NovelToon NovelToon
Cahaya Cinta

Cahaya Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Saidah_noor

Dihari ulang tahun pernikahannya yang ke 3 tahun, Cahaya harus terkejut melihat perselingkuhan Fery dengan wanita lain yang masih satu rekan kerja dengan suaminya.
Karena patah hatinya ia mengajak sahabatnya untuk minum dan menginap dihotel, namun sahabatnya tak bisa menemaninya karena adiknya tak ada yang menemani dirumah.
Kejadian tak terduga dihotel ia tak sengaja bertemu pria asing yang dalam keadaan sakit, karena berpikir itu adalah suaminya yang mengejarnya akhirnya ia mengajaknya bermalam dalam keadaan mabuk.
Namun saat pagi menjelang, Cahaya baru sadar bahwa yang tidur bersamanya itu bukanlah suaminya tapi pria yang terkenal berkuasa dan galak dikantornya.
apa yang harus cahaya lakukan?
kabur kah?? atau ...???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saidah_noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa SMA.

Keesokan harinya ...

Cahaya duduk menatap lukisan didepannya, sesekali mengeluh dan mengalihkan pandangannya. Ia sendiri heran, kenapa ia bisa membuat lukisan itu?

Ia menatap bubur dimangkuk dan teh jahe yang sudah dingin. Hari ini ia malas untuk sarapan, seolah tenaganya habis oleh rasa malas.

Pintu terbuka dengan pelan, tampak pak Amir dan beberapa asisten rumah tangga masuk ke dalam kamarnya. Mereka membawa beberapa gaun wanita yang sangat cantik, namun baginya tak begitu wah.

"Apa ini?" tanyanya pada kepala asisten rumah itu.

"Hari ini tuan mengajak anda untuk ikut ke pameran lukisan, jadi anda harus bersiap," jawab pak Amir.

Cahaya baru ingat kalau minggu ini ia diajak pergi. Sialnya si Yumi sedang tak bisa diandalkan. Harus kah ia pura-pura sakit lagi?

Wanita itu menggigit bibir bawahnya, sungguh ia tak mau tampil didepan publik.

"Pak Amir, bilang padanya. Aku sedang tak enak badan, aku bahkan tak sanggup untuk berdiri. Tolong lah!" ujar Cahaya menyentuh perutnya yang rata juga mukanya yang dibuat semenyedihkan mungkin.

"Kau kan pergi denganku, aku bisa menjagamu jika terjadi sesuatu. Haruskah aku memandikanmu sekarang juga? Atau kau mandi sendiri?" suara Rayyan menampakkan dirinya, lelaki itu masuk ke kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi dan wajah yang tampan.

"Dia punya aib gak, sih? Maksa banget jadi orang, sikap ini mirip om bontotnya Mimi pas maksa aku ngerjain PR," gumam Cahaya berdumel dalam hati.

Nah kan, ia kembali mengingat sikap pria itu. Cahaya menghela nafas berat, mengingat nasibnya yang kurang beruntung.

"Tuan Rayyan, saya kan bukan pacar anda. Seharusnya anda pergi dengan pacar anda," tolak Cahaya dengan halus.

"Saya tak punya pacar, kalau istri ada," ujar Rayyan.

"Kalau begitu pergi saja dengannya," sela Cahaya segera dengan geregetannya.

Ia tak cuma ingin dekat dengan Rayyan, tapi juga kehadiaran mereka bersama akan menjadi gosip baru. Secara ia adalah orang penting didunia perbisnisan, sangat jauh dengannya. Juga mereka diGaleri tama, cukup mengenal siapa itu Lynn.

Apa jadinya jika ia benar-benar pergi bersama.

"Yaitu, istriku cuma kamu," ujar pria itu seenak jidat.

Lagi-lagi Cahaya mengomel dalam hati. What!!!

Dia bahkan belum resmi bercerai.

Enak banget ngakuin dia itu adalah istrinya, emang didunia ini gak ada wanita lain selain dirinya. Cahaya tak tahu harus mengatakan apa lagi, melihat pak Amir yang tersenyum dan para asisten yang menunduk sambil bertatap dan berbisik dengan rekannya.

Kalian pikir itu nyaman?

"Sudah cepat! Kau ingin aku memandikanmu? Jika iya, ayo!" titah sang tuan Rayyan masih dengan otak minusnya.

Segera Cahaya menyelanya, "Aku mandi sendiri."

Rayyan tersenyum melihatnya, mana wanita itu langkahnya belibet, hampir saja ia terjatuh kelantai sampai membuatnya sempat panik seketika.

Cahaya melangkah cepat ke kamar mandi, didalam kamar lembab itu ia kembali mengomeli bosnya. Ini bukan jaman monarki, tapi rasanya benar-benar kayak hidup dijaman kerajaan.

***

Cahaya turun dari tangga, menemui Rayyan yang tengah menunggu dengan santai yang ditemani secangkir kopi. Saat suara langkah makin terdengar dekat, pria itu menatap lurus kearah sumber bunyi itu.

Seketika matanya terpana, hatinya berbunga, dan jiwanya serasa kembali ke masa itu. Ia melihat Cahaya yang cantik didepannya, detik ini mengingatkannya pada pertemuan yang tidak disengaja.

Pertemuan saat mantannya menolak untuk menerima perjodohan orang tua mereka. Alasannya karena wajah jeleknya, entah sedang apa gadis ingusan itu berada ditempat itu.

Beberapa tahun lalu ...

Sebuah resto yang menjadi tempat kencan butanya dengan gadis pilihan orang tuanya. Selepas calon kekasihnya itu pergi meninggalkannya.

"Om Iyan, kamu ditolak ya?" tanya Cahaya yang menatapnya begitu lekat, seakan meledeknya dengan senyum manis ala cewek bar-bar.

Tanpa dipersilahkan, gadis yang masih memakai seragam SMA itu duduk begitu saja dihadapannya. Dulu centil dan percaya dirinya masih tinggi, semua berubah setelah kecelakaan itu terjadi.

Sayangnya, ia tak ada disampingnya kala itu, bahkan tak ada yang memberitahukannya. Saat ia tahu, sifat gadis itu berubah jadi pendiam.

"Kamu ngapain disini? Ini kan jam sekolah, jangan-jangan kamu bolos, ya?" tanya Rayyan penuh praduga, kala itu. Matanya melirik ke sekitar biasanya kalau ada Yaya pasti ada keponakannya.

"Aku sendirian, om. Mimi lagi disekolah, aku baru pulang dari perpus ambil buku baru," jawab gadis tersebut.

Rayyan tersenyum, "Oh."

"Kamu sudah makan siang belum?" tanya Rayyan sambil membuka buku menu.

"Maka dari itu aku nyamperin om. Lambungku sudah minta tolong untuk diisi, ususku bergoyang agar aku datang ke resto ini. Gak disangka Yaya ketemu om Iyan," jawab Cahaya terdengar seperti yang tengah berdongeng.

Rayyan tersenyum, tadi hatinya merendah gegara ditolak. Ketemu teman keponakannya malah bisa membuatnya tersenyum lagi.

"Jadi kamu ngintilin om, begitu?" tanya Rayyan lagi.

"Tidak juga, tapi ini memang takdir bahwa om Iyan adalah penolong perutku." Cahaya melambaikan kedua tangganya ke sebelah kiri dengan pandangan yang ikut mengarah ke sebrang sana.

Rayyan yang ikut terarahkan pandangannya hanya bisa tersenyum, mana bisa sekebetulan begini. Diseberang resto yang ia datangi untuk kencan buta ternyata adalah toko buku tempat Yaya membeli buku.

Mereka yang duduk ditepi jendela kaca, yang langsung menampakkan suasana jalanan dan toko seberang. Dari sana saja sudah terlihat siapa yang duduk disini, Rayyan pikir ini pertemuan yang sangat konyol.

"Inila yang dinamakan takdir cinta sejati," ujar Cahaya dengan tingkah cegilnya, namun itu kembali berhasil membuat paman sahabatnya itu terkekeh.

"Takdir cinta sejati, kau gadis kecil terlalu banyak menonton drama," ujar Rayyan sembari menjitak kening Cahaya, hingga mengaduh.

Cahaya menyentuh dahinya yang lumayan sakit, "Om, Yaya kan cuma bercanda," ucapnya menyunggingkan senyum.

Sesekali menggoda paman sahabat itu gak rugi, apalagi soal perut pikir gadis itu. Kebetulan dompetnya menipis, karena ia baru membeli buku yang harganya cukup mahal.

Satu hal lagi, cahaya yang masih gadis sudah diracuni oleh sikap Yumi pada pamannya yang selalu bergelendot manja. Apapun yang gadis itu mau harus segera dia dapatkan, sedangkan om nya punya dompet yang gak pernah kosong dan orangnya yang sangat royal.

Jadi om bontot itu jadi jalan terakhir kala mereka tak kehabisan uang.

Kembali kemasa kini ...

Rayyan tersenyum merekah, penampilan gadis itu kini sangat dewasa lain dengan yang ingusan itu. Ia berdiri, seakan ingin menyambut gadis nakal yang dulu selalu menggodanya. Dengan dress berwarna biru muda dan blazer berwarna putih cream, terlihat cocok dengan badan mungil Cahaya.

Sementara rambut wanita itu hanya diikat setengah dan poni tipis yang terurai hingga rahang.

"Cantik," gumam Rayyan tak berhenti menatapnya.

Lain halnya dengan Cahaya, ditatap seperti itu membuatnya ingin lari. Bukan malah suka, tapi ia merasa minder. Karena ada kalimat yang sering mengusiknya, "Percuma cantik, tapi budek dan sebatang kara!"

1
falea sezi
🤣🤣 mertua toxic
🌀 SãñõõR 💞
yap ntar ceritanya jadi membingungkan.
partini
saling terhubung suami selingkuh dengan wanita yg pernah di sukai lelaki yg tidur dengan cahaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!