NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:30.5k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19.

Ditengah sesi makan siang tiba-tiba ada seorang anak dari salah seorang pegawai yang kebetulan hari itu terpaksa di ajak oleh ibunya ke tempat kerja, terdengar menangis hingga menjadi pusat perhatian semua orang, termasuk Sandi.

Sandi yang awalnya tidak menyadari keberadaan bocah itu, kini berdiri dari tempat duduknya dan beranjak menghampiri si anak dan juga ibunya.

Ibu dari anak tersebut sudah tampak ketakutan, mengingat aturan hotel tidak memperbolehkan pegawainya mengajak serta anak kecil ke tempat kerja.

"Maafkan saya, tuan. Saya terpaksa mengajak serta anak saya karena neneknya sedang ada urusan penting sehingga tidak bisa menjaganya untuk hari ini. Tapi saya janji tuan, ini kali pertama dan terakhir saya mengajak anak saya ke tempat kerja." Tutur ibu muda tersebut sebelum Sandi mengatakan sepatah katapun. Kejadian itu semakin menyita perhatian dari para pegawai lainnya. Tidak sedikit yang mengkhawatirkan nasib pegawai yang bergabung dalam departemen housekeeping tersebut. Khawatir wanita itu akan dipecat karena dianggap melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh pihak hotel semenjak masih berada dalam pimpinan lama.

"Tidak perlu minta maaf! Saya mengerti dengan situasi anda, karena saya pun memiliki seorang putri. Jika seandainya saya yang berada dalam posisi dan situasi anda saat ini, pasti saya juga rela melanggar aturan demi putri saya."

Vania yang saat itu turut mendengar perkataan Sandi dibuat terenyuh. Secara tidak langsung Sandi telah mengakui keberadaan Sesil dihadapan semua pegawainya.

Hampir semua pegawai hotel fokus pada pengakuan secara tidak langsung dari bos mereka yang ternyata telah memiliki seorang putri. Jika telah memiliki seorang putri, bukankah itu artinya Sandi sudah menikah.

Berita hangat siang ini, rupanya pimpinan hotel Admodjo Group sudah menikah dan juga sudah memiliki seorang putri. Tidak sedikit yang merasa penasaran pada sosok wanita beruntung yang telah berhasil menaklukkan hati bos mereka tersebut, termasuk Cika.

"Rupanya tuan Sandi sudah menikah dan sudah memiliki seorang putri. Aku jadi penasaran pada sosok wanita beruntung itu." Gumam Vania. Kini Cika dan Vania tengah berada di dalam lift yang akan mengantarkan mereka menuju lantai di mana ruangan mereka berada.

"Aku jadi penasaran deh...Bagaimana ya rasanya berada dibawah kung-kungan pria setampan tuan Sandi." Lanjut Cika dengan gaya lebay nya.

"Bisa-bisanya kamu punya pikiran ngeres kayak gitu." Vania geleng kepala. Di saat ia ingin sekali melupakan kejadian yang pernah terjadi antara dirinya dan Sandi malam itu, rupanya diluar sana tidak sedikit wanita yang ingin merasakan berada di posisinya. Ya, bukan hanya Cika, namun ada banyak rekan kerjanya yang melontarkan kata-kata yang tidak jauh berbeda dengan sahabatnya itu.

*

Malam harinya.

Mereka semua tengah berada di meja makan untuk menikmati makan malam bersama. Suapan ibu terhenti di udara ketika menyaksikan Sandi dan Sesil tengah melakukan hal yang sama, yakni menyingkirkan wortel dari piring masing-masing. Ya, malam ini sayur sup menjadi salah satu menu yang terhidang di meja makan.

"Sesil nggak suka wortel juga rupanya, sama seperti Sandi." Perkataan ibu berhasil menghentikan pergerakan Vania yang hendak meneguk air minumnya. Begitu pun dengan Sandi, pria itu langsung memandang pada Sesil. Gadis kecil itu nampak melakukan hal serupa dengannya, menyingkirkan wortel ke pinggiran piringnya.

"Bukan hanya wortel tapi Sesil juga nggak suka selai kacang, karena setelah memakan selai kacang sekujur tubuh Sesil timbul bintik-bintik merah, Oma."

Deg.

Sendok dari tangan Sandi nyaris terjatuh dengan sendirinya saat mendengar pengakuan Sesil. Pasalnya, ia pun memiliki alergi pada kacang.

"Benarkah? Rupanya Sesil punya banyak kesamaan dengan papahnya Sesil." Kata ibu sambil mengelus rambut panjang bocah itu.

Entah mengapa pengakuan Sesil membuat Sandi jadi kepikiran. Terlebih, ada beberapa orang yang pernah mengatakan bahwa senyuman mereka terlihat mirip. Apa mungkin semua itu bisa saja terjadi karena dirinya telah menganggap Sesil layaknya anak kandung sendiri? Sandi bertanya-tanya dalam hati.

Seusai makan malam, Vania menemani Sesil hingga bocah itu tertidur. Setelahnya barulah ia kembali ke kamarnya. Malam ini Sandi tak sempat membacakan buku cerita sebagai pengantar tidur bocah perempuan nan menggemaskan itu, sebab Sandi sedang sibuk mengecek beberapa laporan tentang perusahaan. Ya, meskipun telah menduduki posisi sebagai pimpinan di hotel, Sandi tidak bisa sepenuhnya melepas tanggung jawab perusahaan kepada ayah.

"Apa Sesil sudah tidur?." Tanya Sandi menyadari Vania telah kembali ke kamar.

"Sudah, tuan."

Sandi sontak saja menatap pada Vania.

"Kau istriku, bukan pembantuku. Jadi berhentilah memanggilku dengan sebutan tuan!."

"Lalu saya harus memanggil anda dengan sebutan apa?."

"Terserah kau saja! Asalkan bukan tuan, telingaku sakit mendengarnya."

"Kalau aku panggil mas Sandi, boleh?." Sebaiknya bertanya lebih dulu, karena belum tentu Sandi berkenan dengan panggilannya itu.

"Terserah!." Di mulut bilangnya terserah wajah pun nampak datar, namun kenyataannya ada perasaan hangat yang menjalar di hati Sandi ketika mendengar Vania memanggil dirinya dengan sebutan mas.

Setelahnya, Vania beranjak dari posisi duduknya di tepian ranjang. Wanita itu hendak mengganti pakaiannya dengan baju tidur biar lebih nyaman. Untuk malam ini Vania tak lagi mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi melainkan di ruang ganti. "Lain kali kalau mau ganti baju, lakukan diruang ganti!." Vania masih ingat betul dengan perkataan Sandi sore tadi.

Deg

Baju tidur yang dikenakan Vania malam ini nyaris serupa dengan baju tidur yang dikenakan oleh wanita itu malam kemarin, hanya warnanya saja yang berbeda. Jika malam kemarin Vania mengenakan baju tidur berwarna hitam, malam ini wanita itu mengenakan baju tidur berwarna merah terang hingga membuat kulit putihnya terlihat semakin bersinar.

"Apa kau tidak kedinginan tidur dengan berpakaian seperti itu." Terlepas bagaimanapun perasaannya terhadap Vania, ia tetaplah seorang pria normal yang tentunya memiliki has-rat. Sandi khawatir tak sanggup menahan diri jika terus melihat Vania dengan penampilan seperti saat ini. Sandi tidak menyangka sekuat itu pesona seorang Vania Damayanti, Hingga pria itu pun menyesali perkataannya semalam, di mana ia mengatakan tidak berminat menyentuh istrinya itu.

Vania langsung menoleh pada Sandi.

"Masalahnya, baju tidur yang ada di dalam lemari bentukannya seperti ini semua, mas." Jujur, ditegur demikian oleh Sandi membuat Vania merasa seperti wanita peng-goda. Padahal, sebenarnya ia pun kurang nyaman mengenakan pakaian tidur modelan begitu, mengingat selama ini Vania selalu mengenakan piyama.

"Ini pasti kerjaan mamah." Batin Sandi.

Beberapa saat kemudian.

"Kau mau kemana?." Tanya Sandi melihat Vania bukannya langsung naik ke ranjang tapi justru berbalik badan.

"Mau ganti baju." Vania hendak kembali ke ruang ganti untuk mengganti baju tidur yang kini dikenakannya dengan baju kaos dan juga celana panjang. Ia berpikir Sandi risih melihatnya berpakaian seperti itu.

"Tidak perlu!."

Vania mengeryit bingung namun tak berani bertanya alasan mengapa kini Sandi berkata demikian, padahal tadinya pria itu sepertinya risih dengan penampilannya. Ya, menurut kesimpulan Vania, teguran Sandi tadi merupakan bentuk protes akibat risih dengan penampilannya.

"Sepertinya besok aku harus membeli beberapa piyama baru." Batin Vania, Ia tidak ingin sampai Sandi berpikir ia haus akan sentuhan pria hingga sengaja mengenakan baju tidur modelan begitu.

Jangan lupa dukungannya ya sayang-sayangku.... biar aku makin semangat lagi updatenya....! 🙏🙏😘😘🥰🥰 Love you all.....

1
Ayila Ella
yayyy akhirnya ngomong juga bahwa sandi adalh ayah kandung sesil😍😍 lnjut thor
Sifa Dinieka
akhirnya terungkap sudah semuanya
Lia siti marlia
aduh aduh thorrr kok di potong pas lagi tegang tagang aku baca 🤭 lanjut dong thorr tambah lagi upnya 👍😍😍😍
secret
AKHIRRNYAAAAA😍 kan enak kalo smsm saling terbuka dan mengungkapkan perasaan
Nurminah
masalah rumah tangga rumit pun kadang bisa selesai dengan saling bicara terbuka dan mengungkapkan semua perasaan yg mengganjal
Felycia R. Fernandez: komunikasi dengan pasangan itu sangat di perlukan ya kk...
total 1 replies
Lusi Hariyani
kaget g van...
Ariany Sudjana
finally sandi juga mengungkapkan perasaannya terhadap Vania, dan Vania jangan ragu lagi yah 😄🙏 asli part ini /Sob/
secret
ternyata dia ikut sekongkol jebak vania tp pas tau vania hamil sosoan kecewa sampe diusir, bener2 ibliisss😡 tunggu dehh kehancuran kaliann
❥␠⃝ ͭ🍁MIMI💋🅼🅸-🆁🆈👻ᴸᴷ
Cari perkara sama keluarga Sandi bisaa habis tak bersisa setelah tau perusahaan dalam keadaan krisis dan menawarkan berbentuk keuntungan saham dan setelah hancur perusahaan itu pasti akan diakuisisi oleh Sandi cerdas emang pancingan Sandi🥳🤣💃
Lia siti marlia
lah lah ibu iblis anda ternyata rela menjual anak kandung demi uang dan suami aku jadi penasaran kenapa sih ibu nya vania sebenci itu sama vania atau jangan jangan dia bukan ibu kandung vania lagi tapi dia cuma ngerawat vania makanya minta uang imbalan sama vania 🤭😄
partini
kalau dari karakter nya sih 100 % di maafkan, semoga pas di maaf kan ibunya lagi sakaratul maut ya thor😂
Lusi Hariyani
ibu kandung jht akn dpt karma
Ariany Sudjana
untungnya tuan Ikbal masih waras, dasar Aditra gila, sudahlah Sandi, hancurkan saja perusahaan aditra
Nittha Nethol
lanjut thor ...bagus cerita
up yang bnyak thor nanggung
Felycia R. Fernandez
Ibu Setan ,lucknut,iblis 🤬🤬🤬🤬🤬🤬
Tolong buat mati aja la ibu Vania ini,gak ada ibu kandung gak ngotak kayak ibu Vania ini.bahkan germo aja masih mikir buat jerumusin anaknya.
bener2 jalang ibu Vania...
Nurminah
orang tua gila semoga anak kandung nya digilir preman sampai gila
jujur liat pelaku bejat rasanya pantas dibalas ke anak kesayangan biar gila sekalian sekeluarga
❥␠⃝ ͭ🍁MIMI💋🅼🅸-🆁🆈👻ᴸᴷ: pasti dapet karma 10kali lipat lebih sadis dari yang dialami Vania
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Ternyata kejadian Vania dan sandi karena ulah ayah tiri nya ya..
Sandi harus tau ini,kalau Vania pernah di jual ayah tiri nya...
Lia siti marlia
lah ibu macam qpq kaya gitu ..lain sandi kamu gampang banget sih kasih uang keibu vania tanpa adanya perjanjian terlebih dahulu jikalau nanti iang nya habis pasti ibunya vania datang lagi dengan alasan yang sama belum lagi c nathali saudara tiri nya ..huh makin seru aja thorr lanjut😍😍😍
secret
hmm 20 miliar melayangg buat wanita jahat😒 awas aja deh kpdnnya masi ganggu, aplg si anaknya yg gatel itu
Tutik Karlos
kenapa gak ada perjanjian hitam di atas putih....
supaya gak berhubungan LG dgn vania ...apalagi minta uang lagi
Vania sdh d tebus 20 milyar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!