NovelToon NovelToon
Akhir Cinta Dari Formosa

Akhir Cinta Dari Formosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / Pembantu
Popularitas:518
Nilai: 5
Nama Author: IbuAnna30

" Hidup memang harus berani, berani pergi dari sesuatu yang tak pantas untuk di tinggali.
kisah Ana wanita paruh baya yang terpaksa menjadi tenaga kerja wanita(TKW) demi masa depan Anak-anaknya dan juga perjuangannya terlepas dari suami patriaki.
Ana yang selalu gagal dalam rumah tangga merasa dirinya tak layak di cintai sampai dia bertemu dengan laki-laki bernama Huang Lhi yang juga majikan tempatnya bekerja. Namun kisah cinta Ana dan Lhi tak semulus drama perbedaan kasta menjadi penghalang utama. bagaimana kisah mereka? Bisakah Ana mendapatkan cinta sejati? Kemana Akhir akan membawa kisah mereka?

Malam berakhir dengan gemerlap bintang-bintang dan bunga-bunga yang bermekaran mengantarkan pada mimpi yang menjanjikan sebuah harapan. Malam ini Ana lupa akan traumanya bunga di hatinya memaksa bersemi mesti tak pasti akankah tumbuh atau kembali layu dan mati.

ikuti terus kisah Ana dan jangan lupa dukungannya ....
terimakasih .. Update setiap hari, No libur kecuali mati lampu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IbuAnna30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Keputusan

"Kamu yakin nduk, dengan keputusan mu?' Suara mbak Asih terdengar lirih di seberang telepon.

"Yakin mbak, kalau nggak yakin apa mungkin aku ngomong ke mbak Asih."ucap Ana.

"Tapi kok suara mu kaya santai bener nduk, apa .....'

Ana terkekeh mendengar mbak Asih yang seperti kebingungan.

"Aku bukan santai mbak, tapi lega akhir nya bisa kebebas dari dia. Cuma ya itu sekarang masalah nya Aidar mbak, Aku sih udah bilang kalau dia mau ambil ya ambil aja, cuma kan kasian Aidar nya.'' Jelas Ana.

Mbak Asih mendengus kasar, " Coba aja kalau dia berani !. " Buat ngidupin diri sendiri aja masih minta bantuan kamu, kok mau macem-macem bawa Aidar." oceh mbak Asih.

Ana melirik sekilas Ama nya yang sedang sarapan, sebelum kembali melanjut kan obrolan nya, "Paling-paling kalau di ambil di bawa tempat bulek Ratih mbak, atau nggak pulang ke Surabaya. Aku juga belum ngomong ke orang tua dia." Lanjut Ana.

"Ngapain kamu ngomong ke orang tua dia, biar ajalah dia yang ngomong." Ucap mbak Asih ketus.

"Iya, aku juga niat nya mau diem aja mbak, kecuali kalau orang tua nya nelfon terus nanya baru aku ngomong. Kalo diem-diem aja ya aku diem, tau-tau urus surat cerai, gitu aja.'' Sahut Ana. "Tunggu mbak aku ganti headset dulu," imbuh Ana sembari melepas Headset bluetooth di telinga kiri nya.

Semalam selepas berdebat sengit dengan Roy ia lupa mengisi daya headset bluetooth nya.

"Tumben sekali pasien mu nggak ada suara nya An, "

"Beberapa hari ini lumayan anteng kalo nggak pas kumat kaki nya, kalo lagi kumat yaa kaya orang kesurupan," baru saja Ana menyelesaikan kalimat nya, Ama nya itu sudah berteriak-teriak merasakan nyeri dipangkal paha nya "Aaaahhhhhhh"

"Nah itu baru juga di omongin," kekeh Ana.

Mbak Asih turut tertawa pelan," itu kenapa, kesakitan apa gimana ?' Tanya nya.

"Sakit kata nya,mungkin kayak tiba-tiba ngilu gitu. "Jawab Ana.

"Ama ini nasi nya cepet di makan, nanti keburu dingin kamu protes lagi, bilang nasi nya keras," sela Ana, saat di lihat nya nasi yang sudah 30 menit lalu ia siap kan masih utuh di mangkuk nya.

"Kenapa nduk?" Sahut mbak Asih ingin tau, pasal nya Ana menggunakan bahasa mandarin saat berbicara.

"Itu sarapan nya belum di makan nya, nanti laporan ke anak nya, bilang nasi yang aku

Siapin dingin katanya, padahal nasi udah di siapin di anggurin sama dia," cerita Ana yang di sambut gelak tawa mbak Asih.

"Ama .... panggil Ana kembali, " ayo cepetan di makan itu." Imbuh nya.

" Hěn tòng." * Jawab Ama sembari meringis memegangi pangkal pahanya.

Ana pun mendekati sang pasien, berniat membantu pasiennya itu makan, tapi seperti biasa selalu di tolak, "kalau nggak mau di bantu, cepet di makan habis itu aku kasih minum obat." Oceh Ana yang kemudian kembali ke belakang untuk menjemur pakaian yang belum selesai sembari menyelesaikan obrolan nya dengan mbak Asih juga.

"Hallo mbak ....' panggil Ana saat di rasa sambungan telefon nya sunyi.

"Hem," jawab mbak Asih.

"Kirain di matiin,"sahut Ana. Yang kemudian mulai melanjutkan obrolan mereka.

Pembahasannya masih sama 1 orang Roy dan keputusan Ana meninggal kan laki-laki itu.

"Ya sudah lah nduk nanti ngobrol lagi, mbak Asih mau tempat mamak, tadi malam

Danu kirim pesan katanya bapak nggak enak badan." Ucap mbak Asih setelah obrolan panjang mereka.

Ana menghentikan kegiatan nya sejenak, " Bapak sakit mbak , Danu nggak ada ngabarin aku."

"Ya biasa lah orang tua An, bapak juga kan udah stroke lama udah kamu nggak usah khawatir fokus sama kerjaan mu dulu aja," sahut mbak Asih, mencoba menenangkan Ana yang jelas terdengar panik.

"Iya mbak, kalo ada apa-apa kabarin lo mbak.'' Pinta nya kemudian.

"Iyaa, nanti kalau mbak udah sampai rumah mamak, mbak vc lagi, yaa udah mbak pergi

Dulu," pamit mbak Asih .

Tut..... panggilan pun terputus.

Ana menghela nafas berat, hidup nya benar-benar bak drama sedih. Cobaan datang silih berganti ibarat badai di tengah lautan. Ganas dan mencekam.

Selesai dengan menjemur pakaian Ana kembali ke kamar, mengecek sarapa Ama, sudahkah di habiskan atau masih jadi tontonan.

Dan syukurnya 1 mangkuk yang Ana sediakan tersisa setengah nya saja.

"Ama siang ini mau makan ikan goreng atau ikan kukus?" Tanyanya pada Ama yang sibuk mengganti chanel radio kesukaan nya.

"Suíbiàn ni," * jawab Ama ketus, karena gelombang radio kesukaan nya tak jua ketemu.

Nenek-nenek satu ini memang susah sekali di mengerti, kadang bisa menggemaskan bak boneka berbi, kadang mengerikan bak orang kesurupan.

Ana sendiri butuh waktu lama untuk bisa terbiasa dan sedikit mengambil hati nya, meski terkadang kesabaran nya goyah juga, berakhir ia turut berteriak pada pasiennya.

*

*

Satu minggu berlalu sejak keputusan itu, tidak ada tanda-tanda dari Roy maupun keluarga nya. Semua seolah menerima keputusan Ana. Aidar pun masih aman bersama mbak Asih di rumah. Satu-satunya kekhawatiran ya si kecil itu.

Sejak di tinggal Ana dan harus minum susu, baru di ketahui Aidar alergi susu sapi.

Badan nya akan langsung ruam jika minum susu sapi, juga beberapa jajanan dan makanan yang mengandung susu sapi, coklat atau terlalu manis bisa menjadi penyebab alergi Aidar, membuat mbak Asih harus ekstra hati-hati saat memberi asupan pada si kecil.

Ana menatap samar lampu-lampu menara 101 di kejauhan, Taiwan sudah memasuki

Musim panas namun masih menyisakan sedikit sejuk angin musim semi.

Sudah 3 musim Ana lewati, itu tanda nya hampir setahun ia berada di Negara yang kata nya syahdu, namun nyatanya pilu untuk diri nya.

Keputusan nya untuk mengakhiri pernikahan untuk kedua kalinya membuat nya

Bertekad untuk menjalani hidup sendiri sampai akhir kehidupan, fokus pada masa depan dan kebahagiaan anak-anaknya.

Ana masih bermain dengan pikiran nya, menelaah semua yang terjadi di hidupnya, saat notifikasi ponsel nya memberi tahu 1 pesan masuk, kemudian di susul 2 pesan lainnya.

(Roy massege )

"An ... sudah seminggu aku nunggu, apakah keputusan mu masih sama ?"

"Aku sudah menurut ii kemauan mu An, aku juga sudah mulai kerja, Apa tidak bisa kita perbaiki lagi semua ini ?".

Ana enggan membalas pesan dari Roy, ia merasa hati nya sudah mati rasa untuk laki-laki itu. 3 pesan kembali masuk di notifikasi nya .

(Roy massage)

"Kita bicara baik-baik An, kalau memang kamu sudah nggak bisa nerusin hubungan kita. ''Aku nggak tau salah ku di mana, tapi kalau memang itu keputusan mu ya aku terima , Tapi ayo ... kita bicarakan baik-baik kita memulai hubungan dengan baik An, kalau kamu mau mengakhiri yaa harus dengan cara baik.

Ana tertawa samar membaca deretan pesan terahir yang di kirim Roy, kepala nya

Menggeleng pelan, tak percaya dengan yang di baca nya " tidak tau salah nya dimana ?" Rancu nya, sebelum kembali tertawa dan mengetik sebuah balasan.

^^^ (Ana Reply)^^^

^^^ "Sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan. "^^^

________Bersambung.

Semangat An .........

Salam Cinta

Ibu❤️

1
Kim shin
gemesh
Kim shin
apakah bab ini di beri bawang 10 kilo 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!