudra yang dingin dan luas, sebuah ikatan baru telah terbentuk—bukan lagi sekadar aliansi karena kepentingan, melainkan ikatan keluarga yang ditempa dalam api dan air.

1
Nor Azlin
semoga mereka menjadi keluarga yang utuh yah ...aku harap si Arlan pun mencuba formula teratai juga agar mereka bisa membantai para musuh-musuh mereka dengan mudah ...semoga mereka selamat sampai ke tujuan nya yah ...Alana kembali lagi deh di mana Pulau rahsia mu kan masih ada yah ...di sana kalian bisa membentuk satu Tim yang lebih baik lagi juga setia yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
kasihan Leo kerana terpaksa di berkhianat pada Alena namun pada akhirnya dia berkorban demi Alena sama anak2 nya ...semoga mereka semua terselamat dari musuh2 mereka yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
siapa agak nya yang berkhianat yah tidak mungkin si Leo tapi siapa yah🤔🤔🤔 semoga cepat ketahuan orang nya deh...lanjutkan thor
Osie
eh msh continue yaaa...waah lg seruuu ini..moga msh ada lanjutannya 🙏🙏🙏
Lili Inggrid
lanjut
Osie
waaw makin kesini makin kompleks alur nya...kereeeennn
Osie
fuuuiiihh deg deg an aku bacanya..alana n anak anak nya best banget dah
Osie
balas dendam yg sangat apik👍👍👍👍👍
Osie
siapa atlan hingga dia terlalu ikut campur urusan hidup alana
Osie
hmmm menarik..tapi aku kok curiga ya kalau anak alana bukan anak Adrian tapi anaknya arlan syeilendra....bisa jd kan..siapa tau ada insiden di masa lalu yg bikin Alan tidur dgn arlan..
Osie
waaaaawww amazing...kereeenn abiizzzz😍😍😍
Osie
mampir nih..ku baca sipnosisnya..sepertinya bagus walau diawali menyakitkan tp ku suka kelanjutannya aura bangkit jd wanita tangguh dan moga gak menge menye..dan kalau lht judul soti cerita transmigrasi ya🙏🙏
Nor Azlin
dasar orang gila ni semua demi harta sanggup membunuh darah dagingnya demi merebut warisan yang Aura dapat dari kakek nya ...kalau begitu hancurkan usaha nya itu biar hancur lebur deh biar jadi pengemis & terlunta2 di jalan2 biar dia tau rasa ... lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah tentu dia lah kerana ingin saham2 yang kakek nya berikan pada Aura harta bisa membuat orang jadi gila ...bukan nya sisca sama Andrian itu pacar sedari mula yah kerana ancaman juga saham2 itu dia pura2 menerima pernikahan itu setelah kakeknya meninggal ini lah masa nya mereka berbuat onah kembali kan sudah tidak ada halangan untuk menjalin kasih kembali kan ancaman nya sudah tidak ada ertinya lagi kerana sudah dikalang tanah ...orang yang sudah meninggal bisa apa jadi yang hidup ini jadi masalah nya kalau dia pun mati nah tidak ada curiga di kalangan masyarakat kan 😂😂😂lanjutkan thor
shabiru Al
wow,, tanpa basa basi alana langsung menabuh genderang perang dengan adrian
shabiru Al
tdkah terlalu dini melibatkan anak kembarnya dalam misi balas dendam,, bagaimana pun adrian adalah ayah kandung sikembar
shabiru Al
kenapa aura di habisi... benarkah adrian ada dbalik kecelakaan aura ?
shabiru Al
mampir thor,, belum bisa komen banyak ya... nyimak dulu jalan ceritanya..😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!