NovelToon NovelToon
Yang Hilang Tanpa Pergi

Yang Hilang Tanpa Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Single Mom
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Green_Rose

Merlin percaya bahwa cinta cukup untuk membuat seseorang tetap tinggal disisinya. Sampai suatu hari, ia menyadari bahwa, cinta tidak selalu kalah oleh cinta pada orang ketiga. Melainkan, ia kalah oleh tanggung jawab.

Reyno tidak pernah benar-benar pergi dari sisinya. Dia masih pulang. Masih memanggil nama Merlin seperti biasa.

Tapi perlahan, kehadirannya berubah. Perhatiannya terbagi. Waktunya bukan lagi milik satu hati. Dan tanpa disadari, Merlin mulai kehilangan seseorang yang masih ada di sisinya.

Di antara kewajiban dan perasaan,
siapa yang seharusnya dipilih?
Dan ketika semuanya sudah terlambat,
apakah cinta masih punya tempat untuk kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green_Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yhtp *19

Selama dua tahun pernikahan mereka, Merlin dan Reyno memang sudah sering membicarakan soal anak. Di momen-momen manis dulu, saat mereka masih sering tertawa dan berbagi segalanya, Reyno selalu bilang hal yang sama dengan mata berbinar indah.

"Aku pengen banget punya anak nanti. Anak yang matanya persis kayak kamu."

Merlin masih ingat jelas bagaimana tatapan suaminya saat mengatakan itu. Tatapan penuh cinta dan harapan. Dan untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu merasa sendirian, diabaikan, dan terluka, hati Merlin kembali terasa hangat. Ada cahaya kecil yang menyala kembali di kegelapan hatinya.

'Mungkin ... mungkin ini jawaban dari semua doaku. Mungkin ini bisa memperbaiki segalanya. Mungkin dengan adanya anak, Reyno akan kembali seperti dulu. Akan lebih sering pulang. Akan lebih banyak ada di rumah. Akan menjadi ayah dan suami yang utuh untuk kami,' batin Merlin dengan penuh harap.

Dengan tangan yang masih gemetar hebat, Merlin akhirnya masuk kembali ke kamar mandi dan melakukan tes itu sesuai petunjuk di kemasan. Waktu terasa berjalan begitu lambat. Setiap detik terasa berjam-jam baginya. Ia duduk bersandar di dinding kamar mandi, menunggu dengan napas tertahan.

Dan beberapa menit setelahnya, saat ia memberanikan diri menatap benda kecil di tangannya itu, dunia seolah berhenti berputar sejenak. Dua garis merah terlihat dengan sangat jelas di depan mata. Garis itu benar-benar nyata.

Merlin langsung menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangan, menahan teriakan kaget dan bahagia yang hampir keluar. Matanya membesar perlahan, tak percaya. Air mata mulai memenuhi pelupuk matanya dalam sekejap.

"Rey ...." panggilnya lirih, suara itu keluar penuh dengan rasa haru yang mendalam.

Ia terduduk perlahan di lantai kamar mandi yang dingin, masih menatap benda kecil itu dengan pandangan tak lepas. Ia masih tidak percaya. Namun rasa bahagia itu sudah meluap memenuhi seluruh dadanya.

"Aku hamil?"

Ada kehidupan kecil di dalam dirinya sekarang. Ada janin, buah hati mereka, bukti cinta mereka berdua. Air mata Merlin akhirnya jatuh membasahi pipi. Namun kali ini, air mata itu bukan karena sedih, bukan karena kecewa, bukan karena sakit hati. Melainkan, karena bahagia.

Ia tertawa kecil di sela-sela tangisnya sendiri. Tawa bahagia yang murni. Tangannya perlahan bergerak kembali menyentuh perutnya, mengusap bagian itu dengan lembut, penuh kasih sayang yang tak terukur.

"Hai ... kamu di sana ya?" bisiknya pelan sekali, seolah takut mengganggu makhluk kecil itu. "Aku mama kamu. Mama sayang banget sama kamu, Nak."

Dadanya terasa begitu bahagia. Penuh dengan rasa syukur, penuh cinta, penuh harapan. Penuh sampai rasanya ingin meledak karena bahagia. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama merasa hidupnya suram dan sepi, Merlin merasa punya alasan kuat untuk berharap lagi. Berharap masa depan yang indah. Berharap kebahagiaan utuh bersama suami dan anak ini.

 *

Sepanjang sisa siang itu, Merlin sibuk sendiri dengan kegiatannya. Ia tersenyum terus-menerus, wajahnya bersinar cerah. Ia memikirkan berbagai cara lucu dan manis untuk memberi tahu Reyno tentang kabar gembira ini. Ia ingin momen pengumuman ini menjadi kenangan manis yang tak terlupakan bagi suaminya.

Ia bahkan menyempatkan diri keluar sebentar di siang hari untuk membeli sebuah kotak kecil berwarna putih cantik. Dengan hati-hati dan penuh kelembutan, ia memasukkan alat tes kehamilan itu ke dalam kotak itu. Di atas alas kotak itu, ia menulis sebuah catatan kecil dengan tinta biru tulisan tangannya yang rapi dan indah.

*Kayaknya sekarang kamu harus belajar jadi ayah, Rey.*

Tangannya sedikit gemetar saat menulis kalimat itu, namun bibirnya terus tersenyum lebar membayangkan reaksi Reyno nanti.

Ia membayangkan wajah suaminya. Pasti akan sangat kaget sampai mulutnya menganga. Lalu pasti akan sangat bahagia sampai matanya berkaca-kaca. Mungkin Reyno akan langsung memeluknya erat sekali, memeluknya seolah tak akan pernah dilepas lagi. Mungkin suaminya akan menangis haru. Atau mungkin mulai panik sendiri memikirkan nama bayi, memikirkan persiapan, dan hal-hal kecil lainnya.

Dan hanya dengan membayangkan semua itu saja, sudah cukup membuat hati Merlin terasa hangat kembali, menghapus sedikit demi sedikit rasa sakit hari-hari kemarin.

Sore harinya, Merlin memasak jauh lebih banyak dan lebih istimewa dari biasanya. Ia ingin merayakan malam ini, meski hanya berdua di rumah. Ia membuat sup ayam kesukaan Reyno, ayam lada hitam yang dulu selalu dipuji suaminya sebagai masakan terenak sedunia, dan puding coklat lembut yang sering jadi penutup makan malam mereka.

Ia bahkan menyempatkan diri sedikit berdandan. Memakai gaun rumah warna lembut yang sederhana namun membuatnya terlihat manis. Merapikan rambutnya agar jatuh indah menutupi bahu. Dan ia berkali-kali melirik jam dinding, menunggu waktu kepulangan suaminya dengan hati berdebar.

Jam tujuh malam. Reyno belum pulang. Namun kali ini, Merlin tidak merasa sedih atau kecewa. Ia terlalu bahagia untuk marah. Ia pikir mungkin ada rapat yang tertunda atau kemacetan biasa.

Jam delapan malam. Masih belum ada kabar sama sekali. Merlin mulai menggigit bibir bawahnya pelan, rasa cemas sedikit mulai menyelinap. Namun ia tetap tersenyum sendiri, berusaha menenangkan hati.

"Mungkin lagi di jalan. Sebentar lagi pasti sampai," gumamnya menghibur diri.

Jam sembilan malam. Ponsel di atas meja makan akhirnya berbunyi nyaring, memecah keheningan. Nama Reyno muncul terang di layar kaca. Wajah Merlin yang tadinya sedikit cemas langsung berbinar cerah kembali. Ia bergegas mengangkat telepon dengan cepat.

"Rey? Kamu di mana? Udah mau sampai ya?" sapanya riang, suaranya terdengar manis dan penuh semangat.

Namun suara yang terdengar di seberang sana membuat senyum itu perlahan menghilang. Suara Reyno terdengar kacau, terburu-buru, berat, dan penuh ketegangan.

"Mer ... maaf banget," ucap Reyno langsung, tanpa sapaan biasa.

Jantung Merlin langsung terasa berdebar aneh. Ada rasa tidak enak yang menjalar cepat di dada. "Kenapa? Ada apa, Rey? Kamu baik-baik aja kan?"

"Yara masuk UGD," jawab Reyno singkat, padat, dan jelas.

Senyum di wajah Merlin perlahan memudar, hilang sama sekali berganti rasa dingin yang menyebar. Matanya menatap makanan yang mulai mendingin di meja.

"Dia pingsan lagi?" tanyanya lirih, meski ia sudah tahu jawabannya.

"Iya. Tiba-tiba aja sesak napas, terus pingsan di apartemennya. Katanya asam lambungnya naik parah banget sampai bikin dia kejang-kejang dikit," jelas Reyno cepat, suaranya terdengar panik dan khawatir sekali. "Aku sekarang lagi di rumah sakit sama dia, Mer. Dokter lagi periksa."

Keheningan menyelimuti percakapan itu sejenak. Dan entah kenapa, kali ini keheningan itu terasa jauh lebih menyakitkan dari malam-malam sebelumnya.

"Mer? Kamu denger aku kan?" panggil Reyno lagi saat Merlin diam saja.

1
Himna Mohamad
👍👍👍👍👍
Moms Shinbi
lanjut thor
Himna Mohamad
gass kk
Green_Rose: yuhu... esok yah. insyaallah
total 1 replies
rh
lanjut thor
Green_Rose: oke siap. tapi esok yah. insyaallah
total 1 replies
Moms Shinbi
keren thor
Gricelda Pereira
oiiiiiiiii lanjuuuut dong thoor
Moms Shinbi
gasss thor
Green_Rose: yuhu, esok ya esok. insyaallah
total 1 replies
rh
lanjut thor
Green_Rose: Oke, siap.

makasih banyak udah mau mampir
total 1 replies
Wayan Sucani
Nyesek
Green_Rose: makasih banyak. 😭😭😭😭😭 terharu aku tuh
total 1 replies
rh
lanjut thor
Green_Rose: siap laksakana
total 1 replies
Moms Shinbi
cepat pergi merlin buat ray menyesal tpi jngn mo kenbali padanya.
Green_Rose: hiks hiks hiks.
total 1 replies
Moms Shinbi
astaga dadaku rasanya sesak bnget pasti saki jdi marlin
🥹🥹
Green_Rose: huhuhu... banget. merlin cukup sabar yah. kalo aku, mmm entahlah
total 1 replies
Moms Shinbi
ayo lnjtut thor buat rey nyesel
Green_Rose: siap. entar kita bikin dia jungkir balik ngejar
total 1 replies
Alia Chans
keren😍
Green_Rose: yuhu🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Himna Mohamad
merlin tinggalin aja laki2 seperti itu
Green_Rose: iy ih... udah aku katakan gitu sama Merlin. eh... tu anak kekeh sih
total 1 replies
Himna Mohamad
notif yg ditunggu2
Green_Rose: Ya allah. makasih banyak udah mau mampir. 😭 pen nangis rasanya saat dapat komen di karya aku. aku pemula
total 1 replies
Moms Shinbi
pergi saja tingglin suamimu biar dia sadar
Green_Rose: Ya Allah makasih banyak buat komen pertama yang datang ke karya aku. makasih udah mau mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!