Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.
Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.
Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.
Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zeus yang Murahan
Mentari pagi telah meninggi, menembus kaca-kaca besar di koridor mansion Cyrillus. Arzeus Ezoic Cyrillus melangkah dengan ritme yang santai namun tetap memancarkan aura dominan yang mutlak. Kemeja putihnya terpasang rapi, menyembunyikan perban di bahunya yang sebenarnya masih sedikit nyeri. Namun, rasa sakit fisik itu sama sekali tidak terasa jika dibandingkan dengan kepuasan batin yang ia dapatkan setelah menghabiskan malam panjang bersama Yorinka.
Kelicikannya menyabotase rekomendasi medis bersama Vlad membuahkan hasil yang teramat manis. Langkah kakinya membawa pria kejam itu menuju ruang kerja utamanya. Begitu pintu kayu jati yang kokoh itu dibuka, atmosfer hangat dari sisa ranjangnya langsung menguap, digantikan oleh hawa kaku khas dunia bawah tanah.
Di dalam ruangan, tiga orang kepercayaannya sudah berkumpul sejak subuh. Dom duduk di sofa sembari menopang dagu, wajahnya yang babak belur akibat pukulan Zeus saat itu sudah diobati tetapi masih meninggalkan bekas, namun sifat tengilnya sama sekali tidak berkurang.
Di sudut ruangan, Josh berdiri dengan posisi takzim yang kaku, wajahnya datar, dingin, dan merefleksikan karakter kejamnya sebagai tangan kanan eksekutor. Sementara itu, Vlad duduk di kursi dekat meja kerja Zeus, menyilangkan kaki dengan kedua tangan bersedekap di dada.
Dom, yang sejak tadi merasa bosan dan tidak sabaran menunggu kedatangan sang kepala klan, langsung menegakkan tubuhnya begitu melihat Zeus melangkah masuk. Mata tajam Dom yang penuh rasa penasaran menangkap sesuatu yang tidak biasa pada diri sahabatnya. Wajah Zeus nampak berseri-seri, gurat kejam yang biasanya selalu menghiasi dahinya seolah melunak, memancarkan aura pria yang sedang dipenuhi kebahagiaan.
"Wah, wah. Lihat siapa yang baru saja turun dari singgasananya" goda Dom dengan nada santai yang tengil
Senyuman miring terukir di bibir Dom yang masih sedikit bengkak. Kekuatan Zeus sangat besar dan tidak manusia saat memberinya pukulan saat itu, tetapi itu memang salahnya, dia pantas mendapatkannya.
"Wajahmu berseri-seri sekali pagi ini, Zeus. Aura iblis di tubuhmu mendadak hilang entah kemana. Ada apa ini? Apakah kau baru saja memenangkan lotre internasional?" tanyanya penasaran
Zeus tidak langsung menjawab. Ia berjalan menuju kursi kebesarannya, lalu mendudukkan diri dengan gerakan yang sangat tenang.
"Tidur saya sangat lelap semalam, Dom. Itu saja" jawab Zeus pendek dengan nada suara formal yang datar, mencoba menyembunyikan fakta malam panasnya
Namun, Dom adalah pria yang sangat curigaan dan licik. Ia tidak mudah percaya begitu saja pada alasan klise yang dilontarkan oleh Zeus.
"Tidur lelap tidak akan membuat seorang pembunuh berdarah dingin sepertimu tersenyum tipis di pagi hari" balas Dom sinis
Dom memicingkan matanya, mengalihkan pandangannya dari Zeus ke arah Vlad yang sejak tadi diam seribu bahasa. Dokter klan asal Rusia itu memasang wajah masam yang sangat kentara. Aura Vlad yang biasanya manipulatif dan hangat buatan, kini berubah menjadi sangat pemarah, memancarkan kekesalan yang tertahan.
Melihat ekspresi Vlad yang seolah ingin menembak kepala Zeus saat itu juga, Dom mendadak menghubungkan benang merah di otaknya. Ia tahu persis bagaimana tabiat licik Zeus jika sudah menginginkan sesuatu. Tanpa perlu bertanya lagi pada Vlad, Dom akhirnya tahu alasan di balik wajah berseri-seri Zeus dan kemarahan Vlad.
"Ah, sialan. Aku tahu sekarang!" Dom langsung tertawa sinis sambil menunjuk Zeus dengan pulpen di tangannya
"Kau benar-benar pria murahan yang licik, Zeus! Kau memanfaatkan keahlian Vlad untuk menyabotase hasil pemeriksaan medis Yorinka, bukan? Luar biasa. Seorang kepala klan Cyrillus yang ditakuti di seluruh benua Eropa, rela melakukan tindakan murahan seperti itu hanya supaya bisa mendapatkan jatah ranjang dari istrinya yang sedang hamil tua" ejek Dom
Vlad mendengus kasar, memvalidasi tebakan Dom. Sifat pemarahnya yang terpendam akhirnya keluar secara verbal dengan gaya formal yang kaku.
"Tuan Dom benar. Kepala klan kita ini mengancam akan memotong seluruh anggaran laboratorium riset saya di Moskow jika saya tidak mengatakan kebohongan medis itu pada Nyonya Yorinka. Tindakan yang sangat tidak profesional dan kekanak-kanakan" ucap Vlad menahan kekesalan nya
Josh yang berdiri di sudut ruangan hanya melirik sekilas tanpa mengubah ekspresi wajahnya yang datar. Bagi Josh, sekasar atau selicik apa pun tindakan Zeus, tugas utamanya adalah tetap patuh dan tunduk pada perintah sang atasan, selama klan tetap berada di jalur kemenangan.
Dom menggeleng-gelengkan kepalanya, menatap Zeus dengan pandangan meremehkan sekaligus terhibur.
"Kau benar-benar membuatku takjub, Zeus. Padahal di luaran sana, di klub-klub mewah kita, ada ratusan bahkan ribuan wanita bayaran kelas atas yang mengantre hanya untuk memuaskan hasrat biologismu. Kau bisa memilih siapa saja tanpa harus repot-repot menyusun konspirasi medis, dan tanpa harus memaksa Yorinka yang penakut itu. Tapi kau malah memilih jalan memutar yang merepotkan ini" ujarnya geleng-geleng kepala
Zeus tetap diam, membiarkan sahabatnya itu berbicara sesuka hati. Sisi dominan Zeus tidak terusik oleh ejekan Dom, karena baginya, hasil akhir semalam jauh lebih berharga daripada harga dirinya yang diledek pagi ini.
Dom menyandarkan kembali punggungnya ke sofa, mengembuskan napas panjang sembari mengingat pengakuan jujur Zeus dua minggu lalu.
"Tapi aku lupa... sahabatku yang kejam ini kan sudah jatuh cinta setengah mati pada wanita polos itu" gumam Dom dengan nada santai yang kini beralih agak dramatis
"Terkadang aku benar-benar tidak habis pikir dan tidak tahu bagaimana seseorang bisa berubah drastis hanya karena sebuah perasaan bernama cinta. Cinta membuat pria dominan sepertimu kehilangan akal sehat" Dom menjeda kalimatnya, kilat kejam dan pragmatis kembali mendominasi matanya
"Aku sendiri tidak percaya pada cinta. Bagiku, emosi seperti itu adalah sampah yang hanya akan memperlambat pergerakan kita. Jika tujuanmu menahan Yorinka hanya untuk mendapatkan seorang penerus klan, cara yang kau lakukan ini terlalu rumit. Di dunia kita, jika menginginkan seorang penerus, kau cukup membayar seorang wanita asing untuk meminjamkan rahimnya saja melalui kontrak medis. Setelah anak itu lahir, bayar wanita itu, ambil bayinya, selesai. Tanpa harus menikahinya, tanpa harus mengurus drama emosionalnya, dan tanpa harus membuat bahumu tertembak karena mengkhawatirkannya di mall" ucap Dom panjang lebar
Ruang kerja itu kembali hening setelah Dom menyelesaikan kalimat panjangnya yang sarat akan ideologi kejam khas mafia. Vlad nampak menyetujui setiap bagian dari ucapan Dom, sementara Josh tetap menjadi patung tak bernyawa di posisinya.
Zeus akhirnya menegakkan punggungnya, menopang kedua tangannya di atas meja kerja yang luas. Mata elangnya menatap Dom dan Vlad bergantian dengan tatapan dominan yang perlahan kembali mengeras.
"Kau boleh menganggap cara saya murahan, Dom" ucap Zeus dengan nada suara formal yang rendah namun berwibawa, memutus segala bentuk candaan di ruangan itu
"Kau juga bebas dengan teorimu tentang meminjam rahim wanita lain. Tapi bagi saya, Yorinka berbeda. Dia adalah milik saya, dan apa yang terjadi di kamar saya semalam adalah urusan mutlak saya. Sekarang, mari kita kembali pada urusan klan. Josh, berikan laporan logistik terbaru dari Rick mengenai sisa-sisa loyalis klan Leona" ucapnya dingin
"Baik, tuan Zeus" jawab Josh patuh melangkah maju dengan sigap untuk menyerahkan berkas operasional yang sempat tertunda
Meskipun Dom terus mengejeknya dan menolak memahami konsep cinta, Zeus tahu bahwa perubahan di dalam dirinya telah bersifat permanen. Di balik meja kerjanya yang dingin, di antara tumpukan berkas senjata dan rencana pembantaian musuh, pikiran Zeus sesekali tetap kembali pada kehangatan tubuh Yorinka yang ia dekap semalam. Bagi Zeus, biarlah ia dicap murahan oleh sahabat-sahabat mafianya, yang terpenting adalah Yorinka kini berada di bawah kendali penuh kepemilikannya yang manis sekaligus berbahaya.
🔪🔪🔪
Zeus murahan banget ya.😭 Lagian licik banget alasannya supaya dapat jatah ranjang, ada-ada saja tuan mafia ini.😒
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya