NovelToon NovelToon
MENJADI ISTRI KEDUA TUAN ROLAND

MENJADI ISTRI KEDUA TUAN ROLAND

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Poligami / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Nikah Kontrak
Popularitas:584
Nilai: 5
Nama Author: Sekarwangi91

karena sakit hati akan perselingkuhan sahabat dan kekasihnya, membuat gadis cantik blesteran inggris Prancis LARASATI AYUNDA. nekat mendatangi club malam untuk menenangkan pikiran dan segala problem yang tengah dialami, hingga tanpa disadari olehnya bahaya tengah mengintai dirinya.
dengan tiba-tiba segerombolan pria berpakaian serba hitam, menyeret-nyeret tubuhnya lalu dibawa ke suatu tempat yang asing, sampai ketika! sesuatu yang sangat berharga direnggut paksa oleh seseorang tanpa identitas.
setelah melewati malam panjang bersama orang asing, hingga menumbuhkan kehidupan baru yang bersemayam dalam rahimnya. apa yang akan terjadi selanjutnya dengan kehidupan LARASATI??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19.

Kemudian Laras dan Bu Laila pun masuk kedalam mobil untuk segera berangkat ke ke mansion Anderson.

Dalam perjalanan ke mansion Anderson tatapan nyonya Maya tak sekali pun melepaskan pandangannya terhadap Laras.

Sebab wajah Laras semakin diperhatikan begitu sangat mirip dengan Riana dan mas bima,

Apakah jangan jangan Laras adalah??

"Ehem,, Bu Laila apakah saya boleh bertanya."tukasnya tiba-tiba seraya memandang sang lawan bicara lewat cermin yang berada tepat didepan nyonya Maya yang sedang mengemudi mobil.

"Tanya! Memangnya nyonya mau bertanya apa?"ujarnya penasaran.

"Kalau boleh tahu dari mana ibu mendapatkan Laras? Apakah dia sengaja ditinggalkan oleh kedua orangtuanya? atau ibu mendapatkannya dari seseorang."tukasnya penasaran.

"Maaf Bu,, kalau pertanyaan saya kurang sopan. Saya hanya ingin memastikan saja. Sebab wajah Laras begitu mirip dengan seseorang yang saya kenal."tambah nyonya Maya memberi tahu.

Degg.

Seketika Laras pun merasakan jantungnya berdebar kencang ketika nyonya Maya mengatakan jika wajahnya mirip dengan seseorang yang dikenalnya. Siapa gerangan?

Dengan menghela nafas panjang seraya memejamkan matanya ibu Laila berucap."dulu sekitar delapan belas tahun yang lalu saya menemukan Laras di tempat pembuangan sampah.

"APA!!"pekik nyonya Maya kaget luar biasa akan fakta yang sesungguhnya.

"Di tempat sampah! Lantas Apakah Laras masih bayi? Berapa bulan Bu,?"lanjutnya nyonya Maya.

"Sepertinya saat itu Laras baru saja dilahirkan dari perut ibunya, karena ketika saya melihat keadaannya Sungguh memprihatinkan. Dengan kondisinya tanpa pakaian atau sebuah bedong untuk menutupi tubuhnya yang kedinginan. Dan beruntungnya Laras kecil kala itu begitu kuat. Padahal saat itu cuaca sangat dingin lantaran hujan yang turun begitu derasnya."ungkap ibu Laila.

"Apakah tidak ada seseorang yang ibu curigai? Atau keberadaan seseorang ditempat tersebut."katanya penasaran.

"Tidak ada nyonya, kebetulan saat itu jalan yang saya lewati sepi tanpa ada seseorang selain saya. Kemudian Sayup-sayup saya mendengar suara tangisan seorang bayi. Setelah saya dekati asal suara tersebut. Ternyata seorang bayi dalam keadaan polos dan masih terdapat plasentanya."terang ibu Laila menceritakan.

"Ya ampun tega sekali ibunya membiarkan bayinya seorang diri, tanpa ada selimut yang menghangatkan tubuhnya."sambut nyonya Maya begitu miris atas Nasib Laras kecil.

"Tapi Alhamdulillah nyonya, bayi yang dulu dibuang oleh orangtuanya,

nyatanya hidupnya baik-baik saja tanpa mengetahui dimana dan siapa kedua orangtuanya yang begitu tega membuangnya."ucap ibu Laila merasa bersyukur karena Laras tumbuh dengan baik menjadi seorang gadis yang cantik juga memiliki kecerdasan diatas rata-rata.

"Iya Bu, saya berharap orangtua yang tega membuang Laras segera mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Dan syukur syukur dia tak bisa memiliki seorang anak dalam hidupnya terkecuali Laras."kutuk nyonya Maya untuk kedua orangtuanya Laras yang entah dimana keberadaannya.

"Laras.. jika kamu butuh sesuatu tidak usah sungkan-sungkan bilang saja sama saya, insyaallah selagi saya mampu akan saya bantu."katanya menegaskan.

"Iya nyonya terimakasih."balasnya ramah sambil tersenyum manis.

Deg.

( Senyum itu!! Seperti senyumnya Riana. Apakah mungkin?? Tidak tidak!

Riana bukan wanita seperti itu. Laki-laki yang dekat dengannya ya suaminya sendiri, entah itu dulu ketika masih muda dan berlaku sampai sekarang mereka menua.) Bathin nyonya Maya menduga-duga.

"Panggil saya ibu, seperti kamu memanggil ibu Laila."katanya meminta.

"Baik nyonya..eh ibu,"katanya dengan sedikit rona merah menghiasi wajahnya yang Teduh dan menenangkan.

MALAM HARINYA..

Semua keluarga besar Anderson tengah berkumpul menjadi satu dikediaman kakek biyantara Anderson,

Untuk merayakan hari kelahiran sang kakek yang menginjak tujuh puluh lima tahun.

Acara tersebut hanya diadakan secara sederhana namun kekeluargaan.

Padahal sang putra sulung yakni Robert Anderson merekomendasikan tempat yang bagus untuk menggelar acara ulang tahun bagi sang papa.

Namun dengan halus sang papa menolaknya. Dia hanya ingin menikmati hari kelahirannya dengan berkumpul bersama putra dan para cucunya. tanpa ada kemewahan yang akan menguras banyak biaya. Padahal uang nya pun tak bakal Habis untuk menggelar pesta tersebut. tetapi kembali lagi pada sang lakon yang menegaskan untuk mengadakan acara di hari kelahirannya secara sederhana dan kekeluargaan.

"Siapa yang membuat kue-kue basah ini?"tukas kakek biyantara ketika mencicipi berbagai macam jenis kue basah di atas meja.

Seketika mereka pun saling pandang dengan menatap sang kakek bingung.

Lantas berucap,"ibu Laila yang membuatnya kek, dia adalah ketua panti asuhan kasih bunda." Ujar Rania sang menantu.

"Panggil dia untuk menghadap ku sekarang!"titahnya tegas.

"Memangnya kenapa dengan kue nya kek? Apakah tidak enak? Itu adalah kue yang setiap hari aku belikan untuk kakek."katanya memberitahu

"Hhh.. panggil saja dia kesini. Tidak usah banyak bertanya Rania!"tekannya datar.

Seketika rania pun kicep mendengar suara datar sang kakek. Lantas menatap kearah sang suami sebentar.

Dan suaminya pun hanya mengangguk kan kepala terhadapnya. Yang menandakan jika dirinya harus segera menuruti permintaan sang papa mertua.

"Baik kek," katanya seraya bangkit dari duduknya untuk segera memanggil si pembuat kue.

Beberapa menit kemudian.

"Ini kek, orang yang membuat semua kue basah tersebut."tunjuk Rania pada wanita paruh baya yang berdiri disampingnya.

Seketika mereka semua pun melihat dengan apa yang di tunjukkan oleh ibu dari tiga orang anak kembar laki-laki.

"Siapa nama mu?

"S s saya L Laila tuan besar."jawabnya gugup.

"Benar kamu yang membuat semua kue kue itu----> tudingnya pada beberapa kue yang tergeletak di atas meja.

"B bukan t tuan, yang membuat adalah Putri saya."ungkapnya.

"Putri mu! Lantas untuk kamu datang ke mansion saya? kalau kamu saja tak membuat kue-kue yang saya minta."katanya datar.

"i i itu t tuan. Saya hanya membantu putri saya dalam pembuatannya. Sebab porsinya lumayan banyak dan harus segera dibantu supaya cepat selesai."jelasnya sedikit gugup.

"Panggil putrimu kemari sekarang!"perintahnya tegas tanpa mau dibantah.

"Baik tuan."jawab ibu Laila dengan menundukkan kepalanya lantas berbalik badan untuk memanggil Larasati.

LIMA MENIT KEMUDIAN.

"Tuan besar, ini si neng yang membuat semua kue kue nya."kata bibi Ijah memberi tahu dengan Laras yang berdiri tegap disampingnya.

Kemudian mereka pun menengok ke asal suara untuk mengetahui siapa yang membuat kue-kue basah yang enak dan lezat.

Deg

"Riana.."gumam seseorang lirih.

( Tante Riana! Mengapa wajahnya mirip dengan Tante Riana?) Bathin Roni Romi dan Roland Anderson.

"Loh,, kenapa mukanya mirip dengan adik kembar ku?"gumam Rania dengan membelalakkan kedua matanya.

( Riana! Dia istriku versi muda. Tapi siapa gadis ini? Kenapa semakin di perhatikan lebih dalam, garis wajahku terlukis diwajahnya. Kedua bola matanya pun seperti milik ku. ) Ucap seseorang dalam hati bertanya-tanya akan kemiripan wajah sang istri dengan wanita tersebut.

Sedangkan Larasati yang ditatap sedemikian intens oleh keluarga tersebut. Entah kenapa perasannya Sungguh takut campuran deg-degan.

Sekujur tubuhnya pun gemetar.

°°°°°°°°°°°°

Hy hy jangan bosen bosen ya sama ceritanya 😁😊☺️😘

Maaf ya kalau ceritanya kurang seru

Maklum saya masih anak baru.

Dan belum mempunyai pengalaman dalam dunia kepenulisan.

Tapi insyaallah sedikit demi sedikit akan belajar dan terus belajar untuk bisa menjadi seorang penulis yang bagus dan kreatif.

Terimakasih 😊

Jangan lupa like dan komentar nya.

Salam dunia halu😍😍😋.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!