Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaget
" Untuk apa kau ingin bertemu dengan adikku?" tanya Vallen dan tentunya mengejutkan Abdullah karena Valen mengakui Galuh sebagai adiknya.
" Sejak kapan kak Valen memiliki adik baru bernama Galuh?"
" Sejak hari ini."
" Apakah Galuh sudah setuju kalau dia menjadi adik kakak?"
" Tentu saja Galuh telah setuju menjadi adikku." ucapan dengan menatap ke arah Galuh dan ia pun mengangguk.
Tentunya Abdullah sangat terkejut ketika melihat Galuh yang mengangguk, Iya sangat tidak menyangka kalau dengan santainya Galuh mengakui Vallen sebagai kakaknya. Tentunya hal itu membuat Abdullah menjadi sakit hati, karena Galuh lebih memilih bersama dengan Vallen daripada bersama dengannya.
Kedua pemuda itu sudah lama berselisih, dan karena itu Abdullah selalu saja berusaha untuk lebih unggul daripada Vallen. Tetapi sayangnya hingga saat ini selalu Valen yang lebih dahulu, dan hal itu membuat Abdullah sangat kesal. Tetapi Abdullah tidak akan mundur, karena yang ia perjuangan saat ini adalah hatinya dan ia juga harus meminta izin kepada Vallen demi hatinya itu.
" Kalau begitu izinkan Aku untuk pergi bersama dengan Galuh ya kakak ipar." ucap Abdullah yang tentunya membuat orang-orang yang ada di sana sangat terkejut mendengar penuturannya itu.
" Enak saja kamu memanggilku dengan sebutan kakak ipar, emangnya aku pernah menyetujui mu untuk bersama dengan adikku"
" Tentu saja kau harus menyetujui aku bersama dengan Galuh, karena kami saling mencintai." ucap Abdullah dengan menggenggam tangan Galuh dan kemudian Vallen pun langsung menanti Galuh agar tidak mendekat dengan Abdullah.
" Enak saja kau mengatakan kalau kalian berdua saling mencintai, kau yang mungkin jatuh hati kepada Galuh tetapi Galuh tidak mungkin jatuh hati kepada berandalan sepertimu." ujar Vallen dan orang-orang di sana yang mendengarnya pun mengangguk karena mereka sudah lama mengenal Abdullah.
" Aku akan berusaha mengejar Galuh, dan aku sangat yakin setelah ini kau akan terus merestui ku bersama dengan Galuh." ucapnya dengan tatapan yang sangat serius dan hal itu justru membuat Galuh menjadi merinding.
" Aku tidak peduli jika memang suatu hari nanti kau memang akan bersama dengan Galuh, tetapi untuk saat ini aku tidak akan pernah membiarkan kau dekat dengan adikku. sana kau pergi berandalan, jangan kau ganggu adikku." ucap Vallen
Abdullah sudah pergi meninggalkan mereka semua, dan tentunya saat ini Galuh menjadi penasaran dengan siapa sebenarnya Abdullah. Sejak kemarin Ia memang sudah sangat penasaran dengan siapa sebenarnya Abdullah, tetapi Winda masih belum menjelaskan siapa sebenarnya Abdullah kepadanya.
" Bisa tolong jelaskan kepadaku siapa sebenarnya Abdullah?"
Vallen akhirnya menatap ke arah Galuh, dan kemudian Ia menceritakan semua kisahnya bersama dengan Abdullah. Tentu saja Galuh sangat terkejut ketika mendengar penuturan dari Valen, ya masih tidak menyangka kalau ternyata Abdullah adalah orang seperti itu. Awalnya ia mengira kalau Abdullah adalah orang baik-baik, tentunya hal itu bisa terlihat dari wajahnya yang tampak baik dan juga namanya.
Tetapi sayangnya tanggapan dari Galuh itu telah dijatuhkan, karena ternyata Abdullah tidak sesuai dengan apa yang ia bayangkan selama ini. Dan kini ia justru merasa takut dengan Abdullah, Iya takut kalau Abdullah akan menyakitinya nantinya. Walaupun Abdullah mengatakan kalau ia menyukainya, tetapi tetap saja Galuh tidak mempercayai hal itu dan lebih percaya kepada Vallen mengenai karakter dari Abdullah.
Winda dan juga Galuh akhirnya memutuskan untuk masuk dalam kelasnya, dan kemudian Vallen pun segera kembali ke kantor. Tentunya Galuh masih tidak menyangka dengan apa yang diceritakan oleh Vallen, sifat dari Abdullah menurutnya sangat mengerikan. Dia menjadi takut ketika nantinya akan bertemu dengan Abdullah, Iya takut kalau Abdullah akan melakukan hal buruk kepadanya.
Keduanya pun belajar di dalam ruangan kelas, tentunya mereka memperhatikan pembelajaran dengan sangat khusyuk. Semua dampak fokus memperhatikan papan tulis dan tidak ada yang berani mengobrol, apalagi saat ini yang masuk dalam ruangan kelas tersebut terkenal sebagai dosen killer. Mereka pun hanya memperhatikan pembelajaran dari dosen itu, dan akhirnya detik demi detik telah terlalui dan sudah tiba waktunya jam istirahat.
Galuh dan juga Winda akhirnya memutuskan untuk makan di kantin, tentunya mereka makan berdua dengan sangat damai dan diiringi dengan tawa. Awalnya semua terasa baik-baik saja, hingga tiba-tiba saja ada yang menuangkan minumannya di atas kepala Galuh. Tentunya galau sangat terkejut dengan tindakan tersebut, jadi aku langsung menatap ke arah sosok yang menyiramnya dengan minuman itu.
" Apa maksudmu dengan menyiram ku?"
" Wanita gatal seperti dirimu sudah pantas disiram."
" Apa maksudmu dengan berkata seperti itu, Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kau maksud."
" Wanita perebut kekasih orang sudah pantas mendapatkan hal itu."
" Kau ini sebenarnya siapa sih dan siapa juga kekasihmu itu?" tanya Galuh yang sudah diliputi dengan emosi yang sangat tinggi.
" Namanya adalah Wahyuni dan dia adalah fans berat dari Abdullah." ucap Winda.
" Itu temanmu tahu kalau namaku adalah Wahyuni."
" Namamu itu sangat bagus dan memiliki arti yang bagus pula, tetapi sayangnya kau tidak memiliki karakter yang mencerminkan namamu itu." ucap Galuh.
" Apa maksudmu dengan berkata seperti itu, kau tidak tahu kalau aku adalah pemilik dari kampus ini."
" Aku tidak tahu kau adalah anak siapa, tetapi yang jelas yang aku ketahui saat ini kau adalah orang yang tidak bisa menjaga sopan santun dan tata Krama mu."
" Untuk apa aku menjaga sopan santun dan tata krama dengan seorang wanita yang berusaha merebut kekasih orang."
" Aku tidak pernah merebut Abdullah darimu, dan lagian Abdullah juga bukan kekasihmu kan kau hanyalah fans fanatiknya."
" Asal kau ketahui ya, aku dan Abdullah itu sudah dijodohkan jadi sebentar lagi kami akan melangsungkan pertunangan."
" Aku sama sekali tidak tahu dan tidak perduli dengan acara pertentangan kalian berdua, oh iya satu lagi. Sekalian sampaikan sama Abdullah untuk menjauhiku ya, karena aku tidak suka berurusan dengan orang yang membuat pertikaian." ucap Galuh yang langsung membawa Winda untuk pergi dari kantin karena ia sudah tidak berselera makan.
Semua orang di sana berbisik-bisik, tentunya mereka semua tidak menyangka kalau Galuh memiliki karakter seperti itu. Dan hal itu membuat orang-orangnya semakin jatuh hati dengan Galuh, biasanya orang-orang akan menunduk lemas dan tidak mau berurusan dengan Wahyuni. Tetapi kali ini Galuh justru menantang Wahyuni, dan bahkan memberikan peringatan kepada Wahyuni untuk menjaga Abdullah.
Mereka semua menjadi penasaran dengan siapa sebenarnya Galuh, mengapa Galuh sangat berani sekali menghadapi Wahyuni. Tetapi mereka semua juga khawatir kalau nantinya Galuh akan mendapatkan imbas, yang mana bisa saja Galuh dikeluarkan dari kampus tersebut. Dan mereka sangat khawatir kalau hal itu akan terjadi, sebab menurut mereka Galuh adalah penyelamat mereka semua dari kekacauan yang dilibatkan oleh Wahyuni.