NovelToon NovelToon
Mengapa Aku Yang Harus Menanggungnya?

Mengapa Aku Yang Harus Menanggungnya?

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Cintapertama
Popularitas:318
Nilai: 5
Nama Author: Ellin Puspita

Laura, seorang gadis kota yang mandiri, menemukan belahan jiwanya pada Arka ketika mereka bekerja di tempat yang sama. Cinta mereka yang kuat membawa keduanya ke jenjang pernikahan. Namun, kebahagiaan itu mulai terkikis saat Laura setuju untuk ikut Arka pindah dan tinggal di kampung halamannya.Sejak hari pertama, kehidupan Laura berubah menjadi penuh air mata. Ibu mertuanya, Rohaya, tidak pernah menyukainya. Rohaya selalu mencari-cari kesalahan Laura, mulai dari cara memasak, mengurus rumah, hingga hal-hal kecil lainnya. Laura tidak pernah tahu alasan di balik kebencian mendalam ibu mertuanya tersebut. Di sisi lain, Arka adalah suami yang setia. Arka selalu pasang badan dan mati-matian membela Laura setiap kali Rohaya menyudutkan istrinya.Di balik sifat ketat dan kejamnya, Rohaya menyimpan trauma dan dendam masa lalu yang kelam terhadap "orang kota". Saat Rohaya sedang hamil dulu, suaminya yang bernama Arman berselingkuh dengan seorang wanita kota bernama Sinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ellin Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menceritakan semuanya

...****************...

"apa alasan kamu merahasiakan itu ke anak kamu? Sedangkan anak perempuan kamu aja tau apa yang terjadi" jawab Arman

"Arman tutup mulut kamu!" sontak rohaya sambil menunjuk Arman

"udah Bu, lagian aku juga tau kalo kak bela udah mengetahui hal itu" jawab arka

"jadi gini saat kamu masih dalam kandungan, ayah pernah berselingkuh dengan perempuan dari kota saat itu ibu kamu menyusul ayah ke kota dan akhirnya perselingkuhan itu ketahuan oleh ibu kamu, mangkanya ibu sampai sekarang masih trauma dengan kejadian itu dan ayah pastinya tidak membenarkan perlakuan ibu ke Laura"

Arka yang mendengar semua cerita nya langsung drok terdiam sejenak mengetahui masalalu keluarganya dan penyebab istrinya selalu disakiti oleh ibunya sendiri tapi arka sama sekali tak mendukung perbuatan ibunya itu

"tapi Bu, Laura tidak harus menanggung semua ini" arka terus memohon agar ibunya berbuat baik terhadap menantunya sendiri

"iya rohaya, arka benar! Laura tidak salah aku yang salah jadi hukum saja aku jangan orang yang tidak bersalah" ucap Arman

"kalian sekongkol belain perempuan kota ya?" ucap Rohaya yang membuat arka dan Arman bingung harus bicara apa ke rohaya supaya Rohaya berhenti bersikap buruk ke Laura

Arka pun perlahan berjalan menuju kamarnya sesampai dikamarnya dia menutup pelan pintunya karena melihat Laura sedang tertidur

Dan arka pun berbaring di samping istrinya sambil menutup matanya dengan pelan

Keesokan harinya, Laura bergegas bangun dari tidurnya ia pun langsung ke kamar mandi untuk mencuci muka terlebih dahulu dan langsung ke dapur untuk menyiapkan sarapan

Saat Laura sedang menyiapkan bekal untuk arka tiba-tiba bela datang dengan perlahan dan berkata

"hebat ya"

Laura kaget dengan kedatangan bela yang tiba-tiba

"eh kak ada apa?" tanya Laura

"hebat ya kamu udah bikin keluarga aku berantakan" ucap bela dengan mengepalkan tangannya

"berantakan gimana kak maksudnya aku ga paham apa yang kakak maksud" jawab Laura dengan tegas

"belaga ga tau ya? Bocah pura-pura polos banget ya kamu!" ucap bela dengan kemarahannya

seperti perkataan arka sebelumnya untuk mendiamkan apapun yang diucapkan oleh bela maupun ibunya, langkah kaki terdengar dari lorong kamar arka

"pagi sayang, kamu lagi nyiapin bekal untuk aku ya?" ucap Raka kepada Laura

"iya, bentar lagi siap kok tungguin ya"

"HALOO! Masih ada saya loh disini! Ga sopan ya kalian!" bentak bela merasa tak di peduliin

Tapi arka dan Laura pun terdiam dengan ocehan bela, setelah menyiapkan bekal arka dan Laura pergi dari dapur menghiraukan bela yang ada disitu

bela tampak kesal dan tak bisa menahan amarahnya akhirnya bela punya rencana untuk balas dendam ke Laura

Setelah arka berangkat kerja dan Laura terlihat sedang mandi di kamar mandi dalam, bela diam-diam masuk kedalam kamar Laura untuk mengambil kunci pintu kamar

Lalu setelah mengambil kunci pintu yang tergeletak di meja itu bela pun berniat mengurung Laura dikamar agar ia tak bisa keluar untuk bekerja

Tak lupa, bela berniat mengunci jendela kamar dari luar ia pun tersenyum kecil karena rencananya berhasil untuk bikin Laura sengsara

"kali ini pasti mampus! Siapa suruh sok ga peduliin Omelan gue!" ucap bela dalam hati

Laura pun selesai mandi dan ganti baju lalu berdandan dengan buru-buru sebelum ia terlambat bekerja pada hari pertama dan setelah selesai ia mengambil tasnya lalu bergegas keluar

Tapi saat ia mencoba membuka pintu ternyata pintunya terkunci dari luar

"BU! KAK BELA! TOLONG BUKAIN!" ucap Laura sambil menggedor pintu kamarnya yang terkunci

Laura terus teriak agar ada seseorang yang mau membuka kan pintu kamarnya tapi setelah 20mnt belum juga ada yang membukakan pintu, ia melihat kearah jendela dan berlari kearah jendela itu tapi ternyata jendela juga terkunci dari luar

Lalu Laura pun menelpon arka tapi disisi lain arka lagi meeting ponselnya di silent tidak terdengar jika ada telepon masuk

"angkat dong arka!" gumam Laura sambil terus berusaha menelpon arka

1 hingga 10 panggilan tak terjawab, belum diangkat juga sama arka

Laura hanya bisa menangis dipojokan dekat pintunya padahal hari ini hari pertama ia masuk kerja

sudah terlewat 1 jam Laura menggedor pintu tapi belum juga ada yang membukakan pintunya,

"SIAPAPUN TOLONG BUKA PINTUNYA!" teriak Laura dari dalam kamarnya

Suara teriakan Laura itu terdengar oleh Arman yang sedang berjalan kearah dapur untuk membuat kopi lalu Arman berlari kearah kamar Laura

"Laura? kamu gapapa kan? Ini kenapa pintunya gabisa dibuka?" ucap Arman yang berusaha membuka pintu dari luar

"ayah tolong aku bukain pintunya tolong!" teriak Laura

Arman pun mendobrak pintu itu 1 2 hingga 3 kali baru bisa pintu itu terbuka, Laura berterima kasih kepada Arman yang telah mau membukakan pintu itu

Laura pun pamit buru-buru pergi bekerja untuk hari pertama nya, tapi saat ia melangkah sesampainya dipintu ada telepon masuk dari manager cov entertainment

"halo kak, maaf ini saya mau jalan kesitu kak" ucap Laura

"maaf Laura, kerja disini harus disiplin tapi jam segini kamu belum datang juga, maaf banget posisi kamu sebagai staf saya gantikan oleh orang lain yang lebih disiplin" ucap manager itu lalu mematikan teleponnya

Deg!

Perasaan Laura campur aduk marah, kesal, kecewa dan pastinya ia capek. Sementara Arman yang tak sengaja mendengar percakapan itu langsung menghampiri Laura menenangkan Laura

"maaf, ini semua pasti kerjaan rohaya sama bela mereka berdua bener² bikin kamu sengsara" ucap Arman yang tak menyangka rohaya sama bela nekat sejauh itu

"iya gapapa ayah, aku kekamar dulu" ucap Laura dengan senyum paksa yang sangat sakit saat itu

Setelah sampai dikamar, Laura menangis mengobrak Abrik buku yang ada dimeja kamarnya ia marah kesal kecewa jadi satu dan itu pertama kalinya ia melepaskan emosinya

"AAARRRRGGGHHH!" teriak Laura sambil melempar buku yang ada di meja itu

Tiba-tiba ada telepon masuk dari arka, tapi ia tak mau memberitahu arka apa yang terjadi barusan, karena ia tidak mau arka tidak fokus kerja

Laura membiarkan ponselnya ia hanya butuh waktu sendiri tanpa ngobrol sama siapapun, saat itu ia hanya bisa menangis

Disisi lain arka menelpon ayahnya untuk menanyakan hal yang terjadi pada Laura sehingga ada miscall dari Laura sebanyak 20x

Arman pun menceritakan semua pada Laura, tapi arka belum bisa pulang lebih awal karena masih mengurus pekerjaannya dan arka pun meminta ayahnya untuk menjaga Laura dari bela maupun ibunya

"Laura lagi dikamarnya, mungkin dia butuh waktu sendiri" ucap Arman saat bertelepon dengan arka

"iya sudah, tolong jaga Laura ya ayah paling tidak tunggu aku pulang"

"iya ayah ngerti, jangan khawatir"

BERSAMBUNG...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!