NovelToon NovelToon
Di Kira Mandul Ternyata ...

Di Kira Mandul Ternyata ...

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:924
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Menerima laki-laki yang di kenalkan oleh sosok yang bernama Ayah itu seperti membuka pintu derita bagi Maura. Apakah Maura menderita karena perlakuan sang laki-laki atau perasaan bersalah pada keluarganya....
Yuk lanjut episode baru cerita aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelukan

Dokter Harun memeriksa Maura dengan seksama. Semua menunggu hasil pemeriksaan Dokter Harun. Raya meninggalkan mereka karena Putra nya menangis dan memerlukan ASI. Sementara Marko ingin membersihkan diri karena baru saja tiba setelah meninjau proyek di lapangan.

"Bagaimana Run? Apa yang terjadi?" Tanya Pak Rudi.

"Sepertinya ada trauma masa lalu. Dia akan baik-baik saja. Jangan buat dia mengingat masa lalu yang membuat nya trauma." Dokter Harun.

"Terima kasih Run. Maaf mengganggu istirahat nya." Ucap Pak Rudi.

"Sama-sama. Tidak masalah ini sudah menjadi tugas saya. Kalo begitu saya permisi. Beri ruang buat nya agar lebih tenang." Pamit Dokter Harun.

Pak Rudi pamit akan membersihkan diri di sertai Bunda Diana. Oma Mia akan mengecek dapur untuk persiapan makan malam nanti dan menitipkan Maura pada Radit. Radit tak mempermasalahkannya. Radit menunggu Maura sadar duduk di samping tempat tidur.

Radit mengepalkan tangannya hingga buku-buku nya memutih. Radit mengetahui tentang Maura dari orang kepercayaannya. Radit meminta orang kepercayaannya untuk mencari tau perihal Maura semenjak pertemuan pertamanya. Entah mengapa Radit merasa tak baik-baik saja sehingga meminta orangnya untuk menyelidiki Maura dan tak di sangka ternyata Maura dekat dengan Oma Mia.

Radit benar-benar meyakinkan di dalam hatinya akan membantu Maura keluar dari trauma nya. Radit akan meyakinkan Maura jika tidak semua orang bergelimang harta akan menghina dirinya. Akan Radit buktikan jika dirinya bisa pada Maura.

"Eugh..."

Maura membuka matanya perlahan. Matanya memindai apa yang di lihatnya. Asing. Satu kata yang terlintas di benaknya. Saat dirinya melihat ke samping Maura melihat Radit tengah menatapnya lembut. Tatapan yang tak pernah Maura lihat ketika di kantor.

"Pak Ra Radit."

"Apa yang kamu rasakan? Apa kamu jauh lebih baik?" Tanya Radit.

"Hah! Hm... Ya." Jawab Maura singkat.

"Kamu menginginkan sesuatu?" Tanya Radit lagi.

Maura menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Radit duduk lebih dekat dengan Maura. Maura mengepalkan tangannya di samping tubuhnya mencoba menekan rasa cemasnya yang tiba-tiba datang lagi. Radit melihatnya kemudian meraih tangan Maura yang terkepal. Membukanya dan menaruh nya diantara tangannya.

Maura membuka matanya lebar-lebar. Tangannya bergetar hebat jantungnya berdetak semakin cepat. Radit memperhatikan mimik muka Maura yang berubah semakin panik.

"Jangan takut. Tarik nafas dalam lalu hembuskan." Perintah Radit dan ajaibnya Maura mengikutinya hingga dirinya merasa lebih tenang walau tangannya masih berada di genggaman Radit.

"Kenapa?" Tanya Radit lembut.

Maura menggelengkan kepalanya kemudian menundukkan kepalanya. Dirinya bingung ada apa dengan dirinya yang bereaksi begitu berlebihan ketika mendengar kata kaya. Seolah-oleh kata-kata itu akan menelannya bulat-bulat dan menghilangkan nyawanya. Semua perlakuan dari mantan mertuanya yang awalnya begitu baik dan menginginkannya namun berakhir dengan penghinaan yang luar biasa. Walau hanya verbal namun sukses membuat Maura terjatuh begitu dalam. Dirinya selalu berusaha baik-baik saja karena tak ingin orang tua dan orang-orang terdekatnya merasa cemas padanya.

Tanpa aba-aba Radit membawa Maura ke dalam dekapannya. Entah mengapa Maura merasakan kenyamanan dan ketenangan berada dalam dekapan Radit. Namun, Maura kembali tersadar jika semua ini salah. Saat Maura akan melepaskan pelukannya Radit mendekap Maura lebih erat.

"Jangan pernah takut dengan apa yang belum pernah terjadi. Yang sudah terjadi biarlah menjadi masa lalu yang tak perlu di ingat kembali. Buang jauh-jauh masa lalu kelam. Dan ukir kembali cerita indah untuk masa yang akan datang. Jangan biarkan masa lalu menghantui perjalanan hidup kita." Bisik Radit.

Tanpa di minta tanpa undangan bulir bening mengalir begitu saja di pipi mulus Maura. Bahunya bergetar membuat Radit semakin mengeratkan lagi pelukannya dan kali ini Maura membalas pelukan itu.

Lanjut nanti ya istirahat dulu...

1
fenita
ingat doa orang yg di zalimi bakal kena azab .aska tunggu aja kehancuran usaha lu
disney
omongan tasya bisa jadi nyata hehehe
disney
aska tolol jgn menyesal suatu saat nanti
disney
pasti perbuatan aska nih
disney
adiknya maura pernah melihat aska dgn ceweknya..hufft
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!