Laura, seorang gadis kota yang mandiri, menemukan belahan jiwanya pada Arka ketika mereka bekerja di tempat yang sama. Cinta mereka yang kuat membawa keduanya ke jenjang pernikahan. Namun, kebahagiaan itu mulai terkikis saat Laura setuju untuk ikut Arka pindah dan tinggal di kampung halamannya.Sejak hari pertama, kehidupan Laura berubah menjadi penuh air mata. Ibu mertuanya, Rohaya, tidak pernah menyukainya. Rohaya selalu mencari-cari kesalahan Laura, mulai dari cara memasak, mengurus rumah, hingga hal-hal kecil lainnya. Laura tidak pernah tahu alasan di balik kebencian mendalam ibu mertuanya tersebut. Di sisi lain, Arka adalah suami yang setia. Arka selalu pasang badan dan mati-matian membela Laura setiap kali Rohaya menyudutkan istrinya.Di balik sifat ketat dan kejamnya, Rohaya menyimpan trauma dan dendam masa lalu yang kelam terhadap "orang kota". Saat Rohaya sedang hamil dulu, suaminya yang bernama Arman berselingkuh dengan seorang wanita kota bernama Sinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ellin Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
apa yang harus kulakukan sekarang?
......................
Sementara dirumah, setelah mendengar sepotong alasan yang sebenarnya tadi malam membuat Laura bingung harus berbuat apa
dia hanya menyiram tanaman didepan sambil bengong dan pikiran sudah kemana mana
Tiba tiba telepon masuk dari mamanya
"halo ma" jawab Laura setelah mengangkat telponnya
"Laura, mama ada saran untuk kalian, biar kalian tetap waras dan menjalani hidup yang normal lagi"
"saran apa ma?"
"gimana kalo kalian ngontrak aja? jadi kamu ga perlu kerja kamu fokus dirumah dan siapa tau kedepan nya kamu bisa cepat hamil masalah bayar kontrakan biar mama yang nanggung"
"ma, aku tau maksud mama baik, tapi aku ga tau Arka setuju atau ngga karna Arka orangnya ga suka menerima bantuan dari orang ma apalagi mama yang bantuin"
"gapapa nanti biar mama yang ngomong sama arka ya"
"jangan ma, biar aku aja yg ngomong sama arka"
Setelah mereka ngobrol tak disangka bela menghampiri Laura karena mendengarkan obrolan itu
"oh jadi ada yang mau ngontrak? kamu mau jauhin arka dari ibunya ya?" ucap sinis bela
"ngga kak bukan gitu tapi.."
"tapi apa! Tapi itu benar kan! Kamu mau bikin arka jauh dari ibunya!"
Ucapan itu sangat keras sampai Rohaya mendengar lalu Rohaya pun menghampiri mereka
"ada apa ini ribut²! Laura! Kamu ngga capek ya bikin anak saya marah!" ucap Rohaya memarahi Laura
"loh Bu, k-kok jadi saya yang salah" jawab Laura dengan hati hati
"lalu kalo bukan kamu yang salah trus siapa? Salah aku gitu? Udah jelas² kamu mau bikin arka jauh dari ibunya malah ngeles aja!" jawab bela
"apa? Bener Laura? Kamu mau bikin saya jauh dari anak saya arka! Kelewatan ya kamu!"
Rohaya terlihat marah
Ucapan nya bikin badan Laura gemetar
"engga Bu, ibu jangan salah paham, jangan dengerin kak bela, dia yang udah fitnah aku terus"
"eh kok kamu jadi nyalahin aku Laura! dasar gak guna!"
Bela marah tangan nya menarik rambut Laura
"kak sakit kak rambut aku"
Suasana dirumah itu semakin panas
Arman yang dari dalam rumah pun keluar ke teras untuk melihat apa yang terjadi
kemudian Arman pun menghentikan nya
"STOP! Kalian kenapa sih ribut Mulu, kamu juga rohaya kenapa diam aja ngeliat menantu kamu dijambak sama bela!" ucap Arman dengan tegas
"kenapa? Kamu mau belain wanita kota lagi? Emang bener ya wanita kota itu pembawa masalah!"
Rohaya pun pergi meninggalkan mereka
lalu disusul bela yang kesal karna mendengar ayahnya membela Laura
Disitu cuma ada Arman dan Laura
Laura tak tahan menahan tangisnya dan sakitnya karna jambakan bela
"Laura, maafin kak bela ya, ini semua salah ayah seharusnya kamu tidak perlu menanggung semua ini tapi.."
Ucap Arman yang sangat kecewa menyesali perbuatannya di masalalu dan malah Laura yang kena hukumannya
"udah ayah, gapapa, jangan disesali semua udah lewat"
"kalo gitu aku keluar dulu ya ayah, aku mau cari udara segar"
Ucap Laura yang mau keluar dari rumah itu untuk mencari udara segar
Laura pergi ke suatu tempat yang sepi tenang tanpa ada keributan
Dia ingin hidup tanpa ada keributan tanpa ada fitnah yang sedang dia alami saat ini
Hari pun sudah mulai sore tapi Laura belum mau pulang
...****************...
Disisi lain arka yang sudah pulang kerumah pun mencari keberadaan Laura
"Bu, Laura dimana ya kok ga ada dikamar"
Tanya arka ke rohaya
"gak tau, orang kota emang gitu suka kelayapan tanpa bilang²" ucap Rohaya dengan sinis
"apaan sih Bu, dikit² orang kota! Bu, ngga semua orang kota itu jahat kayak apa yang ada dipikiran ibu" jawab arka lalu bergegas pergi untuk menelpon Laura
Arka pun menelpon Laura, dia sangat khawatir dengan keadaan Laura
2x telpon tidak diangkat dan akhirnya telpon yang ke 3x nya diangkat oleh Laura
"Laura, sayang kamu dimana?"
Arka menanyakan dengan khawatir
"arka, jangan khawatirin aku ya, aku gapapa kok bentar lagi pulang, aku cuma butuh udara segar aja"
"ngga, kamu dimana biar aku jemput, kamu share lok ya aku jemput sekarang"
Laura pun tak mau bikin arka khawatir akhirnya Laura kirim lokasi ke arka
Saat sudah sampai tujuan arka pun memeluk istrinya dengan penuh kekhawatiran
"kamu kenapa ga bilang ke aku kalo kamu butuh udara segar, kan aku bisa ajak kamu keluar"
Tanya arka
"karna aku butuh sendiri arka, aku butuh ketenangan"
"iya aku tau, ada apa? Ada masalah lagi ya dirumah? Maaf ya rumah itu udah bikin kamu banyak pikiran"
Laura pun menceritakan kejadian itu ke arka
Arka pun tak tahan menahan amarahnya ke ibu dan ke kakaknya
Setelah 1 jam berlalu Laura dan arka pun memutuskan kembali kerumah
Sampai rumah, tiba tiba ada bucket bunga dan sebuah kado di bawah pintu
Laura dan arka pun kaget siapa yang mengirimi bunga itu
Dibunga itu ada sebuah kertas lalu arka pun membuka dan membacanya
laura ini aku orang dari masalalu kamu, kamu masih ingat ngga? Semoga dengan bunga ini kamu bisa mengingatku lagi walaupun kamu sudah punya suami sekarang
Arka tampak kaget
"Laura, kamu tau ini dari siapa" tanya arka sambil menenangkan pikirannya
"aku ngga tau arka, sumpah aku ngga tau"
Arka pun membuka kado itu yang berisi kalung cantik yang mahal
"siapa kira² yang berani ngasih kalung mahal ini ke istri orang?" ucap arka yang mulai marah
"kamu tenang dulu, kita cari tau bareng²" ucap Laura sambil menenangkan Laura
"gimana aku bisa tenang Laura? Atau kamu tadi pergi untuk ketemu sama orang ini?
"hah? Kok kamu jadi nuduh aku? Arka! Aku tadi udah bilang kalo aku butuh ketenangan diluar kenapa kamu jadi nuduh aku!"
Keributan mereka pun terdengar oleh rohaya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ..