NovelToon NovelToon
Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nameless Monarch

ig: @namemonarch

Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.

​"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."

​Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31 — Kultivasi Tubuh dan Seni Pedang

Keheningan menyelimuti ruang bawah tanah Paviliun Hening. Cahaya pelita yang temaram memantul pada dinding batu yang lembap, menciptakan bayangan panjang di belakang sosok Ye Chen yang sedang duduk bersila. Di hadapannya, tertata rapi tumpukan kepingan emas hasil keuntungan toko dan beberapa butir batu spiritual tingkat rendah. Bagi orang lain, ini adalah harta yang melimpah, namun bagi Ye Chen, ini hanyalah sarana untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.

Ye Chen memejamkan mata, memanggil kesadarannya ke dalam relung batin, tempat antarmuka dingin dari Sistem Kenaikan Surga bersemayam.

"Sistem, ambil seluruh harta di hadapanku dan tukarkan menjadi Poin Kenaikan. Pastikan tidak ada energi kotor yang terbawa dalam proses penukaran ini."

[Notifikasi: Perintah diterima...]

[Memproses penukaran harta... Ditemukan: 1.200 Keping Emas dan 15 Batu Spiritual Rendah.]

[Hasil penukaran: +48.000 Poin Kenaikan.]

[Saldo saat ini: 119.700 Poin.]

Ye Chen menatap angka tersebut dengan tenang. Ia tahu bahwa meskipun ia mahir dalam menyusun siasat, tanpa raga yang tangguh, ia hanyalah sebuah bangunan megah di atas fondasi yang rapuh. Langkah pertamanya adalah mencari cara untuk memperkuat jalur energi di dalam tubuhnya yang masih menderita luka lama.

"Sistem, buka Toko Sistem. Cari barang pemulihan jalur energi yang setidaknya berada pada Tingkat Bumi. Berikan pilihan yang lembut bagi tubuh namun memiliki hasil yang kokoh."

Seketika, di hadapan pandangan batinnya, muncul deretan barang yang lewat silih berganti.

[Daftar Barang Tersedia:]

[Pil Sumsum Naga] — Harga: 22.000 Poin. (Terlalu keras, berisiko merusak jalur energi yang sudah rapuh).

[Sari Embun Langit] — Harga: 8.000 Poin. (Terlalu lemah, tidak sebanding dengan harganya).

[Kitab Penguat Otot Dasar] — Harga: 1.500 Poin. (Hanya untuk kalangan rakyat biasa).

Ye Chen mengamati satu demi satu dengan teliti. Ia tidak terburu-buru. "Persempit pencarian. Cari yang mengandung unsur sari giok purba atau mata air surgawi."

Layar batinnya bergetar sebelum menyisakan satu barang yang memancarkan cahaya hijau lembut.

[Barang: Pil Esensi Giok Langit (Tingkat: Bumi - Rendah)]

[Riwayat: Barang legendaris dari Sekte Pedang Awan yang telah musnah. Dibuat dari sari giok yang terkubur di bawah mata air surgawi selama seribu tahun.]

[Deskripsi: Barang ini tidak menyerang kotoran dalam tubuh secara paksa, melainkan melapisi dinding jalur energi dengan lapisan giok cair. Hal ini membuat aliran tenaga dalam menjadi lebih padat tanpa merusak struktur tubuh.]

[Harga: 35.000 Poin Kenaikan.]

"Sesuai dengan apa yang kubutuhkan. Masukkan ke dalam daftar pilihan," ucap Ye Chen dalam hati. Ia kemudian beralih mencari teknik penempaan tubuh. Ia membutuhkan perlindungan yang bisa membuatnya tetap tegak meski dihantam senjata tajam.

Layar pencarian kembali menampilkan ribuan gulungan kuno. Ada [Seni Kulit Kayu] yang murah namun lemah, hingga [Teknik Tubuh Berlian] yang harganya tak terjangkau. Namun, matanya tertuju pada sebuah gulungan kusam yang seolah memancarkan aura kuno yang berat.

[Barang: Kitab Tubuh Perunggu Sembilan Transformasi (Tingkat: Bumi - Menengah)]

[Riwayat: Warisan dari Lembah Dewa Perang yang telah runtuh. Teknik ini adalah fondasi para panglima perang purba untuk menahan hujan anak panah tanpa perisai.]

[Deskripsi: Mengubah struktur otot dan tulang hingga mencapai kepadatan logam perunggu. Memberikan perlindungan sejati terhadap serangan fisik maupun energi alam.]

[Harga: 25.000 Poin Kenaikan.]

"Harganya sebanding dengan riwayatnya. Ambil ini juga," perintah Ye Chen.

Saat ia hendak menutup pencarian, sebuah kilatan cahaya ungu di sudut daftar 'Teknik Serangan' menarik perhatiannya. Seharusnya ia hanya fokus pada penempaan raga, namun deskripsi teknik pedang ini membuatnya berhenti sejenak.

"Tampilkan detail teknik pedang yang baru saja lewat itu," ucapnya.

[Barang: Seni Pedang Penghancur Bintang (Tingkat: Fana - Puncak)]

[Riwayat: Diciptakan oleh seorang pendekar pengembara yang menghabiskan hidupnya mengamati bintang jatuh. Ia ingin menciptakan gerakan yang seindah langit malam namun membawa maut di setiap kilatannya.]

[Deskripsi: Sebuah teknik pedang yang mengutamakan keindahan gerakan dan perubahan yang tak terduga. Setiap tebasan tidak hanya tajam, tetapi mampu melepaskan ledakan tenaga dalam yang mampu merusak area di sekitarnya.]

[Harga: 10.000 Poin Kenaikan.]

Ye Chen menatap deskripsi itu dengan saksama. "Meskipun hanya tingkat Fana, namun sifatnya yang berubah-ubah dan indah bisa menjadi pengalih perhatian yang sempurna saat aku menggunakan jarum perak secara tersembunyi. Sangat cocok untuk gaya bertarungku. Masukkan ke dalam daftar pembelian."

[Total Penukaran: 70.000 Poin Kenaikan. Lanjutkan?]

"Lanjutkan. Tanamkan seluruh pengetahuan teknik tersebut ke dalam kesadaranku secara bertahap."

Seketika, rasa panas yang luar biasa menghantam benak Ye Chen. Ribuan bayangan gerakan pedang yang indah dan pola pernapasan kuno untuk menempa tubuh mengalir masuk ke dalam ingatan otot dan pikirannya. Ia mendesis menahan perih, namun tubuhnya tidak bergeming sedikit pun.

Setelah badai pengetahuan itu mereda, Ye Chen mengeluarkan Pil Esensi Giok Langit yang baru saja muncul di tangannya dan menelannya.

Glek.

Energi dingin dari giok tersebut meledak di dalam mulutnya, meresap ke dalam jalur-jalur energi. Ye Chen segera mengaktifkan metode dari Kitab Tubuh Perunggu.

"Transformasi Pertama: Penempaan Raga Perunggu!"

Krak! Krak!

Suara tulang-tulangnya yang bergeser memenuhi ruangan bawah tanah yang sunyi itu. Cairan hitam kental dengan bau logam yang tajam mulai merembes keluar dari pori-pori kulitnya—residu kotoran yang menghambat aliran energinya selama ini. Rasa sakitnya luar biasa; seolah-olah ada palu raksasa yang menempa setiap inci ototnya di atas paron membara.

Enam jam kemudian, ketika cahaya matahari mulai mengintip dari celah ventilasi, Ye Chen membuka mata. Kulitnya kini memiliki pendaran cokelat kusam yang berat, seolah-olah ia benar-benar terbuat dari perunggu kuno.

Ia mengambil sebuah pedang besi biasa dari rak senjata di sudut ruangan. Begitu tangannya menggenggam gagang pedang, memori tentang Seni Pedang Penghancur Bintang bergejolak. Ia mencoba satu ayunan ke udara kosong, mengikuti pola yang baru saja ia pelajari.

Syuuuut—Duar!

Meskipun ia tidak mengenai apa pun, tekanan udara yang dihasilkan menciptakan robekan pada tirai di seberang ruangan. Ada pendaran ungu fluktuatif yang tertinggal di lintasan pedangnya—sebuah kilatan yang indah namun mematikan.

"Sangat kuat... tapi gerakanku masih sangat kasar," gumam Ye Chen sambil menyeka residu hitam di tubuhnya dengan kain basah. "Kemahiranku saat ini masih di tingkat pemula. Pengetahuan dari sistem hanyalah fondasi; aku harus melatih sinkronisasi raga perunggu ini dengan gaya pedang yang indah secara manual agar tidak ada tenaga yang terbuang sia-sia."

Ia menyarungkan kembali pedangnya. Penempaan mandiri ini telah usai. Ye Chen kini telah melampaui keterbatasan fisiknya yang lama.

"Su Wenzhou," panggilnya melalui tenaga dalam, suaranya kini terdengar lebih berwibawa dan mantap.

"I-iya, Tuan?" suara Su Wenzhou terdengar dari atas.

"Siapkan ruangan. Pastikan dupa penenang sudah dinyalakan. Tamu kita, Tabib Hua Jue, seharusnya sudah hampir sampai di depan pintu."

Ye Chen bangkit, jubahnya berkibar. Raga perunggunya kini tersembunyi di balik kain, namun auranya kini sedalam jurang yang tak tertembus. Persiapan telah selesai, saatnya menjerat sang tabib.

1
Adrian Ahmad
monoton kurang menarik
ada usul tidak jelas
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss author
Naevys
Wow, penulisan, dan pemilihan kata kata nya...
Nameless Monarch: Masih pemula bang, sama sekali gak ada wow nya:)
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
punya penulisan yang bagus, dan cerita yang mudah di ikuti. enak untuk di baca /CoolGuy/
Manusia Ikan 🫪: 😋hump
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
hmmmm masih tidak terbiasa dengan fantasi timur😅
Manusia Ikan 🫪
bagus nih, ruang simulasi mental
Manusia Ikan 🫪
sebagai mahasiswa arsitektur, aku pengen punya skill yang berhubungan dengan membangun ini😹
Manusia Ikan 🫪
hemmmm
Manusia Ikan 🫪
wah jarang jarang tuh ada sistem toko
Manusia Ikan 🫪
kenapa cerita fantasi timur, sangat mudah untuk mendapatkan kekuatan😅
Manusia Ikan 🫪: kwkawkoa masuk akal😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
bukan bumi kan!
Manusia Ikan 🫪
apakah ini urutan kekuatannya?
Manusia Ikan 🫪
😅mmmmm bro langsung tahu cara makenya?
Manusia Ikan 🫪: wkaowkaokwoa tapi lebih bagus kayak gini, dari pada gk tahu apa apa😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
yeeeeeey aku yang like pertama😹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!