NovelToon NovelToon
Aku Bukan Milik Langit

Aku Bukan Milik Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:982
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

Di dunia yang tunduk pada Mandat Langit, kultivasi bukan sekadar kekuatan, melainkan belenggu. Setiap embusan qi dikenakan pajak oleh langit, dan mereka yang membangkang akan dikutuk dalam kehancuran. Di tengah tatanan tiran ini, hiduplah Li Shen, seorang yatim piatu fana dengan meridian cacat yang dianggap sampah oleh dunia.

Namun, penolakannya terhadap anugerah langit justru menarik perhatian Dewa Xuan Taiyi.

Selama seratus tahun, Li Shen ditempa dalam isolasi dimensi Taixu Shengjing, mengasah Kehendak Murni yang tidak mampu diintervensi oleh dewa mana pun. Ia bangkit kembali bukan sebagai pahlawan, melainkan sebagai Penolak Takdir.

Perjalanan panjangnya di mulai dari Perkumpulan Tanpa Mandat, sebuah gerakan revolusi rakyat kecil Lianzhou yang muak dengan penindasan langit. Bersama Yan Shuhua (Hua'er), gadis pembunuh bayaran yang setia, dan Ru Jiaying, penjinak binatang roh misterius, Li Shen memulai perang mustahil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 : Suara dari Langit dan Pohon

Gelap. Namun, ini bukan kegelapan dari kelopak mata yang terkatup, bukan pula pekatnya malam yang menyimpan ujung. Ini adalah hampa yang tidak memiliki arah, sebuah ketiadaan yang mutlak.

Li Shen tidak lagi merasakan raga. Tidak ada rasa sakit yang menghunjam, tidak ada kelelahan yang membebani, bahkan sunyi pun tak menyisakan suara. Ia seolah ditarik paksa dari dunia fana, dibiarkan menggantung di antara ada dan tiada. Hingga perlahan, kesadarannya menyatu kembali.

Ia kembali ke tempat itu. Hamparan Taixu Shengjing.

Kabut abu kehitaman membentang tanpa batas. Platform-platform batu yang familiar mengambang di kehampaan langit, saling terhubung oleh benang-benang cahaya. Di sini, matahari dan rembulan hanyalah konsep yang absen, cahaya muncul dari segala arah tanpa sumber yang jelas.

Li Shen berdiri di tengah salah satu platform. Tubuhnya telah utuh sempurna. Tidak ada sisa tulang yang remuk, tidak ada organ yang hancur, tidak ada darah yang mengering. Jubah gelapnya jatuh dengan rapi seolah tak pernah terkoyak oleh maut. Di punggungnya, Pedang Langit tersampir dengan tenang.

Li Shen menatap telapak tangannya. “Jadi, aku belum mati?”

“Belum,” suara itu muncul bersama langkah kaki yang seolah menapak di atas sunyi.

Xuan Taiyi muncul dari balik kabut. Wujudnya tetap samar, sebuah siluet abstrak yang memancarkan otoritas purba. Kehadirannya menekan jiwa, bukan dengan kekerasan, melainkan dengan beban keberadaan yang absolut.

“Engkau kembali,” ucap Xuan Taiyi datar.

Li Shen mengangkat kepala. “Tubuh fana itu… terjepit di bawah jutaan ton batu. Bagaimana aku bisa di sini?”

“Kehendakmu tidak runtuh meski ragamu hancur,” jawab Xuan Taiyi. “Jiwamu menolak terlepas dan menarik kesadaranmu kembali ke sini untuk sementara. Mo Wuxie sudah mati. Dia kalah oleh kesombongannya sendiri, mengira dunia tunduk pada qi, sementara duniamu adalah Kehendak. Saat ia melepaskan kekuatan penuh di ruang sempit, struktur fana yang rapuh runtuh lebih cepat dari kalkulasinya.”

Li Shen menghela napas, namun satu hal masih mengganjal di benaknya. Ia melirik Pedang Langit di punggungnya. “Ada satu hal yang tidak kupahami,” gumam Li Shen. “Kenapa pedang ini selalu mengikutiku? Saat aku hancur di dunia fana dan ditarik ke sini, pedang ini ikut terbawa. Ia terasa spesial, seolah memiliki nyawa sendiri, namun aku merasa belum bisa mengeluarkan potensi maksimalnya.”

Xuan Taiyi menatap pedang itu sejenak. “Pedang itu adalah perpanjangan dari jiwamu. Ia akan tumbuh seiring dengan kehendakmu. Jangan terburu-buru mencari kekuatannya, biarlah ia yang menemukanmu.”

Xuan Taiyi kemudian melangkah mendekat. “Ujianmu di Hutan Batu Hitam telah mengubah strukturnya. Kehendakmu kini setara dengan kultivator tingkat 6 Pembentuk Jiwa menengah.”

Li Shen membeku. “Aku tidak bisa berkultivasi. Bagaimana mungkin aku memiliki tingkatan?”

“Aku hanya menjelaskan dengan istilah yang paling mudah kau mengerti,” koreksi Xuan Taiyi. “Ranahmu tidak mengikuti hukum dunia fana. Kau tidak mengumpulkan qi di dantian, kau menempa Kehendak di dalam jiwa. Kau tidak mengikuti jalan para kultivator, kau mematahkan celah aturannya. Kau bisa bertahan di bawah Domain tanpa hancur, sebuah kemampuan yang mustahil bagi fana biasa.”

Li Shen menunduk. “Ini terasa tidak adil bagi fana lain. Seperti aku menerima anugerah dari langit.”

Xuan Taiyi tertawa pendek, sebuah suara yang terdengar seperti guntur di kejauhan. “Bukan anugerah. Langit tidak memberimu apa pun. Kau merebut kekuatan ini melalui penderitaan seratus tahun di Taixu. Namun ingat, ujianmu selanjutnya bukan lagi soal kekuatan, melainkan hati. Bisakah kau membebaskan Lianzhou tanpa menjadi tiran baru? Kaisar Tianyuan sudah menyadari keberadaanmu. Zhao Tianlong akan bergerak, dan orang-orang yang kau percayai bisa membelot kapan saja.”

Sebelum Li Shen sempat membalas, hamparan Taixu bergetar hebat. Cahaya putih menyilaukan meledak, menelan sosok Xuan Taiyi. Kesadaran Li Shen terhempas turun, jatuh dengan kecepatan yang memualkan kembali ke wadah fisiknya.

Rasa sakit menghantamnya seperti gelombang kejut. Setiap inci sarafnya seolah terbakar, memaksanya mandi keringat dingin saat ia berjuang untuk tidak mengerang. Perlahan, Li Shen membuka mata.

Aroma tanah basah dan wewangian herbal merasuki indranya. Langit-langit di atasnya terbuat dari kayu yang melengkung indah dengan ukiran rumit. Cahaya hijau lembut berpendar dari kristal yang tertanam di dinding. Suasananya sejuk dan menenangkan.

Ia mencoba menggerakkan jemarinya, namun tubuhnya memprotes dengan rasa ngilu yang hebat.

“Jangan bergerak.”

Suara itu lembut, mengalir seperti air pegunungan. Li Shen menoleh ke samping ranjang. Seorang wanita duduk di sana dengan keanggunan yang melampaui standar manusia fana. Rambut putih panjangnya terurai indah, dihiasi mahkota daun hijau tua. Matanya hijau pekat seperti danau purba, dan yang paling mencolok, sepasang tanduk rusa kecil melengkung indah di kepalanya.

“Kau baru saja lolos dari maut,” ucap wanita itu dengan senyum tenang. “Tubuhmu belum siap untuk diajak keras kepala lagi.”

“Di mana aku?” bisik Li Shen serak.

“Di dalam pohon,” jawabnya. “Pohon tua yang tetap hidup karena kau menyelamatkannya dari kerusakan yang dibawa orang-orang Tianyuan. Namaku Luyin, penjaga hutan ini, roh pohon kuno. Kau jatuh bersama reruntuhan gua, dan jiwamu memanggil alam. Aku datang untuk menjawab panggilan itu.”

Li Shen terdiam, menatap dinding yang ternyata adalah serat-serat kayu yang berdenyut hidup. Antara rasa sakit yang nyata dan pemandangan di depannya, ia bertanya-tanya, apakah ia benar-benar sudah kembali ke dunia fana, ataukah ia masih terperangkap dalam mimpi panjang lainnya?

1
yuzuuu ✌
bau2 istri MC 🤭
yuzuuu ✌
lanjut lanjutt lanjut thor..... suka bngtt 😍
MuhFaza
lanjutt
yuzuuu ✌
wkakaka mampus
yuzuuu ✌
bakal se op apa beliau2 ini 👀
MuhFaza
baguss
MuhFaza
tpikal novel zero to hero
yuzuuu ✌
wakakak 🤣👍
yuzuuu ✌
meskipun menolak pemberian langit tapi nggak mulai dari nol yh,. si Xuan yg kasi secara cuma2 atw karena li Shen membunuh bayangan2 di taixu jadi naik tingkat?
yuzuuu ✌
apakah nanti jadi jodohnya huaer? 👀🤭
DanaBrekker: /Doge/
total 1 replies
yuzuuu ✌
🤣/Sob/
yuzuuu ✌
jarang nemu novel yang pembukaannya rapi begini thor. semangat 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
yuzuuu ✌
suka tipe MC sampah begini di awalnya. tinggal jejak dulu thor, lanjutkan 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!