NovelToon NovelToon
Mengapa Aku Yang Harus Menanggungnya?

Mengapa Aku Yang Harus Menanggungnya?

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Cintapertama
Popularitas:318
Nilai: 5
Nama Author: Ellin Puspita

Laura, seorang gadis kota yang mandiri, menemukan belahan jiwanya pada Arka ketika mereka bekerja di tempat yang sama. Cinta mereka yang kuat membawa keduanya ke jenjang pernikahan. Namun, kebahagiaan itu mulai terkikis saat Laura setuju untuk ikut Arka pindah dan tinggal di kampung halamannya.Sejak hari pertama, kehidupan Laura berubah menjadi penuh air mata. Ibu mertuanya, Rohaya, tidak pernah menyukainya. Rohaya selalu mencari-cari kesalahan Laura, mulai dari cara memasak, mengurus rumah, hingga hal-hal kecil lainnya. Laura tidak pernah tahu alasan di balik kebencian mendalam ibu mertuanya tersebut. Di sisi lain, Arka adalah suami yang setia. Arka selalu pasang badan dan mati-matian membela Laura setiap kali Rohaya menyudutkan istrinya.Di balik sifat ketat dan kejamnya, Rohaya menyimpan trauma dan dendam masa lalu yang kelam terhadap "orang kota". Saat Rohaya sedang hamil dulu, suaminya yang bernama Arman berselingkuh dengan seorang wanita kota bernama Sinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ellin Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dihina lagi

...****************...

Pagi hari langit yang cerah Laura terbangun dari tidurnya tak disangka saat melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 07.30

Laura pun kaget dan segera bangun dari tempat tidurnya bergegas menuju dapur untuk menyiapkan sarapan

Tapi setelah sampai didapur ternyata rohaya sedang berdiri dengan menyilangkan tangan tanda-tanda rohaya akan marah padanya.

"jam berapa ini? Kok baru bangun?" ucap Rohaya dengan ekspresi kesal diwajahnya

"maaf Bu, semalem saya kecapekan jadi.."

"ALASAN TERUS YA KAMU! Emang dirumah ini yang kecapekan cuma kamu? Saya juga kecapekan tapi tetep bangun pagi!"

Suara itu terdengar keras sampai arka yang baru saja keluar dari kamar mandi pun mendengarnya, lalu arka pun tak tinggal diam dan langsung menghampirinya

"cukup Bu, Laura ini menantu ibu bukan pembantu disini, tolong jangan perlakukan Laura sesuka hati ibu! Dia ga salah apa-apa Bu" ucap Raka sambil menggandeng tangan Laura

"kamu lagi dan lagi bela perempuan ini ya arka! Harusnya kamu tu didik istri kamu supaya bangun lebih pagi biar bisa nyiapin sarapan ke kamu!"

"sayangnya aku menikahi Laura bukan untuk disiapin sarapan, tapi aku tulus sama Laura Bu, udah ya masih pagi" arka pun menggandeng tangan Laura pergi ke kamarnya

"kamu udah bangun kok ga bangunin aku" tanya Laura ke arka yang merasa bersalah karena bangun kesiangan

"kamu keliatan capek banget tadi aku ngga tega banguninnya" ucap arka sambil memegang kedua pundak Laura

"lain kali bangunin aja gapapa, aku ga mau dimarahin ibu lagi"

"maaf ya bikin kamu dimarahin ibu lagi"

"gapapa kok lagian aku bangun pagi pun masih kena omel sama ibu" ucap Laura sambil duduk di kursi kamarnya

"tapi ka, aku mau nanya sama kamu" lanjut nya

"nanya apa?"

"cia itu beneran hanya temen kuliah kamu?"

"iya tapi ga deket-deket banget si cuma temen ngobrol biasa aja, kenapa?"

"oh, gapapa kok cuma nanya aja"

Hari itu arka berangkat kerja dan menyuruh Laura untuk tidak keluar dari kamar untuk menghindari Omelan ibunya. Setelah arka berangkat kerja, rohaya mengetuk pintu kamarnya

Tok..tok...tok!(suara pintu)

Suara ketukan pintu itu terdengar oleh Laura yang sedang memainkan ponselnya tapi tiba-tiba ada nomor tak dikenal yang menelpon Laura dan ia pun mengangkatnya

"halo kak selamat pagi, apa benar ini dengan kak Laura Chaterine Gracia"

"selamat pagi kak iya betul saya sendiri, ada apa ya?"

"baik, kami dari COV Entertainment untuk menginformasikan bahwa kak Laura keterima di perusahaan ini untuk jadi staff ya kak, hari ini bisa kakak datang ke kantor kami ?"

"bisa kak, makasih ya untuk informasinya"

COV Entertainment adalah tempat para pemusik, penari untuk mengembangkan bakatnya dan tempatnya tidak jauh dari rumah hanya sekitar 20mnt saja.

Laura pun mandi dan berdandan menghiraukan ketukan pintu itu dan setelah selesai berdandan Laura akhirnya keluar kamar tapi rohaya masih berdiri di depan kamarnya

"kamu ga denger ya saya udah ketuk pintu beberapa kali" ucap Rohaya

"maaf Bu saya tadi mandi dan sekarang mau pamit keluar"

"mau kemana? apa udah jadi kebiasaan kamu ya keluyuran ga jelas! dasar ya perempuan kota emang gitu!"

"maaf Bu saya buru-buru, assalamualaikum" ucap Laura tanpa peduli dengan ocehan rohaya dan langsung pergi ke cov entertainment

......................

Disisi lain ditempat Arka bekerja ternyata cia sudah diterima kerja disitu, kabar baik itu bikin cia tak sabaran untuk mendekati arka

"arka" Cia pun memanggil arka yang sedang makan roti yang baru saja ia beli

"eh udah keterima ya?" tanya arka

"hhehe iya kalo gini kan kita bisa deketan"

"deketan?" arka pun kaget dengan perkataan cia barusan

cia pun langsung mengalihkan topik karena tak mau jika arka tau bahwa cia menyukai arka

"eh, ni aku bawain makanan buat kamu, enak kok aku bikin sendiri" ucap cia sambil menaruh makanannya diatas meja arka

Telepon arka pun berbunyi ternyata arka di telpon oleh ibunya

"arka! Kamu udah tau belum istri kamu keluyuran lagi! Istri macem apaan sih itu!" rohaya marah²

"Bu, tenang dulu lagian Laura tadi udah ngasih kabar ke aku kok kalo dia udah keterima kerja"

Percakapan itu terdengar oleh cia, akhirnya ia pun mempunyai rencana baru karna mengetahui ternyata ibunya arka tak begitu menyukai Laura

Hari terlalu cepat berubah jadi sore, arka menuju kerumahnya dan disisi lain cia lagi berbincang dengan Sinta

"cia, mama sebenarnya mau ketemu ayah kamu" ucap Sinta

"hah? Kenapa ma? Tiba-tiba banget? Lagian dia udah ninggalin kita ma!" jawab cia yang kecewa terhadap ayahnya bahkan cia belum tau bentuk wajah ayahnya

"ngga, kita ngga boleh gini terus kita harus temui ayah kamu sekarang!" Sinta yang nekat untuk menemui Arman walaupun dia tidak tau alamat rumahnya

Setelah berbagai bujukan Sinta ke cia, akhirnya cia menyetujui untuk mencari keberadaan ayahnya, ia baru tau ternyata ayahnya tinggal di desa itu

Sinta baru berani menunjukkan wajah Arman lewat foto di ponselnya, cia berjanji akan menemukan ayahnya dan minta pertanggungjawaban atas semuanya

...----------------...

Malam itu dirumah arka terasa sepi tidak tau kenapa rohaya hari itu sangat murung dan gelisah di kamarnya, arka pun memberanikan bertanya soal masalalunya

"Bu?" ucap arka yang sedang berada disamping pintu kamar rohaya

"ada apa" rohaya menjawab singkat

"aku boleh tanya sesuatu?" tanya arka dengan penuh hati²

"mau nanya apa? Tumben? Sejak kapan kamu peduli pada ibu semenjak kamu nikah kamu ga pernah peduli pada ibu"

"Bu, jangan ngomong gitu aku bukan ga peduli tapi waktunya aja yg belum tepat" ucap arka dengan memegang tangan ibunya

"alasan" jawab rohaya

"Bu, aku cuma mau nanya kenapa si ibu ga suka sama Laura? Apa bener yang ibu bilang malam itu?"

rohaya mengingat kejadian itu dia langsung meneteskan airmata nya tanpa disengaja

"Bu, ibu nangis?"

"ga, buat apa ibu nangis? Udah kejadian" jawab rohaya

"udah kejadian apanya?"

Rohaya kembali terdiam merenung

"tolong Bu, kasih tau aku apa yang terjadi di masalalu" arka memohon pada rohaya agar memberi tau semuanya

Tiba-tiba langkah kaki Arman pun terdengar, Arman masuk ke kamar rohaya

"kalo ibu kamu tidak mau cerita, biar ayah saja yang cerita" ucap Arman sambil memegang pundak arka

"diam kamu Arman!" sahut rohaya dengan kemarahan nya

"katakan aja yah" ucap arka yang makin penasaran

"Arman! diam kamu! Kalo kamu bicara aku tidak akan pernah memaafkan mu!" sahut rohaya lagi

"apa alasan kamu merahasiakan itu ke anak kamu? Sedangkan anak perempuan kamu aja tau apa yang terjadi" jawab Arman

BERSAMBUNG..

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!